
...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...
...Happy Reading gaes~...
Setelah sesesai berbincang dengan keempat hewan kontraknya, Permaisuri langsung keluar dari ruang ilahi menuju tempatnya tadi berada sebelum maauk keruang ilahinya.
Perlahan kedua mata Permaisuri terbukan menampakkan pupil mata yang sudah berbeda warna dengan yang tadi. Yang awalnya berwarna hitam pekat bak jurang kematian berganti menjadi hitam bergradian merah serta titik berwarna emas yang sangat menawan.
Karena merasa ada yang aneh dengan dirinya, Permaisuri langsung melambaikan tangan dan terlihatlah sebuah cermin berukuran sedang dengan bingkai yang sangat luar biasa namun sudah biasa didunia modern. Tapi, jika didunia ini mungkin akan menggetarkan dunia dan pastinya selir An akan tergiur dengan kaca itu jika dirinya tau.
"Woah!! Ternyata aku semakin mempesona saja. Lihat ini mata yang semakin tajam seperti phoenix, hidung mancung bak perosotan tk, pipi ku semakin menggemaskan, dan bibir astaga, bibirku semakin memggoda iman saja hahaha. Sungguh hatiku sangat senang" gumamnya untung tidak ada yang memperhatikan tingkah nanrsisnya yang sudah naik level seperti tingkat kultivasinya itu.
"Eh tunggu dulu. Tapi, yanh paling mencolok dari semua ini adalah dibagian mataku. Bukannya pupil mataku itu awalnya berwarna hitam pekat saat pertama kali sampai keduania ini ya? Tapi, kenapa sudah berganti warna saja menjadi seperti ini? Meskipun begitu mataku semakin cantik saja" gumamnya lagi.
"Emm jika dilihat-lihat lagi mataku ini cocok untuk pepatah cantik yang mematikan hahaha. Yang artinya meskipun terlihat indah dan enak dilihat namun mampu membunuh siapa saja. Hem aku semakin cerdas saja"
Cukup lama Permaisuri berkutat dengan cermin ditangannya. Namum terganggu karena seseorang yang memanggil namanya sambil menepuk pundaknya pelan.
"Ibunda!" Katanya.
"Ya ada apa nak?" Tanya Permaisuri pada orang itu yang tak lain Zhang Feng.
"Ibunda kami sudah lapar!! Apakah boleh kami memasak untuk makan siang?" Tanya Zhang Feng sambil mengelus perutnya seolah-olah ditinya sudah sangat kelaparan.
"Apakah kau juga akan ikut memasak nak?" Tanya Permaisuri pada Zhang Feng karena menangkap kata 'kami' dikalimatnya.
"Ugh maksud Feng'er adalah Miss Lilyana dan Ai'er ibunda. Bukan kami para lelaki hehe" katanya dengan diakhihi cengegesan konyol jangan lupakan tangan kanannya yang menggaruk kepala bagian belakangnya.
"Hihi ibunda kira kalian juga ikut memasak untuk makan siang" kata Permaisuri cekikikan membayangkan mereka para lelaki ikut memasak didapur. Apa jadinya jika mereka memasak didapurnya? Mungkin saja dapur cantiknya akan berubah menjadi kapal pecah yang diterjang ombak besar.
"Apakah boleh?" Tanyanya sekali lagi memastikan bahwa sang ibunda mengijinkan para gadis menggunakan dapur untuk memasak.
"Tentu saja boleh. Sudah sekarang Feng'er katakan pada kedua gadis itu untuk segera memasak ya. Karena ibunda lihat Feng'er dan lainnya sudah sangat kelaparan kan?" Kata Permiasuri sesikit menyindir mereka.
"Hehehe" bukannya menjawab mereka hanya bisa cengegesan menanggapi perkataan Permaisuri yang menurut mereka ada benarnya.
"Lebih baik kalian para lelaki juga ikut membantu para gadis agar cepat selesai. Ingat jangan membuat dapur ibunda lecet sedikit saja karena ulah kalian hem" ancamnya dengan senyum yang menawan namun mematikan.
"Ehehe baiklah ibunda kami pergi dulu menyusul Miss Lilyana dan Ai'er" kata mereka dengan segera berlari kearah dapur menghindari ibundanya yang sudah akan mengeluarkan tanduknya hahaha.
"Ck.ck.ck dasar anak muda banyak gaya" kata Permaisuri dengan menggelengkan kepalanya pelan.
Permaisuri sangatlah terheran-heran melihat tingkah kekanakan anak-anaknya yang bukan seperti mereka saja. Sedangkan Yao Qi, Bo dan Bong hanya melihat saja dari tempat duduknya dengan makanan yang masih setia ditangan mereka.
