Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Katakan ada apa?


__ADS_3

Bruk


Suara pintu tertutup cukup keras membuat Bella lantas menatap dengan tatapan kesal ke arahnya. Bella yang mengira jika Daniel akan mengatakan sesuatu tentang kejadian tadi pagi. Nyatanya yang selalu keluar dari mulut Pria itu hanyalah Airin, Airin dan Airin. Terdengar biasa sebenarnya namun bagi Bella hal itu tidak lagi biasa.


Bella yang mulai menaruh hati kepada Daniel, sedikit merasa risih dan tidak suka ketika lagi dan lagi Daniel terus menanyakan kabar tentang Airin kepadanya.


"Apakah dia tidak bisa bertanya pada bagian HRD saja? Aku rasa mereka lebih tahu tentang Airin, mengapa ia memanggil ku hanya untuk menanyakan hal tersebut? Benar-benar menyebalkan sekali!" ucap Bella menggerutu dengan kesal.


Helaan napas terdengar berhembus kasar dari mulutnya saat itu. Sambil membawa langkah kakinya berlalu pergi dari ruangan Daniel, Bella nampak mendengus dengan kesal ketika kembali mengingat perkataan Daniel sebelumnya tentang Airin.


"Dasar laki-laki, aku bahkan belum menemukan Pria yang lebih b3r3ngs3k darinya. Bagaimana bisa dia melupakan kejadian tadi pagi seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Apa dia selalu begitu? Benar-benar menyebalkan! Tidak bisakah dia mengatakan sesuatu seperti minta maaf atau sejenisnya? Sombong sekali dia!" ucap Bella sambil menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut dengan langkah kaki yang kesal.


***


Lorong Apartment


Dari arah tembok sebelah lift, terlihat Airin dan juga Luke baru saja datang setelah berteleportasi dari Rumah Lisa. Keheningan nampak terjadi di antara keduanya disaat langkah kaki Luke dan juga Airin, mulai membawa langkah kaki mereka menuju ke unit Apartment keduanya masing-masing.


Pikiran Airin saat ini benar-benar terasa penuh akan segala hal yang ia dengar sebelumnya di Rumah Lisa. Perkataan Luke benar-benar menyisakan begitu banyak tanda tanya serta rasa penasaran di dalam benaknya saat itu. Diliriknya Luke yang saat ini tengah melangkahkan kakinya dengan raut wajah yang datar. Sambil menatap wajah kaku Luke saat ini, Airin terus mencari tahu akan maksud dari pembicaraan Lisa dan juga Luke sebelumnya.


"Entah apa lagi yang di sembunyikan oleh Pria ini, aku harusnya lebih waspada dan menjaga jarak dengannya. Namun mengapa aku sama sekali tidak bisa melakukan hal itu? Ayo Ai berpikirlah lebih terbuka, dia bahkan hendak menerkam mu, namun kau malah seakan-akan menyerahkan diri kepadanya. Apa kau itu bodoh? Atau oon sih sebenarnya?" ucap Airin dalam hati terus berbicara sendiri sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Luke yang berada beberapa langkah di depannya.

__ADS_1


Disaat Airin tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri, Luke yang merasa ada yang aneh dengan Airin semenjak kehadirannya di Rumah Lisa. Lantas terlihat menghentikan langkah kakinya dengan sejenak.


Luke berbalik badan dengan perlahan dan menatap ke arah Airin yang tengah berjalan dengan tatapan yang kosong saat itu. Raut wajah Luke nampak mengernyit dengan seketika begitu mendapati Airin yang seperti itu, membuatnya lantas mengambil posisi bersendekap dada dan menatap lurus ke arah Airin saat ini.


"Apa yang sebenarnya di lakukan oleh gadis itu?" ucap Luke dalam hati sambil terus menatap ke arah Airin saat ini.


