
"Sudah ku bilang untuk diam Agra!" ucap Luke dengan mata yang memerah sambil memusatkan seluruh energinya saat itu.
Crash...
Luke melemparkan seluruh energinya lurus ke arah depan. Namun sayangnya Luke tidak menyadari satu hal saat itu, dimana Agra yang mengetahui hal tersebut lantas berpindah tempat dan membawa tubuh Airin sebagai tameng untuk melindunginya.
"Aaaaa"
Tubuh Airin terlempar dengan kuat dan berakhir dengan membentur pohon besar yang berada tidak jauh di area sana. Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Luke sangat marah dan langsung menatap tajam ke arah Agra saat ini.
"Ah... Sepertinya tahun ini kita tidak akan bisa meminum persembahan darah suci. Cek cek cek aku sungguh kasihan kepadamu Luke, disaat kau menginginkannya menjadi manusia dia malah mati di tangan mu sendiri." ucap Agra dengan nada yang menyindir keras saat itu.
Kemarahan Luke benar-benar telah mencapai batasnya, manik mata Luke kini bahkan telah memerah karenanya. Diliriknya sekilas Airin yang saat ini nampak tengah sekarat.
"Tutup mulut mu!" teriak Luke kemudian sambil mulai melesat menuju ke arah Agra saat itu.
Agra yang tidak bersiap akan serangan tersebut, lantas terkejut menerima sebuah serangan secara mendadak yang berasal dari Luke barusan. Tubuhnya melayang sangat jauh mundur ke arah belakang, begitu tangan Luke menyentuh tepat ke area dadanya saat itu.
"Apa yang kau lakukan ha?" ucap Agra yang terkejut akan dorongan Luke yang berada tepat di pusat inti miliknya.
"Menjemput ajal mu!" ucap Luke dengan nada yang datar sambil mulai mengangkat tangannya ke arah atas.
Cras...
Kilatan kemarahan yang memenuhi area tersebut terlihat begitu menyilaukan mata. Suara erangan yang berasal dari Agra membuat telinga siapapun orang yang mendengarnya hingga terasa mendengung. Tak ada lagi ampunan bagi seseorang yang menyentuh Airin tanpa seijinnya, membuat Luke begitu murka dan tanpa sadar mengeluarkan segala energinya, meski Agra adalah kelompok kawanannya sekalipun. Nyatanya Luke sama sekali tidak memperdulikan hal itu, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Airin.
"Arrrrggggghhhh, kau pasti akan menye...sal mela..kukan hal ini kepa...daku... Akhhhhh." ucap Arga dengan nada yang terdengar begitu merintih saat ini.
__ADS_1
Sampai kemudian sebuah letusan terdengar amat dahsyat di sana, tubuh Arga hancur berkeping-keping dan berubah menjadi abu. Mendapati hal tersebut membuat Luke terlihat mulai menurunkan energinya secara berkala.
"Sudah ku katakan berulang kali kepadamu agar tidak menyentuh Airin, inilah balasannya jika kau berani mengganggu ku." ucap Luke dengan nada yang terdengar begitu dingin.
Setelah memastikan jika Agra telah binasa, Luke kemudian melesat mendekat ke arah dimana Airin berada saat ini.
Diangkatnya kepala Airin dan ia bawa ke pangkuannya. Wajah wanita itu nampak pucat di sertai noda darah yang mengotori area mulutnya. Dengan perlahan dan tangan yang bergetar Luke mengusap dan membersihkan mulut Airin saat itu.
"Ap...a yang kamu tu...nggu, bukankah kamu ingin menjadi manusia? La..lakukan sekarang Luke... Lakukan sekarang sebelum aku ti..tiada." ucap Airin dengan nada yang terdengar begitu tersendat.
"Apa yang kau katakan? Bagaimana bisa kamu memutuskannya secara sepihak seperti ini? Bukankah sudah ku katakan untuk mendengar semua penjelasan ku?" ucap Luke dengan raut wajah yang sendu.
