The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
38. Meningkatnya Daya Simpan Ruang Ilahi


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


Setelah acara penyambutan berakhir rombongan kekaisaran Shi pergi menuju kediaman mereka selama berada di kekaisaran Han. Semua sudah memasuki kamar masing-masing begitupun dengan kedua Pangeran Shi itu.


Tak lama setelah tiba dikediaman masing-masing, Pangeran Mahkita bukannya menuju kekediamannya tapi malah membuntuti sang paman yang akan mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


"Sedang apa kau?" Tanya pangeran Shi heran.


"Memgikuti paman. Tentu saja" katanya santai.


"Maksud paman kenapa kau mengikuti paman? Kenapa tidak istirahat dulu dikamarmu?" Terang Pangeran Shi kepada keponakannya yang satu ini.


"Oh. Aku kira maksud paman apa. Aku memang ingin istirahat" katanya santai.


"Jika ingin beristirahat kenapa kesini?" Katanya mulai kesal.


"Karna aku ingin beristirahat disini bersama paman" kata Pangeran Mahkota santai. Mendengar ucapan kelewat santai dari sang keponakan muncul perempatan siku di keningnya.


"Dikamarmu saja sana paman tak ingin diganggu. Biarkan paman tenang sebentar saja jangan kau ganggu paman tampanmu ini" pekikan kesal Pangeran Shi lontarkan pada keponakannya yang menyebalkan ini.


"Aish paman pelit sekali apa salahnya menampungku yang kecil imut-imut ini" katanya memelas menunjukkan raut wajah yang menggemaskan seperti kucing minta dipungut. Tentu saja membuat pamannya ini luluh seketika tak kuat melihat wajah keponakannya itu. Jangan salah meskipun Pangeran Mahkota laki-laki tapi wajahnya cantik dan manis juga tampan secara bersamaan membuat siapa saja betah memandang wajahnya. Tapi sangat disayangkan meskipun dirinya terkenal ramah namun dia juga tak tersentuh.


Ramah memang, karena memang dia harus menjadi ramah untuk rakyatnya sebab dirinya adalah Putra Mahkota calon Kaisar masa depan Kekaisaran Shi. Itulah ajaran orang tuanya pada dirinya agar menghargai orang yang lebih tua meskipun orang itu membuatnya kesal. Bukan hanya pada orang tua tapi pada semua orang yang memang pantas untuk dihormati.


"Baiklah kau bisa istirahat bersama paman saat ini tapi tidak untuk nanti. Mengerti" katanya tegas.


"Yeeyy paman terbaik" girangnya.


Tak lama setelah perdebatan, keduanya langsung merebahkan tubuhnya keranjang untuk melepas penat sejenak.


Mungkin dengan merebahkan tubuhnya bisa mengurangi lelah dan letih mereka saat diperjalanan sedikit berkurang.


15 menit berlalu


Kedua pangeran tampan itu sudah selesai bersiap dengan hanfu santainya yang tak terlalu mencolok. Setelah selesai bersiap keduanya langsung menuju pavilliun Permaisuri untuk menghadap padanya, entah apa tujuan Permaisuri menyuruh Rong Xue menyambutnya dengan isyarat mata agar tak ada satupun yang mendengar pembicaraan jika melalui suara. Mungkin saja ada maksud tersembunyi dari isyarat mata itu.


Perjalanan keduanya berjalan lancar tanpa gangguan dan tak diikuti oleh para dayang serta pengawalnya. Memang jarak tempat tinggalnya dengan pavilliun Permaisuri lumayan jauh membuat keduanya berjalan lumayan jauh.


Tak lama keduanya telah tiba didepan pavilliun Permaisuri diatas gerbang terdapat papan bertulisan 'Pavilliun Calla Lily' terdengar aneh memang bagi mereka. Siapa yang tak merasa aneh dengan kata Calla Lily yang baru dilihatnya hari ini. Meskipun Pangeran Shi Yao Qi pernah kekediaman Permaisuri namun saat itu sang Pangeran tak memperduikan apapun dan lagsung masuk saja.


Memang nama pavilliun Permaisuri berbeda dari siapapun yang pernah mereka lihat sebelumnya. Mungkin saja itulah ciri khas dari Permaisuri Kekaisaran Han ini. Melapor pada penjaga gerbang yang sepertinya baru saja tiba entah dari mana saja yang pasti penjaga gerbang itu masih mengatur nafasnya yang putus-putus serta keringat yang masih melekat pada tubuhnya.


"Katakan pada Permaisuri bahwa kedua Pangeran Shi sudah datang" kata Pangeran Shi Yao Qi.

__ADS_1


"Baik Pangeran mari masuk. Karena tadi Permaisuri sudah berpesan pada kami, jika kedua Pangeran sudah datang langsung saja keruang belajar Permaisuri karena sudah ditunggu disana" kata si penjaga.


