Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Pengganggu


__ADS_3

Malam harinya


Airin yang malam itu merasa lapar dan tidak menemukan sesuatu apapun di kulkasnya, lantas memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli beberapa bahan makanan yang bisa ia masak untuk malam ini dan juga esok pagi.


Karena kebetulan supermarket tersebut terletak di dekat Apartemennya, lantas membuat Airin memutuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati angin malam yang terasa begitu sejuk saat itu.


Airin melihat tas kresek yang berisi belanjaannya tadi, membuat seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah cantiknya.


"Sepertinya aku akan makan mie ramen malam ini, maafkan aku lemak, tapi aku benar-benar menginginkannya." ucap Airin sambil tersenyum membayangkan perpaduan kuah ramen dan juga rasa pedas yang menggugah seleranya.


Airin yang tidak sabar ketika membayangkan bagaimana lezatnya ramen yang akan menggoyang lidahnya kemudian terlihat mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Apartment.


Suasana malam itu begitu terasa sepi dan hanya terlihat beberapa kendaraan yang berlalu lalang saja di jalanan kala itu. Airin menatap ke arah sekitar seakan mencari keberadaan orang-orang di sekitar, namun ternyata hanya ada dirinya yang saat ini tengah berjalan sendirian di bahu jalan saat itu.


"Ah pantas saja sepi karena hari ini adalah malam bulan purnama penuh..." ucap Airin dengan nada yang santai.


Sampai kemudian ketika Airin mengingat tentang sesuatu yang berhubungan dengan bulan purnama, lantas membuat Airin terkejut seketika.


"Apa? Bulan purnama penuh?" ucapnya dengan terkejut.


Airin yang mulai merasa merinding ketika menyadari jika hari ini adalah malam bulan purnama penuh, lantas langsung mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Apartemennya. Bagaimanapun juga ia harus segera sampai di Apartemennya sebelum semakin larut malam, atau beberapa arwah dan juga iblis yang mengincar tubuhnya akan segera berkumpul ketika melihatnya berada di luar sendirian seperti ini. Setidaknya jika di Apartment terjadi sesuatu, Airin bisa meminta tolong kepada Luke. Jadi Airin merasa lebih aman jika ia sedang berada di unit Apartemennya.


Di saat Airin mempercepat langkah kakinya menuju ke arah unit Apartemen. Mendadak bulu kuduknya berdiri dan meremang, membuat Airin sampai mengusapnya beberapa kali karena saking merindingnya. Tak berapa lama suara lolongan serigala terdengar dengan jelas di telinganya saat itu, membuat langkah kaki Airin langsung terhenti seketika begitu mendengar lolongan serigala tersebut.


"Serigala? Bagaimana mungkin ada serigala di tengah kota dengan penduduk terpadat? Bukankah hal itu mustahil? Apa jangan-jangan...." ucap Airin yang seakan mencoba menerka-nerka suara lolongan serigala tersebut.

__ADS_1


Airin yang mengetahui ada yang tidak beres saat ini, lantas kembali melangkah kakinya tanpa melihat area depan karena saking terburu-burunya hendak menuju ke arah Apartment. Sampai Airin tanpa sadar malah menabrak seseorang yang juga kebetulan melintas di hadapannya saat itu.


Bruk


Tabrakan antara Airin dan juga orang tersebut pada akhirnya tidak lagi bisa dihindarkan. Airin jatuh dalam posisi terduduk sedangkan belanjaannya terlempar begitu saja, sementara sosok yang ditabrak oleh Airin tetap berdiri tegak di hadapannya saat ini menatap ke arah Airin dengan tatapan terdiam tanpa suara.


"Aw... Apa dia patung atau sejenisnya? Mengapa tubuhnya kokoh sekali?" ucap Airin sambil menatap ke arah depan dimana orang tersebut hanya menatapnya dengan posisi yang tetap berdiri dengan tegak.


Melihat Airin kesakitan Pria itu nampak mengambil posisi jongkok dan mengulurkan tangan untuk Airin.


"Aku sungguh minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja tadi..." ucap Pria tersebut sambil membantu Airin bangkit berdiri kemudian mengambil belanjaan Airin yang terlempar tadi.


