
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaess~
Setelah memasuki tempat pembuatan persenjataan Permaisuri langsung mengelilingi semua ruangan yang ada. Dari ruangan pembuatan pedang, anak panah, tombak, cambuk dll sampai netranya menangkap ruangan yang tertutup dan agak pengap?jika dilihat dari jauh saja sangat pengap dan seperti tak terurus apa lagi jika dilihat secara langsung.
Mendekati ruangan pengap itu dengan langkah pelan dan tak lama Permaisuri telah sampai didepan pintu ruangan itu. Pada saat tangannya ingin menyentuh ujung gagng pintu sebuah suara membuyarkan keinginannya untuk membukanya
"Salam tamu terhormat. Apakah ada yang bisa pelayan ini bantu?"
"Ah aku ingin pemilik tempat ini membuatkanku senjata?"
"Tetapi tuan kami sedang sibuk dan tidak bisa diganggu tuan terhormat"
"Benarkah? Apakah setelah ini kau tidak akan memanggilnya huh? Sibuk dengan para pelacurnya itu? Atau perlu nona ini memanggilnya secara kasar?"tanyanya kepada pelayan itu yang mulai merasakan ketakutan karena aura yang dipancarkan oleh orang didepannya ini sangat besar dengan menekan rasa takutnya pelayan itu menjawab dengan gugup
"B-baiklah tamu terhormat tunggu disini dan lihat-lihatlah sejenak"
"Ya cepatlah,katena nona ini benci menunggu"
"Baik nona.Meng Li temani tamu terhormat kita ini sebentar,aku akan memanggil Direktur Tong dulu"
"Baik tuan"setelah kepergian pelayan itu yang entah siapa namanya Permaisuri tak ingin tau itu. Pelayan yang ditugaskan menemani dirinya kalau tak salah namanya adalah Meng Li menjelaskan ruangan yang tadi dia lihat tetapi Permaisuri langsung bertanya kepada Meng Li tentang tempat yang gagal dia masuki tadi kenapa seperti ruang bawa tanah yang tak terurus
"Meng Li tempat apa itu? Kenapa penerangannya minim dan terasa pengap sekali?"
"Menjawab tamu terhormat tempat yang anda maksud adalah tempat khusus seorang budak dari beberapa jenis tamu terhormat. Apakah anda ingin memasukinya dan ruangan itu hanya minim cahaya ketika dilihat dari luar saja dan tempat itu memang pengep karena ruangannya tak terlalu besar"
"Ya Nona ini ingin mengetahui tempat itu jika ada yang menarik dimata nona ini maka akan nona ini membelinya"
"Mari Tamu terhormat ikuti saya"
Permaisuri mengikuti Meng Li dari belakang tentu saja dengan Guang Fei. Saat memasuki ruangan itu memang pengap karena harus melewati lorong yang tak terlalu panjang dan minim pencahayaan itu.
Sekitar lima menit perjalanan sampailah ditempat yang tak terlalu bagus dan pencahayaannya juga tak terlalu terang dan tak terlalu redup biasa saja. Terdapat jajaran manusia yang tak layak dipanggil manusia, yang mungkin berumur sekitar 4-23 tahunan setiap kamar ditentukan oleh umur dan qi yang mereka punya semakan tinggi qi mereka semakin mahal harganya dan semakin rendah qi mereka maka mereka hanya akan menjadi budak pemuas nafsu,bisa juga menjadi pelayan saja,tidak memandang gender entah laki-laki atau perempuan akan dijadiakan pemuas nafsu yang akan membeli mereka.
Ternyata kamar antara laki-laki dan perempuan berbeda disebelah kanan kamar para lelaki dan disebelah kiri kamar para wanita. Setiap kamar berisi 5-8 orang terdapat sekitar 20 kamar laki-laki dan 20 kamar perempuan, penampilan mereka tak seperti manusia wajah dan tubuh mereka penuh debu tak terurus sama sekali, itu membuat hati Permaisuri memanas dan aura yang sipancarkan semakin ketara sampai Guang Fei mengindik ngeri dan berjanji tak akan menyinggung Permaisurinya ini.
