Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Serangan mendadak


__ADS_3

"Tunggu sebentar, bukankah itu Luke? Aku tidak salah lihat bukan?" ucap Airin dengan nada yang terkejut akan apa yang baru saja ia temukan saat ini di daerah gang tersebut.


Airin yang melihat Luke begitu bermain dengan kasar tentu saja hanya bisa melongo menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Airin bahkan sampai terdiam di tempatnya menatapi ke arah Luke dan juga wanita itu yang tengah asyik berciuman hingga lupa tempat. Entah apa yang ada di dalam pikiran Airin sekarang, namun ia seakan bingung akan apa yang baru saja ia lihat.


"Apa yang sebenarnya aku lakukan disini?" ucap Airin pada diri sendiri.


Airin yang sadar bahwa tak sepantasnya ia melihat apa yang sedang dilakukan oleh Luke dan juga Wanita itu, lantas membuatnya langsung membalik badan kemudian mengambil posisi berjongkok di sana, sambil menggelengkan kepalanya dengan kuat Airin mencoba untuk mengendalikan dirinya dan juga pikirannya yang mulai menggila saat ini.


"Dia benar-benar seorang player!" ucap Airin dengan nada yang berbisik seperti tengah terkejut akan sesuatu yang baru saja terjadi dihadapannya.


Hingga kemudian ketika Airin tengah sibuk akan segala hal yang sedang berlarian di kepalanya saat ini, suara derap langkah kaki terdengar begitu nyaring di telinganya dan langsung membuat Airin menutup mulutnya dengan rapat, ketika mengetahui suara derap langkah kaki tersebut mendekat ke arahnya karena mengira jika ada yang mengetahui keberadaannya saat ini.


Tang tang tang...


Suara tong yang di pukul dengan cara di ketuk beberapa kali lantas membuat Airin terkejut seketika, apalagi di tambah dengan sosok Luke yang tiba-tiba sudah berada tepat di sebelahnya dengan posisi yang ikut berjongkok, membuat Airin terkejut berkali-kali lipat.


"Astaga! Kau benar-benar mengejutkan ku!" pekik Airin yang terkejut akan kehadiran Luke yang tiba-tiba muncul di sebelahnya saat ini.


"Apa kau sudah puas menonton? Kau mau ikut aku pulang atau tidak? Jika tidak, aku akan meninggalkan mu di sini seorang diri." ucap Luke kemudian yang lantas membuat Airin langsung mengernyit begitu mendengar perkataannya.


Airin yang mendengar ajakan pulang dari Luke barusan tentu saja langsung bangkit dari posisi jongkoknya dan menunjuk ke arah wanita yang tadi sedang melakukan ciuman panas bersama dengannya. Hanya saja ketika Airin melihat ke arah belakang, Airin merasa ada yang aneh dari Wanita itu, dimana dia terlihat begitu kebingungan akan sesuatu hal yang Airin sendiri tidak tahu apa alasannya.

__ADS_1


"Mengapa dia nampak bingung? Apa yang kau lakukan kepadanya?" ucap Airin kemudian sambil menoel Luke yang saat ini tengah berada di sampingnya.


Luke yang mendapat pertanyaan tersebut lantas melirik sekilas ke arah Wanita itu kemudian tersenyum dengan tipis, yang tentu saja membuat Airin semakin dibuat penasaran karenanya.


"Itulah yang dinamakan dengan sihir, aku mau pulang sekarang! Kalau kamu masih ingin berada di sini terserah kepadamu." ucap Luke kemudian sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana meninggalkan Airin yang saat ini tengah memasang raut wajah kebingungan.


"Sihir apa yang kamu maksud? Luke... Luke tunggu aku..." ucap Airin kemudian sambil melangkahkan kakinya mengejar langkah kaki Luke yang sudah lebih dulu meninggalkannya.


