
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
Setelah Selir Luo duduk, Rong Xue melanjutkan siapa saja yang akan mendapatkan pakaian ini. Sekitar tiga puluh menit acara pembagian hadiah pun telah usai. Orang yang beruntung mendapatkan hadiah pakaian buatan Permaisuri selain Selir Luo adalah Selir ke-5 ( Selir Chuan Xi An), Putri ke-2 Han Shezhu (Putri Selir ke-2),Nyonya Wang yang terkenal akan kebaikan hatinya Istri Sah mentri kelautan, Nyonya Tian yang terkenal dengan kepandaiannya dalan hal beladiri dan bermain pedang istri Sah Jedral besar Wei yang tak lain orang tua Jendral Wei Chu Xi ( Chap 29. Kutukan Rong Xue).
Setelahnya Kaisar langsung membubarkan semua orang untuk beristirahat dikediaman mereka masing-masing. Mendengar perintah dari Kaisar semua orang langsung meninggalkan balairung pertemuan dengan raut wajah yg berbeda-beda. Entahlah mungkin mereka iri dan kecewa karena tak mendaptkan hadiah dari Permaisuri mungkin. Mungkin saja benar.
Keesokan harinya semua orang sudah kerepotan menyiapkan dekorasi perayaan Festival tahunan. Mereka sudah mengerjakan dari matahari belum menampakkan dirinya dipermukaan. Para dayang yang sibuk menata pernak pernik, ada juga yang mendekor ruangan hingga keluar ruangan, mendata makanan yang akan dibuat, dan masihbbanyak lagi.
Jika semua orang menyibukkan diri untuk menyiapkan keperluan Festival dan mempercantik diri. Maka, tidak untuk Permaisuri dan para dayangnya jangan lupakan Tabib Liang juga Pangeran Mahkota yang sedang berlatih dibelakang pavilliun. Mereka memang menyuapkan diri tapi, bukan untuk Festival melainkan untuk perlombaan yang akan dilaksanakan kurang lebih 3 bulan lagi. Tentu saja mereka akan menampilkan sebaik mungkin agar tidak mengecewakan Permaisuri mereka.
Memang dilatih secara langsung oleh Permaisuri memang sangatlah melelahkan, karena pelatihan yang mereka dapatkan bukan seperti pelatihan prajurit yang sering mereka lihat. Namun, pelatihan ini lebih keras dan berat tapi, mereka tak mengeluh karena hasilnya nanti tak akan mengecewakan mereka.
Jangan khawatir tentang orang luar yang akan melihat apa yang dilakukan oleh Permaisuri. Sebab Permaisuri telah memasang Array pelindung yang akan menampilkan kegiatan seperti yang dilakukan oleh orang istana. Dimana para dayang mendekorasi pavilliunnya dengan secantik mungkin dan tak akan ada yang curiga jika itu hanyalah sebatas array.
Jangan lupakan juga jika pembuatan area lapangan skeatboarding dilakukan hari ini dan Permaiauri telah membagi beberapa Penjaga bayangannya, prajurit serta murid Sakte The Last Danger yang tak terpilih saat pemilihan disana untuk membuatkan untuknya. Tidak ada yang protes ah lebih tepatnya mereka tak kan ada yang akan protes sedikitpun sebab jika Permaisuri tidak menyuruhpun mereka semua akan dengan senang hati melakukannya. Tentu saja karena kabaikan hati Permaisuri membuat mereka tak kan mengeluh meskipun lelah menyerang. Bagi mereka apapun akan mereka lakukan untuk membalas kebaikan Permaisuri meskipun itu tak kan sebanding dengan apa yang siberikan Permaisuri maka dari itu jika Permaisuri meminta nyawa mereka sekalipun mereka akan siap memberikannya jika itu perlu.
Sebenarnya rencana pembuatan area lapangan skeatboarding akan dilakukan setelah Festival tahunan selesai. Tapi, karena situasi yang seperti ini memudahkan Permaisuri untuk melakukannya. Sebsgian lagi tetap berlatih sesuai arahan Permaisuri.
__ADS_1
Ngomong-ngomong tentang rencana lain Permaisuri yang sempat dibicarakan pada saat Rong Xue membagikan hadiahnya memang sudah dilaksanakan tapi mengenai isu Permaisuri sakit karena Selir Rong memang masih ditahan oleh Permaisuri. Katanya agar berjalan dengan perlahan jika para utusan tetangga telah datang semua makan isu itu akan menyebar bak angin yang akan meluar dati mulut kemulut.
