
Lorong Apartment Luke dan juga Airin
Daniel yang penasaran kemana perginya Luke dan juga Airin pada akhirnya memilih untuk menyusul ke kediaman keduanya. Diketuknya pintu unit Apartment Airin berulang kali namun sayangnya Airin tak kunjung keluar juga, membuat Daniel mulai terlihat frustasi dengan hal itu.
"Kemana sebenarnya mereka? Tidak mungkin jika Luke mengeksekusi Airin malam ini juga, bukan? Tidak-tidak aku rasa hal itu tidaklah mungkin terjadi dan dilakukan oleh Luke!" ucap Daniel yang seakan menyangkal isi pemikirannya sendiri saat itu.
Entah apa yang ada dipikiran Daniel saat itu hingga membuatnya memilih untuk menjadi satpam di unit Apartment Airin menunggu kedatangan Luke dan juga Airin di sana.
.
.
.
.
.
Beberapa jam berada dalam penantian yang tak berujung, pada akhirnya Daniel melihat Luke dan juga Airin yang baru saja terlihat berteleportasi di area lorong unit Apartment keduanya. Melihat hal tersebut lantas membuat Daniel mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana keduanya berada dan berhasil mengejutkan Airin juga Luke saat itu.
"Apa yang kalian lakukan sebenarnya? Mengapa lama sekali? Aku bahkan sudah lelah menunggu kalian berdua di sini!" ucap Daniel kemudian yang lantas membuat Airin dan juga Luke lantas saling pandang antara satu sama lain.
"Apa yang sebenarnya sedang merasuki dirimu saat ini? Lagipula untuk apa kau berada di sini? Komplek perumahan milik mu bahkan sangat jauh dari tempat ini! Apa kau begitu nganggur hingga sempat-sempatnya menunggu kami di sini?" ucap Luke dengan nada yang menyindir, membuat Daniel langsung tersenyum dengan kecut begitu mendengar perkataan dari Luke barusan.
"Itu bukanlah urusan mu, kedatangan ku di sini ada perlunya langsung dengan Airin. Jadi sebaiknya kau cepat segera pergi dari sini sekarang!" ucap Daniel kemudian dengan nada yang ketus.
__ADS_1
Pada akhirnya adu plototan antara Luke dan juga Daniel tak lagi bisa di hindarkan, membuat Airin yang melihat tingkah laku keduanya yang layaknya seorang anak kecil, langsung melangkahkan kakinya mendekat tepat di antara tengah-tengah keduanya dan dengan spontan memutus kontak mata keduanya seketika itu juga.
"Permisi.. Jika kalian ingin bertarung sebaiknya kalian lakukan hal tersebut di ring tinju. Jangan pernah sekali-kali melakukannya di sini dan mengotori area lorong unit Apartment ku.. Jadi silahkan pergi sekarang juga!" pekik Airin yang lantas membuat keduanya langsung mengernyit dengan seketika begitu mendengar hal tersebut.
"Tidak sudi karena aku tidak ingin membuang tenaga ku dengan percuma hanya untuk bertarung dengannya." ucap Luke kemudian dengan nada yang datar.
"Kau pikir aku mau menyianyiakan waktu dan tenaga ku untuk mu? Jangan pernah berharap!" ucap Daniel yang tentu saja langsung membuat Luke memutar bola matanya dengan jengah.
"Cukup! Bukankah sudah ku bilang untuk berhenti? Kalian benar-benar membuat kepala ku pusing!" ucap Airin sambil berlalu pergi meninggalkan keduanya di area lorong sana.
Daniel yang melihat kepergian Airin yang menuju ke unit Apartemennya, lantas hendak mengejar langkah kakinya. Hanya saja sebuah suara yang berasal dari Luke saat itu langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" ucap sebuah suara bariton yang langsung menghentikan niatan Daniel untuk mengejar Airin.
"Bukankah sudah ku katakan jika aku hanya seorang pelindung bagi gadis pemilik darah suci? Lagi pula apa urusannya dengan mu?" ucap Daniel dengan nada yang terdengar ketus.
