
Ceklek...
Tepat setelah pintu Apartemennya ia buka sebuah pemandangan yang terasa aneh lantas mengejutkan bagi Airin, dimana banyaknya orang yang menggotong beberapa barang-barang perabotan rumah tepat ke unit Apartment sebelahnya. Airin yang melihat begitu ramai beberapa orang menggotong perabotan rumah dan membawanya masuk ke dalam, membuat Airin lantas langsung mengernyit begitu melihat pemandangan tersebut.
Ini adalah pertama kalinya Airin melihat unit Apartment tepat di sebelahnya diisi oleh seseorang. Bukan karena berhantu atau apa? Hanya saja unit di sebelahnya mempunyai tipe dua kamar dengan berbagai fasilitas yang lebih lengkap dari unit Apartemen miliknya, sehingga membuat orang-orang pekerja kantoran biasa sepertinya enggan menyewa unit Apartment tersebut untuk menghemat budget pengeluaran perbulan mereka, setidaknya daripada untuk tempat tinggal yang mewah mereka pasti akan memilih untuk keperluan yang lainnya.
"Apa-apaan ini?" ucap Airin ketika melihat pemandangan di luar Apartemennya.
Airin yang penasaran akan hal tersebut lantas mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah unit Apartment tersebut.
"Permisi Pak, apa unit Apartment ini akan di tempati seseorang?" tanya Airin kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Seorang Pria yang sedari tadi sibuk memindahkan barang, lantas berhenti sebentar begitu mendengar pertanyaan dari Airin barusan.
"Benar neng kemungkinan Tuan rumah akan pindah nanti malam jika tidak ada halangan, kalau neng mau ketemu... Dia ada di dalam saat ini." ucap Pria tersebut sambil menunjuk ke arah pintu masuk.
"Terima kasih banyak Pak..." ucap Airin kemudian.
Setelah kepergian Pria tersebut dari hadapan Airin, Airin yang begitu senang karena pada akhirnya mendapatkan tetangga, lantas mulai tersenyum dengan cerah sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu masuk unit Apartment tersebut hendak berkenalan dengan si pemilik unit Apartment tersebut.
Sampai kemudian ketika langkah kaki Airin sampai tepat di depan pintu unit Apartemen tersebut, langkah kakinya langsung terhenti seketika di saat ia mengenali dengan betul siapa pemilik baru unit Apartemen tersebut.
"Astaga, mengapa harus dia!" ucap Airin langsung berbalik badan begitu mengetahui bahwa tetangga barunya adalah Pria yang menyelamatkannya semalam.
__ADS_1
Entah ini sebuah kebetulan atau memang sebuah takdir yang datang menghampirinya. Dengan raut wajah yang full senyum Airin lantas berlarian kembali ke unit Apartemennya begitu mengingat bahwa ia belum cuci muka sama sekali. Sambil mengambil langkah seribu Airin langsung masuk kembali ke unit Apartemennya dan menutup pintunya dengan cepat.
***
Sementara itu tanpa Airin sadari, setiap gerak gerik Airin terpantau dengan detail oleh Luke. Luke diam dan pura-pura sibuk bukan berarti ia tidak menyadari kehadiran Airin, melainkan Luke memang sengaja untuk membuat hubungan yang terjadi di antara ia dan juga Airin seakan-akan mengalir sebagai takdir, padahal ada setiap tindakan yang Luke ambil di dalam jalan mereka berdua.
"Sepertinya tikus sudah mulai masuk dalam perangkat, aku rasa mungkin ini akan lebih mudah dari bayangan ku. Aku yakin tidak perlu waktu lama Airin sudah tertunduk dalam cinta ku!" ucap Luke dalam hati sambil menatap ke arah ambang pintu dimana punggung Airin sudah tidak lagi terlihat di sana.