Bugh


Suara tubuh Airin yang menabrak tepat ke arah tubuh bagian depan Luke saat itu, lantas membuyarkan segala lamunan Airin dengan seketika. Airin terkejut ketika tubuhnya menabrak benda keras yang berdiri bagai patung di hadapannya.


Tubuhnya terhuyung begitu saja dan hampir jatuh ke arah belakang, jika saja Luke tidak sigap menarik tangannya dan membawa Airin ke dalam pelukannya saat itu.


Manik mata keduanya saling bertatapan selama beberapa detik tepat setelah tubuh Airin terjatuh dalam pelukan Luke saat itu. Keduanya nampak terdiam dalam jernihnya manik mata masing-masing. Jantung Airin berdetak dengan begitu kencangnya ketika ia semakin dalam menyelami manik manik mata milik makhluk yang kini berada di hadapannya.


"Apa aku sanggup membenci Pria ini? Mengapa dia begitu tampan? Aku benar-benar sudah gila." ucap Airin dalam hati sambil terus mencoba untuk menyelami manik mata Luke semakin dalam lagi saat ini.


Sampai kemudian sebuah suara yang berasal dari Luke, lantas membuyarkan segala imajinasi liarnya dan langsung memutus pandangannya derik itu juga.


"Sebenarnya apa yang terjadi kepadamu? Bukankah semalam yang terluka hanya tangan mu? Atau jangan-jangan otak mu ikut geser karena goncangan semalam?" ucap Luke dengan nada yang terdengar datar, namun berhasil membuat manik mata Airin membulat dengan seketika.


Airin yang mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Luke saat itu, kemudian mulai terlihat memperbaiki posisinya sambil memukul area dada bidang Luke dengan spontan.

__ADS_1


"Berhenti menggoda ku karena hal itu sama sekali tidak lucu, benar-benar menyebalkan!" ucap Airin dengan nada yang terdengar sewot, membuat Luke lantas mengernyit dengan seketika begitu mendengar perkataan dari Luke barusan.


Luke yang mendengar nada ketus keluar dari mulut Airin saat itu tentu saja terkejut, membuatnya mulai mengambil langkah kaki yang besar menyusul kepergian Airin yang lebih dulu melangkah menuju ke unit Apartemennya saat itu.


"Katakan kepadaku apa yang telah terjadi sebenarnya kepadamu?" ucap Luke sambil menarik tangan Airin yang tentu saja langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika.


"Tidak ada yang terjadi, aku hanya ingin pulang sekarang. Jadi biarkan aku pergi Luke!" ucap Airin sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Luke saat itu.


Mendapati tingkah Airin yang semakin mencurigakan tentu saja membuat Luke begitu penasaran karenanya. Tanpa menghiraukan perkataan Airin sebelumnya, dengan satu kali tarikan Luke lantas terlihat menyudutkan tubuh Airin ke tembok dan menatapnya dengan tatapan yang tajam.


"Aku tidak percaya jika tidak ada yang terjadi kepadamu? Katakan kepadaku yang sebenarnya atau aku akan..." ucap Luke namun terpotong karena mendengar pertanyaan dari Airin barusan.


"Akan apa? Katakan kepadaku apa yang akan kamu lakukan pada ku? Apa kau akan menggigit ku dan membagi darah ku kepada bangsa mu? Katakan apa hal yang lebih buruk dari itu? Apa kau juga akan menguliti ku dan memakan daging ku beramai-ramai? Katakan apa yang akan kau lakukan?" pekik Airin dengan raut wajah yang kesal.


Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Airin saat itu, tentu saja langsung membuat Luke terkejut dengan seketika. Luke benar-benar tidak menyangka jika apa yang dikatakan Airin saat ini sungguh pas dengan niatannya. Entah ini hanyalah sebuah kebetulan atau memang Airin yang sudah tahu akan niat terselubung dirinya.


Tangan Luke yang semula mencengkram bahu Airin lantas perlahan-lahan mulai terlepas dari posisinya.


"Apa maksud perkataan mu sebenarnya?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2