Setelah kepergian mereka, Permaisuri melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda dan mengabaikan ketiga orang itu yang melihat kearahnya. Permaisuri mengumpulakn fokusnya kembali agar pikiran yang tak penting didalam otaknya tersingkirkan dan mengganti menjadi pikiran terbaiknya.
"Hoy pak tua" seru Permaisuri memanggil kakek kekaisaran dari Xie Cao Gang.
Sabar!! Aku harus sabar jika berhadapan dengan wanita nakal ini inner Kakek Cao Gang sembari mengelus dadanya pelan agar tak terpancing untuk memberikan siraman kolbu untuk Permaisuri agar lebih sopan sedikit.
"Hamba Yang Mulia" katanya dengan melemparkan senyum terpaksanya karena kesal dipanggil pak tua yah meskipun itu adalah kenyataannya. Tapi, dia tak merasa tua lebih tepatnya menolak untuk tua.
"Permaisuri ini sudah mendapatkan satu barang yang sangat oenting yang tadi kau katakan pada Permaisuri ini" katanya.
"Barang apakah itu Yang Mulia"
"Air suci, bahan utama dari pengobatan yang akan dilakukan pada anak pertamamu itu" jelas Permaisuri yang terlihat serius.
"Benarkah Yang Mulia" girang pria tua itu.
"Apakah kau tak percaya dengan perkataan Permaisuri ini?" Tanya Permaisuri dengan wajah tanpa ekpresi.
__ADS_1
Tentu saja tanpa ekpresi sebab Permaisuri paling benci dengan orang yang meregukan ucapannya padahal orang itu tau kebenarannya.
"Ah tidak. Tidak Yang Mulia. Maksud hamba adalah apakah air suci itu masih tersedia banyak? Karena anda hanya pergi beberapa beberapa jam saja" jelas pria tua itu cepat karena tak ingin membuat wanita baik ini menyalah artikan ucapannya.
"Tentu saja masih banyak. Bahka tak akan pernah habis meskipun dikonsumsi setiap hari" katanya membanggakan diri sendiri.
"Hamba percaya dengan anda Yang Mulia. Anda tak akan pernah mengatakan hal yang omong kosong tanpa ada kebenarannya"
"Tentu saja. Dan masalah kenapa Permaisuri ini bisa mendapatkannya dengan sangat mudah itu tak penting yang terpenting adalah air suci yang kau butuhkan sudah berada didepan mata tanpa harus berpusing ria mencarinya lagi. Oh satu lagi, jangan takut jika airnya habis kau bisa langsung mengabari Permaisuri ini dan Permaisuri ini akan memberikannya pada kalian"
"Terima kasih Yang Mulia. Terima kasih banyak" kata keduanya dengan senyum haru yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Mungkin Sang Pencipta sangat menyayangi Permaisuri dan Cao Gang. Sebab Permaisuri memiliki apa yang tidak dimiliki oleh siapa saja dan Cao Gang sangat beruntung bisa bertemu dengan seseorang seperti Permaisuri ini.
Kebaikan Permaisuri sudah tercatatat dihati mereka berdua atau mungkin dihati banyak orang. Karena berkat kebaikannya mereka bisa melihat kembali mata tegas yang sudah lama tertutup itu dan akan segera terbuka kembali dalam waktu dekat.
Kebahagiaan seperti apa lagi yang mereka inginkan? Jika kebahagiaannya terletak pada pria tampan meskipun sudah berumur itu.
Dengan mengibaskan tangan kanannya, didepan kedua pria itu sudah terlihat sebuah kendi yang terbuat dari keramik khusus yang berukuran lumayan besar terpampang sangat jelas. Binar senang terlihat jelas dikedua netra kedua pria itu dan jangan lupakan air bening yang sudang lolos meluncur dengan bebasnya membentuk aliran sungai kecil dikedua tirusnya itu.
Hari inilah yang sangat diimpikan oleh kedua pria itu yang sudah menunggu lama kedatangan hari ini.
Dengan rasa syukur yang amat sangat besar hingga tak mampu diucapkan dengan kata-kata. Intinya semua pujian dan ucapan terima kasih mereka layangkan untuk Permaisuri yang sudah mau menkadi pahlawan untuk hidup putra dan saudaranya itu.
Bahkan Kaisar langitpun hanya memiliki beberapa botol saja itupun dengan ukuran sedang tak sebanya yang ada didepannya itu. Jika saja kedua pria tampan ini tau bahwa air suci ini adalah air suci kuno dengan cita rasa kuno yang sudah ada sejak sebelum manusia terciptakan pasti akan langsung pingsan dengaan memuntahkan seteguk darahnya.