"Baik. Pimpin jalan" katanya lagi.


Langsung saja sipenjaga menuntun keduanya menuju ruang belajar Permaisuri yang tak terlalu jauh dari gerbang. Tak lama tibalah mereka didepan sebuah ruangan yang yang pintunya terdapat pahatan cantik yang mamapu membius siapa saja yang melihatnya.


"Kita sudah sampai Pangeran" kata sipenjaga sopan pada kedua Pangeran Shi itu.


"Baiklah kau boleh pergi" kata Pangeran Mahkota. Tabi sebelum penjaga itu meninggalkan keduanya Pangeran Shi Yao Qi membuka suara yang membuat sipenjaga tersenyum tamah dengan mata yang berbinar.


"Terima kasih sebelumnya karena sudah mau mengantarkan kami berdua" katanya dengan senyum yang menawan.


"Sama sama Pangeran. Sudah tugas saya, saya pamit permisi Pangeran Salam" kata si penjaga menggunakan kata saya bukan hamba karena memang dilarang keras oleh Permaisuri.


Setelah kepergian penjaga itu, tiba-tiba pintu didepan mereka terbuka menampilkan seorang pria paruh baya yang menggunakan pakaian berwarna ungu dengan hiasan bunga-bunga. Kedua Pangeran langsung mengenali pakaian itu katena kaian itu adalah pakaian seorang kasim .


"Salam Pangeran Shi anda berdua sudah ditunggu oleh Permisuri didalam. Silahkan masuk" kata kasim paruh baya itu.


Mendengar ucapan Kasim keduanya langsung memasuki ruang belajar Permaisuri. Pemandangan pertama yang dilihat keduanya adalah tumpukan-tumpukan buku yang berbaris secara rapi dan jangan lupakan aroma buku bercampur dwngan aroma lavender menyapa indra pernapasannya.


Menyusuri sekitarnya tanpa melihat wanita cantik bak dewi yang mungkin saja dewipun akan iri karena kecantikannya itu memandang keduanya bosan.


"Apakah kalian akan terus berdiri?" Tanya sebuah suara lembut, halus dan mempesona yang mampu menghipnotis siapa saja. Setelah menyadari bahwa bukan hanya bereka berdua yang berda diruangan ini membuat keduanya tersenyum malu.


"Ehehe maaf. Kami terlalu terlena dengan ruangan belajarmu" kata Pangeran Shi Yao Qi dengan cengegesan.


"Itu sudah lama sekali. Jadi jangan salahkan aku jika terpesona dengan tempat-tempatmu yang sangat luar biasa" kilahnya mendapatkan tatapan malas dari Permaisuri dan tatapan tak percaya dari Pangeran Shi Yao Qi.


"Aku tanya sekali lagi. Apakah kalain berdua akan terus berdiri? Jika memang iya aku akan menyuruh pengawal untuk membuang kurai didepanku ini" ancam Permaisuri dan benar saja keduanya langsung duduk manis menempati kursi empuk didepan Permaisuri itu.


"Simpan racauan tak jelasmu untuk saat ini Ge dan dengarkan ucapanku tanpa dipotong atau menyelanya" sargah Permaisuri cepat yang melihat Pangeran Shi Yao Qi akan membalas ucapannya.


"Huh baiklah" katanya pasrah.


"Dengar kalian berdua pergilah kebelakang kediamanku ini menuju bukit disana banyak dayang dan pengawal yang sedang berlatih begitupun dengan Pangeran Mahkota Han Zhang Feng jyga Tabib Liang semuanya ada disana. Dikediamanku hanya ada beberapa orang saja yang sudah melaksanakan latihan yang aku buat takutnya ada orang yang datang menemuiku." Jelasnya. Terdiam sejenak membuat Panheran Shi Yao Qi memberanikan diti untuk bertanya.


"Tapi kelihatannya dari luar tampak banyak orang dan mereka semua melakukan aktifitasnya?" Tanyanya heran.


"Ge itu hanyalah kamuflase saja untuk mengecoh musuh. Aku sudah membuat aray pelindung dengan mantra pengecoh musuh. Suapaya mereka yang melihat dari kuat akan nampak kegiatan seperti diluaran namun tidak untuk aslinya. Tenang saja aku yakin tak ada yang mampu menembus aray yang ku buat ini karena ini adalah teknik kuno yang sudah lama menghilang" jelasnya lagi.


"Baiklah kami akan kesana" kata Pangeran Shi Yao Qi.


"Dan untukmu Pangeran Mahkota jangan sungkan, jangam gugup padaku. Kau adalah sahabat putraku maka kau pun adalah putraku juga. Ku dengar kau belum masuk ke sakte atau akademi benar?" Tanyanya pada Pangeran Mahkota.


"Benar Permaisuri aku memang belum berminat untuk masuk sakte atauupun Akademi karena tak ada yang membuatku terkesan" jelasnya.

