Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Bangun Luke!


__ADS_3

"Apa kamu baik-baik saja? Dasar bodoh!" ucap Luke kemudian sambil berusaha untuk membantu Airin bangkit dari sana.


Disaat Luke mencoba untuk membantu Airin, manik mata Luke sesekali berubah menjadi merah kemudian kembali normal dan kembali menjadi merah lagi namun detik berikutnya kembali normal. Bau darah suci milik Airin benar-benar telah menggoyahkan dirinya, Luke bahkan sulit sekali berkonsentrasi dalam menolong Airin begitu melihat darah terus menetes dari area telapak tangannya.


"Apa kamu baik-baik saja Luke?" ucap Airin yang merasakan jika sekitar area dahi Luke basah dan berkeringat.


"Jangan banyak bicara dan segera pergi dari sini." ucap Luke dengan nada yang tertahan.


Disaat Luke tengah sibuk menyadarkan dirinya sambil membantu Airin, tanpa keduanya sadari energi gelap yang sedari tadi memutari area rumah tersebut karena mencium bau darah suci milik Airin. Lantas perlahan-lahan terlihat berkumpul dan masuk ke dalam tubuh Fahri dengan membabi buta, yang saat itu tengah dalam kondisi pingsan akibat dorongan dari Luke barusan.


Kelopak mata Fahri mendadak terbuka dengan lebar namun bagian dalamnya berwarna hitam sepenuhnya. Fahri bangkit secara perlahan sambil memutar kepalanya seperti tengah berusaha membenarkan otot-otot Fahri akibat terjatuh tadi. Seulas senyum menyeringai terlihat jelas dari wajah Fahri dengan lidah yang terus menjulur beberapa kali, benar-benar terlihat begitu menyeramkan.


Energi negatif benar-benar telah merasuk ke dalam tubuh Fahri saat ini. Fahri yang memang sedari awal telah memiliki energi negatif bawaan dan sifat emosional yang parah, membuatnya begitu mudah terpengaruh oleh makhluk lain yang memiliki energi negatif. Keduanya saling bercampur dan membentuk sosok yang gelap, hanya saja sayangnya hal itu sama sekali tidak di sadari oleh Luke ataupun Airin.


"Darah suci..." ucap Fahri dengan senyum menyeringai sambil terus menatap ke arah telapak tangan Airin yang terlihat begitu merah dan sangat lezat.


Fahri kemudian bangkit dari tempatnya dan mengambil sebuah vas kaca yang tergeletak di bawah dengan sembarangan. Sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Luke dan juga Airin berada, Fahri menggenggam dengan erat vas tersebut dan bersiap melayangkan pukulannya. Fahri yang melihat Luke mulai menggendong tubuh Airin ala bridal style lantas mulai menghantamnya dengan keras tepat di area tengkuk Luke, membuat Luke yang tak bersiap akan serangan tersebut tentu saja langsung terjatuh seketika bersama dengan Airin, namun dengan posisi Airin yang terlempar sekitar satu meter dari tempatnya semula.


Prank..... Bruk...

__ADS_1


"Darah suci... Gadis itu harus menjadi milik ku... hahaha..." ucap Fahri sambil melompat ke ara Airin dengan tawa khasnya kemudian langsung mencekik leher Airin dengan kuat.


"Apa kau sudah gila.. Uhuk uhuk lepaskan aku! Luke bangun... Luke!" ucap Airin sambil berusaha menahan tangan Fahri yang semakin menguat di area lehernya saat itu.


Luke benar-benar terlihat tidak bergerak membuat Airin tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk bisa lolos dari jeratan Fahri saat ini.


"Iss jika tahu dia hanya akan tepar ketika aku panggil, aku tidak akan repot-repot melukai tangan ku." ucap Airin dalam hati menggerutu kesal ketika mendapati Luke yang tak kunjung bangun juga.


