Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Lebih penting sahabat?


__ADS_3

"Apa maksud perkataan mu sebenarnya?" ucap Luke dengan raut wajah yang terlihat begitu bingung saat ini.


Mendengar hal tersebut Airin nampak berdecak dengan kesal, raut wajah sok polos yang di tunjukkan oleh Luke saat ini benar-benar membuatnya malas.


"Jangan berlagak bodoh Luke, aku tahu semuanya! Lagi pula jika kamu ingin melakukannya, mengapa tidak sekarang? Sekarang atau nanti bukan kah sama saja. Mengapa... Tidak bisakah kamu mendekati ku dengan tulus?" ucap Airin dengan nada yang terdengar meninggi namun detik berikutnya melemah dan terdengar begitu bergetar.


Luke terdiam di tempatnya ketika tangan Airin nampak mengepal dan memukul area dada bidangnya beberapa kali. Sebuah hal yang sama sekali tidak Luke inginkan lantas mendadak terungkap ke permukaan.


"Aku.. Aku minta maaf.."


Hanya kata-kata itu yang mampu keluar dari mulutnya saat ini, tidak ada yang bisa ia katakan lagi selain kata-kata tersebut. Luke jelas tahu akhir dari kisah antara dirinya dan juga Airin, namun entah mengapa Luke sama sekali tidak menginginkan hal tersebut.


Perkataannya kepada Lisa sebenarnya hanyalah sebuah pemanis saja agar Lisa tidak curiga kepadanya. Selebihnya ia tidak pernah benar-benar berniat untuk melakukan hal yang sudah terencana dipikirannya terhadap Airin.


Semuanya telah berubah ketika ia mengenal lebih dalam lagi sosok Airin, tidak ada lagi Vampir yang berwajah datar dan mencari mangsa lewat C1um4n dengan beberapa gadis. Setelah ia mengenal Airin semuanya nampak berbeda dan juga berubah, Luke bahkan tidak lagi memperdulikan hal lain lagi selain Airin.


Luke yang jelas tahu jika Airin sedang marah dan juga membenci dirinya, lantas menggamit tangan Airin dan menghentikan Airin memukul area dada bidang miliknya.


"Jika aku menjelaskannya apa kamu akan percaya kepada ku?" ucap Luke dengan nada suara yang serak, membuat Airin perlahan-lahan mulai mendongak menatap ke arah sumber suara.


"Jangan membohongi ku karena Vampir seperti mu sama sekali tidak bisa di percaya!" ucap Airin dengan nada yang meninggi membuat Luke lantas menghela napasnya dengan kasar saat itu.


"Kau harus percaya kepada ku karena aku..." ucap Luke namun terpotong ketika ia mendengar sebuah suara langkah kaki mendekat ke arah di mana keduanya berada saat ini.


Tak tak tak

__ADS_1


Mendengar suara tersebut lantas membuat Luke langsung menoleh ke arah sumber suara. Tanpa menunggu persetujuan dari Airin sebelumnya, Luke menembus dinding unit Apartment Airin begitu saja dan berteleportasi masuk ke dalamnya. Membuat Airin yang mendapati hal tersebut tentu saja terkejut bukan main akan tingkah Luke saat ini.


Tepat setelah Luke berteleportasi dari tempat tersebut, terlihat Bella tengah berjalan dengan langkah kaki yang besar menuju ke arah dimana unit Apartment Airin berada. Bella nampak menghentikan langkah kakinya ketika menyadari jika di lorong tersebut tidak ada orang, padahal jelas-jelas sebelumnya ia mendengar seseorang tengah berbicara dengan nada yang meninggi.


"Loh kosong? Bukankah harusnya di sini ada orang? Lagi pula aku tadi seperti mendengar suara Airin sebelumnya? Apa hanya perasaan ku saja ya?" ucap Bella sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal menatap ke area sekeliling.


