Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Telpon polisi sekarang!


__ADS_3

Taksi


Setelah kejadian pingsannya Airin di kantor semalam lantas membuatnya diperbolehkan untuk pulang lebih cepat hari ini. Di dalam sebuah taksi yang saat ini melaju membawanya pulang ke Apartemennya, terlihat Airin tengah melamun memikirkan segala hal yang baru saja ia alami beberapa menit yang lalu.


"Apa Asti benar-benar ingin meminta tolong kepada ku ya?" ucap Airin kemudian dalam hati bertanya-tanya.


**


Beberapa menit yang lalu


"Apa yang sedang terjadi sebenarnya?" ucap Airin dengan raut wajah yang bingung sambil menatap ke arah sekitarannya dimana sudah banyak orang di sekelilingnya.


"Aku juga tidak tahu apa yang telah terjadi tapi ketika seseorang datang ke sini kamu sudah tergeletak di lantai, apakah kamu baik-baik saja?" ucap Bella kemudian menjelaskan segala yang ia ketahui.


"Aku tidak apa..." ucap Airin kemudian sambil mengusap tengkuknya yang terasa sedikit berat.


"Baiklah aku akan membantu mu berdiri, sebaiknya kamu pulang saja dan istirahat di rumah. Biar aku nanti yang akan mengijinkan mu langsung." ucap Bella sambil membantu Airin bangkit dari sana.


"Terima kasih banyak..." ucap Airin seakan mengiyakan perkataan dari Bella barusan.


***


Airin yang yakin ada yang tidak beres dengan Asti saat ini kemudian mulai mendial nomer Bella di sana untuk memastikan sesuatu sebelum ia memutuskan untuk bertindak.


"Halo..." ucap Airin ketika sambungan telponnya terhubung.


"Apa ada sesuatu Ai?" ucap Bella kemudian seakan bertanya-tanya.


"Em bisa tolong cari tahu apakah Asti hari ini datang ke kantor Bel?" tanya Airin dengan raut wajah yang penasaran.

__ADS_1


"Asti ya... Em sepertinya sudah tiga hari ini ia tidak datang ke kantor, apakah sesuatu terjadi Ai?" ucap Bella sambil mengingat-ingat kapan terakhir kalinya ia bertemu dengan Asti.


"Tidak ada aku hanya kepikiran saja tentangnya, kalau boleh aku minta alamat Asti sekalian Bel, perasaan ku benar-benar tidak enak." ucap Airin lagi.


"Aku akan segera mengirimkan alamatnya kepadamu, jika ada sesuatu yang serius jangan bertindak terlalu gegabah Ai karena aku pernah mendengar rumor jika Asti dan juga pacarnya tidak pernah akur. Aku rasa alasan Asti tidak datang ke kantor mungkin juga karena masalah ini." ucap Bella memperingati Airin agar tidak terlalu ceroboh dalam bertindak.


"Kamu tenang saja tidak perlu khawatir aku bisa menjaga diriku." ucap Airin lagi menenangkan Bella agar tidak terlalu khawatir.


"Baiklah, jika ada apa-apa langsung kabari aku..." ucap Bella pada akhirnya sebelum panggilan telpon tersebut terputus.


Airin menghela napasnya dengan panjang setelah panggilan telpon tersebut berakhir, sepertinya bayangan yang ia dapatkan semalam bukanlah hanya sebuah mimpi belakang melainkan memiliki sebuah arti tertentu.


Sampai kemudian suara notifikasi ponsel miliknya yang menandakan adanya sebuah pesan masuk lantas langsung membuyarkan segala lamunan Airin saat itu. Airin yang tahu pesan tersebut berasal dari Bella kemudian dengan spontan menatap ke layar ponselnya.


"Kita pergi ke jalan Dahlia pak kompleks perumahan Anggrek." ucap Airin kemudian kepada supir taksi tersebut.


"Baik Nona..."


***


Taksi yang ditumpangi oleh Airin terlihat berhenti tepat di depan sebuah halaman rumah yang Airin yakin jika itu adalah rumah Asti sesuai dengan apa yang dilihatnya semalam. Airin kemudian mulai melangkahkan kakinya turun dari taksi sambil menatap ke arah layar ponselnya sekalian memastikan jika rumah itu adalah benar-benar rumah Asti.