Karena Tuan Liang dan Nyonya Liang juga akan datang selaku orang tua Permaisuri dan diundang langsung oleh Ibu suri karena ada hal penting yang akan dibicarakan olehnya pada kesua orang tua Permaisuri. Rencana selanjutnya telah disusun sangat baik untuk menghancurkan musuh permaisuri tak terkecuali musuh dalam kediaman klan Liang. Hah membayangkan itu seperti sekali dayung dua tiga pulau terlampau hahaha. Darah dalam jiwaku mendidih gumamnya senang.
Aktifitas dikediaman Permaisuri telah dilaksanakan sebelum matahari terbit dan sebelum para dayang istana bangun mereka sudah melakukan aktifitanya masing-masing. Disaat semua orang masih tertidur dengan lelap semua namun tidak berlaku dikediaman Permaisuri yang sanagt antusias. Padahal janji mereka adalah pada saat matahari pertama kali muncul dihari itu baru bisa menemuinya dipafilliun. Tapi, tidak ada yang bisa menduga bahwa mereka semua malah bangun lebih pagi dari Permaisuri yang masih terlelap.
Karena memang tugas mereka telah dijelaskan kemarin, kadi mereka bergegas menjalankan tugas masing-maaing sembari menunggu Permaiauri bangun dari tidur lelapnya.
Tak lama setelahnya Permaiauri keluar dengan penampilan yang sudah rapi. Rencananya dia akan menunggu mereka tapi, setelah keluar dari pavilliunnya menuju taman didepan raut wajahnya berubah terkejut dan tak percaya bahwa yang mereka yang rencananya akan ditunghunya malah asik dengan kegiatan masing-masing sesuai pekerjaannya.
Melihat itu dirinya merasa malu pada mereka karena dia yang menyuruh mereka untuk bangun pasi tapi dirinya pula yang bangun lebih lama dari mereka.
Mereka tak mempermasalahkan itu,jadi Permaisuri bisa tenang dan langsung saja dia melatih para pengikutnya agar menjadi kuat dan kuat agar dimasa depan bisa melindungi dirinya sendirii juga orang yang tersayangnya.
Menjadi kuat memanglah tak semudah membalikkan telapak tangan, namun jika kita senantiasa optimis dan berpikiran terbuka dengan kemungkinan-kemungkinan apa yang akan terjadi dimasa depan dan apa yang aka kita peroleh di masa depan nantinya. Percayalah usaha kita selama ini tidak akan mengecewakn kita. Masih ikatkah kalian tentang pribahasa ' Usaha tak akan pernah mengkhianati hasil' dan itulah yang harus kita tetapka. Jika kita sendiri saja ragu dengan kemampuan kita, bagaimana dengan orang diluaran sana? Maka mereka akan lebih tak mempercayai kalian atau bisa saja menreka akan menghujat kita semua dengan cemoohan yang amat sangat menyakitla. Maka dari itu cintailah diri kita sendiri sebelum kita mencintai orang lain dan hargailah diri kita sendiri sebelum kita menghargai orang lain.
Kita tinggalkan sejenak tentang Permaisuri dan para antek-anteknya yang sedang menyibukkan diri untuk melatih diri agar menjadi lebih juat dan kuat bukan menyibukkan diri seperti mereka.
Diluar kediaman Permaisuri semua orang berbondong-bondong mempersiapkan hari pembukaan Festival dimana Gestival kali ini akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena, pada Festival tahun ini semua orang diwajibkan mengikuti semua yang menyangkut tentang Festival ini. Baik Kaisar, Permaisuri atau semua rakyat baik dari kalangan bangsawan atau rakyat jelata. Tapi, bagi Ibu suri dari semua kerajaan memang tak diwajibkan ikut serta hanya saja ada sebuah acara yang nantinya memang dikhususkan untuk seorang Ibu Suri.
__ADS_1
Karena hari ini para utusan kekaisaran atau kerajaan dari berbagai wilayah telah berdatangan maka bertambahlah tugas para dayang dan pelayan. Memang utusan ini tak terlalu banyak yang datang pada hari ini karena Festival tahunan masih kurang dari dua hari mengharuskan beberapa dari mereka menyelesaikan tugasnya agar tak menumpuk dan mengakibatkan kesalahan pada suatu hari. Jadilah tak terlalu banyak kereta kuda yang berjejer rapi.
