The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
40. Pembukaan Festival Tahunan Dimulai


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


Tak terasa acara yang ditunggu-tunggupun tiba. Semua orang bersiap untuk acara pembukaan Festival tahunan nanti malam.


Semua dayang, pelayan, dan para penjaga sangat direpotkan dengan acara ini kerena merekalah yang harus mempersiapkan semuanya baik dekorasi, makanan, juga keamanan pada keluarga Kerajaan maupun para tamu. Salah salah nyawa mereka melayang.


Lain halnya dengan para putra dan putri baik dari keluarga kerajaan maupun dari keluarga bangsawan yang tak memperdulikan kesusahan para pengikutnya. Mereka hanya bisa menyuruh-nyuruh tanpa melihat bahwa yang disuruhnya sedang melakukan tugas lain.


Jika para dayang dan pelayan lalai dalam tugasnya maka ucapkan selamat tinggal pada tubuh mulus mereka. Karena, mereka tak akan segan-segan mencambuki mereka yang lalai atau telat sedikit saja. Sungguh manusia tak berahlak dan tak bermoral. Ketahuilah para putra dan putri bahwa dayang dan pelayanpun juga manusia janganlah engkau perlakukan mereka selayaknya binatang yang paling rendah. Esmosi aku huh.


Para putra dan putri mempersiapkan segalanya dengan sesempurna mungkin untuk menarik perhatian kaluarga kerajaan atau bangsawan lainnya. Jika mereka mampu membuat semuanya tertarik padanya bahkan seorang kaisarpun akan menjadikannya selirnya atau istri/suami anaknya juga mereka akan sangat royal pada mereka nantinya.


Lain dengan putra dan putrinya, lain pula para Nyonya entah nyonya sah atau selir sekalipun yang tak mau ketinggalan bersolek mempercantik diri demi menarik perhatian suami atau bahkan pria lainnya.


Bahkan jika perlu mereka akan menaiki ranjang seorang kaisar atau bangsawan yang lebih tinggi pangkatnya dibandingkan suami mereka.


Tak tanggung-tanggung memang persiapan para Nyonya untuk menarik perhatian mereka semua yang pangkatnya lebih tinggi dari suami mereka saat ini. Juga jangan lupakan pakaian yang terbuka melebihi pakaian para putri mereka yang mampu membuat pria hidung belang tegang ditempat.


Mereka hanya membeli pakaian yang transparan memperlihatkan lekuk tubuh indahnya meski sudah dibobol berulang kali oleh suami atau bahkan pria lain.


Tapi, tidak semua Nyonya, Selir dan Putri berpakaian seperti itu. Ada juga yang menyiapkan pakaian sopan untuk menghormati suami atau ayah mereka.


Namun kebanyakan atau bisa dibilang 90% dari mereka ingin menarik perhatian siapa saja tanpa mau melihat siapa orang itu yang terpenting pangkat dan kekayaan mereka melampauwi kekayaan pasangan mereka.


Kita tinggalkan mereka yang sedang mepersiapkan diri dengan mempercantik tubuhnya itu. Sekarang mari kita beralih pada sesosok misterius entah dia laki-laki atau perempuan karena tubuhnya tertutupi jubah berwarna merah hitan yang berkibar seirama dengan hembusan angin menambah kesan menawan dan menyeramkan secara bersamaan yang sangat ketara itu.


Entah apa yang dilakukan orang itu diatas pohon yang menjulang tinggi sembari memperhatikan sebuah bangunan sederhana namun mewah disaat bersamaan. Memperhatikan dengan intens setiap sudut bagunan itu hingga sebuah seringaian terparti dibibir menawannya.


Sosok misterius itu sudah berada diatas pohon sejak matahari baru memunculkan sinarnya yang artinya sudah beberapa batang dupa yang dia habiskan hanya unyuk mengamati bangunan didepannya.


