
"Apa yang kau lakukan disini dan meninggalkan pemilik darah suci seorang diri? Apa kau sudah kehilangan akal?" teriak Daniel dengan nada yang kasar.
"Kau..." ucap Luke dengan nada yang kesal sambil mencengkram kerah baju Daniel dengan kuat.
Luke membawa tubuh Daniel melesat jauh ke depan dan berhenti tepat ketika punggung Daniel menabrak area dinding. Ditatapnya manik mata Daniel dengan tatapan yang tajam, entah mengapa bangsa Vampir dan juga Serigala selalu bermusuhan sejak dahulu tanpa mengetahui dengan jelas penyebab pasti mereka berdua tidak bisa akur.
"Jangan pernah menceramahi ku karena aku tahu apa yang harus aku lakukan!" ucap Luke dengan nada penuh penekanan.
Sedangkan Daniel yang mendengar perkataan dari Luke barusan hanya tersenyum dengan tipis kemudian menatap ke arah manik mata Luke dengan tatapan yang intens.
"Aku dan kau itu berbeda, kita berdua bahkan sama-sama tahu tentang hal itu. Bangsa Vampir itu selalu serakah dan menginginkan darah suci untuk kepentingan mereka sendiri. Tapi kami? Kami adalah seseorang yang diperintahkan untuk menjaga pemilik darah suci hingga batas waktu yang tak di tentukan!" ucap Daniel dengan nada yang meremehkan namun berhasil membuat Luke semakin marah karenanya.
"Cih menjaga kepalamu! Kau pikir aku tidak tahu jika kalian melakukan hal itu untuk membuat darah suci matang dengan sempurna kemudian setelah itu kalian akan menyerahkannya untuk persembahan kepada Ratu kalian? Jangan kira aku bodoh dan tak mengetahui apapun!" pekik Luke yang tidak terima akan perkataan dari Daniel barusan.
Daniel yang mendengar hal tersebut tentu saja ikut terpancing emosi dan mencoba membalikkan keadaan dengan membalik posisi Luke dan memojokkannya ke arah dinding.
"Kedua hal tersebut jelaslah berbeda, Ratu kami melakukan hal itu untuk meneruskan tahtanya. Tapi yang kalian lakukan malah menghisab darah mereka sampai habis demi kepuasan kalian sendiri!" teriak Daniel dengan nada yang meninggi.
Membuat Luke yang mendengar hal tersebut lantas langsung mendorong tubuh Daniel dengan kuat, hingga Daniel terpelanting cukup jauh dari hadapannya. Luke yang melihat Daniel terpelanting cukup jauh lantas kembali melesat dan menghampiri Daniel.
"Meski kami menghisap darahnya tapi kami memiliki tujuan untuk hidup lebih baik lagi dan menjadi manusia seutuhnya. Apa kau pikir menjadi Vampir adalah sebuah hal yang membahagiakan? Tentu saja tidak!" ucap Luke dengan nada yang kesal.
Sedangkan Daniel yang mendengar ungkapan kekesalan Luke barusan hanya terdiam tanpa menanggapinya seperti tadi. Entah mengapa Daniel merasa jika saat ini sesuatu telah terjadi dengan pemilik darah suci. Ketika seorang manusia Serigala menemukan keberadaan pemilik darah suci, hubungan diantara keduanya menjadi terikat karena siapapun manusia Serigala yang menemukan gadis pemilik darah suci terlebih dahulu, ia akan langsung terikat kontrak dan menjadi pelindung gadis pemilik darah suci tersebut hingga kematian memisahkan keduanya.
"Apa yang terjadi? Mengapa kau diam?" tanya Luke dengan raut wajah yang penuh kebingungan.
__ADS_1
"Dimana kau meninggalkan gadis itu?" ucap Daniel kemudian yang lantas membuat Luke mengernyit dengan seketika.
"Apa urusannya dengan mu?" ucap Luke dengan nada yang ketus.
"Bisakah kau untuk menurunkan egomu? Aku merasakan sebuah bahaya mendekatinya!" ucap Daniel kemudian dengan nada yang kesal karena tingkah Luke yang seperti anak kecil.