Airin melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke rumah tersebut, suasananya saat itu terasa begitu sepi. Airin mengintip dari balik kaca jendela namun di dalam seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.


"As... Asti... Permisi... As..." panggil Airin kemudian sambil terus mengetuk pintu rumah Asti.


Namun Asti tak kunjung membukakan pintu untuknya, membuat Airin mulai merasa semakin cemas dan juga khawatir akan keadaan Asti saat ini.


Airin yang tidak bisa menunggu lagi lantas mulai terlihat mondar-mandiri untuk mencari jalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sialan... Mengapa semua di kunci dengan rapat sih?" ucap Airin dalam hati sambil terus berpikir dan mencari jalan keluar agar ia bisa masuk ke dalam.


Sampai kemudian Airin yang baru saja teringat akan jepit rambutnya kemudian mulai meraba dan melepaskannya.


"Jika di film-film harusnya seperti ini bisa.." ucap Airin sambil berusaha membuka pintu tersebut dengan jepit rambutnya.


Beberapa kali berusaha hingga ia berkeringat sambil terus menatap ke arah sekitar untuk memastikan kondisinya aman, pada akhirnya pintu rumah tersebut terbuka dan membuat Airin bisa masuk ke dalamnya. Dengan gerakan yang cepat Airin lantas melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, namun sayangnya karena terlalu terburu-buru Airin sampai melupakan pintu rumah yang tidak tertutup terlalu rapat di sana.


***


Area ruang tamu


Airin yang baru saja memasuki rumah Asti lantas berhenti tepat di depan area ruang tamu, ditatapnya setiap sudut area ruang tamu yang saat itu mengingatkannya dengan peristiwa yang ia lihat dalam penglihatan yang ia dapatkan malam itu. Airin bahkan tidak bisa membayangkan setiap detailnya dengan sempurna karena ia merasa ngeri akan setiap hal yang di lakukan oleh Pria itu kepada Asti.


"Ayo As.. Apa yang ingin kamu tunjukkan kepada ku saat ini." ucap Airin kemudian sambil menatap ke arah sekitar mencoba mencari tahu.


Bukan tanpa sebab Airin mengatakan hal tersebut, hanya saja penglihatan yang Airin dapatkan terpotong tepat setelah Pria itu berlarian dari kamar untuk mengambil sesuatu. Disaat Airin tengah berpikir apa yang sedang terjadi setelah penglihatan terakhirnya, mendadak sosok Asti terlihat berdiri di sudut ruangan dan menunjuk ke suatu tempat. Airin yang mengerti akan maksud dari sosok arwah Asti lantas langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah yang ditunjuk Asti barusan.


**


Dapur


Ketika sampai di sana Airin di bawah ke sebuah area dapur yang tentu saja Airin tidak mengerti akan maksud Asti membawanya kemari. Sampai kemudian ketika Airin tengah mencoba memahami maksud dari arah tunjuk Asti, lemari pendingin di area dapur perlahan-lahan mulai terbuka dengan sendirinya, membuat Airin langsung melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekat ke arah lemari pendingin tersebut.


Ada sedikit perasaan terkejut ketika Airin melihat jasad Asti ternyata di simpan pada lemari pendingin tersebut. Airin yang melihat hal itu tentu langsung mengambil ponsel miliknya untuk memotret keadaan jasad Asti dan mengirimnya langsung kepada Bella.


Segera telpon polisi dan berikan bukti ini kepadanya, aku sedang berada di rumah Asti sekarang!


Setelah mengirim pesan singkat kepada Bella barusan Airin nampak bernapas sedikit lebih lega. Hanya saja sebuah suara yang mengejutkannya lantas membuat Airin dengan spontan melempar ponsel miliknya hingga masuk ke dalam kolong lemari pendingin tersebut.

__ADS_1


"Apa kau sudah puas melihat mayat kekasih ku?"


Bersambung


__ADS_2