Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Sebuah imbalan


__ADS_3

Unit Apartment Luke


Satu gelas


Dua gelas


Tiga gelas


Empat gelas


Hingga gelas ke lima Airin terus menuangkan wine yang ia bawa ke dalam gelas milik Luke, membuat Luke yang menerima pemberian tersebut tentu saja langsung mengernyit dengan seketika akan tingkah Airin yang terus menuang wine di gelasnya tanpa memberi jeda sama sekali kepada Luke untuk berhenti.


Airin sengaja melakukan hal itu untuk membuat Luke mabuk dan menjebaknya agar menyetujui kesepakatan melindunginya namun tanpa usaha yang keras atau persetujuan langsung dari Luke, bukankah itu sebuah ide yang bagus?


"Wah kau sangat hebat sekali rupanya.... Ini bahkan gelas ke enam mu, benar-benar luar biasa." ucap Airin dengan senyum yang mengembang sengaja memuji Luke.


Luke yang mulai sadar ada yang tidak beres dari gelagat yang ditunjukkan oleh Airin, lantas mulai menyiapkan sebuah ide untuk pembalasan. Luke yang mulai curiga kemudian meminum kembali wine yang dituangkan oleh Airin baru saja, setelah itu berpura-pura memijat pelipisnya yang mulai terasa berdenyut padahal itu hanyalah sebuah tipuan.


Airin yang melihat Luke sudah mulai mabuk, lantas tersenyum dengan simpul itu tandanya tinggal selangkah lagi untuk mulai menjebak Luke agar mengiyakan permohonannya.


"Luke... Apa kau mabuk? Mau aku bantu?" tanya Airin kemudian mencoba untuk mencari tahu apakah Luke sudah benar-benar mabuk atau tidak.


Mendapat pertanyaan tersebut Luke lantas menggeleng dengan cepat kemudian berakting seperti orang yang mabuk agar lebih meyakinkan Airin, membuat Airin langsung tersenyum seketika begitu melihat gerak-gerik Luke saat ini.


"Sepertinya Luke sudah mabuk saat ini." ucap Airin dalam hati sambil tersenyum simpul menatap ke arah punggung laki-laki itu.

__ADS_1


Airin yang melihat Luke sudah mabuk kemudian mulai mengeluarkan selembar kertas yang tadi ia lipat dan masukkan ke dalam saku bajunya. Dengan gerakan yang perlahan Airin mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Luke berada yang saat ini dalam posisi menyenderkan kepalanya di atas meja.


"Apa yang akan gadis ini lakukan sebenarnya?" ucap Luke dalam hati bertanya-tanya akan tingkah laku Airin yang terasa aneh baginya.


"Tuan Luke yang terhormat, mau kah kau menjadi pelindung ku?" ucap Airin kemudian yang lantas membuat Luke langsung mengernyit dengan seketika.


"Tentu saja Nona Airin dengan senang hati." ucap Airin lagi namun dengan suara yang dibuat-buat, membuat Luke yang semula berpura-pura terpejam langsung membuka matanya dengan seketika.


Airin yang tidak terlalu menyadari jika Luke saat ini sudah membuka matanya, setelah mengatakan hal tersebut Airin kemudian mulai dengan mengusapkan wine di area jempol milik Luke dan bersiap untuk membuat cap jempol di kertas itu. Hanya saja tanpa Airin ketahui, Luke yang sudah mengetahui niatan Airin membuatnya mabuk saat ini dengan spontan bangkit dari posisinya hingga mengejutkan Airin yang hendak memberikan cap jempol milik Luke di kertasnya.


Airin benar-benar terkejut hingga membuatnya jatuh dengan posisi terduduk di lantai ketika mendapati Luke bangun dari tidurnya.


"Ka...kamu tidak mabuk?" ucap Airin dengan nada yang tergagap.


