The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
29. Hadiah dan Kutukan Rong Xue


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"DIAM!!"


Semua orang terdiam mendengar bentakan seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka semua tanpa ada yang menyadari kehadirannya padahal dia bersama Pangeran Mahkota.


Seketika semua orang langsung tersadar dan mulai memberikan salam kepadanya.Ya yang mebentak dan menghentikan perdebatan yang tak ada manfaatnya itu adalah Yang Mulia Kaisar.


"Salam Kepada Yang Mulia Kaisar semoga panjang umur beribu ribu tahun"seru semuanya kecuali Permaisuri dan Putra Mahkota yang hanya melihat saja dan enggan memberikan salam apalagi hormat. Terlalu malas katanya dan juga merepotkan.Meskipun Kaisar bersama Putra Mahkota tadi,itupun tak dihiraukan ileh sang empu jika yang dibicarakan bukan mengenai hal yang sedang sibahas.


"Apa yang terjadi disini"


"Menjawan Yang Mulia kami disini hanya ingin mengambil pesanan yang dipesan oleh Yang Mulia Permaisuri" jawab Ring Xue.


"Dan kalian? Untuk apa kalian semua disini. Jika tak ada kepentingan jangan membuat keributan seperti ini lagi"


"Baik Yang Mulia Kaisar"


"Sekarang bubar semuanya" mereka semua yang tak berkepentinga berniat untuk membubarkan diri namun tak jadi mendengar teriakan seseorang.


"Tunggu"suara Permaisuri menghentikan langkah semuanya yang ingin meninggalkan gerbang utama.


"Ada apa ibunda?"


"Tak ada hanya ingin memberika hadiah saja"


"Hadiah? Hadiah apakah itu Yang Mulia Permaisuri dan untuk siapa hadiah yang dimaksud oleh Yang Mulia?"


"Ah Permaisuri ini hanya ingin memberikan pakaian ini saja. Hanya untuk beberapa orang saja karena menurut Permaisuri ini diantara kalian pastisangat menginginkannya. Bentulkan"


"I-ya Permaisuri"


"Nah maka dari itu Permaisuri ini akan memberikan hadiah itu pada kalian yang beruntung. Karena Permaisuri ini berpikir bahwa pakaian sebanyak itu akan sia-sia jika tak digunakan hihihi"ucapnya sambil cekikikan yang membuat ia semakin menggemaskan. Namun bagi Rong Xue itu seperti sindiran halus yang nampak nyata namun hanya sebagian orang yang menyadarinya tentusaja Putra Mahkota dan para pengikutnya yang kompak memutar bola mata malas tanpa takut terkena hukuman.


Dasar bodoh!! Kalian sangat bodoh jika tak menyadari sindiran Permaisuri huh iner Pangeran Mahkota dan pengikut Permaisuri.


Memang tak ada yang salah dengan ucapannya yang mengatakan pakaian sebanyak itu akan sia-sia jika tak digunakan memang benar adanya dan juga masih ada segudang pakaian baru yang tak pernah terpakai.


Katanya akan dipakai bila ada acara penting dan kalian bisa menemui Permaisuri ini nanti. Namun intonasi nada yang digunakan itulah yang membuat bereka memutar bola mata malas.


"Nah Jie~ ambilakan beberapa saja karena jumlahnya hanya 16 dan sudah diambil oleh Xue Jie~ 1 maka hanya sisa 15 jadi, Permaisuri ini akan memberikan kepada 5 orang yang beruntung"


"Silahlan Permaisuri"


"Huum terimakasih Xue Jie~"


"Sama sama Yang Mulia"


"Emm untuk siapa ya hadiah ini kuberikan? Permaisuri ini sangat bingung?" Tanyanya bingung entah pada siapa.


"Ibunda boleh Feng'er memberi saran?"


"Boleh silahkan"


"Kemari ibunda Feng'er bisikkan"


"......"

__ADS_1


"Bagaimana ibunda"


"Boleh ibunda suka saranmu"


"Oh ya Selir Angung juga mau?"tanyannya pura-pura bingung.


"Ah tidak terimakasih Yang Mulia Permaisuri" lain dimulut lain pula dihati.


Sebenarnya ia sangat tertarik pada pakaian yang dipegang oleh Permaisuri berwarna biru muda dan dipadukan dengan putih gading.



Seperti itu Hanfu tang sengaja di desain seperti pakaian untuk seorang Permaisuri.


Jagan lupakan pernak pernik yang berada disekitar pinggang berwarna senadan dwngan bentuk menyerupai kupu-kupu yang mempercantik pakain itu. Namun dia akan sangat malu jika mengatakan Iya pada Permaisuri apalagi dihadapan banyak orang. Mau ditaruh dimana muka pas-pasannya itu.


*Ya ditaruh pada tempatnya dong dimana lagi - Author sewot.


Diam kau dasar Author jelek tak tau saja aku selir kesayanfan kaisar - Selir An tak terima.


Ck cuma selir doang bangga. Heh Author tak jelak ya cuma gk makek bedak limited macam mereka _- Author.