Airin yang tak kunjung melihat Luke bangun juga pada akhirnya lantas mulai meraba area sekitarnya mencoba untuk mencari sesuatu di sana, yang bisa ia gunakan untuk melawan Fahri. Sampai kemudian ketika ia menemukan sebuah benda pipih seperti asbak tak jauh dari posisinya berada, membuat Airin langsung berusaha untuk menggapainya dan dengan spontan melayangkan pukulan dengan sekuat tenaga tepat ke arah kepala sebelah kiri milik Fahri.


Bugh...


Hening sesaat tidak ada suara apapun apalagi begitu asbak tersebut di pukulkan tepat ke area kepala milik Fahri, yang terjadi kepada Fahri setelah itu hanyalah sebuah keheningan. Tubuh Fahri mendadak kaku dan terdiam di tempatnya tanpa gerakan sama sekali. Membuat Airin yang merasakan cengkraman tangan Fahri mulai melonggar lantas berusaha mundur secara perlahan mencoba untuk kabur darinya. Hanya saja ternyata semua itu tidaklah semudah yang Airin bayangkan, nyatanya setelah energi negatif itu kembali berkumpul Fahri kembali menggila.


Mendengar hal tersebut membuat Airin yang berhasil kabur dari Fahri lantas menoleh ke arah belakang. Aura di sekitar Fahri benar-benar menggelap, meski bagian kepala yang dipukul oleh Airin tadi mengeluarkan darah segar, namun nyatanya sama sekali tidak berpengaruh pada Fahri.


"Tubuh mu harus menjadi milik ku hahaha!" teriak Fahri sambil mulai merayap mendekat ke arah dimana Airin berada saat ini.


"Aaaaaaaa" pekik Airin yang terkejut ketika melihat tubuh Fahri melesat dengan cepat ke arahnya tanpa aba-aba terlebih dahulu.

__ADS_1


***


Sementara itu di perusahaan penerbitan terlihat beberapa orang termasuk juga Bella nampak melangkahkan kakinya keluar dari ruang rapat. Rapat kali ini berlangsung cukup cepat dari perkiraan, membuat Bella lantas menghela napasnya dengan panjang karena mengetahui hal tersebut membuatnya tidak perlu menahan lapar karena rapat selesai tepat sebelum jam makan siang.


Bella yang baru mengingat tentang ponsel miliknya yang berbunyi, lantas terlihat meraba area sakunya dan mulai mengambilnya. Bella yang melihat nama Airin terlihat di layar ponselnya, lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bertanya kemudian mengklik pesan singkat tersebut untuk melihat isi pesan singkat dari Airin.


"Apa-apaan ini?" ucap Bella dengan raut wajah yang terkejut begitu melihat isi pesan singkat tersebut.


Bella yang tahu ini bukanlah main-main lantas membuat Bella langsung menghubungi nomor ponsel Airin, namun sayangnya hingga berkali-kali Bella menelpon, Airin sama sekali tidak mengangkat panggilan telponnya. Membuat Bella semakin merasa khawatir akan keadaan Airin saat ini.


"Angkat Ai... Kamu dimana sekarang Ai? Mengapa tidak mengangkat panggilan telpon dariku?" ucap Bella dengan raut wajah yang gelisah.


Bella yang tak kunjung mendapati Airin mengangkat panggilan telponnya, lantas pada akhirnya berlalu pergi dari sana dengan terburu-buru sambil menelpon polisi untuk meminta mereka agar segera meluncur ke kediaman Asti saat ini juga.


"Rehan tolong beritahu pihak HRD jika aku ijin keluar ada sesuatu hal yang harua aku urus dan bersifat urgen." ucap Bella sambil mulai mendial nomor darurat di sana.


"Mau kemana kamu Bell? Bella!" ucap Rehan yang menatap kepergian Bella dengan raut wajah yang bingung.


Entah apa yang sedang terjadi sekarang Rehan bahkan tidak tahu, sehingga membuatnya hanya bisa menghela napasnya dengan panjang begitu mendengar perkataan Bella barusan yang meminta ijin dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Apa mungkin ini tentang Asti? bukankah hari ini dia juga absen kerja?" ucap Rehan bertanya-tanya pada diri sendiri sambil terus menatap kepergian Bella hingga punggung wanita itu tidak lagi terlihat pada pandangannya.


Bersambung


__ADS_2