Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Golongan Vampir


__ADS_3

Siang itu Luke yang baru saja menghisap darah segar dari seorang gadis lewat ciuman, terlihat melangkahkan kakinya sambil mengusap bibirnya dengan kasar dan menjilat sisa darah yang menempel di bibirnya. Beberapa hari ini kebutuhan darah yang diperlukan oleh Luke begitu meningkat sehingga membuat Luke harus lebih banyak lagi menghisap darah dari beberapa gadis melalui sebuah ciuman. Membuat Luke lantas berdecak dengan kesal karena harus mencari lebih banyak mangsa lagi dari biasanya.


Luke menatap daerah sekitaran dengan tatapan yang tajam, satu orang mangsa lagi mungkin akan bisa menyegarkan tubuhnya saat ini. Membuat Luke lantas mulai melirik ke arah sekitar dan mencoba untuk mencari mangsa baru lagi.


"Akh menyebalkan sekali." ucap Luke dengan nada yang menggerutu.


Disaat Luke tengah sibuk mencari mangsa selanjutnya, sebuah bau yang khas tercium menyengat melalui indra penciumannya. Membuat Luke yang merasakan sebuah aura yang tak asing menghampirinya, lantas langsung membuat bola matanya berubah warna secara sekilas karena efek yang ditimbulkan oleh aroma tersebut.


"Darah suci, sialan! Apa lagi yang sedang terjadi kepadanya saat ini?" ucap Luke dengan bertanya-tanya.


Luke yang merasakan sebuah aroma terasa begitu menyengat yang menandakan jika darah suci menetes, lantas membuat Luke memutuskan untuk berteleportasi ke tempat dimana Airin berada untuk melihat keadaannya saat ini.


"Benar-benar menyusahkan sekali dia, lagi pula siapa yang berani menyentuh gadis pemilik darah suci tanpa seijin ku?" ucap Luke dengan nada yang kesal sebelum pada akhirnya berteleportasi pergi dari sana.


***


Pantry


Ketika Luke yang baru saja sampai di area pantry, aroma darah yang terlihat sudah menetes di lantai membuat Luke lantas menatap dengan tatapan yang ingin ketika melihatnya. Luke yang sadar ini bukanlah saat yang tepat untuknya haus akan darah suci milik Airin, kemudian terlihat menggeleng dengan kuat. Sebisa mungkin Luke mencoba untuk menahan dirinya ketika melihat setetes demi setetes darah yang berasal dari lengan Airin.


"Aku bisa tidak tahan jika terus seperti ini, mari kita selesaikan dengan cepat!" ucap Luke sambil mengkondisikan dirinya agar tidak terbawa akan insting pemangsanya.

__ADS_1


Disaat Luke yang terlihat sedang mengkondisikan dirinya, Luke yang melihat Asti hendak naik ke tubuh Airin lantas langsung melesat dan menarik tubuh Asti dengan kasar. Di hempaskannya tubuh Asti begitu saja hingga menabrak area perkakas dapur dan menimbulkan suara gaduh di sana.


Prang...


Suara itu benar-benar nyaring hingga membuat beberapa orang nampak mulai berlarian menuju ke arah pantry. Luke yang sadar ketika mendengar suara derap langkah kaki yang begitu banyak mendekat ke arah sini lantas membuatnya berdecak dengan kesal.


"Ah sial... Mengapa kebanyakan manusia selalu saja memiliki rasa penasaran yang tinggi?" ucap Luke dengan nada yang kesal.


Luke yang tak ingin menjadi pusat perhatian di sana lantas kembali melesat dan menembus tubuh Asti begitu saja membuat teriakan terdengar dengan jelas keluar dari mulut Asti, namun hal itu malah berhasil membuat Luke menangkap sosok yang merasuki tubuh Asti.


"Lepaskan aku... Lepaskan aku!" ucap sosok tersebut dengan nada yang terdengar kasar namun sama sekali tak membuat Luke gentar.


