
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
"Katakan saja hal apa yang Permaisuri perintahkan. Dan bagaimana keadaan Permaisuri saat ini" tanyanya yang diakhir kaliamat ketara akan kekhawatiran akan sosoak ibu negera itu. Membuat semua orang terkesima keheranan akan sikap aneh Kaisar namun berbeda dengan sebagian orang yang sangat kesal juga marah mendengar penuturan Kaisar. Ah jangan lupakan dua orang wanita yang memilin roknya melampiaskan kekesalan dan kemarahan yang amat besar. Siapakah dua orang wanita itu? Jika kalian menebak salah satunya adalah Selir Agung An maka jawabannya adalah benar. Namun satu wanita lainnya masih menjadi misteri siapakah dia? Apa dia ada hubungannya denfgan Selir Agung An? Atau malah dia adalah musuh besar Permaisuri? Atau bahkan Musuh dalam selimut Kekaisaran Han ini? Jika semua tebakan-tebakan yang ada diotak kalian adalah benar maka siapa orang itu?.
Seperti yang sudah diperkirakan oleh Permaisuri bahwa akan ada hal dimana seorang Kaisar yang Agung amat dibanggakan semua orang menanyakan keadaan seorang Permaisuri yang dicampakkan dan membuat heboh semua orang. Namun bukan Rong Xue namanya jika tak bisa memanfaatkan keadaan untuk memperkeruh suasana yang saat ini sedang heboh namun tegang secara bersamaan.
"Yang rendah ini menjawab Yang Mulia Kaisar, keadaan Permaisuri saat ini amat sangat mengkhawatirkan karena bintik-bintik ditubuhnya semakin lama semakin bertambah. Keadaan tubuh Permaisuri yang memang sedari dulu rentan terkena penyakit membuat tubuhnya tak tahan menopang bobot tubuhnya sendiri dan mengakibatkan Permaisuri hanya bisa berbaring tak berdaya diatas ranjang tanpa melakukan apapun." Jawaban menyakinkan berasal dari mulut pelayan ah salah tangan kanan Permaisuri yang amat sangat menyakinkan dengan buliran bening yang sedari tadi berlomba-lomba untuk mengalir dibibi bakpaonya membentuk aliran sungai kecil.
Sesuai dengan perintah Permaisuri yang menginginkan mereka menjadi Aktris dalam beberapa jam kedepan. Namun siapa sangka bahwa akting mereka sangatlah mulus tanpa cacat. Yang terlihat dari raut wajah dan sorotan mata mereka yang memancarkan kesedihan dan penyesalan yang amat besar karena ketidak mampuan membantu junjungan mereka yang sedang terkulai lemah diatas ranjang.
Sebenarnya mereka memang menangis tapi menangis dalam arti yang sesungguhnya, menangisi ketidak mampuan mereka menolong Permaisuri sang pahlawan mereka dari ulah Selir yang tak tau diri itu.
Andai saja, andai mereka tau bahwa akan terjadi hal yang tak pernah mereka bayangkan sama sekali terjadi dan itu tepat didepan mata mereka dan lebih parahnya lagi mereka tak mampu untuk sekedar menjegah terjadinya hal buruk itu terjadi. Andai saja, ya andai dan andai. Yang sedari tadi mereka pikirkan hanya berandai-andai saja. Namun apa boleh buat semua sudah terjadi.
Banyak sekali andai yang sedari tadi mereka pikirkan namun mereka ingat bahwa kata Andai akan terucap bila sesuatu yang kita tidak kehendaki terjadi sampai mereka terlupa akan satu hal yaitu 'Semua yang sudah ditakdirkan dan ditulis oleh Yang Maha Kuasa tak mampu kita cegah namun bisa kita ubah dengan niat dalam diri kita sendiri.' Itulah sepotong kalimat yang memang mereka pikirkan. Jika seperti ini ingin menyalahkan siapa disini? Siapa yang bersalah? Apakah Kaisar? Tidak, jika dia tak digoda maka tak akan terjadi. Selir Agung An? Bisa jadi karena memang dialah pelaku utamanya.
Namun, terkadang manusia melupakan dalang yang mengontrol pada wayangnya untuk bergerak. Jika sang dalang menginginkan wayangnya ke kiri maka jadilah kekiri dan jika dalang menginginkan wayangnya ke kanan maka jadilah kekanan. Dalang memang yang mengontrol terjadinya permainan yang indah untuk dipertunjukan. Tapi Sutradaralah yang menyusun skenario atas apa yang akan dalang itu pertunjukan.