Biasanya jika ada perayaan seperti ini haruslah Kaisar dan Permaisuri yang menyambut tapi, disini tidak malah hanya Kaisar dan seorang Selir yaitu Selir Agung An Fei. Tentu saja mereka yang tak menghadiri perjamuan antar kerajaan tak kan tau permasalahan tentang hal ini (Chap 11. Disrupting The Banquet Part 2).
Biarlah menjadi teka-teki diotak mereka yang baru saja datang dan tak menghadiri perjamuan waktu lalu. Tapi, bagi mereka yang sudah tau akan permasalahan ini tentusaja hanya memandang datar pada orang yang menyambut kedatangan mereka.
Bagi mereka yang datang waktu itu terpintas pikiran tentang apakah Kaisar kekaisaran Han ini sangatlah bodoh hingga tak bisa memilah mana yang berkualitas tinggi dengan yang kualitasnya rendah. Mungkin saja selera Kaisar Han ini memang rendah ck ck ck. Begutulah pikir mereka.
Biar kuberitau sesuatu, sebenarnya Kaisar dan Selir An memang selalu menyambut para tamu yang akan berkunjung dikekaisaran Han ini biasanya sebagian dari mereka hanya acuh tak acuh dan sebagian lagi ada yang mencela Selir An juga memcemoohnya karena tak sadar posisi meskipun tingkatnya yang satu tingkat dibawah Permaisuri. Jika Permaisuri ada dan tidak sakit atau ada kepentingan mendesak harusnya Permaisuri yang mendampingi tapi ini apa, segala hal yang menyangkut tentang tugas Permaisuri diambil alih oleb Selir An. Tentu saja mereka bertanya-tanya dan merasa ada yang janggal disini. Begitulah pikir mereka.
Meskipun mereka berpikiran seperti itu biarlah jika ada kesempatan mereka akan bertanya agar nantinya tak menjadi kesalahan jika bertanya saat ini. Karena sebagian dari tamu undangan akan hadir hari esok dan lusa maka mereka yang telah datang dipersilahkan menuju tempat tinggal sementara mereka di Kekaisaran Han ini unyuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah akibat perjalanan jauh hingga memakan berjam-jam.
Lain di kerajaan lain pula di ibu kota. Jika diistana para dayang sibuk mempersiapkan keperluan para tamu dan dekorasi maka di ibukota pun tak kalah sibuknya dengan para penjual dan pembeli dimana dipasar terbesar di Kekaisaran Han saat ini banyak pernak pernik yang pada hari biasa tak dijual atau tak tersedia. Maka pada hari ini dan seterusnya sampai Festival tahunan berakhir pernak pernik dan barang barang yang belum pernah ada sekarang tersedia dan masih banyak lagi hal baru di ibukota.
Semua orang bergembira menyambut datangnya Festival tahunan ini. Mulai dari anak-anak, remaja, para wanita, dan tak ketinggalan juga para laki-laki mulai dari yang muda hingga yang tua renta bergembira seperti tak memiliki beban dipundaknya. Mereka semua bergembira bersama tanpa menghiraukan jika para bangsawan yang melihat kadang ada yang jijik, iri karena tak mampu untuk tertawa lepas seperti mereka, memcemooh secara langaung entah karena apa, ada juga yang ikut bermain dan bergembira bersama, dan ada banyak lagi ekpreai orang-orang yang menggambarkan suasana hati mereka.
Bagi mereka yang tak mempunyai pangkat atau bisa disebut rakyat miskin dengan adanya acara seperti ini menjadi ladang penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setidaknya hingga berbulan-bulan. Ada juga yang memjadikan acara seperti ini untuk mencari jodoh siapa tau diantara mereka ada terjepit jodohnya yang entah siapakah itu. Yang penting berusaha mencari dari pada hanya diam menunggu datangnya sang jodoh dan berakhir menjomblo hingga tua nanti. Hahaha.
*Bersambung~
__ADS_1
**Maaf marena Updatenya gk sesuai jadwal karena kemaren Arin sempet sakit hari inipun masih kurang sehat. Tapi arin usahain buat Update semoga kakian suka dan gk kecewa.
Jangan lupa vote vote vote vote vote vote vote vote dan votenya ya***