
Typo(s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaess~
"*Terima kasih Yang Mulia tapi anda tak perlu repot-repot untuk itu. Karena hamba bisa menjaga diri dan perlu anda ketahui bahwa hamba tak membutuhkan simpati atau rasa iba anda ataupun orang lain. Sekali lagi terima kasih hamba permisi. Las't go prince"
"Yes mom*"
<><><><><><><><><>
Setelah kepergian Permaisuri dan Pangeran Mahkota beberapa menit lalu, hanya tersisa keheningan melanda ruangan. Jangan lupakan juga pemikiran masing-masing orang yang entah memimikirkan hal yang tak ada hubungannya dengan diri mereka sendiri.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan 'orang yang terrlalu ikut campur urusan orang lain akan menjadi boomerang untuk diri mereka sendiri'. Sang Kaisar tak mampu berkata apapun lagi jika dihadapkan dengan sebuah kenyataan, karena ucapan Permaisuri begitu menyakitkan. Namun Kaisar sendiri mencoba untuk mengintropeksi diri sendiri sebelum menyalahkan rasa sakit dilubuk hatinya.
Mengenai isi hati mereka semua ada beberapa ekspresi hati yang ditunjukkan oleh mereka semua kepada Permaisuri, ada yang geram akan tindakan yang dilakukan Permaisuri, sedih melihat bagaimana kerasnya hidup Permaisuri selama berada di Istana dalam dulu, juga ada yang merasa bersalah karena tak bisa berbuat apapun untuk membantu Permaisuri walau hanya suara saja. Mari kita tinggalkan mereka yang masih merenung didalam hati mereka masing-masing.
Ditempat lain, tepatnya dipavillium Lavender tempat tinggal Permaisuri, hanya ada keheningan tak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan, meskipun terdapat manusia didalam sana, namun entah mengapa mereka enggan hanya untuk mengucapkan sepatah dua kata.
Mereka tak memulai pembicaraan sampai 15 menit lamanya. Hingga Putra Mahkota memecahkan keheningan itu karena kekesalan dan khawatir akan keadaan wanita yang menyandang gelar ibu secara bersamaan.
"Ibunda!! Apakah ibunda ingin beristirahat? Feng'er rasa ibunda tak memerlukan beristirahat? Karena ibunda sehat tak terkena penyakit apapun? Benarkan? Apakah alasan yang diberikan oleh Ibunda pada Yang Mulia Kaisar hanya akal-akalan ibunda saja?"
"Hahaha ternyata kau pintar juga putraku. Ya ibunda hanya beralasan saja. Ibunda akan mengajakmu kesuatu tempat yang tak pernah kau sangka sebelumnya Feng'er. Ibunda akan membawamu menjumpai ilmu yang belum kau kenal sebelumnya putraku!"
"Kita akan kemana ibunda? Apakah kita akan meminta ijin terlebih dahulu kepada Yang Mulia Kaisar? Atau kita langsung pergi tanpa ijin terlabih dahulu?"tanyanya bingung.
"Tak perku meminta ijin terlebih dulu putraku. Tak penting juga meminta ijin. Itu akan menjadi urusan ibunda Feng 'er. Ada tidak adanya kita berdua tak kan mempengaruhi apapun itu."
"Baiklah Ibunda. Apapun yang ibunda katatan padaku, akan aku kabulkan jika tidak mempengaruhi keselamatan ibunda."Tagasnya.
"Itu baru putra ibunda. Feng'er putraku ingatucapan ibunda ini. Feng'er harus tenang dalam menghadapi situasi apapun yang akan terjadi di masa depan. Entah kenapa ibunda merasa akan ada hal besar yang akan terjadi. Namun ibunda tak tau kapan hal besar itu akan terjadi, tapi hal besar itu akan ada hubungannya dengan ibunda dan dirimu juga. Hal besar itu mungkin adalah hal yang buruk atau malah sebaliknya. Jadi mulai sekarang Feng'er harus menjaga diri dan menyiapkan diri akan kemungkinan yang akan terjadi"
"Baik ibunda Feng'er akan selalu mengingat pesan yang ibunda berikan padaku. Feng'er juga akan berlatih lebih keras lagi untuk melindungi diri Feng'er sendiri juga ibunda pastinya" tekadnya.