***
Malam harinya
Di depan sebuah standing mirror terlihat Airin tengah merapikan rambutnya dengan perlahan kemudian mulai menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman yang terlihat cantik terlukis indah di wajah Airin. Airin mengulurkan tangannya ke arah cermin sambil tersenyum dengan lebar.
Airin benar-benar ingin berterima kasih kepada Luke karena telah menyelamatkan hidupnya, hanya saja Airin tidak tahu bagaimana cara untuk memulai pembicaraan dengan Luke. Airin menghela napasnya dengan panjang berusaha untuk menenangkan dirinya agar bisa berpikir dengan jernih. Baru setelah itu melangkahkan kakinya menuju ke arah meja makan dan mengambil satu box berisi cheese cake yang tadi ia beli melalui ojek online.
"Entahlah, yang jelas aku tetap akan mengucapkan terima kasih kepadanya." ucap Airin dengan nada yang yakin sambil melangkahkan kakinya keluar dari Apartemennya.
***
Lorong Apartment
Setelah melangkahkan kakinya keluar dari unit Apartemennya Airin terlihat melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang perlahan mendekat ke arah unit Apartemen milik Luke, Airin menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu unit Apartemen milik Luke. Sambil menghela napasnya dengan panjang Airin kemudian mulai mengetuk pintu tersebut sebanyak beberapa kali berharap luke akan keluar dan menyambutnya.
__ADS_1
Cklek...
Suara pintu yang terbuka dengan perlahan tepat dihadapan Airin lantas membuat Airin langsung menelan salivanya dengan kasar. Airin mendadak kaku dan tidak bisa berkata-kata lagi padahal sedari tadi ia sudah menyiapkan segala sesuatunya secara berulang kali. Namun anehnya ketika berhadapan langsung dengan Luke semuanya benar-benar menghilang dan membuat Airin langsung membisu dengan seketika.
"Ada yang bisa di bantu?" tanya Luke dengan nada yang datar.
Mendengar pertanyaan tersebut membuat Airin langsung mengernyit dengan seketika seakan terkejut akan pertanyaan yang keluar dari mulut Luke barusan.
"Yang kemarin benar-benar dia bukan sih? Mengapa sekarang ia nampak formal sekali?" ucap Airin dalam hati sambil menatap dengan tatapan yang menelisik ke arah Luke.
Sedangkan Luke yang mengetahui bahwa Airin sedang kebingungan saat ini, lantas langsung tersenyum dengan tipis bahkan sangat tipis hingga tidak ada yang menyadari jika Luke baru saja tersenyum.
"Aku... Aku.... Ini cake sebagai tanda saling terbuka bagi sesama tetangga. Aku harap kamu menyukainya..." ucap Airin sambil menyerahkan box tersebut begitu saja kepada Luke, membuat Luke lantas bertanya-tanya akan tingkah dari Airin sebenarnya.
Setelah mengatakan hal tersebut Airin kemudian mulai berbalik badan sambil memejamkan matanya beberapa kali seakan mencoba untuk merutuki kebodohannya yang mengira bahwa tetangga barunya adalah orang yang sama dengan Pria yang menolongnya semalam.
"Benar-benar memalukan!" ucap Airin dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menjauh dari sana sambil terus merutuki kebodohannya itu.
Melihat kepergian Airin dari hadapannya lantas membuat Luke menatap ke arahnya dengan tatapan yang tajam. Mendekati seorang Airin sama sekali tidaklah sama dengan wanita kebanyakan, harus secara perlahan dan juga hati-hati. Sedikit mempermainkan takdir maka Airin akan bertekuk lutut kepadanya.
"Selangkah demi selangkah akan aku ambil untuk merebut hatimu... Tidak ada yang bisa berpaling dari seorang Luke Theo Oliver, setidaknya sebuah kesabaran pasti akan selalu berbuah dengan manis." ucap Luke dengan tersenyum simpul sambil menatap ke arah kepergian Airin yang terlihat semakin melangkahkan kakinya menjauh dari Luke saat ini.
Bersambung
__ADS_1