Karena aura yang dipancarkan Permaisuri beberapa budak yang memiliki qi rendah merasakan sakit terutama pada anak-anak dan itu membuat Permaisuri mengurangi aura tiraninya agar tak melukai mereka semua
"Hey adik kecil kau tak apa?apakah nona ini memyakitimu?"tanyanya pada anak kecil yang kesakitan dan memandang takut padanya
"Hey jangan takut nona ini tak akan menyakitimu hmm. Apakah kau ingin ikut bersamaku?"mendengar tawaran itu manik kembarnya berbinar sesaat kemudia meredup kembali
"Hey kenapa? Apakah kau tak ingin ikut bersamaku ya"tanyanya dengan raut pura pura sedih yang membuat anak kecil iti merasa tak enak sekaligus gemas
'Oh Dewa disaat seperti ini Permaisuri masih bisa semenggemaskan itu'inner Guang Fei dalam hati
"Bu-bukan seperti itu"
"Lalu seperti apa?katakan pada nona ini tak perlu takut"
"A-aku hanya ta-takut disakiti dan dija-dikan pemuas naf-su saja karena a-ku tak memiliki qi"ujarnya
"Nona ini tak akan berbuat seperti itu adik kecil tenang saja ya. Nona ini akan memberikan kebahagiaan,keluarga juga tempat tinggal untuk mu bagaimana?"
"Benarkah?"
"Ya dan bukan hanya kau saja adik kecil tetapi semua keluargamu yang ada disini bagaimana apa kau bersedia ikut denganku"sammbil tersenyum Permaisuri berujar
"Se-semuanya?"
"Ya semuanya bagaimana?"
"Ya aku mau tapi berjanjilah tak akan menjadikan aku juga kami semua budak penghangat ranjang dan tidak memperlakukan kami dengan semena mena?"
"Baiklah nona ini berjanji padamu juga pada kalian semua jika nona ini melanggar janji yang nona ini buat maka nona ini akan disambar petir sebanyak- banyaknya.Itu janji nona ini dan seorang pendekar sejati tak akan mengingkari janjinya sendiri"
"Apakah nona seorang pendekar"
__ADS_1
"Tentu saja nona ini adalah seorang pendekar.Apakah kau mau menjadi seorang pendekar sejati bersama nona ini"
"Ya ya aku sangat ingin menjadi seorang Pendekar dan menjadi kuat untuk melindungi adikku"
"Kau punya adik?dimana adikmu"
"Ia aku punya adik itu disana dia adlah adikku"tunjukkan kesalah satu kamar anak kecil perempuan berusia sekitar 5-6 tahun dan penampilannya juga tak kalah berantakannya
"Kenapa kau bisa berada disini?dimana orang tuamu"
"Orang tuaku sudah disurga.Mereka dibunuh oleh mereka,mereka membunuh kedua orang tuaku didepan mataku dan mereka juga yang menjual aku dan adikku kesini"
"Mereka? Mereka siapa?"
"Orang tuaku meminjam beberapa koin emas untuk kami hidup kepada bawahan keluarga An dan mereka yang membunuhnya"
"Bawahan keluarga An?kenapa bisa begitu?"
"Kedua orang tuaku berniat melunasi hutang mereka sesuai perjanjian yang telah mereka buat dan itu juga dengan bunga yang sangat tinggi.Awalnya kedua orang tuaku tak curiga sama sekali tapi setelah mereka mengambil koin itu mereka bilang bahwa koinnya masih kurang dan kedua orang tuaku marah karena merasa bahwa mereka dibohongi kedua orang tuaku melawan namun kalah jumlah dengan mereka semua jadi kedua orang tuaku pulang dengan keadaan babak belur"
"Kenapa bisa begitu?berapa koin yang dipinjam oleh orangtuamu itu"
"Aku tak tau pasti berapa tapi aku sedikit mencuri dengar orang tuaku meminjam 10 koin emas dan harus dikembalikan sebanyak 20 koin emas.Awalnya orang tuaku tak mau namun melihat kondisi adikku yang waktu itu sedang sakit mereka terpaksa menerimanya.