Luke yang berhasil mendapatkan sosok tersebut, lantas terlihat menoleh ke arah dimana Airin berada yang saat ini terlihat menatapnya dengan tatapan yang terbengong.


"Ap..apa.." ucap Airin yang terkejut sekaligus tidak mengerti akan arah pembicaraan Luke barusan.


Hanya saja sayangnya bukannya menjelaskan yang dilakukan Luke malah menghilang dari sana sambil membawa sosok makhluk yang berhasil ia tangkap tadi. Melihat kepergian Luke barusan membuat Airin tentu saja terkejut dan berusaha untuk menghentikannya. Hanya saja sebuah suara dari pintu yang terbuka dengan disertai beberapa derap langkah kaki yang mulai berdatangan, lantas menghentikan gerakan Airin dengan seketika.


"Airin! Apa yang terjadi di sini?" pekik Bella yang terkejut akan keadaan Airin dan juga Asti yang terlihat sudah tergeletak di lantai ketika mereka semua datang.


"Penjelasannya panjang, sebaiknya kamu bawa Asti terlebih dahulu." ucap Airin kemudian.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut membuat Bella lantas mengisyaratkan kepada rekan kerjanya untuk mulai menggotong tubuh Asti dan melakukan pertolongan pertama kepadanya.


"Ayo aku akan membantu mu berdiri..." ucap Bella kemudian.


Airin sama sekali tidak menjawab perkataan dari Bella barusan namun tidak menolak ajakannya yang membawanya beranjak pergi dari sana. Pikiran Airin saat ini benar-benar melayang memikirkan segala hal tentang Luke. Ini adalah kedua kalinya Luke datang menyelamatkannya dan selalu saja berhubungan dengan roh atau sejenisnya. Membuat Airin baru menyadari jika ada yang janggal dari kehadiran Luke yang selalu muncul dan pergi dengan tiba-tiba.


"Siapa sebenarnya dia? Apakah dia berasal dari golongan yang sama dengan sosok yang menyerang ku? Mengapa kami berdua merasa saling terhubung?" ucap Airin dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya mengikuti kemana arah langkah kaki Bella membawanya.


***


Sementara itu di sebuah gedung terbengkalai terlihat Luke dan juga sosok yang menyerang Airin beru saja tiba di sana. Luke mendorong tubuh sosok tersebut hingga terhempas cukup jauh dan berakhir dengan membentur suatu pembatas yang dibuat oleh Luke agar sosok itu tak bisa kabur dan melarikan diri dari hadapannya.


"Untuk apa kita bermusuhan seperti ini? Bukankah kita bisa membaginya menjadi dua? Aku tidaklah seserakah itu..." ucap sosok itu dengan nada yang songong membuat Luke lantas tersulut emosi.


Luke yang mendengar perkataan dari sosok itu lantas langsung melesat kembali ke arah sosok tersebut dan langsung membawanya mundur cukup jauh hingga berakhir dengan membentur ke arah dinding.


"Tau apa kau tentang diri ku? Kau sama sekali tidak berhak mengatur ku ataupun memilikinya! Jangan harap aku sudi membaginya bersama mu." ucap Luke dengan nada yang tegas seakan tidak suka akan perkataan dari sosok tersebut.


Sosok itu tersenyum dengan tipis sambil sesekali meringis menahan serangan dari Luke, membuat Luke langsung mengernyit dengan tatapan yang tidak mengerti ketika melihat ekspresi wajah sosok tersebut.


"Cih kau pikir kau bisa menikmatinya begitu saja? Aku sangat mengenal golongan Vampir yang dengan mudahnya jatuh cinta pada manusia dan pada akhirnya berakhir dengan tragis dan rela mati untuknya. Vampir seperti kalian itu terlalu lembek dan tidak punya pendirian yang kuat seperti kami!" ucap sosok tersebut dengan nada yang meremehkan.

__ADS_1


"Kau!"


Bersambung


__ADS_2