Mendengar perkataan Luke barusan membuat Airin sebisa mungkin mencoba untuk tersenyum. Diusapnya perlahan wajah cantik Airin yang nampak begitu pucat saat ini.
"A..yo Luke lakukan... Sekarang.. Biarkan kematian ku ini tidak berakhir dengan sia..sia.." ucap Airin lagi mencoba untuk meyakinkan Luke tentang hal ini.
Airin yang melihat Luke hanya terdiam di tempatnya mulai menggenggam erat tangan manusia Vampir tersebut, yang tentu saja langsung membuyarkan lamunan Luke dengan seketika.
"Lakukan se..karang Luke uhuk uhuk..." ucap Airin sekali lagi, namun Luke malah menggeleng dengan keras.
"Tidak.. Tidak .. Tidak akan pernah.. Aku tidak akan melakukan hal itu sampai kapan pun, aku mencintai mu Ai.. Dan aku tidak pernah memiliki niat untuk melakukan hal itu kepada mu tepat setelah rasa ini tumbuh dan mengakar dalam hati ku. Bagaimana bisa aku melakukan hal sekeji itu?" ucap Luke dengan manik mata yang berkaca-kaca.
"Ak..u senang ka..mu mau mengakuinya.. Tapi nyatanya takdir berkata lain.. Aku.. Aku harus pergi.." ucap Airin sambil meringis menahan rasa sakit di dalam tubuhnya.
Luke memeluk erat tubuh Airin dan membawa tubuhnya semakin masuk ke dalam pelukan hangat miliknya.
"Aku pastikan akan menemukan mu di kehidupan selanjutnya Ai, mintalah kepada Tuhan agar kau tetap mengingat ku.. Apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan mu.." ucap Luke dengan nada yang berbisik tepat di telinga Airin.
__ADS_1
"Terim..a kasih....." ucap Airin untuk yang terakhir kalinya sebelum pada akhirnya tubuhnya melemah dan Airin menghembuskan napas terakhirnya.
***
Kediaman Lisa
Di area taman, Lisa nampak sibuk menata beberapa tanaman miliknya. Ditatapnya area langit pagi itu yang nampak begitu mendung, entah badai atau hanya faktor cuaca namun nyatanya perasaan Lisa sama sekali tidak enak saat ini.
"Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Apakah sesuatu hal buruk atau hanya sebatas badai? Aku harap tidak ada hal buruk yang akan terjadi." ucap Lisa pada diri sendiri sambil terus menata beberapa tanaman miliknya.
Di saat Lisa tengah sibuk menata tanaman miliknya, sebuah guntur yang mendadak menyambar lantas mengejutkannya. Hingga tanpa sadar membuat tangannya tergores duri dari batang bunga mawar.
Lisa terdiam di tempatnya sambil menatap darah kebiruan miliknya yang nampak menetes di tanah saat itu.
"Celaka! Gadis pemilik darah suci itu telah tiada? Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Lisa kepada diri sendiri dengan nada yang terdengar begitu terkejut saat itu.
***
Di bawah guyuran air hujan, Luke menggendong tubuh Airin ala bridal style. Air matanya jatuh perlahan menetes dan berpadu dengan tetesan air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.
Semua harapan, impian dan juga angannya telah berakhir dengan kepulangan Airin menuju Sang Pencipta. Membuat tujuannya kini merasa tak lagi menentu dan hilang arah. Kemana lagi ia akan bersandar dan berbagi cerita jika sang pendengar sudah tiada?
Tubuh Luke luruh dan jatuh dalam posisi bersimpuh, namun masih tetap menggendong tubuh Airin dengan eratnya.
"Aku bersumpah tak akan ada yang bisa menghalangi ku untuk bertemu dengan Airin di kehidupan selanjutnyaaaaaa!" teriaknya di bawah guyuran air hujan yang membasahi tubuhnya.
Bersambung
__ADS_1