Hahh~Sebagai manuasia yang diciptakan oleh tuhan kitapun mengikuti apa yang sudah dituliskan dalam takdir kita, oleh sang Sutradara untuk menjalankan susunan skenario hidup kita sendiri.
Memang manusia membutuhkan timbal balik atau membutuhkan bantuan orang lain untuk keseimbangan dan keselarasan hidup. Tapi, kembali lagi pada diri kita sendiri. Jika kita terlalu mengandalkan orang lain tanpa mau berusaha dan percaya akan kemampuan dalam diri kita sendiri, lalu jika suatu saat kita tak dibutuhkan atau keadaan kita tak lebih baik dari orang lain maka kita sendiri yang akan dirugikan dalam hal ini.
Ayolah jangan terlalu mengandalkan orang lain sampai lupa akan pepatah 'Pertemuan akan berakhir dengan Perpisahan.' dan juga pepatah yang menyebutkan 'Habis manis sepah dibuang'. Ya memang bener bahwa jika terjadi pertemuan maka berakhir perpisahan dan jika ada kehidupan maka akan berakhir pada kematian. Jika kita tak di inginkan lagi oleh orang lain setelah kita sendiri susah maka orang lain akan pergi begitu saja tanpa mau bersusah oayah melihat kearah kita yang sudah tak menguntungkan dirinya.
Selagi kita diberikan nikmat dan rahmat dari tuhan makan pergunakan dengan baik, meskipun mendapat cibiran dari orang lain percayalah bahwa usaha tak pernah menghianati hasil. Kita berdoa dan bekerja keras maka hasil yang kita lakukan tidak akan mengecewakan kita suatu saat nanti.
__ADS_1
"Apa maksudmu dayang? Apa sebegitu parahkah penyakit Permaisuri sampai-sampai harus berbaring diatas ranjang tanpa melakukam apapun?" Tanya Ibu suri yang khawatir akan keadaan menantu kesayangannya itu.
"Menjawan Ibu suri. Keadaan Permaisuri saat ini memang sangat mengkhawatirkan. Tapi, kata tabib Liang Permaisuri akan sembuh selama beberapa hari mendatang. Beliau hanya memmbutuhkan istirahat yang cukup tanpa adanya ganguan dari pihak manapun dan semoga Ibu suri mengerti dengan keadaan Permaisuri saat ini." Ucapan Rong Xue bagai petir yang menyambar hati Kaisar menghasilkan rasa sakit dan perih yang tak mampu ia utarakan dengan kata-kata.
Lain halnya dengan Ibu suri yang langsung memegang kepalanya bukan, bukan karena pusing namun secara tiba-tiba potongan percakapan antara empat orang dewasa menghantam kepalanya ah lebih tepatnya memori dalam otaknya.
Potongan percakapan yang lama kelamaan membuat ia rileks namun sedetik kemudian mampu membuat dirinya menegang tak percaya dengan apa yang dibicarakan empat orang tersebut. Wajah yang mulai memucat dengan tangan yang masih memegang kepalanya dengan posisi kepala yang menunduk membuat semua orang tak mampu melihat raut wajah tegang Ibu suri dan didukung dengan kain pembatas antara dirinya dengan orang lain semakin memguntungkan Ibu suri agar tak dimanfaatkan oleh pihak manapun untuk memamfaatkan keadaannya saat ini.
Setelah potongan percakapan itu mulai memudar dari memori otaknya secepat itu pula warna wajahnya yang kembali pada semula tanpa dicurigai oleh siapapun.
"Aku harus mencegahnya jika tidak kita semua celaka" monolognya demgan raut wajah yang tak bisa diartikan.
Penjelasan Rong Xue mampu diterima oleh semua orang meskipun memdapat tentangan dari Kaisar. Tapi, bukan Rong Xue namanya jika tak mampu membalikkan keadaan pada lawannya untuk diam dan menuruti ucapannya itulah kenapa dia menjadi tangan kanan Permaisuri, bukan karena dia adalah orang yang selalu menemaninya dari kecil.
Tapi, karena bakat Rong Xue dalam permainan bersilat lidah yang mampu membuat bungkan lawan bicaranya.
Namun tak berlaku untuk Permaisuri yang setiap saat selalu bersama dan mampu melihat celah kelemahan Rong Xue.