"Ibunda akan selalu membimbingmu apapun yang akan terjadi nantinya. Ingat pesan ibunda Feng'er lindungi adikmu Yu Chen karena ia akan turut terseret nantinya"
"Akan selalu Feng'er ingat selalu pesan ibunda"
"Bagus mari kita berangkat"
"Mari ibunda"
"Rong Xue"
"Menghadap Permaisuri"
"Katakan pada siapapun yang akan menemuiku, bahwa Permaisuri dan Putra Mahkota tak ingin menemui siapapun dan tak ingin diganggu. Dan jika ada yang menolak atau menerobos masuk maka mereka akan menerima konsekuensi dari perbuatan mereka."
"Apakah Permaisuri akan berkunjung hari ini" memang Rong Xue mengetahui tentang Sakte The Last Danger begitupun dengan penjaga banyanngan karena Permaisuri rasa mereka harus tau meskipun penjaga bayangan sudah mengetahuinya lebih dulu dari Rong Xue.
__ADS_1
"Ya dan Xue jie harus mengikuti apa yang aku katakan. Mengerti jie-jie"
"Pelayan ini mengerti Permaisuri"
"Baiklah Xue jie boleh pergi dan aku tak akan protes dengan kata ' pelayan ' yang barusan jie ucapkan"
"Hehehe baiklah" cengegesnya
"Dan Xue jie tak harus menunggu didepan pintu. Karena aku akan memberi sedikit permainan bagi mereka yang mengacau atau menerobos ingin masuk kedalam kamarku"
"Baik Permaisuri"
"JIE-JIE"
"Ehehe maksudku Xiao'er kesayangan"
"Bagus. Bagus"
"Kalau begitu Jie pergi dulu Xiao'er"
"Ya Xue jie bisa pergi. Oh ya, jie jangan coba-coba membuka pintu itu karena aku tak ingin kau terluka"
"Terima kasih peringatannya Xiao'er. Jie-jie permisi"
"Hmm"
"Cahaya apa itu ibunda?"
"Oh itu. Itu hanya cahaya dari matra kuno yang ibunda pelajari, tenang saja itu tak berbahaya bagi orang lain. Hanya orang tertentu saja yang akan terkena dampak dari cahaya itu sesuai dengan apa yang ibunda kehendaki. Jadi kau tenang saja dan fokuslah dengan tujuan awal kita menghindari perjamuan tadi. Mengerti" tegasnya pada sang anak
"Mengerti Ibunda"
"Bagus. Mari berangkat"
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan kediaman Permaisuri dengan melompat diatap atap rumah dan tak menimbulkan suara apapun menggunakan qinggongg nya. Selama perjalanan mereka tak mengeluarka suara sesikitpun karena fokus mereka harus ampai Sakte tepat waktu dan menghindari hal yang kemungkinan akan terjadi.
Sesaat sampai pada pintu hutan yang menghubungkan dengan perbatasan kerajaan terdapat dua kuda putih bersih seputih salju dengan rambut yang panjang berwarna pirang. Tak ada cacat sama sekali ditubuh kuda itu menambah kesan misterius. Kenapa misterius ? Karena kedua kuda itu bukan sembarang kuda melainkan kuda lumping gk dong becanda wkwkw. Kuda itu adalah kuda legendaris keturunan asli dari hewan kontrakk atau hewan spiritual tingkat tinggi menyamai hewan spiritual tingkat Dewa menegah.
Tak ada yang mengetahui kuda itu masih ada, karena kuda itu dirumorkan telah punah sejak lama dan hanya dimiliki oleh kultivator tingkat tinggi yaitu tingkat Master yang sudah berada pada tingkat surgawi tinggi.
Hanya sedikit orang yang mendapatkan gelar itu bahkan bisa dihitung dengan jari kultivator tingkat tinggi dibenua ini. Kultivator itu merupakan mendiang Kaisar lama kakek dari Kaisar sekarang dan juga kakek dari Permaisuri itu sendiri. Tak ingin menyia nyiakan waktu berharga keduanya langsung menaiki kuda mesing-masing diikuti oleh Wu Li yang melompat diatas dahan pohon tanpa disketahui oleh siapapun kecuali Permaisuri sendiri.