"Tak apa aku yang salah tidak melihat jalanan sekitar." ucap Airin sambil membersihkan bajunya secara perlahan tanpa melihat raut wajah Pria tersebut.


Sampai kemudian ketika Airin tengah sibuk membersihkan baju dan juga tangannya, sebuah suara yang berasal dari Pria itu lantas membuat Airin langsung mendongak menatap ke arahnya.


Airin yang juga baru menyadari ternyata Pria yang tanpa sengaja ia tabrak adalah Pria yang sama dengan di Bar, tentu saja langsung mengambil kresek belanjaannya dari tangan Pria itu.


"Apa yang kau lakukan ha? Apa kau sedang mengikuti ku sekarang?" ucap Airin dengan kesal karena melihat kedatangan Pria ini yang begitu aneh menurutnya.


"Tentu saja tidak, aku Daniel... Tempat tinggal teman ku ada di sekitar sini, apa kamu juga tinggal di daerah ini?" tanya Daniel dengan raut wajah yang sumringah, membuat Airin yang mendengar hal tersebut lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah.


"Ya ya ya itu terserah kamu yang jelas aku mau pulang, jadi tolong minggir dan jangan mengganggu jalan ku." ucap Airi sambil menggeser tubuh Daniel agar berlalu dari hadapannya saat ini.


Entah mengapa Airin begitu malas ketika mengetahui jika yang ia tabrak barusan adalah Pria gila yang mengajaknya bersenang-senang di Bar. Jika tahu begitu, mungkin Airin sudah ngibrit meninggalkannya tanpa meminta maaf atau memperdulikan Pria itu. Karena bagi Airin, Pria tersebut hanyalah seorang Pria jelalatan mesum yang suka mempermainkan semua orang wanita yang ia temui.

__ADS_1


Airin yang tak menginginkan bertemu kembali dengan Pria tersebut, lantas langsung melangkahkan kakinya begitu saja berlalu pergi dari hadapan Daniel. Membuat Daniel yang melihat respon Airin begitu cuek, lantas mulai mengejar langkah kaki Airin dengan bergegas.


"Mie instan mu jatuh..." ucap Daniel yang lantas menghentikan langkah kaki Airin dengan seketika.


Airin yang mendengar mie instannya jatuh tentu saja langsung membuka kresek belanjaannya dan melihat mie instan miliknya. Benar saja, apa yang dikatakan oleh Daniel barusan adalah kebenarannya. Membuat Airin mau tidak mau lantas berbalik badan dan kembali berbicara dengan Daniel.


"Terima kasih banyak." ucap Airin dengan senyum yang dipaksakan, membuat Daniel membalasnya dengan senyuman kembali.


"Sama-sama" ucap Daniel dengan tersenyum simpul.


Baru setelah itu Airin kembali melangkahkan kakinya kembali meninggalkan Daniel, membuat Daniel lantas tersenyum dan kembali berteriak yang lantas lagi-lagi membuat langkah kaki Airin terhenti seketika.


"Tunggu sebentar!" panggil Daniel lagi.


"Ada apa lagi Daniel?" ucap Airin yang mulai jengah.


"Aku hanya ingin mengatakan maaf untuk kejadian tadi pagi, aku terlalu mabuk hingga bersikap tidak sopan kepadamu." ucap Daniel yang lantas membuat Airin langsung mengambil posisi bersendekap dada menatap tak percaya ke arah Daniel saat ini.


"Oh ya? Jika memang kamu sedang mabuk, bagaimana bisa kamu mengingatku dengan jelas? Apakah ingatan mu ketika mabuk sangat baik?" ucap Airin dengan nada yang menyindir, membuat Daniel langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal begitu mendengar perkataan dari Airin barusan.


"Apa aku sedang ketahuan saat ini?" ucap Daniel dengan tersenyum garing, namun berhasil membuat Airin mulai jengah.


Sampai kemudian sebuah suara yang tak asing di pendengaran keduanya lantas terdengar dan menyapa keduanya.


"Apa dia mengganggu mu Ai?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2