The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
57. Kau Juga Ada disini?


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"K-kau" katanya terkejut melihat sosok yang sangat dirindukanya itu.


"Ya ini aku baby" katanya dengan senyum menawan khas dirinya.


"Hiks" tangisnya pecah tapi tangis yang saat ini bukan seperti tangisan yang tadi dia lakukan.


Kini cuaca sudah seperti sedia kala seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya. Bahkan saat ini bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu yang berwarna warni mengelilingi para bunga, para burung yang berbunyi bak bernyanyi dengan indahnya, dan jangan lupakan aroma kelopak bunga mawar merah bercampu dengan bau air hujan menambah keindahan hari ini.


Baru saja terjadi bencana alam kini berubah menjadi fenomena lain yang menabjubkan baru kali ini mereka melihat dan merasakan dengan pasti fenomena langka yang tak pernah dirasakannya sebelum ini. Apakah ini pertanda baik atau malah pertanda buruk?


Bunga mawar yang menandakan cinta mampu membuat para burung menari-nari diangkasa. Ladang para petani yang semula mengalami gagal panen kini kian membaik entah karena apa, padang tandus yang semula kering kini sudah ditumbuhi tanaman dan pepohonan. Sungai dan sumur yang kering kini telah terisi oleh air bersih yang dapat menghidupi kecukupan air makluk hidup.


Sungguh fenomena apa ini. Fenomena yang membawa berkah bagi mahluk hidup dan membawa kebahagiaan bagi semua.


Para rakyat miskin bergembira karena mendapat berkah yang tiada tara yang tak pernah dipikirkan oleh mereka sebelumnya. Bagaimana tidak jika disaat mereka kelaparan terdapat beras dan bahan pangan lainnya didapur mereka akibat fenomena ini yang entah dari mana datangnya semua ini.


Mungkin dengan kembalinya pasangan cinta yang sudah lama berpisah membuat alampun bersorak gembira. Cinta tulus dan murni mampu membuat alam semesta bergerak untuk membahagiakan orang lain juga.


"Hei sudah jangan menangis lagi hm" kata sipria lembut


"Hiks,,,kau jahat hiks" kata permaisuri dengan memukul dada bidang sipria pelan.


Grep


"Iya iya aku tau aku jahat. Maafkan aku hm" katanya lembut dengan pelukan yang mengerat.


"Kemana saja kau selama ini hiks" tanya Permaisuri membalas pelukan pria didepannya ini.


"Aku tak kemana-mana. Aku selalu dihatimu" katanya lembut


"Bohong kau berbohong padaku" raung Permaisuri.


"....." Pria tampan itu hanya terdiam mendengar pernyataan wanita yang amat dicintainya itu. Memang benar dia berbohong dan pergi meninggalkannya waktu itu tapi karena ada hal yang mendesak.


"Kau tak bisa menjawabnya kan? Berarti benar kamu sudah membonongiku" Tanyanya lagi.


"....." lagi dan lagi pria tampan itu hanya mampu untuk tersiam mendengar amarah Permaisuri padanya.


"Hahaha semua orang membohongiku seolah aku ini bodoh. Kenapa? KENAPA KAU JUGA SAMA SEPERTI MEREKA HAH" raungnya frustasi.


"Ssttt. Maafkan aku. Maafkan aku" kata pria tampan itu dengan tangan yang mengepas karena tak kuasa melihat wanita yang dicintainya menangis karena ulahnya. Sedangkan Permaisuri yang dipeluk memberontak tak terima.


"Kau berbohong kepadaku. Kau pembohong" katanya lagi. Sudah berapa lama dia menangis hari ini. Sudah tak terhitung berapa banyak air mata yang dikeluarkannya pagi ini.


"Dengarkan penjelasanku dulu hm" katanya lembut.


"Hiks jelaskan" katanya sembari mengosokkan hidungnya yang memerah karena menagis pada hanfu hitam emasnya. Jangan lupakan ingus yang ikut menempel.


"Hahaha" tawanya melihat tingkah wanita didepannya ini.


"Ish jangan tertawa begitu ayo jelaskn Presdir yang terhormat" katanya cemberut dengan menekan kata Presdir yang terhormat dan jangan lupakan cubitan maut dipinggng sipria.


"Aduh aduh baby sakitt" ringisnya main main.


"Humb ayo jelaskan" katanya memalingkan wajah kearah lain dengan tangan yang dilipatkan diatas dada.


"Aduh aduh sakit sekali sshh" katanya pura-pura kesakitan. Permaisuri yang melihat itu panik karena merasa bersalah.


"Hei,,,hei apakh sangat sakit?" Tanyanya panik dan dibalas dengan anggukan oleh siempu.


"Sakit sekali aduh"


"Tunggu sebentar aku akan mengambilkan kotak p3k di dapur dulu" katanya sembari bergegas bangun dari kasur. Mendapat sinyal bahaya karena akan ditinggalkan sipria memutar otak agar Permaisuri tak jadi mengmbilkannya obat.


Cling


Otak cerdasnya menemukan cara agar Permaisuri mau mengobatinya tanpa harus menggunakan obat atau p3k.