"Air suci ini untuk kalian" kata Permaisuri santai tak memperdulikan ekpresi tak percaya dari kedua pria didepannya ini.
Meskipun kedua pria itu sudah mengetahui bahwa aiir suci itu untuk mereka, tetap saja keterkejutan dan rasa tak percaya masihlah terlihat jelas dari raut wajahnya. Siapa yang akan menyangka jika diberikan hal langka yang akan punah itu secara cuma-cuma jika bukan Permaisuri.
Tak henti-hentinya mereka memanjatkan puji syukur dan terima kasih pada Permaisuri yang sudah mau membantu mereka dengan samgat baiknya hingga ketahap yang menurut mereka sangatlah langka dan dengan keberhasilan yang kecil.
Permaisuri yang memang berasal dari dunia modern dan tak pernah menyaksikan hal seperti ini secara langsung sebelumnyapun merasa risih dan tak enak hati pada kesua pria itu. Meskipun Permaisuri pernah melihat drama kolosal didunianya dulu, tetap saja ketidaknyamanan masih terlihat jelas dimata Permaisuri.
"Sudahlah, berterima kasihlah dengan sewajarnya dan jangan lakukan hal seperti itu itu lagi dihadapan orang lain meakipun itu Kaisar terkuat sekalipun. Harga diri kalian diatas segalanya jangan menurunkan harga diri kalian hanya karena ucapan terima kasih seperti itu" kata Permaisuri bijak.
"Baik Yang Mulia. Kami tak akan melakukannya lagi dan akan melakukan hormat dan rasa terima kasih dengan sewajarnya. Tak akan merendahkan tubuh kami lagi dan harga diri kami, hanya akan menundukkan kepala dan tubuh sewajarnya" kata kedua pria itu.
"Bagus, bagus. Tapi, jangan hanya kalian ucapkan dimulut saja, buktikan dengan perbuaran tanpa harus mencoreng keyakinan dan prinsip hidup kalian" kata Permaisuri lagi.
"Baik Yang Mulia"
"Lalu, bahan apa lagi yang kalian butuhkan? Bahan yang membuat kalian bingung dimana bisa mendapatkannya selain air suci itu?" Tanya Permaisuri.
"Sebenarnya masih ada beberapa bahan yang tak mampu kami penuhi Yang Mulia" kata Xie Gang Chong selaku paman dati Cao Gang.
"Katakan saja!! Jika Permaisuri ini mempunyainya pasti akan Permaisuri ini berikan pada kalian" tegas Permaisuri.
Kadua pria itu saling berpandangan satu sama lain seperti mengisaratkan 'apakah harus mengatakannya atau tidak?' Seperti itulah yang mereka isyaratkan.
"Katakan saja nak"
"Baiklah ayah"
"....."
Permaisuri senantiasa memjadi pendengar yang baik untuk mengetahui bahan utama apa saja yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ayahanda Cao Gang dari tidur panjangnya itu. Mendengarkan dengan baik karena tak ingin ketinggalan satu kata saja dari kedua orang itu.
"Yang Mulia bahan utama untuk menyempurnakan penyembuhan Gege selain Air suci yaitu inti kristal atau inti kehidupan dari naga salju yang keberadaannya saat ini lumayan tertutup. Sebab naga salju tinggal disebuah gunung salju abadi yang sangatlah susah didapatkan. Bukan tak mungkin tapi sangatlah jarang ada kultivator yang menadapatkannya" jelas Gang Chong.
"Apa seperti ini kah maksudmu?" Tanya Permaisuri kepada kedua pria itu.
__ADS_1
Berterima kasihlah pada Zhang Jun yang menhatakan bahwa dirinya memiliki koleksi intri kristal dan inti kehidupan dari naga salju. Karena Zhang Jun pernah bertarung dengan beberapa naga salju yang berkhianat dikerajaan naga salju sahabatnya dulu.
Sedangkan kedua pria itu terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu. Bagaimana tidak, baru saja Gang Chong mengatakannya dan sekarang sudah berada didepannya. Yang saat ini sedang dimainkan oleh Permaisuri dengan membolak balikkan bola cahaya berwarna putih dan biru itu seolah-olah keduanya bukanlah hal yang berguna.
"B-enar Yang Mulia. Dari mana anda mendapatkannya secepat ini?" Tanya Gang Chong terbata, tak bisa mengatakan sesuatu sebab ucapannya tertahan ditenggorokan karena terlalu kelu untuk diucapkan.
"Oh ini ya Permaisuri memiliki beberapa untuk disimpan dan untuk dari mana itu tak penting" katanya acuh tak acuh.
