
"As apa kamu baik-baik saja?" ucap Airin dengan raut wajah yang penasaran namun anehnya Asti yang mendengar perkataan Airin bukannya menjawab malah semakin menunduk.
Bruk
Suara pintu yang dibuka cukup keras dari arah luar lantas langsung mengejutkan Airin yang saat itu tengah fokus menatap ke arah Asti. Airin yang terkejut akan suara pintu barusan, lantas langsung menatap ke arah sumber suara dan langsung memutar bola matanya dengan jengah ketika mendapati Bella adalah pelaku dari suara pintu yang mengejutkannya.
"Apa kamu menginginkan bakso atau ramen extra pedas? Atau soup kimlo level? Mana yang kamu pilih?" ucap Bella tanpa basa-basi sama sekali membuat Airin langsung menghela napasnya dengan panjang.
"Bella bisakah kamu bersikap lebih halus lagi? Kamu tidak hanya mengejutkan ku saja bahkan Asti juga." ucap Airin dengan raut wajah yang kesal.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Bella lantas menatap Airin dengan raut wajah yang bingung, Bella bahkan tidak melihat siapapun di sana namun bisa-bisanya Airin mengatakan jika ada Asti di sampingnya. Bukankah itu sangat aneh?
Bella yang merasa ada yang aneh dengan Airin kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada sekalian untuk memastikan jika benar-benar tidak ada sosok Asti di sana.
"Apa kamu sedang berhalusinasi? Di sini tidak ada siapapun Ai.." ucap Bella kemudian yang lantas membuat Airin mengernyit begitu mendengarnya.
"Asti di sebelah ku, apakah kamu..." ucap Airin sambil menengok ke arah samping.
Ada sedikit perasaan terkejut yang tiba-tiba datang dan menghampiri Airin ketika ia menoleh ke arah samping dan melihat tidak ada siapapun di sana, padahal sebelum kedatangan Bella tadi jelas-jelas Airin melihat bahwa Asti tengah tertunduk tepat di sebelahnya. Bukankah itu tidak mungkin jika sampai Asti tiba-tiba menghilang dari sana? Kecuali jika Asti adalah sosok yang tak kasat mata atau memiliki kemampuan berteleportasi seperti Luke, namun sepertinya itu tidaklah mungkin.
"Kemana perginya Asti? Aku sungguh benar-benar melihatnya tadi." ucap Airin dalam hati sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar mencoba mencari keberadaan Asti di sekitaran sana.
Bella yang melihat Airin seperti kebingungan, lantas langsung mengusap tengkuknya yang tiba-tiba terasa dingin kemudian menggandeng tangan Airin dengan segera ketika merasa ada sesuatu yang tidak beres di sini.
"Sudahlah sebaiknya kita segera ke ruangan kita, aku sudah benar-benar lapar sekarang." ucap Bella sambil berusaha menarik tangan Airin agar segera beranjak pergi dari sana.
__ADS_1
"Tapi tadi aku sungguh..." ucap Airin hendak kembali berbicara namun terpotong oleh perkataan Bella.
"Sudah ayo pergi dari sini." ucap Bella kemudian sambil terus menarik tangan Airin yang pada akhirnya hanya bisa membuat Airin beranjak dari sana dan mengikuti langkah kaki Bella.
Sementara itu tanpa Airin dan juga Bella sadari, setelah tepat kepergian keduanya dari sana. Salah satu pintu bilik kamar mandi perlahan-lahan mulai terbuka dengan sendirinya dan tepat ketika tinggal beberapa senti saja suara bilik pintu kamar mandi tersebut terdengar tertutup dengan sangat keras, padahal sama sekali tidak ada angin maupun orang di sana, membuat Bella yang mendengar suara tersebut lantas semakin menarik tangan Airin untuk segera beranjak pergi dari sana dan meninggalkan area kamar mandi.
***
Sore harinya
Bella yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya, lantas datang menghampiri meja kerja Airin dan mengetuknya beberapa kali.