Luke yang melihat raut wajah Daniel begitu menyebalkan kemudian langsung melesat dan mencengkram kerah baju Daniel dengan kuat. Luke mengarahkan Daniel ke sudut tembok sambil menatapnya dengan tatapan yang tajam seakan tak menyukai akan kata-kata Daniel barusan.
"Kau kira aku tidak tahu niatan mu itu ha? Jangan pernah dekati Airin sedikit pun atau kau akan berurusan dengan ku!" ucap Luke dengan nada yang penuh penekanan dan juga ancaman.
"Yang harusnya mengatakan hal itu adalah aku karena niat mu bahkan lebih buruk dari diriku. Jangan bersikap munafik dan pura-pura suci Luke, seorang Vampir yang mendekati manusia.. Ia tidak akan pernah memiliki hubungan yang murni selain ikatan pemangsa dan juga buruannya. Bukankah begitu Luke?" ucap Daniel dengan nada yang menyindir dan tentu saja semakin membuat Luke geram karenanya.
"Kau...." ucap Luke namun terpotong dengan seketika.
Disaat Luke hendak melayangkan pukulannya kepada Daniel saat itu, sebuah air yang entah berasal dari mana mendadak langsung membasahi keduanya saat itu. Yang tentu saja langsung memotong perdebatan diantara Luke dan juga Daniel saat itu.
__ADS_1
Byur...
"Apa-apaan ini!" pekik Luke dan juga Daniel yang hampir secara bersamaan mengatakan hal tersebut, membuat sebuah suara cekikikan lantas terdengar saat itu.
Baik Luke dan juga Daniel yang mendengar suara cekikikan dari arah unit Apartemen Airin tentu saja langsung menatap ke arah sumber suara.
"Oops ku kira kucing tetangga yang sedang bertarung di luar, mangkanya aku langsung buru-buru menyiramnya agar tidak menimbulkan keributan. Maafkan aku ya... Aku benar-benar tidak tahu jika suara berisik itu berasal dari kalian berdua." ucap Airin dengan nada yang santai kemudian langsung kembali menutup pintunya dengan rapat tanpa memperdulikan keduanya yang basah kuyup akibat ulahnya.
Bruk....
"Benar-benar sialan!" ucap Luke sambil mengarahkan rambutnya yang basah ke arah belakang.
Namun Daniel yang mendapati hal tersebut bukannya marah malah tambah tertawa dengan keras, yang tentu saja langsung membuat Luke menoleh ke arah sumber suara dengan seketika. Tawa Daniel benar-benar terdengar begitu keras hingga membuat Luke lantas semakin mengernyit ketika mendapati hal tersebut.
"Apa yang membuat mu tertawa? Apa kau sedang mengejek ku saat ini? Lihatlah kau pun juga basah sama seperti diriku!" ucap Luke dengan nada yang sensi ketika mendengar tawa yang berasal dari Daniel barusan.
"Tidak ada, aku hanya sedang menertawakan mu. Baru kali ini aku melihat seorang Vampir disiram hingga basah kuyup oleh seorang manusia, bukankah dia sungguh sesuatu? Hanya seorang Airin yang bisa membuatmu basah kuyup seperti ini. Jika yang melakukan hal itu adalah manusia lain, aku yakin kau akan langsung menghisap darahnya hingga habis tak tersisa." ucap Daniel dan masih dengan tawa yang tak henti-hentinya, membuat Luke lantas memutar bola matanya dengan panjang.
"Kau benar-benar menyebalkan!" pekik Luke dengan nada yang kesal.
Sedangkan Daniel yang mendengar hal tersebut kemudian mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekat ke arah dimana Luke berada saat ini.
"Jika kau tak ingin sesuatu milik mu di renggut, maka jaga baik-baik Airin atau aku yang akan merenggutnya langsung dari tangan mu!" ucap Daniel sebelum pada akhirnya melesat dan pergi dari area Apartment.
Bersambung
__ADS_1