
"Ap....a yang.. Ka...mu lakukann" ucap Airin dengan nada yang tidak jelas karena mulutnya di bekam tanpa seijinnya.
Airin lantas meronta mendapati Luke yang menutup mulutnya tanpa aba-aba. Namun sayangnya hal tersebut sama sekali tidak membuat Luke tergerak sedikitpun untuk menjauhkan tangannya saat ini.
Luke nampak fokus mencermati area sekitaran di mana ia mencium banyak aura tidak enak mendekat ke arahnya. Entah apa yang sedang ada di pikirannya saat ini, hingga tanpa sengaja malah mengajak Airin ke tempat ini. Mungkin karena keinginannya yang kuat untuk menunjukkan segalanya kepada Airin, membuat alam bawah sadar Luke menuntunnya untuk berteleportasi ke tempat ini.
"Benar-benar menyebalkan! Mengapa aku bisa sampai membawa Airin kemari? Jika sampai keluarga Agra tahu, aku pasti akan kesulitan melawannya." ucap Luke dalam hati sambil menatap ke area sekitaran saat itu.
Airin yang merasa kesal karena Luke sama sekali tidak menghiraukannya, lantas menggigit dengan keras telap tangan Luke saat itu. Luke terlihat melepaskan tangan Airin dengan seketika.
"Aw.. Apakah kau itu seekor harimau? Mengapa gigitan mu sakit sekali!" pekik Luke sambil mengibaskan tangannya yang terasa kesakitan akibat gigitan Airin barusan.
"Dasar bodoh, jika aku harimau sudah pasti kau akan mati karena gigitan ku. Ah aku lupa.. Kau bahkan tidak hidup jadi gigitan seperti itu tidak akan berpengaruh kepadamu." ucap Airin dengan nada yang terdengar sewot, membuat Luke yang mendengarnya lantas memutar bola matanya dengan jengah.
"Kau sebaiknya..." ucap Luke namun terpotong ketika mendengar sebuah suara yang tak jauh dari tempatnya berada.
Kresek.. Kresek...
Mendengar suara tersebut lantas membuat Luke menarik tangan Airin untuk bersembunyi di balik batu besar saat itu. Membuat Airin yang di tarik seperti itu tentu saja tidak mengerti dan menatap Luke dengan raut wajah yang kebingungan.
"Apa yang kau lakukan sebenarnya? Lagi pula tempat apa ini?" ucap Airin dengan raut wajah yang mulai terlihat kesal karena tingkah Luke yang sangat aneh menurutnya.
"Bisakah kau kecil kan suaramu itu? Jika sampai kita tertangkap aku tidak akan menyelamatkan mu." ucap Luke dengan nada setengah berbisik, membuat Airin langsung menutup mulutnya dengan spontan.
__ADS_1
Disaat keduanya tengah bersembunyi di balik batu besar, dua orang sosok yang berpakaian rapi serba hitam terlihat muncul di area tak jauh dari tempat mereka berada. Membuat Luke yang mendapati hal tersebut, lantas mendorong kepala Airin untuk semakin menunduk agar tidak terlihat.
"Jangan terus menundukkan kepala ku seperti ini, sakit tahu!" ucap Airin kemudian namun kali ini dengan nada setengah berbisik, namun terhenti ketika mendengar sebuah suara asing menyapa telinganya saat itu.
"Apa kamu mencium bau nya? Aku rasa ia tidak jauh dari tempat ini." ucap sebuah suara seorang wanita yang terdengar menggema di telinga Airin.
"Ya, jarang sekali ada pemilik darah suci datang menyerahkan diri ke tempat kita ini, bukankah begitu?" ucap seorang Pria yang bersama dengannya.
Airin yang mendengar sebutan darah suci dengan jelas, lantas menelan salivanya dengan kasar. Tadinya ia bahkan mengira jika Luke hanyalah sedang menggoda dirinya. Namun setelah mendengarnya langsung saat ini, bukankah jika hanya sekedar bercanda ini sudah keterlaluan?
