
Tingg...
Suara pintu lift yang terbuka lantas langsung membuyarkan semua orang yang ada di dalam sana. Dengan disertai teriakan dari beberapa karyawan wanita yang ada di dalam kemudian mulai membuat Bella yang hendak masuk ke dalam lift menjadi terkejut dengan seketika akan hal tersebut.
"Apa yang terjadi?" ucap Bella dengan raut wajah yang terkejut.
Dari sekian banyak karyawan yang keluar dari sana pandangan matanya kemudian terhenti pada sosok Airin yang saat ini tengah berdiri di pojok lift.
"Ada apa sebenarnya Ai?" tanya Bella kemudian yang lantas mengejutkan Airin dengan seketika.
Airin yang melihat Bella berdiri di luar lift, lantas langsung berlarian keluar sambil bergidik ngeri menghampiri Bella.
"Apa ada sebuah penampakan di dalam lift Ai?" ucap Bella kemudian menebak melihat reaksi dari beberapa karyawan yang tadi keluar dari sana.
Mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung membuat raut wajah Airin mengernyit dengan seketika. Airin bahkan menggelengkan kepalanya secara perlahan ketika Bella menanyakan tentang penampakan kepadanya.
"Bukan penampakan tapi cicak besar, hi geli aku." ucap Airin sambil bergidik ngeri ketika membayangkannya. "Lagi pula tumben kamu bahas penampakan? Tunggu bagaimana kamu tahu?" ucap Airin dengan raut wajah yang bingung.
Melihat wajah bingung yang ditunjukkan oleh Airin saat ini, lantas membuat Bella langsung menatap ke arah sekitar mencoba memantau situasinya kemudian mulai mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah rekaman vidio di sana.
"Rekaman dari kamera pengawas ketika insiden yang menimpa mu saat itu sudah tersebar ke seluruh kantor, lihatlah!" ucap Bella kemudian sambil menunjukkan vidio tersebut kepada Airin yang malah sama sekali tidak tahu akan hal ini.
Airin yang melihat rekaman kamera pengawas tersebut tentu saja langsung fokus pada sosok Luke yang benar-benar sama sekali tidak terlihat. Hanya ada dua orang di sana yaitu Airin dan juga Asti selebihnya hanya ada beberapa barang melayang dan juga barang-barang yang berjatuhan seperti tertabrak sesuatu, namun sama sekali tidak memperlihatkan keberadaan Luke ataupun sosok dari makhluk yang merasuki Asti saat itu.
Airin terdiam melihat setiap detiknya, perkataan Luke kala itu benar-benar membekas di kepalanya. Airin menutup mulutnya menggunakan jari tangannya, ia bahkan sempat tersenyum ketika baru menyadari kehebatan Luke hingga bisa tidak terlihat di rekaman kamera pengawas.
"Wah gila..." ucapnya yang lantas membuat Bella langsung menoleh dengan seketika.
Bella benar-benar terkejut akan reaksi yang ditunjukkan oleh Airin barusan. Seakan terkesan jika Airin juga terkejut akan rekaman kamera pengawas tersebut.
"Kau tersenyum? Sepertinya kau sedikit sakit Ai..." ucap Bella dengan tatapan yang bingung.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir aku baik-baik saja hahaha." ucap Airin kemudian dengan raut wajah yang girang.
Melihat ekspresi Airin yang semakin aneh lantas membuat Bella langsung melangkahkan kakinya mendahului Airin karena merasa jika Airin hari ini sangatlah aneh.
"Mau kemana kamu Bel... Bella..." panggil Airin ketika melihat langkah cepat Bella yang meninggalkannya.
"Jangan mengikuti ku, kau sangat menyeramkan!" ucap Bella sambil terus melangkahkan kakinya berlaku pergilah.
"Ayolah Bel.. Bella..." panggil Airin lagi.
***
Malam harinya
Di pintu unit Apartemennya terlihat Airin bersiap untuk membuka pintu. Diintip nya unit Apartment Luke dengan tatapan yang intens kemudian menatap ke arah tangannya yang saat ini tengah membawa sebotol wine.