Sebagian dari mereka yang sudah mengetahui perihal hadiah dari Permaisuri akan dibagikan pada saat acara pertunjukan bakat dimulai dan saat-saat inilah yang dinanti-nantikan oleh semua orang ah lebih tepatnya para perempuan yang berada disana. Ada juga beberapa Pangeran yang antusias untuk menanyakan kapan hadiah untuk mereka juga akan dibagikan. Tapi, mereka harus bersabar agar tak menimbulkan keributan dan merusak jalannya acara pembagian hadiah berlangsung.
Agar rencana yang sudah disusun dengan sangat baik terlaksana sesuai yang mereka harapkan, maka harus adanya latar belakang yang kuat agar tak ada pengganggu dan tentu saja orang itu adalah Ibu suri yang hanya dilirik sekilas oleh Rong Xue dan langsung saja Ibu siri menganggukkan kepalanya tanda mengerti tanpa harus dijelaskan lebih dulu. Mungkin saja Ibu suri mengerti dengan kemana alur ini berjalan dan tentu saja harus membantu menantu kesayangannya itu jika tidak maka tamatlah sudah.
"Dayang Rong apakah acara ini sudah dimulai?" Tanya Ibu suri yang mengandung makna lain yaitu 'Silahkan mulai aku menjamin jalannya acara agar terlaksana tanpa hambatan' begitulah makna yang didapat oleh Rong Xue. Dan tentu saja Rong Xue tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Baik Ibu suri hamba akan membagikan Hadiah ini agar tak mengganggu acara istirahat kalian semua" jawab Rong Xue yang langsung mendapatkan cibiran dari mereka. Meskipun sebagian hanya acuh dan masa bodoh dengan ucapan Rong Xue dan berfokus pada barang yang dibawa oleh pelayan Permaisuri itu.
Cibiran-ciriran yang mereka layangkan dengan raut wajah berbeda-beda namun sambil berbisik satu sama lain. Tapi, tetap saja terdengar oleh mereka yang berada diruangan itu.
__ADS_1
'*Cih pelayan itu bilang tak mengganggu? Terus ini apa namnya jika tak mengganggu. Dia hanya memperlambat jadwal istirahatku saja'
'Jika bukan karena hadiah itu, lebih baik aku pergi tidur. Mengganggu saja'
'Awas saja jika bukan aku yang mendapatkan itu'
'Kapan selesainya aku bosan,ingin tidur. Hoam'
'Wah makanan ini enak sekali'
'Ah dia sangat imut. Kau Milikku. Ingat ini Rong Xue kau **MILIKKU***'
Bisik-bisik dapat dedengar oleh Rong Xue karena sejak ia menjalani pelatihan langsung dari Permaisuri semua indra dalam tubuhnya bekerja dengan sangat baik. Salah satunya indra pemdengarannya yang semakin tajam dan dapat mendengar suara meakipun berjarak 50 kaki darinya. Tapi, tak setajam milik Permaisuri dan itu tak membuat Rong Xue kecewa malah membuat dirinya termotifasi agar lebih kuat dan kuat.
Namun, yang menjadi poin utama dari semua suara yang ia dengar hanya satu suara yang mampu membuat bulu kuduknya meremang dan tubuhnya menegang kaku jangan lupakan tubuh pucat seperti mayat yang tak dialiru aliran darah.
"Siapa dia? Kenapa,kenapa orang itu mengklaim diriku sebafai miliknya? Apa maksudnya ini aku akan menanyakan ini nanti pada permaisuri. Ya harus agar dimasa depan aku tak celaka" gumamnya dalam hati.
"Sstt. Rong Xue"
"Ah ya. Kenapa?" Mendengar ada yang memanggilnya Rong Xue langsung tersadar dari lamunanmya tentang siapa pemilik suara itu?.
"Apakah kau mendengar apa yang aku dengar tadi?" tanya salah satu dayang yang dibawa Rong Xue. Memang kelima orang yang dibawa olehnya adalah tim elit yang kekuatannya tak lebih rendah dari Rong Xue sendiri. Jadi jangan heran jika pendengarannya sangat tajam dibanding orang lain.
"Apa? Apa yang kau dengar" tanyanya gugup. Gugup dengan apa yang akan ia dengar nantinya.
"Apa...apakah kau mendengar suara yang menyelingi cibiran dan bisikan mereka tadi? Yang mengatakan bahwa kau adalah miliknya? Apakah kau mendengarnya?" Tanyanya sambil berbisik agar tak ada orang lain yang dapat mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
*Bersambung~
Jangan lupa Vote, Vote, Vote, dan Vote*