
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
Setelah membersihkan tubuhnya dan sesikit mempoles wajah ayunya itu, Permaisuri melangkah menuju kearah dapur menemui sang putra sekaligus sarapan pagi dengan cadar yang selalu setia diwajahnya itu. Mungkin orang akan berpikir kenapa harus menyembunyikan kecantukannya jika diluaran sana banyak sekali kaun hawa yang berlomba-lomba ingin mempercantik dirinya hingga rela melakukan apa saja demi wajah yang diinginkannya.
Jika saja didunia ini operasa plastik sudah ada, pasti mereka akan berbondong-bondong melakukannya demi menarik perhatian orang lain. Tapi, aku ingatkan sekali lagi dia Permaiauri Liang Feng Xiao yang tak akan pernah ada duanya, meskipun Mantan Permaisuri adalah setengah jiwanya tapi itu sangatlah berbeda.
Sekarang Mantan Permaisuri sudah bukan bagian dari dirinya sebab mereka sudah melepaskan ikatan satu sama lain pada saat memutuskan pilihan masing-masing. Dan saat ini mungkin saja Mantan Permaisuri sudah bahagia dengan kebahagiaan yang diimpikannya.
Tinggal Permaisuri yang belum menemukan kebahagiaannya yang sesungguhnya. Menunggu adalah hal yang sangat membosankan bsgi semua manusia. Tapi, menunggu dalam kepastian tak akan pernah membuat kita bosa jika memang ada yang hatus ditunggu dan itu memastikan hatinya.
Tapi, jika menunggu ketidak pastian yang belum tentu akan mengjampirinya aku sarankan lebih baik berhenti menunggu jika ujung-ijungnya akan merasakan sakit yang tiada sakitnya.
Memang hidup sangatlah penuh dengan drama, itulah hukum alam. Dimanapun dan kapanpun ujian hidup akan selalu menghampiri kita baik ujian kebaikan atau kesengsaraan tergantung pada diri kita sensiti bagaimana cara menyikapi ujian yang memang sudah ditakdirkan pada kita.
Namanya takdir tak ada yang bisa menebaknya atau mengubahnya. Memang kita harus berpasrah pada takdir tapi tidak dengan nasib. Apalagi jika menyangkut tentang jodoh, memang jodoh sudah ditakdirkan tapi jika sendiri tak berusaha dan hanya mengandalkan waktu jika raka akan bisa menemukan jodoh kita. Karena jodoh kita adalah cerminan diti sendiri.
Tak lama Permaisuri sampai diambang pintu dapur yang bergabung dengan ruang makan, ternyata disana bukan hanya Zhang Feng putranya saja tetapi mereka semua berkumpul disana dan seperti sedang menunggu seseorang. Jangan lupakan keempat makluk yang senpat membuatnya kesal ternyata kuga berada disana.
"Selamat pagi semua" sapanya riang pada mereka.
"Selamat pagi juga Xiao'er" kata Yao Qi.
"Selamat pagi juga Ibunda" jawaban serempak diberikan oleh semua anak-anaknya.
"Selamat pagi juga Xiao Xiao" kata Bo dan Bong.
"Selamat pagi juga tuan" kata keempat makluk itu dengan kepala yang ditundukkan.
Permaisuri tak menghitaukan mereka sebab masih kesal dan kecewa pada keempatnya. Sedangkan keempat orang itu hanya menghela nafas pasrah dengan respon yang diberikan oleh Permaisuri pada mereka.
Kelompok Permaisuri semakin kebingungan dengan tingkah kelimanya itu. Sejak kemarin Permaisuri seperti ini dan keempat orang lainnya selalu mengekori Permaisuri dengan wajah melasnya.
"Woah sepertinya sangat enak" kata Permaisuri memecahkan keheningan diantara mereka.
"Benar sekali ibunda" kata Zhang Feng menimpali ucapan ibundanya itu.
"Memangnya siapa yang memasak sebanyak dan seenak ini hem" katanya sembari memasukkan daging ikan kemulutnya.
"Tentu saja, mereka berdua ibunda mana mungkin kira yang akan memasak" kata Xuan Xuan sambil menunjuk pada kedua gadis itu yang menunduk menyembunyikan wajah merahkan karena malu dipuji oleh mereka.
"Wah istri idaman sekali" kata Permaiauri ketika terlintas menjadi ide jahil diotaknya.
"Benar sekali ibunda hahaha" kata Zhang Feng, Xuan Xuan, Fu Lin, dan Chong Xi serempak karena menyadari bahwa kedua kaka mereka tertarik pada kedua gadis didepannya ini.
"Ibundaa" rengek keduanya.
"Loh benar kan apa yang dikatakan oleh ibunda?" Tanyanya sembaribmengangkat salah satu alisnya pura-pura bingung.
"Tidak ada yang salah dari perkataan ibunda hanya saja-" kata Lilyanan dengan sedikit jeda
"Hanya saja?" Beo mereka
"-hanya saja kami tidak mempunya calon untuk saat ini" kata Lilyana lagi dengan tangan yang menggaruk pipi kanannya yang tiba-tiba gatal.
