Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Tolong aku!


__ADS_3

Bruk


Tepat setelah bulu halus di belakang tengkuknya di cabut oleh Jacob sebelumnya Daniel langsung terjatuh begitu saja di lantai, membuat Jacob yang mengetahui hal tersebut lantas langsung mengambil posisi berjongkok dan menatap ke arah Daniel dengan tatapan yang menyesal.


"Aku minta maaf karena melakukan hal ini kepadamu, tapi yang jelas aku sama sekali tidak ingin bertarung dengan mu." ucap Jacob dengan nada yang penuh penyesalan.


Setelah mengatakan hal tersebut Jacob nampak bangkit dari posisinya kemudian mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Daniel seorang diri di sana. Entah sampai kapan Daniel akan tertidur tapi yang jelas, setidaknya Daniel tidak akan mengacaukan rencana Jacob malam ini.


***


Sementara itu Airin yang tersudut dan di kelilingi oleh Pria asing nampak kebingungan mencoba untuk mencari jalan keluar. Airin bahkan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa saat ini, namun yang jelas ia harus bisa kabur dari jeratan Pria asing yang mengelilinginya.


"Ayo Airin berpikir jangan hanya diam saja... Berpikir Ai..." ucap Airin dalam hati sambil menatap ke arah sekeliling.


Sebuah nama mendadak muncul di kepalanya saat itu, dimana Airin mengingat jika Luke selalu saja membantunya di saat-saat situasi yang genting sekalipun. Hanya saja Airin cukup kesulitan dalam mencari cara untuk memanggil Luke agar datang dan membantunya. Satu-satunya cara yang ada di kepalanya hanyalah melukai dirinya sendiri, namun dengan cara apa?


Airin terus berusaha memutar otaknya saat itu, sampai kemudian sebuah tarikan tangan yang berasal dari salah satu Pria di hadapannya. Lantas membuyarkan segala lamunan Airin saat itu.


"Lepaskan aku.. Lepaskan!" pekik Airin disaat tangan Pria tersebut menariknya dengan sangat erat.


Hanya saja sayangnya Aiden yang seakan menulikan telinganya saat itu, lantas menggendong tubuh Airin ala karung beras begitu saja dan membawanya berlalu pergi dari sana.


"Aku bilang turunkan aku sekarang juga!" teriak Airin sambil terus memberontak, namun sayangnya sama sekali tidak membuat Aiden melepaskannya.


"Diam dan jangan berisik atau aku akan membuat mu tertidur hingga sampai ke tempat tujuan!" ucap Aiden dengan nada yang terdengar begitu dingin.


Mendengar hal tersebut lantas membuat Airin langsung menutup mulutnya dengan rapat. Entah bagaimana cara Airin untuk bisa kabur dari jeratan keempatnya.


"Luke tolong aku.. Bisakah kamu mendengarnya? Luke... Daniel... Kalian dimana sebenarnya?" ucap Airin dalam hati sambil menutup mulutnya dengan rapat.

__ADS_1


**


Disaat Airin tengah kebingungan memikirkan cara bagaimana ia bisa kabur dari ketiganya. Mendadak Aiden dan juga yang lainnya berteleportasi ke suatu tempat.


Kini kelimanya berhasil sampai di sebuah Bungalow dimana di sekelilingnya terdapat hutan pinus yang rimbun dan juga rapi. Airin yang terkejut akan perpindahan yang begitu tiba-tiba barusan, lantas terlihat menggigit bibir bagian bawahnya tanpa sadar.


"Sial! Aku bahkan belum sempat meminta tolong kepada keduanya namun Aku malah sudah berpindah di tempat ini." ucap Aurin dalam hati yang terkejut akan perpindahan yang terjadi kepadanya.


Langkah kaki Aiden dan yang lainnya nampak terhenti saat itu, membuat Airin yang mendapati hal tersebut lantas langsung mengernyit sambil menatap ke arah sekeliling. Namun sayangnya yang ia dapati hanyalah hutan pinus juga Frans dan Akra yang nampak fokus menatap ke arah depan, seakan menatap sesuatu yang Airin sendiri tidak tahu apa itu.


