Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Larangan untuk mendekat


__ADS_3

Luke yang mendengar kata tempat yaitu tangga darurat keluar dari mulut Daniel saat itu, lantas langsung memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju ke area tangga darurat dengan langkah kaki yang bergegas, membuat Daniel yang melihat hal tersebut lantas langsung menghela napasnya dengan panjang.


"Dia benar-benar menyebalkan!" ucap Daniel dengan memutar bola matanya dengan jengah.


Melihat kepergian Luke yang lebih dahulu ke area tangga darurat, membuat Daniel mulai melangkahkan kakinya dengan cepat menyusul kepergian Luke baru saja.


**


Tangga Darurat


Luke dan juga Daniel yang barus saja sampai di tangga darurat, lantas langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke area sekitaran mencoba mencari keberadaan Airin di sekitaran sana. Sampai kemudian suara lolongan milik Daniel mendadak terdengar di area tersebut dan mengejutkan Luke saat itu.


Auuuu


Luke yang terkejut akan suara lolongan milik Daniel saat itu kemudian dengan spontan lantas membekap mulut Daniel tanpa beban, sehingga langsung menghentikan suara lolongan tersebut yang tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari Daniel saat itu ketika mendapati mulutnya dibekap begitu saja oleh Luke saat ini.


"Tangan mu benar-benar bau tanah, berani sekali kau menutup mulut ku di saat aku melolong seperti tadi!" ucap Daniel sambil menghempaskan tangan Luke dari mulutnya.


"Lagi pula mulut mu itu berisik sekali, ini gedung Apartment bukan hutan! Banyak manusia yang tinggal di sini jadi kau jangan seenak jidat mu melolong seperti itu!" ucap Luke dengan nada yang sesantai itu membuat Daniel lantas melotot dengan tajam ke arah Luke saat ini.


"Lolongan ku ini hanya bersifat sementara, lagi pula kau itu yang sok tahu... Aku sedang mencari keberadaan Airin di sekitar sini, cobalah untuk mengerti dan jangan kembali protes!" ucap Daniel dengan raut wajah yang begitu kesal menatap ke arah Luke saat ini.


"Terserah apa katamu!" ucap Luke kemudian sambil mulai melangkahkan kakinya ke batas lantai untuk melihat kondisi tangga darurat di bawahnya.


Dengan manik mata elang miliknya Luke berhasil menemukan posisi Airin dan membuat seulas senyum terlihat terbit dari wajah Luke saat itu.

__ADS_1


"Aku menemukannya!" ucap Luke dengan senyum yang mengembang.


Setelah Luke yakin bahwa Airin berada tepat di bawahnya, Luke lantas langsung berteleportasi ke arah bawah untuk menghampiri Airin dan menolong dirinya.


**


Setelah memutuskan untuk berteleportasi Luke terlihat muncul tepat berada di hadapan Airin, di mana ia berdiri di antara tengah-tengah Airin dan juga sosok tersebut membuat Airin dan juga sosok itu lantas sedikit terkejut akan kehadiran Luke barusan.


"Apa kamu baik-baik saja?" ucap Luke bertanya kepada Airin namun dengan menatap tajam sosok tersebut.


"Seperti yang kamu lihat!" ucap Airin dengan nada datarnya.


Sedangkan sosok tersebut yang melihat kehadiran Luke di sana, tentu saja terlihat marah dan mulai mengeluarkan asap hitam tebal di sekitar tubuhnya.


"Berhenti bermain-main denganku dan minggir dari sana! Dia milikku." ucap sosok tersebut dengan nada yang geram, membuat Luke lantas langsung menatapnya dengan tatapan yang tajam seakan tidak suka akan perkataan dari sosok itu.


"Berani-beraninya kau menyentuh dia? Satu kali menggangunya maka aku akan membayarnya bekali-kali lipat!" ucap Luke dengan nada penuh penekanan.