Tak ada kebosanan dimata indahnya malah sebaliknya dirinya merasa kesenangan tersendiri yang membuncah dihatinya. Sungguh aneh sosok ini yang rela mengamati namun tak merasakan kebosanan walau sudah berdiri selama beberapa batang dupa seolah itulah kesehariannya. Menunggu dan mengamati tanpa tau bahwa yang ditunggu tak pernah melihat dirinya barang sedetikpun sungguh miris sekali dirinya seperti Author yang tak pernah mendapat notice dari Idol idola Author hikss. Tapi tak apa, apa yang kita tanam saat ini maka akan kita tuai dimasa mendatang. Apa yang kita lakukan saat ini maka hasil dari yang kita lakukan akan kita dapatkan dimasa mendatang. Hukum alam berlaku, karma masih berlanjut, air laut masih bergelombang jadi tenanglah walau saat ini kita belum diperhatikan.


Matahari sudah berada diatas kepala yang tandanya kurang beberapa batang dupa lagi acara pembukaan Festival tahunan akan dimulai. Dimana acara ini juga akan mengumumkan perlombaan tahunan yang akan dilaksanakan kurang lebih Er Yue atau dua bulan mendatang akan dibuka untuk umum dan tandanya siapapun boleh mengikuti perlombaan itu.

__ADS_1


Siapapun pasti tau tentang perlombaan tahunan yang akan menjadi ajang tunjuk kekuatan baik dari Akademi maupun Sakte. Tak lupa para panatua yang juga akan menghadirinya karena, sangat jarang jika para Panatua dapat hadir semuanya hanya untuk melihat para generasi muda jika bukan ada maksud tertentu.


Semakin banyak Akademi ataupun Sakte kuat yang mengikuti perlombaan maka semakin menciut nyali mereka yang akan mengikuti perlombaan. Karena baik Akademi atau Sakte kuat banyak sekali murid yang sangat sombong dan congkak pada mereka yang dibawahnya. Baik murid luar, murid dalam, ataupun murid inti mereka akan merendahkan mereka yang lebih lemah darinya. Merasa bahwa merekalah yang terkuat tanpa mengingat bahwa diatas langit masih ada langit.


Para syifu maupun panatua dari Akademi atau Sakte besarpun tak ada yang menegur sikap mereka, membuat mereka semakin menjadi jadi bahkan tak segan untuk melukai atau membunuh manusia yang secara sengaja atau tidak sengaja menyinggung mereka tanpa tau sikap mereka yang seperti itu akan menjadi boomerang dimasa mendatang.


Disaat semua orang sibuk menyiapkan segalanya agar sempurna untuk nanti malam tapi, tidak untuk Permaisuri yang duduk santai dipavilliunnya sembari menyesap teh herbal berkualitas tinggi yang jika Kaisar sekalipun harus berpikir berulang kali jika akan meminumnya.


Bagi Permaisuri teh seperti ini tidak ada apa-apanya dibandingkan teh yang ada diruang Ilahinya yang memiliki aliran Qi yang sangat pekat mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kultivasi. Sehingga teh seperti ini banyak ditemui di dapur kediamannya yang siapa saja boleh meminumnya tanpa takut terkena hukuman atau pelanggaran.


Sejak kemarin Permaisuri terlihat santai meskipun harus mengajari anak kepala Lu yang sudah dijanjikannya waktu lalu.


Ternyata putri Kepla Lu adalah gadis baik, ramah dan juga mandiri tanpa mau menghambur hamburkan kekayaan orang tuanya. Gadis supel yang ingin dikenal karena namanya sendiri bukan karna latar belakang keluarganya membuat nilai plus dari Permaisuri unyuk gadis cantik ini.


Tak hanya mengajari tentang bagaimana cara merancang dan membuat pakaian sederhana nan mewah tapi tetap terlihat pantas digunakan oleh keluarga kerajaan atau bangsawan sekalipun.


Permaisuri juga mengajari bagaimana cara berpedang dan juga beladiri untuk berjaga-jaga dengan kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang. Siapa yang tau musibah apa dan kapan datangnya dan pada siapa musibah itu menghampiri.