__ADS_1


"Aduh tidak perlu kau harus melakukan sesuatu agar tak sakit lagi" katanya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau tak kesakitan lagi?" Tanyanya polos.


"Ugh baby kau harus menciumku agar aku tak kesakitan lagi" katanya.


Memanfaatkan kesempatan sedikit tak apa kan innernya dalam hati penuh kemenangan.


"Apakah dengan aku menciummu sakitnya akan hilang?" Tanya Permaisuri dengan polosnga jangan lupakan kepala yang dimiringkan kekiri dan binar lugu pada mata indahnya.


Astaga kuatkan imanku tuhan gumamnya dalam hati menahan gemas.


"Huum" kata itulah yang keluar dari bibir si pria tampan itu karena menahan gemas.


"Hum ok" katanya lalu...


Cup


Cup


Cup


Kecupan bertubi-tubi dilayangkan oleh Permaisuri dengan pikiran yang mengatakan bahwa bila pria yang dicintinya akan sembuh jika dia mengecup bibirnya.


"Sudah sudah hentikan jika tidak aku akan kelepasan" kata sipria tampan menghentikan tingkah Permaisuri yang mampu membuatnya tegang. Wkwk.


"Ok sekarang sudah tidak sakit lagi kan?" Tanyanya.


"Ya"


"Sekarang jelaskan kenapa kau tiba-tiba pergi waktu itu dan juga kenapa kau bisa ada didunia ink?" Tanyanya beruntun.


"Hei baby bertanya itu satu-satu bagamana aku bisa menjawabnya jika begitu" kata sipria tampan dengan wajah bingungnya. Sebenarnya itu hanya ekting untuk memperlambat waktu mereka agar bisa berduaan. Hilih maumu.


"Hehehe baiklah"


"Hm sini aku peluk biar lebih nyaman berceritanya" modus sipria.


Diem aja gk bisa liat orang seneng dikit huh - pria gila


"Baiklah"


"Ayo katakan"


"Baiklah dengarkan baik baik hm"


"Otey"


"Waktu itu aku berniat untuk memenuhi janji yang kita pernah aku karakan padamu waktu itu. Masih ingat?"


"Tentu saja. Waktu itu kamu mengatakan bahwa akan membawaku jalan-jalan dan juga akan membawaku kerumah pohon yang kamu buat kan?"


"Ya. Tapi saat diperjalanan bawahanku memberi kabar bahwa ada hal yang sangat penting yang harus aku lakukan sesegera mungkin dan tak bisa diwakilkan" jelasnya.


"Lalu?"


"Aku harus kembali ketempat dimana aku berasal"


"Tunggu maksudnya bagaimana?" Tanyanya bingung.


"Huhh. Sebenarnya disinilah aku berasal baby" katanya menatap tepat kenetra emas Permaisuri.


"Ka-kamu" gagapnya.


"Ya. Aku memamg berasal dari dunia ini dan nanti kamu juga akan mengetahui semuanya, jika sudah waktunya" katanya penuh misteri.


"Apa maksudmu sebenarnya? Aku masih tidak mengerti?" Tanyanya bingung.


"Jika waktunya sudah tiba kau pasti akan paham baby"


"Tapi kapan waktu itu datang?"

__ADS_1


"Tak lama lagi. Jadi bersabar saja hm"


"Ta-tapi"


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu membuat Permaisuri menelan kembali ucapannya yang akan ia lontarkan. Tapi, tak jadi sebab ada sebuah suara mengintrupsi keduanya untuk segera mengakhiri lerjumpaan mereka.


"Ibunda apakah ibunda sudah bangun? Ini aku Zhang Feng?" Kata sisuara yang tak lain adalah Zhang Feng.


"Cepat temui putra kita"


"Apa maksudmu?" Tanyanya bingung.


"Dia memang putra kita baby jadi cepatlah" kata sipria lagi.


"Ta-tapi"


"Ibunda?" Kata Zhang Feng.


"Sudahlah nanti kita bicara lagi"


"Kau akan kemana?" Tanyanya sedih dengan mata yang siap meneyeskan air matanya.


"Sstt jangan menangis hm"


"Hiks"


"Sudah ya aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik dan jaga putra kita hm"


Cup


Dikecupma dahi lama


Cup


Kedua mata


Cup


Hidung bengirnya


Cup


Kedua pipinya


Cup


Dagunya.


Cup


Dikecupnya lama bibir manis itu dengan sedikit *******.


Cup


Dikecupnya lagi singkat.


"Aku sangat mencintaimu dulu, sekarang dan selamanya" karanya tulus.


"Aku juga sangat mencintaimu"


"Aku tau" katanya langsung pergi menyisakan aroma parfum mintnya yang menguar diseluruh ruangan.


"Aku akan selalu menunggumu" katanya tanpa sadar.


"Ibunda?"

__ADS_1


"Ya Feng'er masuk saja tidak dikunci" katanya. Memang pintu sudah dibuka tadi karena untuk mengantisipasi jika ada seseorang yang akan menemuinya.


Bersambung~


__ADS_2