
"Bagaimana Ratu bisa tahu?" ucap Jacob dengan raut wajah yang penuh kebingungan.
Sofia yang mendapat pertanyaan tersebut hanya tersenyum dengan tipis, kemudian mengambil posisi bersendekap dada dan menatap ke arah Jacob dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.
"Apa kau tahu jika sekarang darah suci itu belum cukup matang?" ucap Sofia yang lantas membuat Jacob mengernyit dengan tatapan yang bingung.
"Tentu Ratu, lalu apa ada masalah dengan hal tersebut?" ucap Jacob dengan penasaran, namun Sofia malah tersenyum dengan simpul saat itu.
"Aku hanya sedang melakukan eksperimen saja terhadap gadis itu, aku ingin tahu siapa saja yang berada di sekelilingnya selain Daniel. Aku tidak menyangka jika takdir di masa lalu akan kembali terulang. Bangsa Vampir bergerak terlalu cepat hingga bisa mengetuk pintu hati gadis itu berulang kali tepat ketika gadis pemilik darah suci tersebut bereinkarnasi. Sebuah takdir yang terus terulang dan sangat menyebalkan tentunya. Namun kehadiran Daniel yang menambah variabel baru saat ini, lantas mengundang daya tarik tersendiri bagi ku." ucap Sofia mulai menjelaskan segalanya.
Mendengar penjelasan dari Sofia barusan lantas membuat Jacob terdiam sejenak. Dengan perlahan Pria itu mencoba untuk mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Sofia saat itu. Entah apa yang sedang di bicarakan oleh Sofia, namun yang jelas sepertinya akan ada hal baru di tahun ini yang mungkin berkaitan dengan gadis pemilik darah suci tersebut.
"Lalu apa yang anda inginkan selanjutnya Ratu?" tanya Jacob kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu gadis pemilik darah suci tersebut hingga matang dengan sempurna. Lagi pula percuma jika kita gegabah dan malah membuat semuanya semakin berantakan lagi." ucap Sofia dengan nada yang terdengar begitu santai namun berhasil membuat Jacob mengernyit karenanya.
"Apakah anda yakin Ratu? Bukankah bergerak sedikit cepat akan lebih baik ketimbang menunggu waktu kematangan gadis pemilik darah suci tersebut." ucap Jacob yang tidak mengerti apa sebenarnya kemauan dari Sofia saat ini.
"Kau belum tahu jika belum melihatnya secara langsung, lagi pula aku masih ingin menguji kesetiaan Daniel kepada ku. Kau tahu bukan jika bangsa Serigala terkenal dengan kesetiaannya? Aku ingin lihat jalan mana yang akan dipilih oleh Daniel untuk melangkah ke depannya." ucap Sofia dengan raut wajah yang datar sambil menatap lurus ke arah depan, membuat Jacob yang mendengar penjelasan tersebut hanya bisa diam sambil menatap perubahan raut wajah Sofia saat itu yang terlihat begitu jelas.
__ADS_1
***
Keesokan harinya
Beberapa karyawan pagi ini nampak berkumpul di lorong dekat lift, mereka semua menatap aneh ke arah Daniel yang terlihat tertidur dalam posisi terduduk di lantai. Beberapa orang tadinya bahkan mengira sesuatu tengah terjadi kepada atasannya itu. Namun ketika mereka mengecek denyut nadi dan detak jantung Daniel yang masih dalam batas normal, membuat mereka sedikit bernapas lega karenanya.
Dari arah samping Bella yang baru saja datang dan juga penasaran akan apa yang terjadi di dekat lift saat itu. Lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya dengan cepat membelah kerumunan karyawan lainnya saat itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Bella dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah lainnya.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Ketika aku datang suasananya sudah begini, di tambah lagi pak Daniel yang tidak kunjung bangun meski sudah di goyang-goyang tubuhnya selama beberapa kali." ucap salah seorang karyawan yang lantas membuat Bella langsung mengernyit begitu mendengar jawaban tersebut.
"Apa kau sudah berusaha untuk membangunkannya?" tanya Bella sambil menunjuk ke arah Daniel saat itu.
Mendengar jawaban tersebut tentu saja membuat Bella semakin kebingungan karenanya, Bella yang penasaran akan apa yang sedang terjadi kepada Daniel saat itu. Lantas terlihat mulai mengambil posisi berjongkok dan menepuk pelan pipi Daniel saat itu berusaha untuk membangunkannya.
"Pak.. Pak Daniel... Pak... Apakah anda baik-baik saja?" ucap Bella sambil terus menepuk-nepuk pipi Daniel saat itu.
Bella yang melihat tidak ada respon dari Daniel saat itu, kemudian mulai mengambil jarak lebih dekat lagi hendak melihat apakah Daniel masih bernapas saat ini. Namun sayangnya mungkin entah nasib sial atau malah sebuah keberuntungan yang menimpa Bella saat itu. Tepat ketika ia mendekat ke arah Daniel, ujung rambutnya malah tersangkut di kancing jas milik Daniel. Membuat Bella yang mendapati hal tersebut kemudian berusaha untuk melepasnya dengan cara menarik ujung rambutnya dari sana.
__ADS_1
"Ah sial! Mengapa malah nyangkut sih?" ucap Bella sambil berusaha melepas rambutnya saat itu.
Bruk...
Tubuh keduanya jatuh begitu saja akibat tarikan Bella yang terkesan memaksa, membuat tubuh Daniel terhuyung dan jatuh ke lantai. Beberapa sorak suara terkejut dari karyawan terdengar dengan jelas di sana tepat ketika melihat keduanya jatuh saat itu.
Bukan karena keduanya yang terjatuh, melainkan posisi keduanya yang sangat mengejutkan semua orang di sana membuat suasananya kian ricuh. Bella jatuh tepat di atas tubuh Daniel dengan posisi bibirnya yang mendarat tepat di area bibir Daniel.
"As...ta...ga... Bagaimana bisa? Bibir ini... Bibir ini.. Mengapa sangat kenyal?" ucap Bella yang mendadak terdiam di tempatnya dalam posisi yang aneh saat itu.
Suara riuh gemuruh karyawan lainnya bahkan hingga tidak terdengar olehnya yang saat ini terlihat terdiam mematung di tempatnya saat itu. Sampai kemudian sebuah dorongan kecil dari seseorang yang membuatnya bergeser ke samping, lantas langsung membuyarkan seluruh pemikiran liarnya detik itu juga.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Bubar sekarang juga!" pekik Daniel sambil bangkit dari posisinya saat itu, sedangkan Bella hanya bisa terbengong seakan terkejut akan pergerakan Daniel yang tiba-tiba.
Satu persatu karyawan mulai berhamburan pergi dari sana tepat ketika suara dingin Daniel menggema di ruangan tersebut. Namun nyatanya hal itu sama sekali tidak berpengaruh kepada Bella yang saat ini masih terdiam mematung di tempatnya.
"Apa kau tetap tidak akan bangkit dari sana! Jika memang seperti itu aku akan memindahkan meja mu ke sini!" ucap Daniel dengan nada yang terdengar ketus membuat Bella langsung bangkit dari posisinya dengan seketika detik itu juga.
"Maafkan saya pak, yang tadi itu..." ucap Bella hendak menjelaskan segalanya namun sayangnya keburu di potong oleh Daniel saat itu.
__ADS_1
"Tidak ada yang terjadi, anggap saja kamu tidak pernah bertemu dengan saya pagi ini!" ucap Daniel dengan nada yang dingin sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan Bella, yang menatap punggung Daniel dengan tatapan yang kebingungan.
Bersambung