Ternyata bukan hanya cantik tapi putri kepala Lu yang tak lain bernama Lu Yi Ai juga sangat pandai, sekali dijelaskan langsung mengerti dan menghafal dengan begitu budahnya dengan sekali coba.


Karena kepandaiannya dan kesopanannya pada siapapun Permaisuri menghadiahkan beberapa potong Hanfu hasil rancangan dan jahitannya juga aksesoris yang sangst serasi dengan hanfunya.


Lu Yi Ai sendiri tak pernah menyangkan bahwa Permaisuri akan memberikannya sesuatu yang sangat diimpikan oleh semua orang dengan percuma bahkan dalam mimpinya pun tak pernah.


Selain pakaian yang diberikan oleh Permaisuri yang mewah nan megah tapi tak norak, bukan seperti biasanya yang sederhana tapi mewah. Pakaian itu jika dikenakan akan terasa ringan dan ada perpaduan antara hanfu perempuan dan hanfu laki-laki. Jika bergerak akan terasa lembut selembut sutra pilihan dan nemambah kesan tegas. Lu Yi Ai menamai pakaian ini dengan hanfu kematian.


Kenapa begitu? Sebab meskipun ringan tapi banyak kantung penyimpanan senjata yang tak akan mampu dideteksi oleh orang lain. Pakaian yang lembut namun mematikan begitulah pikirnya.


Selama seharian penuh belajar banyak hal, keduanya sepakat akan melanjutkan latihan mereka setelah Festival Tahunan nerakhir. Bertempatan dibelakang pavilliun Permaisuri yang sudah menjadi tempat latihan para pengikutnya untuk mengasah kemampuan serta pengalaman mereka. Tak perlu berpergian ketempat yang jauh jika ditempat sendiri masih bisa digunakan. Selain menghemat energi dan waktu tapi juga menghemat bisa menghemat biaya yang kemungkinan lumayan besar bagi mereka.


Meskipun kekayaan Permaisuri melimpah tapi jika tak diatur secara benar maka tak akan bertahan lama. Namun sebaliknya jika dikelola menjadi usaha makan uangnya akan kembali malah berkali lipat dari aslinya.


Tak terasa malampun tiba suasana saat ini sangatlah ramai dan bising dari hari biasanya. Penampilan semua orangpun tak kalah meriahnya dengan suasana malam ini.


Oh ya tadi sore menjelang malam sesuai janji yang telah Permaisuri katakan beberapa hari yang lalu yang akan memberukan hadiah juga pada semua orang baik para Putri, Pangeran, dan Selir bahkan pengawal dan dayang serya pelayanpun tak luput dari hadiah Permaisuri tapi berbeda tingkatnya.

__ADS_1


Hadiah yang berupa Kipas lipat yang sangat mewah dan indah, gantungan giok pada pakaian yang sangat langka, aksesoris kepala seperti anting kalung atau tusuk konde dan juga Cincin yang sangat cantik, juga jangan lupakan Pakaian yang sepertinya diambilnya dari gudang penyimpanan yang menumpuk. Membuat mereka semua sangat antusias menyambut pembukaan Festival Tahunan malam ini.


Kerja keras para dayang,pelayan serta pengawal membuahkan hasil yang memuaskan karena Permaisuri juga memberikan mereka bayaran yang lebih besar dari gaji mereka selama sebulan.


Sungguh dermawan sekali Permaisuri ini.


Disaat semua orang berlomba-lomba menyiapkan diri tanpa mau melihat kearah mereka tapi berbeda dengan Permaisuri yang malah dengan repotnya mengunjungi mereka dan memberikan bayaran yang mampu membuat kekuarga mereka sejahtera selama beberapa Yue atau bulan kedepan.