Cih tak mampu bilang saja -Selir An


Emamg ia Author tak mampu mending beli.


Bakso - Author sewot.


Bakso ? Apa itu ? - selir An kepo.


Bodo amat dasar manusia Purba _- Author.


"Oh Permaisuri ini kira Selir Agung juga mengunginkannya. Padahal rencananya tadi Permaisuri ini akan memberikan pada Selir Agung. Tapi, karena Sekir Agung tak ingin ya sudah Permaisuri ini akan memberikannya oada yang lain" padahal Permaisuri tau bahwa Selir An itu sangat menginginkan Pakaian berwarna biru putih yang ia pegang.


Suruh siapa tak mau mengaku dan meninggikan egonya maka jangan salahkan aku yang awalnya berniat baik malah akan aku berikan pada musuh mu itu Kkk~ inner Permaisuti kejam.


Selir Agung meremat pinggiran hanfu yang ia kenakan kuat-kuat. Dia rak menyangka bahwa ucapan Permaisuri yang awalnya dia kira akan mempermalukannya malah membuat dia kehilangan pakaian cantik dan mewah yang sangat dia dambakan.


Sial!! Aku kira Permaisuri sampah itu bercanda akan memberikannya padaku. Tapi dia malah bersungguh-sungguh akan memberikannya padaku. Tapi dengan bodohnya aku malah menolak. Dasar An Fei bodohhh. Racaunya tak jelas dalam hati dan jangan lupakan wajah memerahnya itu.


Kkk~Lucu sekali Selir An itu hahaha ledeknya dalam hati saat melihat kearah Selir Agung.


"Begini Permaisuri ini sudah memutuskan siapa saja yang akan Permaisuri ini beri. Jadi yang tidak Permaisuri ini beri jangan merasa iri atau dendam pada yang lain. Karena Permaisuri ini memiliki sesuatu yang lain untuk kalian yang tak kalah indah nan cantik tapi nanti saat acara Festival akan berlangsung yang akan diadakan tiga hari lagi" ucapnya menenangkan mereka yang khawatir jika tak kebagian.


"Ibunda Permaisuri apakah kami para Pangeran akan kebagian Pakaian juga? Tapi semua pakaian itu adalah pakaian khusus Perempuan?" Tanya salah satu Pangeran.


"Ahaha tentu saja kalian akan kabagian semua. Tapi sekarang mari kita berpindah terlebih dahulu supaya lebih leluasa untuk melanjutkanmya" Bukan apa tapi Permaisuri afak risih jika ditonton massal gratis jadi iya menyarankan hal itu afar berpindah dan ketempat yang lebih elit sedikit.


"Ah iya Yang Mulia Kaisar apakah anda akan ikut kami atau ingin kembali? Bukan apa hanya saja Selir Agung kelihatannya butuh belaian padahal masih sore loh" Permaisuri sudah risih dari tadi dan matanya sudah berkedut gatal juga merah dan di bagian pipi, dagu dan kening.


Hampir seluruh wajah dan tangan juga merah di tambah bintik-bintik gatal itu tandanya alerginya kambuh. Kalian pasti belum mengetahuinya bukan? Bahwa Permaisuri kita memiliki alergi yang cukup aneh dan unik. Kata tabib istana itu tak berbahaya namun jika berlama-lama tak diobati atau diobati tapi masih muncul itu akan mengakibatkan ia akan susah bernafas dan itu sangat berbahaya.


Alergi yang dimiliki oleh Permaisuri memang sangat aneh dan tak ada obatnya karena alergi itu ciptaan Author sendiri maka Authorlah yang bisa menyembuhkannya.


Alergi Permaisuri bisa muncul bila ia merasa risih berlebihan atas apa yang dilakukan oleh orang lain entah itu sepasang kekasih atau orang yang melakukan tindakan yang berlebihan. ada sebuah pepatah yang mangatakan bahwa 'Hal yang berlebihan sangat tidak baik dan berdampak negatif' maka dari itu kita harus melakukan hal sewajarnya saja.


Contohnya orang yang menjilat orang lain dengan cara menyanjung tinggi atau memuji orang lain demgan berlebihan, atau seorang wanita / pria penghibur yang ingin menarik pelanggan dwngan segala cara, atau bisa seperti Selir An yang kepanasan menggoda Kaisar untuk dijamah yah mungkin seperti itu kurang lebihnya.


Alergi yang dialami Permaiauri bisa disebut Alergi Risih berlebihan mungkin seperti itu kata tabib namun jika prilaku dilakukan secara alami tak akan membuat alergi Permaisuri kambuh. Mungkin seperti phobia namun dalam konteks berbeda. Alerginya bisa dikatakan akut atau tidak tergantung seberapa jauh orang itu bertindak.

__ADS_1


"Permaisuri ada apa dengan wajahmu itu" Tanya Kaisar karena melihat wajah Permisurinya(?) Merah dengan bintik-bintik kecil yang kelihatannya perih dan gatal. Namun sepertinya Kaisar tak tau akan alergi aneh Permaisurinya(?) Contonya saja ia tak melepas tangan Selir An yang masih menempel pada dadanya yang bidang dan dada Selir An yang juga menempel pada tangan kiri Kaisar membuat Permaisuri tambah pusing saja.