Tak lama setelah adikku sembuh datang seorang pendekar yang menolong keluargaku membayar hutannya sampai lunas namun setelah pendekar itu pergi kedua orang tuaku dibunuh kerena tak terima bahwa orang tuaku sanggup membayarnya"
"Malang sekali nasibmu adik kecil mulai sekarang kau adalah adikku jadi kau harus kuat suapaya bisa menjadi seperti nona ini"
"Benarkah aku menjadi adikmu nona tapi, bagaimana dengan adikku"ucapnya dengan semangat tapi diakhir kalimat berubah menjadi sedih
"Dia juga adikku semuanya yang ada disini adalah keluargaku jadi kalian tenang saja nona ini akan membebaskan kalian"
"Terima kasih banyak nona kau adalah dewi penolong kami"
"Meng Li kenapa Direktur Tong dan pelayan lelaki tadi belum muncul juga panggil sekarang juga dalam 2 menit kalau tak kunjung datang mereka akan tau akibatnya"tegasnya dan langsung disetujui oleh Meng Li
"Boleh aku bertanya nona"
"Kenapa nona bersedia membeli kami semua? Kami hanya pelayan rendahan dan sebagian dari kami tak memiliki qi tinggi"
"Bukan tak memiliki tetapi tak dikembangkan. Kau dan semuanya adalah keluargaku seperti yang nona ini katakan tadi jadi jangan terlalu merendah seperti itu.Juga kenapa nona ini membeli kalian semua karena kalian akan mengetahui setelah keluar dari sini jadi kalian cukup diam dan lihat apa yang akan terjadi"
"Baik tuan" seru semua yang ada disana termasuk Guang Fei
"Hey jangan panggil nona ini tuan kalian bukan pelayanku panggil aku Xiao Jie karena kalian lebih muda dari pada aku.Dan juga Guang Gege apa-apan dengan panggilanmu itu huh"
"Hehehe maaf Xiao mei"
"Huh~"
Tak lama setelah membicarakan itu Direktur Tong, Meng Li dan pelayan lelaki tadi tiba dan mereka melebihi waktu yang ditentukan
"Kalian terlambat selama 30 detik dan apa yang tadi nona ini katakan kepada kau Meng Li"
"Ma-af nona pelayan ini tak bermaksud seperti itu"
"Kenapa ? itu hanya 30 detik saja? Aku Direktur disini dan aku juga yang berhak menentukan semua yang aku inginkan!! Memangnya kau siapa ? Berani sekali kau menyuruh Direktur ini menghadapmu secara langsung" sargas Direktur Tong yang tak menyadari bahaya yang akan menimpanya
"Kau berani kepada nona ini huh.Oh kau terlambat datang karena masih melayani pelacurmu itu atau kau masih belum mencapai puncak hingga membuat nona ini menunggu"meskipun lembut tetapi terselip nada bahaya didalamnya diakhir kalimatnya membuat orang yang mendengar itu merona malu atas uxapan frontal yang dilontarkan Permaisuri namun anak kecil yang berada disana hanya memandang mereka kebingungan
"Kenapa tidak mungkin ? kau hanya gadis bodoh yang memiliki qi rendah dan hanya mengandalkan harta orang tuamu saja.Jika kau ingin kau bisa menjadi penghangat ranjangku tenang saja Tuan ini akan membayarmu mahal" Tantangnya
"Ohh kau tak takut rupanya!! Nona ini sudah memperingatkanmu sejak tadi dan kau menghina Nona ini dengan mengatainya bodoh? Dan apa katamu tadi menjadi penghangat ranjangmu?Meskipun dalam mimpimu kau tak akan mampu"Seketika aura diruangan itu mencekam membuat semua orang menggigil tak terkecuali Direktur Tong yang sejak tadi berkata sombong
"Cih!kau terlalu banyak omong nona.Jika tuan ini mau kau bisa jadi penghangat ranjangku saat ini juga
"Jika kau bisa menyentuh pakaianku sedikit saja maka aku akan bersadia menjadi penghangat ranjangmu.Bagaimana jika kau tak bisa maka jangan salahkan nona ini mengobrak abrik tempatmu"
"Baiklah nona tuan ini akan melakukannya nona jangan pernah menyesal"
__ADS_1
"Tak kan dan yang menyesal mungkin kau bukan nona ini"ujarnya santai
Perlahan Direktur Tong perlahan mendekati Permaisuri dan mulai menyentuh pakaiannya namun sebelum tangannya menyentuh ujung pakaiannya tangannya terlebih dahulu tak bisa digerakkan seperti ada yang menahannya
*Kretak
Kretaak
Akkhh
Akkhh*
Jeritan menyakitkan itu berasal dari Direktur Tong siapa lagi pelakunya kalau bukan Permaisuri Liang Feng Xiao yang sudah menarik auranya
"Bagaimana hmm? Mau mencoba lagi? Kau belum memegang ujung pakaianku tapi kau sudah berjerit aeperti itu?"
