Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Apakah dia seorang Vampir?


__ADS_3

"Garlic sauce! Sialan.." pekik Luke dalam hati.


Luke yang baru menyadari akan apa yang baru saja ia telan lantas mulai meneguk air minum di gelasnya dengan kasar. Dicengkeramnya dengan erat ujung meja makan seakan menahan rasa panas dan terbakar yang menjalar di sekitar area lehernya.


Airin yang belum menyadari akan perubahan yang di tunjukkan oleh Luke, lantas memakan makanannya dengan santai tanpa tahu bahwa Luke tengah menahan rasa sakit di area lehernya saat ini. Sampai kemudian suara garpu dan juga pisau makan yang di letakkan dengan kasar, membuat Airin langsung menoleh ke arah sumber suara begitu mendengar bunyi tersebut yang cukup nyaring di telinganya.


"Apa yang terjadi? Apa kamu baik-baik saja?" ucap Airin bertanya-tanya ketika melihat raut wajah Luke yang seperti menahan rasa sakit.


"Ka...kamu sebaiknya pulang sekang juga!" ucap Luke dengan tergagap.


Mendengar nada bicara Luke yang aneh barusan tentu saja membuat Airin langsung mengernyit dengan seketika. Airin benar-benar sadar ada yang aneh dengan Luke saat ini.


"Apa? Aku bahkan belum menghabiskan makanan ku..." ucap Airin dengan raut wajah yang bingung.


"Kau... Sebaiknya pergi sekarang!" ucap Luke lagi.


"Tapi aku.." ucap Airin namun terpotong.


Disaat Airin ingin menolak perkataan Luke, Luke kemudian malah mendorong tubuh Airin agar langsung melangkahkan kakinya meninggalkan area meja makan sekarang juga. Perasaan tidak enak yang menyerang lehernya benar-benar membuatnya kesulitan untuk berbicara. luke bahkan tidak tahu lagi harus mengatakannya dengan cara apa kepada Airin, agar Airin mengerti dan mau beranjak pergi dari tempatnya. Sedangkan Airin yang di dorong seperti itu tentu saja bingung, ia bahkan tidak tahu apapun dengan sikap Luke yang tiba-tiba mendorongnya agar keluar dari unit Apartemennya saat ini.


"Tunggu dulu, ada apa sebenarnya ini? Apa aku melakukan suatu kesalahan?" ucap Airin dengan raut wajah yang bingung.

__ADS_1


Namun Luke sama sekali tak menghiraukan atau mengindahkan perkataannya, yang Luke lakukan malah terus mendorong tubuh Airin agar keluar dari unit Apartemennya saat ini juga.


"Aku minta maaf.. Tapi kamu harus pergi sekarang juga!" ucap Luke tepat di ambang pintu yang lantas membuat Airin kebingungan akan sikap Luke yang seperti itu.


Setelah mengatakan hal tersebut Luke kemudian bergegas kembali masuk ke dalam dan meninggalkan Airin begitu saja yang hingga kini masih menatapnya dengan tatapan yang bingung.


"Ada apa sebenarnya ini?" ucap Airin sambil menatap ke arah pintu unit Apartemen Luke dengan tatapan yang bertanya-tanya.


Airin menghela napasnya dengan panjang ketika ia di usir secara tiba-tiba oleh Luke. Sampai kemudian disaat Airin hendak berbalik badan dan beranjak pergi dari sana Airin nampak menghentikan langkah kakinya dengan seketika. Ditatapnya pintu unit Apartemen Luke yang saat ini tidak tertutup dengan sempurna, membuat seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah Airin ketika ia mendapatkan sebuah ide yang mungkin saja sedikit gila namun tidak ada salahnya untuk Airin coba lakukan.


"Maafkan aku, tapi aku sungguh penasaran dengan apa yang sedang terjadi kepada mu." ucap Airin dalam hati sambil mulai melangkahkan kakinya memasuki area unit Apartemen Luke.


**


"Luke..." ucap Airin pada diri sendiri sambil berlarian menuju ke arah sumber suara.


Setelah berlarian hingga mencapai ruangan di ujung unit Apartemen ini Airin terlihat menghentikan langkah kakinya. Entah ia sedang beruntung atau hanya sebuah kebetulan, Airin selalu saja mendapati pintu ruangan yang tidak tertutup dengan sempurna di sana membuatnya dengan mudah masuk ke dalamnya.


Airin yang baru saja masuk lantas langsung menyadari bahwa saat ini ia tengah berada di dalam kamar Luke, namun karena Airin yang lebih penasaran akan suara Luke lantas membuatnya terus melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. Airin hampir saja ketahuan karena hendak menyelonong begitu saja ketika tidak menyadari pintu kamar mandi terbuka dengan sempurna dan tidak ditutup oleh Luke. Membuat Airin yang melihat hal itu lantas langsung melipir ke samping dan mengintip sedikit ke arah dalam kamar mandi.


"Argggg"

__ADS_1


Suara erangan yang berasal dari Luke benar-benar terdengar dengan jelas dari telinga Airin kala itu. Dalam penglihatannya Airin nampak melihat Luke kesakitan dan bergerak ke arah kanan dan kiri kemudian sesekali terlihat membasuh wajahnya. Airin menelan salivanya dengan kasar ketika sebuah taring terlihat dengan jelas keluar dari mulut Luke, membuat Airin langsung membuat tubuhnya berbalik badan dan bersembunyi di tembok samping kamar mandi.


"Ba...bagaimana bisa?" ucap Airin yang terkejut akan penampakan yang baru saja ia lihat.


Saat ini semuanya benar-benar tergambar dengan jelas di kepalanya. Pertanyaan yang terus berputar di kepalanya pada akhirnya mulai mendapatkan jawaban, kini Airin tidak lagi mempertanyakan bagaimana cara Luke bisa mengetahui jika dirinya sedang dalam bahaya, bagaimana Luke datang dan pergi tanpa terlihat, serta bagaimana Luke bisa menghadapi para sosok makhluk astral itu, semuanya benar-benar membuat Airin langsung terdiam dengan seketika.


"Dia makhluk apa sebenarnya?" ucap Airin dalam hati bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


Sampai kemudian ketika Airin mendengar suara beberapa benda yang jatuh dari dalam kamar mandi, lantas menjadi terkejut dan langsung membuyarkan lamunannya dengan seketika. Pada akhirnya membuat Airin lebih memilih untuk berlalu pergi dari sana meninggalkan unit Apartment Luke sebelum nantinya ia akan ketahuan oleh Luke tengah mengintip di sini. Bukan Airin tidak ingin menolong Luke yang tengah kesakitan, namun ia hanya takut jika Luke malah mengincarnya di saat ia berubah wujud dan terus mengerang seperti itu.


***


Unit Apartment Airin


Di dalam kamarnya Airin nampak termenung menatap ke arah atap kamarnya dengan tatapan yang lurus. Pikiran Airin benar-benar sedang melayang saat ini, apa yang baru saja ia lihat benar-benar menyita perhatiannya. Kini semua pertanyaan yang ada di kepalanya perlahan-lahan mulai terjawab satu persatu.


Airin kemudian terlihat bangkit dari posisi tidurnya begitu ia mulai menyadari apa yang sedang terjadi saat ini. Bayangannya kemudian sampai kepada ketika ia memesan semua makanan yang berbau garlic sauce karena memang itu menu favoritnya. Bayangan bagaimana Luke mengganti saus steak yang telah ia pesan dan juga spaghetti yang ia suapkan kepada Luke, lantas membuat dirinya terkejut akan praduga yang saat ini memenuhi isi kepalanya.


"Apa dia seorang Vampir?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2