**


Sementara itu tanpa keduanya sadari seorang Pria yang tadi mencegat Airin di dalam, nampak melangkahkan kakinya keluar dari arah pintu belakang Bar tersebut dan berhenti tepat di tengah gang ketika melihat Luke dan juga Airin baru saja pergi dari sana. Pria itu menatap kepergian Airin dan juga Luke dengan tatapan yang bertanya sekaligus penasaran. Entah mengapa Pria itu seperti terkejut ketika mendapati Airin tengah berjalan bersama dengan Luke saat ini.


"Bagaimana bisa keduanya akrab seperti itu? Seorang gadis pemilik darah suci harusnya menghindari Vampir sejenisnya, namun ini malah terlihat akrab seperti layaknya seorang teman. Apa dia benar-benar sudah gila?" ucap Pria itu dengan tatapan yang tajam menatap ke arah punggung keduanya yang tidak lagi terlihat pada pandangannya saat ini.


Di dalam mobil


Keduanya yang baru saja masuk ke dalam mobil lantas terlihat saling memasang sabuk pengaman secara bersamaan. Sebelum menyalakan mobilnya Luke mengambil selembar tisu dan langsung memberikannya kepada Airin, membuat Airin yang mendapati hal tersebut lantas langsung menatap dengan penuh tanda tanya ke arah Luke saat ini.


"Untuk apa tisu ini?" ucap Airin kemudian bertanya.


"Hapus lipstik mu itu karena aku tidak menyukainya!" ucap Luke dengan nada yang datar, membuat Airin lantas mengernyit begitu mendengar perkataan Luke yang tanpa dosa tersebut.

__ADS_1


"Hapus? Tidak akan! Enak saja kamu menyuruh ku untuk menghapusnya." ucap Airin dengan nada yang mulai kesal akan tingkah Luke yang sedikit aneh menurutnya.


"Hapus sekarang Ai atau aku akan..." ucap Luke namun terhenti yang lantas membuat Airin langsung menoleh ke arahnya.


"Akan apa?" ucap Airin dengan nada yang menantang.


Mendengar pertanyaan Airin barusan, lantas membuat tangan Luke menekan tombol sabuk pengaman untuk melepaskannya dari tubuhnya, kemudian menarik tengkuk Airin dan langsung mendaratkan bibirnya begitu saja tanpa ijin terlebih dahulu dari Airin.


Airin yang mendapat serangan secara mendadak tentu saja terkejut dan membuat manik matanya membulat seketika. Bayangan tentang bagaimana Luke berciuman dengan Wanita di Bar tadi benar-benar membekas di ingatannya, membuat Airin yang menyadari akan hal tersebut langsung mendorong tubuh Luke cukup keras.


"Hentikan Luke! Aku tidak sama dengan mereka." ucap Airin dengan nada yang datar, membuat Luke langsung mengernyit begitu mendengar perkataan Airin barusan.


Setelah mengatakan hal tersebut Airin nampak mengambil tisu pemberian Luke tadi dan langsung menghapus lipstik yang ia pakai. Bayangan bagaimana Luke berciuman dengan Wanita itu benar-benar membekas di ingatannya, membuat Airin begitu kesal ketika mendapati Luke yang tiba-tiba mencium dirinya tanpa ijin.


Entah mengapa, namun bagi Airin terasa begitu mengesalkan seakan seperti Luke tengah mempermainkan dirinya saat ini. Diliriknya sesekali Luke dengan raut wajah yang kesal sambil terus menghilangkan noda lipstik yang nampak berantakan di area sekitar bibirnya.


"Permainannya memang sangat kasar! Lipstik ku bahkan hingga melebar kemana-mana, benar-benar sialan!" gerutu Airin dalam hati sambil berdecak kesal.


Sedangkan Luke yang melihat Airin begitu kesal akan tingkah lakunya lantas mulai melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan Bar tersebut.


"Kau memang tidak sama dan aku sudah mengetahui hal tersebut tanpa perlu kamu menjelaskannya." ucap Luke dengan tiba-tiba yang lantas membuat Airin langsung menoleh ke arah sumber suara begitu mendengar perkataan Luke yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Apa katamu barusan?" ucap Airin kemudian.


Bersambung


__ADS_2