Aish manusia satu ini membuat alergiku kambuh saja.Mana gatal perih dan panas lagi huh decaknya kesal.


"Astaga Permaisuri. Kasim Zu cepat panggil kepala tabib istana" seru Rong Xue panik.


"Bibi Xue ada aoa dengan Ibunda?"


"Pangeran tak usah banyak tanya dulu cepat bawa Permaisuri kepavilliun" karena panik Rong Xue melupakan etikanya dan Pangeran tak peduli itu.


"Tapi bibi. . ." Belum selesai perkataan Pangeran Mahkota Permaisuri sudah jatuh pingsan untuk langsung ditangkap oleh Jendaral Kebesaran kekaisaran yaitu Jendral Wei Chu Xi yang kebetulan melintas dan meligat kerumunan.


Seketika ia melihat gelagat aneh Permaisuri yang seperti orang linglung dan akan pingsan. Secara spontan ia menangkap tubuh mungil Permaisuri agar tak jatuh menyentuh permukaan tanah yang kasar.


"OH YA DEWA PERMAISURI" pekikan Rong Xue menimbulkan kebingungan semua orang. Kenpa pelayan itu berteriak? Setelah sadar bahwa Permaisuri Pingsan. Seketika semua orang panik dan kalang kabut dengan pingsannya Permaisuri. Kaisar yang melihat itu geram dan ingin mengambil alih Permaisuri namun ditahan oleh Rong Xue dan membiarkan Jendral dan Pangeran Mahlota berjalan kepavilliun Permaisuri dengan pengikut setianya.


"Lancang sekali kau Pelayan menahan seorang Kaisar" seru sang Kaisar Murka dengan tindakan kurang ajar pelayan Pribadi Permaisuri ini.


"Mohon maaf Yang Mulia Kaisar yang Terhormat tapi pingsannya Permaiasuri disebabkan oleh anda srndiri jadi hamba tak akan membiarkan Yang Mulia Kaisar mendekati Permaisuri" decaknya antara khawatir dan kesal menjadi satu.


"Lancang kau!! Apa yang dilakukan Yang Mulia Kaisar hingga membuat Permaisuri pingsan. Hah" Murka Selir An pada Rong Xue.


"Jika anda bisa menjaga sikap anda Permaisuri tak akan pingasan seperti itu Selir Agung"


"Oh jadi Permaisuri tak kuat melihat kemesraan kami begitu?" Sargasnya sombong dan Kaisar hanya terdiam.


"Bukan. Bukan karena tak kuat melihat Kemesraan kalian. Namun Permaisuri pingsan karena alergi anehnya kambuh yang diakibatkan oleh kalian berdua. Aku tak peduli jika kalian adalah orang penting dikekaisaran ini. Tapi jika ini menyangkut Permaisuriku, Dewi penolongku, adikku, sahabatku dan keluargaku seperti ucapan Permaisuri padaku itu menjadi urusanku.


Dan aku akan melawan dunia untuknya sekalipun para Dewa menghukumku aku tak peduli. Semua penderitaan yang dialami oleh permaisuri berawal darimu Yang Mulia Kaisar dan akan diakhiri oleh mu pula.


Dan ingat ini Selir An Dewa akan membalas setiap detik penderitaan yang dialami Permaisuri dan Putra Mahkota yang diperoleh olehmu juga para pengikutmu yang melukai Permaisuriku.


AKU RONG XUE PELAYAN DAN KELUARGA PERMAISURI MENGUTUKMU AKAM MENYESALI SETIAP APA YANG KAU LAKUKAN PADA PERMAISURI DAN PUTRA MAHKOTA SEUMUR HIDUPMU DAN TAK AKAN MERASA KETENANGAN DIHATIMU SAMPAI PERMAISURI DAN PUTRA MAHKOTA SENDIRI SECARA LANGSUNG DAN IKLAS MEMAAFKAN SEMUA DOSA-DOSAMU. Camkan itu Selir Agung" sumpah Rong Xue


Seketika petir menyambar menandakan bahwa Para Dewa menyetujui sumpah Rong Xue dan membuat suasana bertambah mencengram karena Rong Xue meninggalkan Gerbang utama meninggalkan kegundahan dan gelisah dari semua orang.


Bersambung~


**Bubur sum sum dikunyah kunyah


Assalamualaikum semuanya


Hallo Hay Hay Hay


Nungguin cerita aku ya


Emang ada yang nungguin ya?


Ada kali ya


Jangan lupa buat Vote sebanyak-banyaknya karena aku liat Votenya makin hari makin dikit aja. Banyakin Vote dong biar aku tambah semangat buat Upnya.


Juga jangan lupa Like terus dan Comentnya.


Kritik dan saran boleh untuk revisi tulisan aku dan juga menambah motivasi aku


Sekian Terima kasih


Salam hangat**

__ADS_1


ArianaKim03


__ADS_2