Yang lain hanya memandang ngeri oemandangan itu padahal mereka tahu bahwa nona mereka tak melakukan apapun dan hanya meyandar pada pembatas kamar dengan santainya tanpa bergerak sedikitpun tapi kenpa bisa begitu? Entah lah mereka juga bingung,namun berbeda dengan Guang Fei yang sudah tau siapa pelakunya namun ia juga ngeri melihat hal itu
"Ampun nona pelayan ini tak akan melakukannya lagi"
"Melakukan apa?"
"Emm. . . Itu. . . A-ampun nona saya tak kan melakukan hal seperti tadi lagi"
"Ohh sudah sadar ya? Nona ini peringatkan sekali lagi jangan menilai buku dari sampulnya saja begitu pula dengan manusia jangan menilai manusia dari luarnya saja karena kau tak tau apa yang bisa orang itu lakukan diluar pemikiran pendekmu itu"
"A-ampun nona ini sakit sekali!! Sa-ya berjanji tak a-kan me-lalukannya la-gi"rintihnya
"Nona ini tak melakukan apapun sejak tadi?Kau membingkai nona ini ya?"
"Tidak nona ta-tapi pelayan ini merasakannya nona.Aura yang dikeluarkan nona membuat hamba seperti ini"
"Tapi nona ini dari tadi sudah berdiri disini dan tak bergeser sedikitpun eoh?"jawabnya dengan raut polos membuat semua orang menjerit tertahan
'Kyaaa kenapa sangat menggemaskan dan berbahaya disaat bersamaan' iner semua orang tak terkecuali Ketua Tong
"Kumohon nona!! Ini sangat menyakitkan"
"Haish baiklah akan nona ini sembungkan lagi tetapi kau harus berbuat sesuatu agar nona ini merasa senang"
"Baiklah nona pelayan ini akan menurutinya semua keinginan nona selagu pelayan ini mampu"
"Bagus.Kau harus membuatkanku Senjata yang sudah nona ini sediakan"sambil memberikan gulungan kepada Direktur Tong yang kesakitan
"Tenang saja nona ini akan memberikan uangnya kau hanya membuatkannya karena disana sudah ada sketsa dan kau hanya membuat kerangkanya saja, sisanya nona ini yang akan melakukannya dan ingat jangan sampai ada satu orangpun yang mengetahui hal ini.Jika orang luar bisa mengetahui senjata nona ini jangan salagkan nona ini jika meratakan usahamu sama rata dengan tanah"
"Baik nona. Pelayan ini mengerti tapi tolong belas kasihnya nona jangan ratakan usaha pelayan ini"
"Akan nona ini pertimbangkan jika kau menuruti keinginannona ini dan nona ini ingin membeli semua budak yang ada disini bagaimana?"
"Semua nona? Tetapi budak disini sebagian tak memiliki qi?Mereka hanya akan menyusahkan nona nantinya"
"Ya nona ini sudah mengetahuinya, itu tak menjadi masalah bagi nona ini dan hal mengenai mereka nantinya akan menjadi urusan nona ini"
"Baiklah nona sesuai perkataan anda maka merela semua akan menjadi milik nona"
"Berapa biaya yang harus nona ini bayar semuanya dengan senjata itu dan ingat jangan sampai telat juga jangan sampai salah pengitiman"
Sejenak Direktur Tong terdiam menghitung semua biayanya dan tak lama sang Direktur menjawab
"Baik nona.Semuanya 100 tael emas dan 30 tael perak nona"semua orang terkejut dengan nominal yang disebutkan dan tak menyangka dengan yang dikataka nona didepannya ini
"Baiklah itu terlalu murah buatku. Ini (sambil menyerahkan sejumlah koin di dalam kantong) itu semuanya 110 tael emas dan 40 tael perak ambilah itu untukmu. Dan antarkan semua senjata itu kealamat ini dalam 2 minggu bagaimana?Dan nona ini ingatkan sekali lagi jangam sampai telat apalagi salah"
"Baik nona dan pria ini akan mengantarkan senjata anda kealamat yang anda maksudkan. Karena nona memberikan uang lebih pria tua ini akan menyediakan kereta pengangkut untuk para budak.Pelayan ini mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada nona"
"Ya "
"Mari nona ikuti pria tua ini"
__ADS_1
Bersambung~