"Apakah dia akan langsung mau, jika aku menyogoknya dengan wine mahal ini? Sepertinya aku tidak terlalu yakin." ucap Airin sambil menghela napasnya dengan panjang.
Setelah terdiam cukup lama ditempatnya, Airin nampak mengambil napasnya dalam-dalam dan mulai keluar dari unit Apartemennya dengan langkah kaki yang mantap.
"Kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya secara langsung, ayo Airin kamu pasti bisa! Semangat..." ucap Airin pada diri sendiri sambil mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu unit Apartment Luke.
Ketika langkah kaki Airin berhenti tepat di depan pintu unit Apartment Luke, Airin nampak menggigit bibir bagian bawahnya tanpa sadar sebelum pada akhirnya mengetuk pintu tersebut.
Tok tok tok
"Apa dia sedang keluar? Mengapa lama sekali?" ucap Airin pada diri sendiri.
Airin yang tak kunjung mendapati pintu terbuka lantas lebih mempercepat tempo ketukannya, membuat Luke yang mulai kesal akan suara ketukan beruntun tersebut kemudian langsung membuka pintunya dengan raut wajah yang kesal.
Ditatapnya Airin yang saat ini tengah tersenyum seperti orang yang bodoh tersebut, membuat Luke lantas menghela napasnya dengan panjang.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Luke dengan nada yang malas.
"Emmmm apa seorang Vampir bisa meminum wine?" ucap Airin kemudian sambil mengangkat botol wine di tangannya.
Mendengar pertanyaan dari Airin barusan, lantas membuat Luke langsung mengambil botol wine tersebut dan menatap ke arah botol tersebut dengan tatapan yang intens seakan mencari tahu tentang jenis wine yang di bawa oleh Airin dan juga tahun berapa wine itu dibuat.
"Tentu saja bisa terima kasih banyak.." ucap Luke sambil menutup pintu unit Apartemennya dengan keras.
Bruk
Suara pintu yang ditutup begitu saja tentu membuat Airin terkejut akan tingkah Luke baru saja. Airin yang tidak terima jika hanya botol wine nya saja yang diambil kemudian kembali mengetuk pintu tersebut, kali ini sedikit lebih cepat mungkin bisa dikatakan tepatnya adalah sebuah gedoran.
**
Luke yang kembali mendengar suara gedoran pintu yang begitu berisik, lantas kembali membuka pintu unit Apartemennya dengan raut wajah yang kesal.
"Sekarang apa lagi?" ucap Luke kemudian.
"Benar-benar tidak sopan, harusnya setelah menerima kamu mengajak ku untuk minum bersama! Kamu sama sekali tidak peka, apakah kamu tidak bisa membaca situasinya?" ucap Airin dengan nada yang kesal pada akhirnya.
Luke benar-benar harus di beritahu akan hal-hal seperti ini karena sikapnya itu semakin lama semakin polos atau memang masa bodoh.
Luke yang mendengar gerutuan dari Airin barusan lantas mengambil posisi bersendekap dada kemudian menatap ke arah Airin dengan senyuman yang tipis. Saking tipisnya mungkin tidak akan bisa dilihat oleh Airin saat itu.
"Apa kamu benar-benar ingin minum bersama dengan ku? Wah dengan senang hati jika kamu menawarkan diri. Kau tahu? Terkadang seorang Vampir suka lupa diri jika sedang mabuk, bagaimana? Apa kamu masih ingin minum bersama dengan ku?" ucap Luke kemudian dengan nada yang datar, namun berhasil membuat Airin langsung menelan salivanya dengan kasar begitu mendengarnya.
Airin bahkan tidak pernah memikirkannya sampai ke arah sana, namun urusannya lebih penting saat ini. Jika hanya sekedar Luke yang lupa diri mungkin ia masih bisa menanganinya, bukankah Airin bisa berteriak dan meminta bantuan? Airin rasa pasti akan ada orang yang langsung menolongnya, bukan?
"Siapa takut!"
Bersambung
__ADS_1