Tuk tuk tuk
"Ayolah Nona, untuk apa kamu bekerja sekeras itu? Bukankah ini saatnya untuk bersenang-senang?" ucap Bella kemudian dengan nada yang menyindir.
"Sayangnya aku belum menyelesaikan pekerjaan ku Nyonya, apa yang harus aku lakukan?" ucap Airin dengan raut wajah yang cemberut, membuat raut wajah Bella langsung berubah dengan seketika.
Bella mendekatkan dirinya sedikit lebih dekat ke arah Airin untuk membisikkannya sesuatu, membuat Airin langsung mengernyit ketika melihat tingkah Bella saat ini.
"Apa kau yakin akan benar-benar lembur hari ini Ai? Sepertinya aku tidak menyarankannya deh karena banyak makhluk-makhluk yang tak kasat mata selalu berkeliaran di sini ketika malam hari." ucap Bella dengan nada yang bergidik ngeri.
"Ayolah Bell.. Kita sudah bekerja di sini cukup lama mereka pasti sudah mengenal kita, aku yakin mereka tidak akan mengganggu." ucap Arin sambil sesekali tertawa kecil ketika melihat ekspresi raut wajah yang ditunjukkan oleh Bella saat ini.
Padahal alasan Airin begitu yakin bukanlah karena hal itu melainkan karena ia sudah memiliki seorang pelindung saat ini. Jadi entah itu genderuwo, kuntilanak atau bahkan pocong sekalipun tidak akan ada yang bisa menyentuhnya karena ia sudah memiliki Luke disisinya.
__ADS_1
"Jangan sesumbar kau.. Di datangi baru tahu rasa nanti." ucap Bella kemudian yang lantas membuat Airin langsung memutar bola matanya dengan jengah.
"Sudah-sudah sana pergi jangan mengganggu ku, biarkan aku menyelesaikan pekerjaan ku dengan hikmat." ucap Airin kemudian sambil mengusir Bella agar segera pergi.
Bella yang diusir seperti itu lantas langsung bangkit dari posisinya kemudian menatap ke arah Airin dengan posisi bersendekap dada.
"Ya sudah terserah kamu, aku sudah memperingatkannya jadi jangan sampai nanti kamu menangis ketakutan ketika melihat mereka..." ucap Bella kemudian sambil melangkahkan kakinya berlalu pergi dari hadapan Airin, membuat Airin lantas menggeleng kepalanya dengan pelan ketika melihat tingkah Bella kala itu.
"Tidak akan ada yang mengganggu ku karena aku memiliki Luke bersama ku." ucap Airin dengan senyum yang mengembang.
***
Malam harinya
Airin yang sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk lembur, lantas terlihat menatap ke arah jam tangannya yang saat ini terlihat menunjukkan pukul sembilan malam. Airin menatap ke arah layar komputernya dimana terlihat sebuah file dokumen pekerjaannya. Tinggal beberapa langkah lagi baginya sebelum menyelesaikan pekerjaannya atau finishing, membuat helaan napas terdengar dengan jelas berhembus dengan kasar dari mulut Airin.
"Sepertinya segelas kopi mungkin akan menemaniku menyelesaikan file ini." ucap Airin dengan raut wajah yang gembira kemudian mulai bangkit dari posisinya.
Airin terlihat mulai melangkahkan kakinya menyusuri area lorong menuju ke arah pantry, suasana saat itu begitu gelap dan juga sepi membuat bulu kuduk siapapun yang lewat di sana pasti akan langsung bergidik ngeri.
Airin membuka pintu ruangan pantry dan bersiap masuk ke dalamnya, namun ketika Airin baru saja masuk Airin melihat Asti tengah mengaduk kopi di gelasnya dengan raut wajah yang tertunduk.
"Apa kamu juga lembur As?" tanya Airin kemudian.
"Tolong aku...." ucap Asti dengan nada yang lirih.
__ADS_1
"Apa?"
Bersambung