Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Sebuah jawaban


__ADS_3

"Cukup bayangkan saja tempat ini dengan hati yang tenang, maka sesuatu yang ajaib akan membawa mu datang ke tempat ini." ucap Lisa dengan nada yang begitu ceria.


"Apa?" pekik Airin dengan raut wajah yang kebingungan membuat Lisa kembali tersenyum dengan simpul kepadanya.


Lisa yang melihat raut wajah kebingungan milik Airin kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada sambil membawa satu pot kecil dan juga sesuatu di genggaman tangannya.


Lisa meletakkan pot tersebut tepat di atas meja kemudian mengambil tangan Airin sebelah kanan dan langsung meletakkan satu kelopak bunga mawar berwarna putih, membuat Airin lantas langsung mengernyit begitu melihat hal tersebut.


"Apa ini?" tanya Airin kemudian yang lantas membuat Lisa kembali tersenyum sambil menggenggam tangan Airin yang terdapat kelopak bunga di atasnya.


"Ini adalah penghubung yang bisa membuatmu datang langsung ke tempat pribadiku." ucap Lisa kemudian sambil perlahan-lahan mulai mengangkat tangannya dan membuka tangan Airin.


Airin yang terjadinya kebingungan akan maksud dari perkataan Lisa, mendadak malah menjadi semakin bingung ketika mendapati kelopak bunga mawar putih yang ada di tangannya lantas menghilang entah ke mana.


"Ba...bagaimana bisa?" ucap Airin dengan raut wajah yang kebingungan.


"Sttt ini rahasia diantara kita berdua jangan ada orang yang mengetahuinya, aku memberikan mu akses langsung ke sini." ucap Lisa kemudian yang hanya membuat Airin mengangguk dengan perlahan.


Airin sendiri bahkan tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Lisa, tapi ia hanya bisa mengangguk dan juga mengiyakan segala perkataan Lisa saat ini.

__ADS_1


Lisa yang melihat Airin mulai mengerti akan perkataannya kemudian mengambil kembali pot bunga kecil yang diletakkan di atas meja dan memberikannya kepada Airin, membuat Airin kembali mengernyit menatap dengan penuh kebingungan ke arah Lisa saat ini.


"Apalagi ini Nyonya? Ah tidak Madam Ah tidak Ibu maaf.." ucap Airin dengan kebingungan hendak memanggil Lisa dengan panggilan apa.


"Panggil saja aku sesukamu, tak perlu sungkan kau juga boleh memanggilku Lisa sama seperti Luke memanggilku." ucap Lisa dengan tersenyum simpul membuat Airin langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal begitu mendengar hal tersebut.


"Bolehkah aku memanggilmu kakak?" ucap Airin kemudian sambil menatap penuh harap kepada Lisa, membuat Lisa kembali tersenyum ke arah Airin saat itu.


"Tentu saja, aku tidak ada masalah akan hal itu." ucap Lisa dengan nada yang terdengar santai.


"Lalu untuk apa ini Kak? Mengapa kamu memberikannya kepadaku?" ucap Airin pada akhirnya yang belum mendapat jawaban apapun dari Lisa akan pertanyaannya.


"Di dalam pot ini aku menanam sebuah tanaman yang mungkin akan berisi sebuah keajaiban, hanya hatimu lah yang akan menentukan apakah ia akan tumbuh dengan baik atau mati sebelum waktunya tumbuh. Aku yakin kamu bisa membuat keajaiban sama seperti nama tumbuhan itu. Aku percayakan hal ini kepadamu, jaga dan rawatlah dengan sepenuh hatimu maka kamu akan melihat apa yang akan terjadi di dalamnya." ucap Lisa dengan tersenyum simpul sambil menatap ke arah Airin saat ini.


Lisa yang mendengar perkataan dari Airin barusan, lantas mengusap pundaknya beberapa kali. Hal tersebut membuat Airin menjadi bingung akan apa yang terjadi kepada Lisa saat ini. Yang Lisa lakukan sedari tadi hanya tersenyum sambil bertutur kata dengan lembut kepadanya, membuat Airin menjadi bertanya-tanya sekaligus penasaran. Apakah dari setiap perkataannya mengandung sebuah teka-teki yang tidak Airin tahu jawabannya? Atau sebenarnya Lisa sedang mencoba untuk memberitahunya sesuatu, hanya saja Airin tidak pernah menyadarinya.


"Kamu tidak akan pernah tahu jika kamu tidak pernah mencobanya..." ucap Lisa kemudian dengan nada yang terdengar santai, membuat Airin langsung terdiam seketika begitu mendengarnya kembali dari mulut Lisa saat it.


***

__ADS_1


Area ruang tengah


Setelah Lisa dan juga Airin berbincang tentang beberapa hal, Airin nampak menunggu Luke untuk membawanya pulang di luar kediaman Lisa. Setelah Luke melihat kepergian Airin menuju ke arah luar kediaman Lisa, lantas membuat Luke mulai melangkahkan kakinya secara perlahan mendekat ke arah di mana Lisa berada saat ini.


Lisa yang seakan tahu Luke hendak bertanya tentang sesuatu kemudian mulai mengambil posisi bersendekap dada dan tersenyum simpul ke arahnya.


"Kau menyuruhku datang ke sini dan membawanya hanya untuk memberikannya sebuah bunga? Apa kau tidak waras? Lagi pula bunga apa yang kau berikan kepadanya?" ucap Luke dengan raut wajah yang sedikit kesal.


Mendengar hal tersebut membuat Lisa langsung tersenyum dengan tipis menatap ke arah Luke yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang kesal. Entahlah Lisa sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, yang jelas Lisa merasa bahwa Airin lah yang bisa mengubah Luke menjadi sesuatu yang lebih baik lagi. Hanya sebuah feeling mamun terasa begitu kuat bagi Lisa, hingga membuatnya melakukan sebuah percobaan yang mungkin bisa membuktikan feeling yang ia miliki.


"Tidak ada, hanya sebuah tanaman biasa. Apakah kau juga menginginkannya? Aku punya banyak di dalam dan di luar juga ada, jika kau mau..." ucap Lisa dengan terkekeh geli, membuat Luke lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah begitu mendengar jawaban absurd dari Lisa barusan.


"Cobalah untuk serius sebentar saja setidaknya untuk menjawab satu pertanyaanku ini, jangan berputar-putar karena aku sudah mulai malas bermain teka-teki silang bersama denganmu." ucap Luke mulai kesal akan tingkah laku Lisa yang selalu saja seperti ini.


"Tak perlu terburu-buru untuk mengetahuinya Luke, takdir yang panjang akan membawamu pada sebuah jawaban yang kamu inginkan nantinya. Kamu akan tahu dengan sendirinya secara perlahan, tidak dariku tapi melalui takdir yang ditunjukkan langsung untuk mu dan juga Airin." ucap Lisa dengan raut wajah yang terlihat aneh atau tidak bisa dibaca sama sekali oleh Luke ketika mendengar Lisa mengatakan hal tersebut.


"Apa maksud dari perkataan mu sebenarnya?" ucap Luke yang menatap ke arah Lisa dengan raut wajah yang penasaran.


"Tak perlu khawatir kau akan mengetahuinya cepat atau lambat, jadi sekarang segera pergi karena Airin pasti sedang menunggu mu." ucap Lisa kemudian sambil mendorong tubuh Luke agar mulai bergerak dan menyusul Airin di luar sana.

__ADS_1


"Tapi aku bahkan belum..." ucap Luke hendak menolak namun gagal karena Lisa yang terus mendorongnya keluar.


Bersambung


__ADS_2