Ish padahal aku yang mendapatkannya kenapa Xiao'er begitu percaya diri gerutu Zhang Jun didalam hati dan tentunya masih diruang ilahni tentu saja.
Sebenarnya Permaisuri sudah ingin menyeburkan tawanya mendengar gerutuan yang berasal dari Zhang Jun. Meskipun mereka menutup akses telepati tetap saja Permaisuri mengetahui apa saja yang ada didalamnya dan apa yang sedang dipikirkan oleh empat orang penghuni ruang ilahinya itu.
Biar kuberitahu mengenai inti kristal dan inti kehidupan pada kalian semua. Inti kristal adalah sebuh inti didalam tubuh seekor beast yang memiliki kultivasi dan itu dibagi sesuai tingkat si beast itu sendiri. Sama seperti naga salju yang tingkatannya bisa terbilang kuno dan inti kristalnya akan semakin kuat.
Inti kristal bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan juga meningkatkan kultivasi seseorang jika diolah dengan bahan yang tepat jika tidak, maka tubuh orang yang akan mengonsumsinya akan meledak tanpa bisa berrengkarnasi lagi. Inti kristal naga salju juga lemah jika berhadapan dengan air kehidupan yang fungsinya berbeda dengan air suci.
Jika inti kristal naga salju digabungkan dengan air kehidupan maka dampaknya akan buruk sama dengan inti kristal naga api jika digabung bersama air suci maka dampaknya akan sama. Karena keduanya berlawanan, namun jika inti kristal naga salju dengan air suci maka tingkat keberhasilannya akan sangat tinggi.
Inti kehidupan dari seekor beast adalah inti didalam tubuh yang bisa menghidupkan atau mematikan seseorang atau beast itu sendiri. Jika beast mati dan inti kehidupannya juga ikut mati dalam beberapa detik jika tak langsung diambil. Namun jika langsung diambil dari dalam tubuh beast maka inti kehidupan akan tetap hidup dimanapun inti kehidupan itu berada selagi disekitarnya masih terdapat kehidupan.
Inti kehidupan ini sebenarnya hanya pendamping untuk melengkapi inti kristal agar kedudukannya seimbang tanpa menambah atau menguranginya.
Inti kehidupan tak akan berpengaruh dengan air suci atau air kehidupan sebab jika inti kristal masih berfungsi maka inti kehidupan pun akan mengikutinya.
Namun jika salah satu antara inti kristal dan inti kehidupan mati ataupun lenyap maka kegunaannya hanya beberapa persen saja. Tapi, masih bisa digunakan namun dengan tingkat keberhasilan yang berpersen rendah. Untungnya kedua inti itu berdampingan dan tak sulit untuk dicari, memudahkan siapa saja yang mencarinya.
"Yang Mulia i-ini?" Tanya pria tua itu gugup.
"Ambil saja jika memang dibutuhkan oleh kalian" perintahnya.
"T-tapi..." perkataan Gang Chong terhenti karena tarapan tajam dari Permaisuri.
"Baiklah Yang Mulia"
"Apa lagi bahan utama yang kalian butuhkan selanjutnya?" Tanya Permaisuri.
"Sebenarnya kami sudah memiliki bahan yang lainnya namun seakan sulit untuk didapatkan lagi" kata pria tua itu.
"Apa itu?"
"Bahan lainnya saat ini berada dikekaisaran dan terletak didamping kursi kebesaran namun yang bisa memasukinya hanya Gege seorang. Meskipun kami ikut adil menyengel tempat dimana singga sana itu berada namun tetap saja Gege yang paling banyak mengorbankan kekuatannya demi menjaga tahta itu agar tak jatuh ketangan para penghianat haus kekuasaan itu"
"Kebetulan sekali. Permaisuri ini berencana akan pergi ke kerajaan kalian unyuk membantu Cao Gang memberantas para pemberontak"
"Yang Mulia jika begitu ambillah barang-barang yang berada diruang singga sana itu berada dan katakan pada biksu yang menjaga bahwa kami akan segera kembali"
"Bukankah kata kalian yak ada yang bisa menembus masuk kecuali ayahanda Cao Gang?"
"Memang benar tapi kami merasa anda adalah salah satu orang yang dikirimkan Sang Pencipta untuk kami"
"Baiklah tapi kali ini Permaisuri ini menginginkan imbalan"
"Imbalan? Imbalan apa itu yang Mulia?"
"Imbalannya adalah..."
...Bersambung~...
Note : Jika kalian bertanya ditingkat berapa Permaisuri saat ini? maka jawabannya kalian harus Like and Voment sebanyak-banyaknya. Maka aku akan menjawabnya di beberapa eps mendatang^-^
Jangan lupa Like dan Vomentnya
__ADS_1