"Jangan khawatir disini masih banyak loh para pemuda tampan" goda Permaisuri.
Sedangkan mereka semua tersenyum lebar mendengar ucapan Permaisuri. Tapi,senyum mereka bermacam arti dari mulai, Zhang Feng, Xuan Xuan, Fu Lin, dan Chong Xi yang tersenyum aneh seperti merencanakan sesuatu. Kedua pria tampan lainnya hanya tersenyum penuh arti ketika memdengar ucapan dari Lilyana.
Shi Yao Qi hanya menggelengkan kepalanya melihat kekakuan mereka dan melanjutkan makannya yang tertunda. Bo dan Bong melihat saja deng mulut yang tak berhenti mengunyah. Sedangkan Antares tak peduli dengan mereka malah dia sangat fokus pada makanannya.
"Bersamaku saja aku jamin tidak akan ada orang ketiga diantara kita" kata Xuan Xuan main-main.
"Tidak boleh" kata Chong Li fan Bei Shan bersama-sama.
Lilyana dan Yi Ai hanya mengerutkan kening bingun sedang yang lain hanya menahan tawa melihat respon keduanya yang sangat panik itu.
"Ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Permaisuri pura-pura bingung.
__ADS_1
"A-ah,,,anu,,,itu,,,ak-aku" kata mereka berdua terbata bata karena malu.
"Anu kalian kenapa?" Tanya Yao Qi bingung.
Ingat mereka sangat pandai untuk mengerjai dan menjahili orang-orang dan semua itu adalah disikan Permaisuri tentu saja. Tak mungkun ibu kandung mereka mengajari hal tak bermutu seperti itu hanya Permaisuri yang memberikan kebebasan untuk mereka mengutarakan emosi yang terkurung dihati mereka dan mengajarkan kebebasan untuk diti sendiri tanpa harus melukai orang lain.
Tapi, kalian tenang saja sebab mereka akan menjahili orang-orang yang memang pantas mereka jabili. Bukan orang tak bersalah yang menjadi korbanya, tak jarang pula penjaga atau para pelayan yang suka bergosip menjadi korbannya.
Ah pernah waktu itu Selir ke 3 dan Selir ke 4 menjadi korbannya padahal selir ke 4 adalah ibunda dari Han Chong bersaudara.
Bukannya marah ibundanya dijahili malah mereka berdua menertawakan kedua selir itu dan ikut serta dalam rencana para saudaranya. Dengan tos ria mereka pergi meninggalkan keduanya bersama para dayang pengikutnya yang kalang kabut melihat junjungan mereka terjatuh kdalam air yangvsudah mereka camputkan kotoran kuda itu.
Tentu saja kedua selir itu tak henti hentinya mengumpat menyumpah serapahi nereka yang membuat dirinya seperti ini.
"Ayo katakan kalian berduan kenapa?" Tanya Permaisuri.
"Ti-tidak ibunda" kata keduanya gugup.
"Jika tidak ya tida apa juga" kata Fu Lin mengendikkan kedua bahunya cuek.
Sedang kedua orang yang menjada bahan kejahilan mereka mengeratkan kepalan tangannya dengan wajah yang memerah menahan kesal dan malu.
"Bagaiman jika Miss Lilyana bersama Xi'er saja" kata Chong Xi girang.
Lilyana yang merasa dipanggil mendongakkan kepalanya melihat siapakah orang itu yang menghodanha seperti itu. Meskipun tau bahwa dia sedang digoda oleh mereka tetap saja mereka berdua masihlah gadis muda yang malu-malu.
"Jangan" kata Bei Shan refleks.
Semua mata mengarah padanya jangan lupakan wajah yang bertanya-tanya.
Tentu saja mereka bingung yah meskipun mereka menghoda kedua pria tampan itu tapi, mereka tak menyangka bahwa respon keduanya diluar dugaannya.
"Shan'er kenapa lagi" kata Permaisuri heran.
"Emm,,,anu,,,itu ibunda?" Katanya bingung.
"Iya kenapa hem katakan saja pada ibunda" kata Permaisuri lembut.
"APA" Seru ssemuanya.
Kini Lilyana sudah berpindah dibelakang tubuh Yi Ai entah karena apa mungkin karena merasa malu ketika mendengar ucapan Bei Shan yang sangat berani.
"Maaf" kata Bei Shan pada mereka.
"Hahaha" tawa menggelegar dilayangkan oleh Permaisuri, Zhang Feng, Xuan Xuan, Fu Lin, dan Chong Xi menggema diseluruh sudut ruang makan dan dapur. Sedangkan yang lain melogo heran dengan kelima orang itu, kecuali Yao Qi dan Antates yang seilah tak peduli dengan mereka.
Keempat orang pengikut Permaisuri kebingungan melihat tingkat tuannya itu yang menurut mereka aneh hari ini.
Sepertinya suasana hatinya tak menentu sebab baru tadi pagi hujan badai dan petir menggelegar akibat ulahnya. Lalu hari yang cerah dan hangat sehangat mentari dalam musim dingin jangan lupakan alam semesta yang ikut berbahagia untuknya.