Dikediaman Permaisuri - Pavilliun Cala Lily


Semua dayang dan pelayan dibuat kesal karena Permaisuri menolak memakai baju kebesarannya dan malah memakai hanfu buatannya yang memang sagatlah bagus melebihi pakaian kebesarannya sendiri. Tapi jika tak menggunakan pakaian khas Permaisurinya maka semua orang akan menertawakan dirinya dan mereka tak mau itu terjadi pada junjugannya itu.


"Ayolah Permaisuri pakailah pakaian khasmu ini ya?" Kata salah satu dayang yang sedari tadi merengek untuk memakai pakaian khas Permaisurinya itu. Tapi malah diacuhkan oleh si empu dan malah enak enakan memakan cemilan yang dibawakan oleh salah satu dati mereka.


Sedangkan yang lain hanya pasrah melihat kelakuan sang junjungan yang keras kepalanya minta dijitak itu. Sampai sebuah suara membuat semua orang bernafas lega tapi tidak dengan Permaisuri yang kesal.


"Ibunda pakailah pakaian khas Permaisurimu jika tidak Feng'er tidak akan mau berbicara dwnfan ibunda selama seharian penuh" ancam sisuara yang tak lain adalah Pangeran Mahkota Han Zhang Feng. Membuat Permaisuri memplototinya dengan wajah sebalnya.


"Aiya rupanya putra tampanku ini sudah berani mengancam ibundanya ini hm?" Kata Permaisuri menyindir putranya tapi siempu malah mengendikkan bahunya tak peduli.


"Jika ibunda tak mau memakainya ya sudah jangan harap menemui Feng'er huh" ancamnya lagi.


"Hais baiklah baiklah. Jika bukan karena Feng'er Permaisuri ini tak akan mau memakai pakaian yang ketinggalan zaman seperti itu huh" keluhnya.


Karena tak ingin aura keagunagan dan kecantikannya menurun, Permaisuri memakai pakaiannya yang tadi dan juga memakai jubah kebesaran khas seorang Permaisuri dan sekali lagi membuat semuanya berdecak kagum.


"Bagaimana apakah sekarang sudah terlihat bagus?" Tanyanya sambil membolak balikkan badannya dan jangan lupakan juga pose bak seorang model yang akan melakukan pemotretan.


"Sungguh luar biasa. Ibunda berkali kali lipat lebih mempesona jika seperti ini. Feng'er tarik kata-kata yang tadi yang mengatakan akan mendiami Ibunda. Sekarang tidak lagi" girangnya karena melihat bagaimana mempesonanya sang ibunda. Jika saja dia bukan ibundaku sudah sejak dulu aku akan memperistrinya tanpa mau berbagi dengan orng lain innernya geli menyadari pikiran anehnya.


Permaisuri tak memperdulikan anaknya yang melamun sambil tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila, karena dia berjalan menuju meja riasnya dan mengambil cadar yang berwarna sedangan dengan warna pakaiannya.


Pakaian yang tadinya terluhat biasa saja tapi malah sangat 'Waww' jika dipakai okeh Permaisuri. pakaian yang berwarna emas dengan gradian merah jangan lupakan ukiran Phoenix juga beberapa bunga yang entah apa itu yang dijahit menggunakan benang sutra berlapis emas asli. Membuat aura kekuasaan dan keagungannya bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.


"Baiklah mari kita berangkat sepertinya acaranya sudah dimulai beberapa menit lalu. Dan jangan tanyakan kenapa Permaisuri ini memakai cadar karena Permaisuripun tak tau jawabannya" katanya tegas. Memang dirinya tak tau jawabannya kenapa. Dia sangat ingin menyembunyikan kecantikannya dari orang luar. Tapi yang pasti sejak sebuah mimpi yang didalamnya dirinya bertemu seorang pria tampan nan misterius sejak itulah dirinya enggan melepas cadarnya, meski sejak pertama kali sampai didunia ini dia sudah memakai cadar namun rasanya sungguh berbeda.

__ADS_1


*Bersambung~


**Jangan lupa like dan Votenya***


__ADS_2