"Ketua II, apakah anda sudah melaporkan hal ini kepada Ratu?" ucap Akra sambil mulai membawa langkah kakinya sedikit ke depan.


"Belum, tapi aku rasa saat ini Ratu sedang menunggu kita." ucap sebuah suara yang berasal dari Jacob.


"Lalu bagaimana dengan Ketua I? Apakah dia mengetahui misi kita saat ini?" ucap Aiden kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


Airin yang sama sekali tidak mengerti akan pembicaraan keduanya, lantas berusaha untuk menggapai ranting pohon kecil yang berada tidak jauh dari posisi Aiden berdiri saat ini. Setidaknya ranting tersebut bisa ia gunakan untuk menggores sedikit area tangannya saat ini.


"Daniel sudah ku buat untuk tidak sadar dalam jangka waktu tertentu, aku rasa untuk saat ini kita aman!" ucap Jacob menjawab pertanyaan Aiden saat itu.


"Daniel? Apa yang kalian lakukan kepadanya!" pekik Airin dengan tiba-tiba sambil menggenggam dengan erat ranting pohon tersebut, yang tentu saja langsung mengejutkan semua orang di sana.


"Dia sadar? Bagaimana kau ceroboh sekali!" ucap Jacob yang baru menyadari jika ternyata Airin tidaklah pingsan sedari tadi.


Entah apa saja yang sudah Airin dengar sejak tadi, namun Aiden yang takut membuat Jacob marah kemudian melangkahkan kakinya begitu saja ke arah kanan. Karena hal tersebut Airin yang memang sedadi awal memegang ranting kayu di sebelah Aiden dengan kuat, mendapati Aiden bergerak lantas membuat ia langsung menutup matanya.


Cras....


Setetes demi setetes darah segar yang berasal dari tangan Airin terlihat jatuh menetes ke tanah. Airin yang merasakan sesuatu seperti menggores tangannya saat itu, lantas langsung menggigit bibir bagian bawahnya berusaha untuk tidak mengeluarkan teriakan ketika rasa sakit menyerang area tangannya.

__ADS_1


Auuuuuuuu auuuu...


Lolongan Serigala terdengar bersahut-sahutan tepat ketika aroma darah suci menyeruak memenuhi indra penciuman Serigala yang begitu tajam.


"Luke datanglah... Ku mohon... Jangan biarkan pengorbanan ku yang melukai diriku sendiri sia-sia." ucap Airin dalam hati sambil menutup matanya dengan penuh harap.


Baik Jacob, Aiden, Steve, Frans, dan juga Akra yang saat itu menyadari sesuatu tepat setelah lolongan Serigala terdengar bersahutan, lantas langsung membuat keempatnya menoleh ke arah Airin dengan seketika.


"Sialan! Apa yang kau lakukan sebenarnya ha?" pekik Jacob dengan tatapan yang tajam ketika melihat darah segar terlihat menetes dari tangan Airin saat itu.


"Tentu saja mencoba untuk menyelamatkan diriku sendiri!" ucap Airin dalam hati menjawab pertanyaan dari Jacob barusan.


Sadar jika Airin tengah melakukan sesuatu saat ini, lantas membuat Jacob memukul tengkuk Airin cukup keras hingga membuatnya pingsan dengan seketika.


"Ayo segera bawa dia ke tempat Ratu, aku takut ada golongan Serigala hitam datang ke tempat kita karena mencium bau aroma darah suci." ucap Jacob kemudian.


"Baik ketua II" ucap yang lainnya dengan serentak.


.


.


.


Mendapati perintah tersebut lantas membuat Aiden dan juga Akra mulai bergerak dengan langkah kaki yang cepat. Hanya saja ketika langkah kaki keduanya hampir sampai di area plataran, tepat di depan mereka terlihat seseorang dengan bayangan yang samar nampak berdiri tidak jauh dari keduanya berada saat ini.


"Serahkan Airin sekarang juga!" ucap sebuah suara yang lantas membuat keduanya mengernyit menatap ke arah sosok tersebut.


"Siapa kau!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2