Satu jam berlalu ketiganya sudah sampai ketempat tujuan dengan mudah tanpa halangan sedikitpun. Membuat Pangeran Han zhang Feng heran sekaligus kagum kerena hutan yang ia lewati adalah hutan mematikan yang memiliki hewan buas dari tingkat rendah sampai yang ter tinggi atau hewan spiritual tinggi.
Pangeran Han zhang Feng Pov
Woah tempat apa ini ? Kenapa aku baru megetahuinya ? Sejak kapan tempat ini ada ? Kenaoa tak ada berita apapun yang tersebar diaeluruh kekaisaran?
Saat tiba ditempat ini aku sangat terpukau sungguh luar biasa indah. Kenpa juga Ibunda membawaku kemari apakah ibunda mengetahui tempat apa ini jika ia aku akan meminta ibunda untuk memasukkanku ke tempat ini. Ahh aku sangat ingin belajar ditepat ini biar bisa menjaga ibunda dari marabahaya. Karena kelihatannya tempat ini seperti sebuah Sakte besar namun berbeda dari sakte-sakte yang ada. Aku tak ingin kejadian lalu terulang kembali kejadian dimana aku melihat ibunda terbaring kaku diatas tempat tidur dan aku tak menginginkan itu. Apalagi aku tak bisa berbuat apapun karena ketidak mampuanku untuk berkultivasi ketingkat yang lebih tinggi.
__ADS_1
Aku berjanji akan bersungguh-sungguh menuntut ilmu jika aku bisa belajar ditempat ini untuk menjaga ibunda karena ibunda adalah wanita yang paling aku cintai didunia ini, orang pertama yang mendengarkan keluh kesahku, wanita pertama yang memberikan aku kasih sayang seluas samudra meskipun aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang yang disebut ayah itu. Tapi ibunda berperam sebagai ibu sekaligus ayah bagiku. Hahh meskipun begitu aku tak pernah mengeluh bagiku kasih sayang Ibunda adalah segalanya dan akupun tak kekuranga kasih sayang dari orang yang seharusnya memberikan aku kasih sayang.
Kaisar memang orang yang berbudi luhur baik atas rakyatnya namun tidak bagiku.
Karena bagiku kaisar hanya seorang kaisar tak bisa menjadi kaisar sekaligus ayah yang dapat kubanggakan.
"Er....Feng 'er....FENG'ER" lamunanku buyar karena panggilan ibunda padaku
"Eh...ano...ia ibunda kenapa?" Aduh kenapa denganku ini sampai-sampai tak mendengarkan apa yang diucapkan ibunda. Pasti ibunda kesal padaku
"Hahh apa yang kau pikirkan nak?"
"Maaf ibunda Feng 'er hanya memikirkan tempat apa ini? Kenapa indah sekali ? Feng 'er ingin menimba ilmu disini apakah boleh ibunda? Dan kenpa ibunda bisa tau tempat ini ? Sedangkan semua orang tau ditengah hutan tak ada apapun kecuali para hewan yang menghuni hutan ini?" Memang ini yang aku pikirkan sejak tadi kenapa ibunda bisa mengetahui tempat seindah ini
"Baiklah nanti ibunda jelaskan didalam. Sekarang kita masuk dulu. Wu Li"
Wu Li ? Siapa itu Wu Li bukankah hanya ada kita berdua saja apakah ada yang disembunyikan oleh ibunda. Apakah aku selemah itu sampai-sampai tak menyadari aura orang lain.
Pov end
"Baiklah nanti ibunda jelaskan didalam. Sekarang kita masuk dulu. Wu Li"
Tak lama muncul seseorang berpakaian serba hitam menghadap Permaisuri dengan begitu sopan
"Menghadap Permaisuri. Apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Kau masukkan kedua kuda ini ketempatnya. Dan setelah itu kau temui aku di ruanganku bersama yang lain. Mengerti" tegasnya
"Pelayan ini mengerti Permaisuri"
"Sekarang pergilah. Ayo Feng 'er"
"Baik ibunda"
Bersambung~
♡♡♡♡♡♡♡
Assalamualaikum Readers kesayangan
Marhaban Ya Ramadhan semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah Subhana wata'ala
Jangan lupa Like,Vote, and Comennya
Serta kritik juga sarannya jika ada penembatan tanda baca, EYD, atau ada kata yang salah supaya Aku bisa meperbaiki tulisanku
Salam manis dari Arin selaku Author jangan lupa puasa bagi yang menjalankan
♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1