Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Kecolongan


__ADS_3

"Ada apa? Apa kau marah karena aku bisa merebutnya dengan mudah? Kau bahkan bukan tandingan ku!" ucap Luke dengan senyum mengejek ke arah keduanya.


"Sialan!" pekik Aiden sambil langsung melesat hendak menghampiri Luke saat itu.


Hanya saja ketika Aiden baru saja melesat hendak mendekat ke arah Luke saat itu. Luke mendadak hilang seperti di telan bumi, membuat keduanya lantas saling pandang antara satu sama lain. Luke benar-benar tidak terlihat dimana pun, membuat keduanya lantas kebingungan akan hal tersebut. Padahal sebelumnya baik Aiden maupun Akra sama-sama melihat Luke di hadapan keduanya.


"Tidak ada yang bisa merebutnya dari ku... Meski dia Ratu kalian sekalipun! Camkan itu baik-baik..." ucap sebuah suara yang terdengar menggema di hutan tersebut.


Mendengar suara tersebut yang tentu saja berasal dari orang yang mereka cari sedari tadi. Lantas membuat Aiden dan juga Akra mengedarkan pandangannya ke area sekitaran, seakan mencoba untuk mencari tahu dimana sumber suara tersebut. Namun sayangnya meski keduanya berputar-putar, sayangnya mereka berdua tidak bisa menemukan keberadaan Luke dimana pun juga.


"Arg sial!" pekik Aiden yang merasa kecolongan dan sialnya tidak ada yang bisa ia lakukan selain hanya melihat gadis itu di bawa pergi oleh Luke.


***


Sementara itu masih di area hutan


Pertarungan antara ras serigala putih dengan ras serigala hitam, pada akhirnya tidak bisa di hindarkan lagi. Tidak ada satupun dari keduanya yang mau mengalah, baik ras serigala putih dan ras serigala hitam saling adu kekuatan seakan ingin menunjukkan siapa yang berhak untuk mendapatkan reinkarnasi gadis pemilik darah suci.


Hanya saja ketika pertengkaran terjadi di antara keduanya, sebuah suara yang menggema di seluruh penjuru area hutan saat itu. Lantas langsung menghentikan gerakan mereka dengan seketika.


"Tidak ada yang bisa merebutnya dari ku... Meski dia Ratu kalian sekalipun! Camkan hal itu baik-baik..." ucap sebuah suara yang terdengar menggema di area hutan tersebut.


Mendengar hal tersebut membuat mereka semua nampak menatap ke area sekitaran, mencoba untuk mencari tahu dari mana asal sumber suara tersebut. Sampai pada akhirnya Jacob yang baru menyadari akan siapa yang dimaksud oleh suara tersebut sebenarnya, lantas membuat raut wajah Jacob berubah dengan seketika.


"Sial! Bagaimana bisa dia berhasil merebut gadis itu? Apa saja yang dilakukan oleh Aiden dan juga Akra? Mengapa mereka sampai bisa kecolongan!" ucap Jacob dengan nada yang kesal, membuat Wili yang mendengar hal tersebut lantas langsung mengernyit dengan seketika.

__ADS_1


Tatapan penasaran terlihat jelas melalui sorot mata Wili saat itu, membuat Wili yang melihat jika Jacob hendak berlalu pergi dari sana. Lantas langsung berusaha untuk mencegatnya saat itu.


"Katakan siapa sebenarnya dia yang kamu maksud?" ucap Wili dengan raut wajah yang penasaran, membuat Jacob yang mendengar pertanyaan tersebut terlihat menatap ke arah Wili dengan tatapan yang malas.


"Jangan ikut campur masalah ini, aku rasa kita tidak cukup dekat untuk saling berbagi rahasia!" ucap Jacob dengan nada yang terdengar datar saat itu.


Tepat setelah mengatakan hal tersebut, Jacob nampak berlalu pergi dari sana disusul dengan Frans dan juga Steve di belakangnya. Mendapati hal tersebut tentu saja membuat tangan Wili mengepal dengan seketika. Ditatapnya kepergian ketiganya dengan tatapan yang kesal karena tidak mendapatkan informasi apapun dari ketiganya, meski mereka sempat bertarung sebelumnya.