"Masalah apa lagi ini? Mengapa hidup ku tidak bisa tenang sama sekali?" ucap Airin dalam hati mulai merutuki nasib sial yang selalu menimpanya.
Sementara itu Luke yang juga mendengar pembicaraan tersebut, terlihat mulai khawatir jika sampai kedua Vampir tersebut mencium keberadaan Airin saat ini. Membuat Luke yang mendapati hal tersebut lantas berusaha untuk memutar otaknya saat itu.
Tanpa mengatakan sepatah kata apapun kepada Airin, Luke nampak menarik tubuh Airin semakin mendekat kemudian menggunakan liontin yang di pakai Airin untuk menggores tangannya saat itu.
Crash...
Sebuah darah berwarna kebiruan nampak menetes dari telapak tangan Luke saat itu, membuat manik mata Airin langsung membulat dengan seketika disaat melihat tingkah laku Luke yang semakin aneh baginya.
"Apa yang kau lakukan lagi sekarang? Jangan membuat ku bingung dan katakanlah sesuatu Luke!" ucap Airin yang mulai geregetan melihat tingkah Luke saat ini.
"Diam lah, bukankah aku mengatakan kepadamu jika aroma dari darah suci mengundang makhluk lain datang mendekat? Lihatlah.. Sekarang mereka berdua mulai mencium aroma mu, jadi sebaiknya saat ini kamu diam saja dan ikuti semua arahan ku!" ucap Luke kemudian sambil mulai mengoleskan daranya ke beberapa bagian tubuh Airin saat ini.
__ADS_1
Airin yang mendengar perkataan dari Luke barusan hanya terdiam sambil melirik sesekali ke arah depan. Dua orang yang ada di balik batu tempat ia dan juga Luke bersembunyi, benar-benar nampak seperti manusia pada umunya. Membuat Airin tidak menyangka jika mereka adalah sebangsa Vampir.
"Lalu sekarang apa? Apakah menurut mu dengan begini mereka akan terkecoh? Bagaimana jika..." ucap Airin namun kembali terhenti ketika jari tangan Luke menempel tepat di bibirnya saat itu.
"Diam dan jangan berkomentar apapun, mengerti?" ucap Luke yang terasa begitu dekat, hingga deruan napas Luke terasa jelas menerpa area pipi Airin saat itu.
Keheningan mendadak terjadi di sana, tidak ada lagi perasaan takut dan juga khawatir menyelimuti diri Airin saat itu. Jarak yang begitu dekat antara ia dan juga Luke, membuat gelayar aneh memenuhi tubuhnya saat itu.
Aroma Luke benar-benar tercium begitu khas menusuk masuk ke dalam indra penciuman Airin saat itu. Sebuah aroma yang berasal dari wewangian khas, begitu terasa hangat sekaligus menggairahkan yang tentu saja hanya dimiliki oleh Luke seorang (setidaknya hal itu menurut Airin).
"Wangi ini... Apa yang aku pikirkan di saat-saat seperti ini? Kau benar-benar sudah gila Ai!" ucap Airin dalam hati yang terus merutuki kebodohannya saat itu.
"Sepertinya pemilik darah suci itu sudah pergi, aku bahkan tidak bisa mencium aromanya lagi." ucap sebuah suara dengan tiba-tiba yang tentu saja langsung membuyarkan semua imajinasi Airin dengan seketika.
"Kau benar, sebaiknya kita cari ke tempat lain saja!" ucap yang lainnya kemudian.
Tepat setelah suara itu terdengar, beberapa derap langkah kaki yang menjauh mulai terdengar di telinga keduanya. Membuat Luke yang melihat situasinya mulai aman, lantas menepuk Airin saat itu sambil berbalik badan menatap ke arah Airin saat itu.
Namun sayangnya, raut wajah Airin yang semula marah tepat ketika ia berbalik badan malah berganti dengan raut wajah yang bersemu merah. Membuat Luke lantas mengernyit ketika mendapati hal tersebut.
"Ada apa dengan mu?"
Bersambung
__ADS_1