"Lepaskan aku.... Lepaskan aku... Kau tidak ada hak apapun atas dirinya karena dirinya juga milikku!" ucap sosok tersebut sambil berusaha Lepas dari cengkraman tangan Luke tersebut.


"Coba saja kalau kau bisa." ucap Luke sambil tersenyum dengan sinis.


Tepat setelah Luke mengatakan hal tersebut, sebuah aura gelap lantas menyelimuti dirinya. Luke mencengkram dengan erat area leher sosok tersebut semakin kuat, membuat sosok itu lantas meronta-ronta kesakitan dan meminta untuk di lepaskan.


Hingga kemudian ketika Luke sampai kepada puncaknya, sosok itu nampak berteriak menjerit dengan sangat keras dan tak berapa lama berakhir menjadi asap hitam dan lenyap dari hadapan Luke saat itu juga. Ya, Luke benar-benar telah menyingkirkannya karena kesal akan sosok tersebut yang menggangu Airin dan menyentuh miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Daniel yang melihat semua itu hanya tersenyum sambil manggut-manggut tepat di sebelah Airin, setelah sebelumnya melesat mengikuti arah kepergian Luke saat itu. Hanya saja Airin yang terlalu fokus kepada Luke sampai tidak menyadari kehadiran Daniel tepat di sebelahnya saat itu, yang tentu saja membuat Airin terkejut ketika ia mendengar suara Daniel dengan tiba-tiba.


"Kau harus hati-hati dengannya karena dia tidaklah setulus yang kau kira!" ucap Daniel yang dengan spontan membuat Airin langsung menoleh ke arahnya.


"Kau! Bagaimana bisa kau tiba-tiba ada di sini?" ucap Airin dengan raut wajah yang terkejut sekaligus bertanya-tanya.


Mendengar pertanyaan tersebut tentu saja membuat Daniel tersenyum dengan tipis menatap ke arah Airin.


"Tentu saja berjalan, lagi pula kau sudah sering melihat hal yang beginian.. Mengapa kau masih saja terkejut?" ucap Daniel dengan nada yang santai membuat Airin langsung memutar bola matanya dnegan jengah.


"Terserah apa katamu!" ucap Airin kemudian yang malas meladeni sosok Daniel saat ini.


Keheningan nampak terjadi diantara keduanya, membuat suasana aneh lantas melanda Airin dan juga Daniel di sana. Sampai kemudian Daniel membuka suaranya, lantas membuat Airin bertanya-tanya akan maksud dari perkataan Daniel yang seakan terus-terusan mengingatkannya untuk menjauhi Luke dan jangan terlalu percaya kepadanya.


"Jangan menganggap remeh sesuatu sosok di depan mu meski ia terlihat begitu baik padamu, bisa saja orang yang kau anggap baik, nyatanya memanfaatkan mu lebih besar daripada orang yang tidak kau kenal sedikitpun!" ucap Daniel lagi yang lantas kembali membuat Airin menoleh ke arahnya dengan tatapan yang bertanya-tanya tentang maksud perkataannya.


"Sebenarnya apa yang dimaksud oleh Pria ini? Mengapa ia terus-terusan mengisyaratkan untuk menjauhi Luke?" ucap Airin bertanya-tanya di dalam hati sambil menatap ke arah manik mata Daniel dengan intens.


Disaat berbagai pertanyaan tengah berputar di kepalanya saat ini, sebuah genggaman tangan di area tangan Airin saat itu lantas langsung memutus pemikirannya detik itu juga.


"Ayo kita pergi dari sini!" ucap Luke kemudian sambil menarik tangan Airin agar mengikuti langkah kakinya.


"Tunggu sebentar, ada sesuatu yang harus aku tanyakan kepadanya..." ucap Airin hendak menolak ajakan Luke namun Luke terus saja menariknya dan mengajak Airin beranjak dari sana.


"Tak perlu!" ucap Luke dengan nada yang datar.

__ADS_1


"Tapi.."


Bersambung


__ADS_2