"Benar-benar ras yang angkuh, ayo kita pergi sekarang!" ucap Wili pada akhirnya memerintahkan kelompoknya untuk meninggalkan kawasan tersebut, sebelum permasalahannya semakin rumit nantinya.


***


Sementara itu disaat Aiden dan juga Arka tengah sibuk mencari keberadaan Luke di sekitaran sana. Keduanya lantas dikejutkan akan kehadiran Jacob, yang tiba-tiba saat ini berada tepat di hadapannya dan mendorong tubuhnya hingga terhempas beberapa meter dari tempatnya semula.


"Jarak antara posisi kita semula dengan kediaman Ratu tidaklah jauh, apakah kau begitu bodoh hingga dengan jarak sedekat itu bisa kehilangan gadis itu?" ucap Jacob dengan raut wajah yang kesal.


Mendengar perkataan dari Jacob barusan tentu saja langsung membuat Aiden terdiam sambil meringis menahan rasa sakit yang menjalar di area lehernya saat itu. Hanya saja kediaman Aiden yang sama sekali tidak menanggapi perkataannya saat itu, lantas membuat Jacob mulai melepaskan cengkraman tangannya saat itu.


Uhuk uhuk uhuk


Perasaan lega lantas memenuhi Aiden, tepat ketika cengkraman tangan Jacob terlepas dari dirinya. Diliriknya Jacob yang saat ini tengah memunggunginya dengan raut wajah yang penuh penyesalan.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini, biar aku yang akan memberikan laporan kepada Ratu." ucap Jacob sambil memunggungi keempatnya saat itu.


"Tidak bisa Ketua, kami akan pergi bersama dengan anda." ucap Akra yang seakan tidak terima akan keputusan Jacob barusan.

__ADS_1


"Apa.. Yang dikatakan oleh Akra ada benarnya, hilangnya gadis pemilik darah suci tersebut adalah kesalahan saya. Jadi sudah sepantasnya saya yang menanggung segalanya." ucap Aiden sambil mengusap area lehernya yang masih terasa panas akibat cengkraman tangan Jacob saat itu.


Mendengar perkataan Aiden barusan lantas membuat Jacob tersenyum dengan tipis. Ditatapnya gerak-gerik Aiden yang nampak kesakitan akibat ulahnya barusan.


"Hanya karena cengkraman yang disertai dengan sedikit energi ku saja kau sudah kesakitan, apa kau yakin akan menghadapi Ratu dan bertanggung jawab akan segalanya?" ucap Jacob dengan nada yang menyindir, membuat Aiden langsung menelan salivanya dengan kasar tepat ketika mendengar perkataan Jacob barusan.


Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa menunggu jawaban dari keempatnya saat itu. Jacob langsung melesat begitu saja meninggalkan keempatnya menuju kediaman Sofia. Membuat perasaan bersalah semakin terasa memenuhi hati Aiden saat itu.


"Sebaiknya kita serahkan saja kepada Ketua II, aku yakin dia tahu mana yang terbaik untuk kita semua." ucap Steve yang seakan tahu kegelisahan Aiden saat ini.


"Semoga saja perkataan mu benar..." ucap Aiden dengan raut wajah yang kecewa.


***


Kediaman Sofia


Dengan langkah kaki yang perlahan dan perasaan yang bersalah memenuhi hati Jacob saat itu, Jacob terlihat mulai membawa langkah kakinya masuk ke arah bagian dalam kediaman Sofia. Entah apa yang akan dilakukan Sofia kepadanya, namun Ia tetap harus menerima konsekuensi dari apa yang terjadi kepada gadis pemilik darah suci tersebut.


Jacob yang melihat keberadaan Sofia saat ini, lantas terlihat mulai menghentikan langkah kakinya. Ditariknya napasnya secara perlahan-lahan kemudian menghembuskannya dengan kasar. Setidaknya Jacob harus bersiap bukan? Untuk segala kemungkinan terburuknya.


"Apa kau ke sini hanya ingin mengatakan jika kalian gagal dalam misi?" ucap Sofia yang tentu saja membuat Jacob terkejut karenanya.


"Bagaimana Ratu bisa tahu?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2