Dan sekarang tingkah konyolnya yang sudah kelewat itu membuat keempatnya harus ekstra hati-hati jika tak ingin kejadia seperti kemarin terulang kembali.
"Ibunda sebenarnya ada apa dengan kalian ini?" Tanya Chong Li heran.
"Haha aduh aduh" katanya tak bisa mengendalikan tawanya hingga membuat perutnya kram.
"Ibunda?" Kata mereka panik melihat ibundanya seperti kesakitan.
"Aduh ibunda ahaha tak apa nak hah hah" kata Permaisuri menyakinkan mereka.
"Benarkah?"
"Ya benar hah"
"....."
"Tarik nafas....huft...buang...tarik nafas...huft...buang" Kata Permaisuri menetralkan nafasnya.
"Sudah?"
__ADS_1
"Hahh sudah sudah"
"Lalu kenapa ibunda dan yang lainnya tertawa tadi?"
"Tidak kenapa-kenapa hanya merasa lucu saja"
"Lucu?" Beo mereka. Dan hanya dibalas anggukan oleh Permaiauri dkk.
"Huum Ibunda merasa lucu dengan kalian berdua"
"Kami" kata Chong Li sambil menunjuk ditinya sendiri dengan jari tekunjukknya.
"Ya kalian"
"Memangnya kami kenapa?"
"Jika memang suka cepatlah katakan dan datangi orang tuanya. Minta restu kedua orang tua mereka dan buktikan bahwa kalian memang layak untuk anak gadisnya" jelas Permaisuti memberi pengertian.
"Baiklah ibunda nanti setelah pulang dari sini kami akan menemui orang tuanya" kata Chong Li girang dengan binar bahagianya dan dianggukiboleh Bei Shan dengan sangat antusias.
"Ok ibunda sudah merestui kalian berdua tapi ingat ini baik-baik bukan hanya pada kalian berdua tapi unttuk semua anak ibunda hem"
"Apa itu ibunda?" Kara mereka serempak.
"Ingatlah laki-laki sejati tak akan pernah ingkar pada janjinya karena seorang laki-laki yang dipegang adalah ucapannya" jelasnya
"Ya ibunda kami akan menepati janji kami sendiri" sermpaknya.
"Dan ingatlah nak tidak ada seorang perempuan didunia ini yang mau berbagi. Kalian tau berbagi itu sangat menyakitkan dan kalian jangan seperti itu nanti ya jika sudah berkeluarga, jangan menyakiti hati pasangan kalian. Cukup ibunda yang merasakan bagaimana sakitnya berbagi hm" kata Permaisuri dengan senyum pedihnya meskipun dirinya tak ada rasa dengan Kaisar saat ini tapi melihat banyakkan pria didunia ini yang memiliki banyak selir tanpa tau bagaimana hati wanitanya membuat hatinya pedih menahan miris.
Mereka yang melihat senyum pedih ibundanya juga ikut merasakan bagaimana hancurnya hati ibundanya ini yang rela berbagi dan juga merasakan diabaikan oleh suaminya sendiri.
Grepp
Mereka memeluk ibunda tercintanya kedalam pelukan mereka sudah bagai teletabis yang berpelukan. Posisinya saat ini Permaisuri berada ditengah dengan para laiki-laki yang mengelilinginya. Sedangkan kedua gadis itu saling berpelukan, ah ya Antares juga ikut memeluk permaisuri. Sungguh pemandangan yang penuh haru.
"Hikss...huwaaa" tangis Antares.
"Hei kenapa son?" Tanya Permaisuri Panik.
"Hikss... pengap dan sesak ibunda hikss...kaki ares juga ada yang menginjaknya hiks..." katanya mengadukan apa yang dirasakannya saat ini.
Langsung saja mereka melepaskan pelukan mereka karena merasa kasihan pada Antares.
"Eh maaf Xi'er tak sengaja ehehe" ternyata yang menginjak kaki Antates adalah Chong Xi.
"Xi'er" tegur Prrmaisuri.
"Maaf ehe" katanya.
"Hahaha" tawa mereka pecah sekatika melihat tingkah konyol Chong Xi.
"Sudah sudah ayo lanjutkan sarapannya nanti tidak kebagian loh" kata Permaisuri.
"Hah kenapa begitu?" Tanya mereka.
"Lihat paman kalian" kata Permaisuri langsung saja mereka melihat kearah Yao Qi yang asik memakan apa saja yang ada didepannya tanpa.
"Pamann" regut mereka.
"Apa?"
"Kenapa paman habiskan makanannya?" Tanya mereka.
"Suruh siapa kalian lama ya sudah paman habisakan saja"
"Pamannn" regek mereka dan dihiraukan oleh sang empu.
"Sudah sduh sekarang habiskam sarapan kalian jika tida makan ucapkan selamat tinggal pada semua makanan ini" seloroh Permaisuri dengan menyuapi nasi kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Baik Ibunda"
Bersambung~