Luke yang mendengar pertanyaan tersebut tentu saja langsung tersenyum dengan tipis kemudian bangkit dari posisinya dan mengambil posisi berjongkok di bawah. Ditatapnya raut wajah Airin yang terlihat begitu terkejut, membuat Airin mulai membuat gerakan mundur sampai lupa jika ia dalam posisi yang terduduk. Sehingga menjadikan tubuhnya semakin condong ke belakang dan pada akhirnya jatuh dalam posisi terlentang, sedangkan Luke berada tepat di bagian atas tubuhnya saat itu.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan? Apakah kau sungguh tidak merasa takut sama sekali kepada ku?" ucap Luke pada akhirnya yang lantas membuyarkan segala pemikiran Airin saat itu.


Airin yang mendapat pertanyaan secara tiba-tiba dari Luke barusan, lantas bingung hendak menjawab apa pertanyaannya dari Luke. Airin yang terlalu tidak fokus bahkan tanpa sadar malah mengangguk tanpa memikirkan kembali sebelumnya, membuat Luke lantas mengernyit dengan seketika melihat hal tersebut.


"Apa kau itu bodoh?" ucap Luke lagi yang malah kembali di balas Airin dengan anggukan kepala.


Helaan napas terdengar sangat jelas berhembus dari mulut Luke ketika melihat jawaban dari Airin yang selalu mengangguk meski apapun pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Pada akhirnya Luke kemudian memutuskan untuk bangkit dari posisinya dan langsung memunggungi Airin, membuat Airin yang melihat hal tersebut lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung.


"Apa imbalan ku jika aku menyetujuinya?" ucap Luke kemudian.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Luke barusan, lantas membuat Airin langsung bangkit dan melangkahkan kakinya untuk bisa menatap manik mata pria itu seakan tengah mencari kebenaran dari ucapan Luke barusan.


"Apa kamu sungguh-sungguh mengatakan hal tersebut?" ucap Airin dengan raut wajah yang sumringah menatap ke arah Luke saat ini.


Luke yang melihat Airin dengan raut wajah yang begitu bahagia, lantas hanya bisa menghela napasnya dengan panjang kemudian perlahan-lahan mulai terlihat mengangguk, sehingga membuat Airin begitu bahagia ketika melihat jawaban dari Luke barusan.


"Sungguh? Jangan coba-coba untuk menipuku!" ucap Airin sekali lagi dengan nada yang mengancam membuat Luke langsung memutar bola matanya dengan jengah.


"Berhenti bertanya! Kau bahkan belum menjawab apa imbalan ku tapi kau terus saja bertanya. Sekarang katakan dengan jelas apa imbalan ku?" ucap Luke kemudian yang lantas membuat senyuman di wajah Airin menghilang dengan seketika.


Airin benar-benar takut untuk menjawab pertanyaan dari Luke barusan, membuatnya langsung terdiam sejenak seakan mencoba berpikir keputusan apa yang akan ia ambil saat ini. Sampai kemudian Airin yang sudah cukup lama memikirkan segalanya pada akhirnya mencoba mencari cara agar agar Luke tidak membuat permintaan yang aneh kepadanya.


"Aku... Aku bisa membersihkan rumah mu setiap hari! Jika perlu aku akan memasak setiap hari untuk mu, bagaimana?" ucap Airin kemudian dengan raut wajah yang kembali semangat.


"Aku tidak membutuhkannya!" jawab Luke dengan nada yang ketus membuat senyuman di wajah Airin langsung menghilang dengan seketika.


"Jika uang bagaimana? Kita akan menghitung setiap berapa kali kau membantuku, bagaimana jika di kali satu juta per setiap pertolongan yang kau berikan?" ucap Airin kemudian namun langsung di balas gelengan kepala oleh Luke.


"Satu setengah juta?" ucap Airin lagi namun Luke tetap saja menggeleng.


"Tidak!" ucap Luke dengan nada yang tegas.


"Lalu apa?" tanya Airin pada akhirnya yang lantas membuat seulas senyum menyeringai terlihat dengan jelas terlukis di wajah Luke saat itu.


"Aku akan memintanya nanti, disaat aku memintanya kamu harus memberikan apapun yang aku mau!" ucap Luke dengan raut wajah yang menakutkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2