Luke yang mendengar kata bahaya keluar dari mulut Daniel tentu saja langsung terkejut sekaligus bingung. Pikiran Luke kemudian melayang ketika membayangkan jika sampai Airin keluar dari unit Apartemennya, walau ia sudah melarang Airin saat itu.
"Sialan!" pekik Luke kemudian sebelum pada akhirnya berteleportasi ke dalam unit Apartemennya.
***
Ceklek
Suara pintu unit Apartment Luke yang terbuka, lantas membuat Airin mulai melangkahkan kakinya keluar dari sana dan mencari keberadaan Bella di area lorong unit Apartment.
Hanya saja ketika langkah kakinya hendak masuk ke dalam lift, Airin malah mendengar suara teriakan Bella kembali dari arah tangga darurat, membuat Airin langsung berbalik arah dan menuju ke tangga darurat sambil terus memanggil nama Bella berulang kali.
**
Tangga darurat
Satu persatu anak tangga mulai Airin pijak sambil terus mencari keberadaan Bella di sekitar area tersebut.
"Bell gak lucu ah, jangan bercanda seperti ini... Kamu dimana?" tanya Airin lagi sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Bella.
__ADS_1
"Aku di sini Ai tolong aku...." ucap Bella yang terlihat tengah berdiri di tangga tepat di bawah Airin dengan raut wajah yang ketakutan.
Airin yang melihat hal tersebut tentu saja langsung mempercepat langkah kakinya menuruni anak tangga menuju ke arah dimana Bella berada. Seulas senyum menyeringai nampak terlihat dengan jelas dari wajah Bella, namun karena posisinya yang menunduk membuat Airin sama sekali tidak mengetahui tentang senyuman tersebut.
Dengan perasaan yang khawatir menyelimuti dirinya Airin nampak berlarian mempercepat langkah kakinya menuju ke arah dimana Bella berada. Sampai kemudian langkah kakinya lantas terhenti ketika ia berada tepat di depan Bella dengan napas yang ngos-ngosan karena menuruni anak tangga.
"Ada apa Bel? Apa yang terjadi? Katakan sesuatu Bel... Jangan membuat ku takut seperti ini!" ucap Airin sambil terus berusaha mengatur napasnya.
Mendengar hal tersebut sosok yang menyerupai Bella lantas perlahan-lahan mendongak menatap ke arah manik mata Airin, yang tentu saja membuat Airin terkejut seketika disaat melihat manik mata Bella yang menghitam. Membuat Airin langsung melangkahkan kakinya mundur begitu melihat hal tersebut.
"Si...siapa kau! Apa yang kamu lakukan dengan Bella?" ucap Airin sambil berpegangan dengan erat pada pegangan tangga dan mulai mengambil langkah kaki turun dari sana.
"Tidak ada yang aku lakukan kepada dia karena memang dia tidak ada di sini hihihihi....." ucap sosok yang menyerupai Bella, membuat Airin langsung menatap kesal karena ia sudah tertipu oleh sosok tersebut.
"Sialan! Seharusnya aku mendengarkan perkataan Luke untuk tidak keluar dari unit Apartemennya apapun yang terjadi!" ucap Airin merutuki kebodohannya karena tak mengindahkan perkataan dari Luke tadi sebelum kepergiannya.
Airin yang mengetahui jika sosok tersebut mulai mengincarnya, lantas mengambil langkah kaki seribu dari sana dan kembali melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga.
Sosok itu tertawa dan terus tertawa melihat Airin berlarian menghindari dirinya. Membuat Airin semakin dibuat kesal akan sosok tersebut yang terus mengikutinya sambil membuat situasinya semakin mencekam dengan membuat lampu tangga darurat menjadi mati hidup secara berulang kali.
"Sial..." ucap Airin yang terus menggerutu.
"Kau tidak akan bisa lari dariku.. hihi tidak akan bisa..." ucap sosok tersebut sambil langsung memunculkan dirinya tepat di hadapannya yang tentu saja membuat Airin terkejut seketika.
"Aaaa"
__ADS_1
Bersambung