***


Unit Apartment Airin


Keduanya yang baru saja sampai setelah berteleportasi, lanta membuat Airin langsung mendorong tubuh Luke dengan kuat saat itu. Sehingga membuat Luke mundur beberapa langkah dari tempatnya.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan ha? Aku sama sekali tidak ingin bercanda dengan mu! Cobalah untuk mengerti Luke!" pekik Airin dengan nada yang terdengar semakin kesal saat itu.


Dok dok dok


Mendengar hal tersebut lantas membuat keduanya terdiam seketika. Sebuah tanda tanya besar menghinggapi kepala Airin saat itu ketika ia mendengar suara pintu Apartemennya di ketuk dari arah luar.


Dok dok dok


"Buka pintunya Ai... Aku tahu kamu ada di dalam!" ucap sebuah suara yang tentu saja Airin kenal siapa pemilik suara tersebut.


Airin yang tahu jika itu adalah Bella lantas langsung berbalik badan hendak membukakan pintu untuk Bella. Hanya saja sebuah tarikan tangan yang berasal dari Luke saat itu, lantas menghentikan gerakan tangannya.


Luke mendorong tubuh Airin tepat ke arah pintu kemudian menutup mulut Airin dengan telapak tangannya. Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Airin mulai memberontak, namun nyatanya Luke sama sekali tidak membiarkan hal itu terjadi.

__ADS_1


"Untuk kali ini biarkan aku yang berbicara Ai, aku mohon dengarkan aku terlebih dahulu. Beri aku waktu untuk menjelaskan segalanya." ucap Luke dengan nada yang berbisik saat itu, membuat Airin langsung menghentikan gerakan tangannya dengan seketika.


Luke yang melihat jika Airin sudah mulai tenang lantas melepas telapak tangannya yang membekap mulut Airin dengan rapat saat itu. Ditatapnya manik mata Luke yang terlihat begitu serius saat ini, membuat helaan napas terdengar berhembus dengan kasar dari mulut Luke saat itu.


"Aku tidak tahu harus menjelaskannya kepadamu seperti apa, tapi aku rasa kamu perlu tahu sesuatu Ai.." ucap Luke dengan nada yang terdengar kebingungan saat itu.


Airin yang mendengar hal tersebut hanya menatapnya dengan tatapan yang bingung. Sampai kemudian sebuah suara yang berasal dari arah luar pintu unit Apartemennya, lantas membuat Airin kembali menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


Dok dok dok..


"Ai buka pintunya sekarang! Aku tahu kamu di dalam Ai, jangan memaksa ku untuk masuk ke dalam tanpa ijin dari mu Ai.. Airin buka pintunya sekarang ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan mu. Ayolah Ai..." ucap Bella lagi sambil terus menggedor pintu unit Apartment Airin.


"Semua pilihan ada di tangan mu, jika kamu ingin mengetahuinya maka ikutlah dengan ku... Aku tidak akan memberikan penjelasan untuk yang kedua kalinya!" ucap Luke dengan nada penuh penekanan sambil mengulurkan tangannya ke arah Airin saat itu.


Melihat hal tersebut lantas membuat Airin terdiam dengan seketika. Suara Bella yang terus-terusan menggedor pintu unit Apartemennya, benar-benar tidak bisa membuatnya fokus untuk menentukan pilihan. Airin berdecak dengan kesal ketika harus di hadapkan dengan pilihan sulit seperti ini, membuatnya beberapa kali menimbang jawaban sambil sesekali melirik ke arah Luke dan juga pintu yang berada di sebelahnya.


"Mana yang harus aku pilih? Bella penting bagi ku namun penjelasan Luke aku juga membutuhkannya. Arg mengapa sulit sekali untuk memilih di antara keduanya." ucap Airin dalam hati dengan nada yang kesal.


Airin mengambil napasnya dalam-dalam kemudian menatap ke arah Luke dengan raut wajah yang serius.


"Aku minta maaf, namun sahabat ku lebih penting dari pada penjelasan mu itu!" ucap Bella dengan nada yang tegas.


Ceklek..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2