__ADS_1


"Panggil Mommy saja seperti Feng'er memanggilku. Jika kau tak keberatan kau bisa masuk di Sakte yang sama dengan paman dan juga sahabatmu itu" tawatnya.


"Paman masuk sakte? Memang sakte apa? Kenapa aku tak tau?" Tanyanya heran bercampur penasaran.


"Ada. Nanti kau akan tau sakte apa itu. Yangjelas kau akan menetima tawaranku atau tidak" kata Permaisuri. Memdengar tawaran yang diajukan langsung oleh ibu negara Kekaisaran Han ini dirinya merasa senang bukan tanpa alasan karena desas desus masyarakat yang mengatakan bahwa semenjak Permaisuri bangun dari tidur panjangnya beberapa bulan lalu banyak sekali perubahan positif yang dialami olehnya. Dan juga karena paman dan sahabatnya juga berada disana dirinyapun merasa senang katena mendapatkan teman yang membuat dirinya merasa nyaman.


"Temtu saja aku akan setuju mommy" katanya girang.


"Baiklah setelah ini kau harus menemui putraku katakan kau akan mengikuti semua yang akan dilakukannya untuk penampilan bakat difestival juga akan masuk dalam sakte yang sama padanya. Biar lebih enank bisa panggil mom saja supaya kau tak bingung mengerti?" Jelasnya lagi.


"Mengerti mom" ucap Pangeran mahkota riang.


"Baiklah kalian bisa kesana sekarang." Katanya mengusir secara halus pada keduanya.


"Baiklah sampai jumpa nanti" kata keduanya dibalas gumaman oleh Permaisuri.


Setelah mereka berdua tak terlihat, tiba-tiba keningnya mengkerut seperti ada sesuatu yang mengguncangnya namun melihat sekelilinya yang baik baik saja membust kerutan didahinya semakin menjadi. Alhasil dirinya bertanya pada hewan kontraknya yang memang berada diruang Ilahinya.


"Zian apa yang terjadi disana?" Tanyanya pada Zian yang tak lain Naga putih surgawi melalui telepatinya.


"Kami tak tau juga sebaiknya kau masuklah dulu dan pastikan tak ada orang luar yang tau kau menghilang dalam hitungan detik jika tidak itu akan menkadi masalah untukmu yang kekuatannya masihlah lemah" kata Zian datar tapi terselip nada ke kekhawatiran yang sangat jelas.


"Baiklah aku akan kesana sekarang" katanya dan langsung memutuskan telepatinya secara sepihak.


Tak lama sampailah Permaisuri diruang Ilahinya yang sangat berbeda dari saat pertama kali dirinya berada disana. Langsung saja dia menuju keempat makluk itu.


"Ada apa? Kenapa aku merasa ada goncangan dalam jiwaku tadi?" Tanyanya tak sabaran.


"Kamipun tak tau. Yang pasti dihamparan itu seperti akan mengeluarkan seauatu yang sangat besatmr tapi kami tak bisa menebaknya" kata Zhao Lie.


"Baiklah kita tunghu beberapa menit lagi. Apa uang akan dikeluarkan oleh tanah dihamparan itu" katanya dengan sabar. Akhirnya mereka menunggu hamparan didepan mereka mengeluarkan sesuatu yang besar namun sulit untuk dideteksi. Lama menunggu akhirnya yang mereka tunggu-tunggu sedari beberapa jam yang lalu membuahkan hasil yang memuaskan.


Terlihat sebuah bagunan yang lama kelamaan semakin besar membuat mereka semua tercengang dengan fenomena didepannya ini.


"Astaga bangunan apa itu? Kenapa besar dan inda sekali" pekik Guang Yue


"Mansionku" pekikan girang yang lebih antusias berasal dari Permaisuri Liang Feng Xiao


"Hah Mansion apa itu?" Tanya mereka serempak


"Bangunan itu adalah Mansion tempat tinggalku dulu. Aku tak kalau diruang Ilahi ini akan muncul Mansionku. Ah kurasa ruang Ilahiku semakin melebar luasnya semakin luas saja, banyak bukit, gunung dan air terjun. Kenapa aku tak tau dengan perubahan ini?" Tanyanya.


"Loh kenapa semakin melebar saja bukit dan gunungnya juga bertambah. Apakah karena kita terlalu asik menunggu bangunan ini sampai tak menyadari bahwa mereka juga muncul?" Tanya Zhao Lie heran.


"Mungkin saja. Itu bisa terjadi, yang penting aku merasa sangat senang karena Tuang Ilahiku melebar dengan penyimpanan yang sangat besar mampu menampung satu benua ha ha ha." Tawanya menggelegar menandakan bahwa dirinya sangat senang sekarang.

__ADS_1


"Baiklah karena Mansionku sudah datang mari kita masuk dan cari jawabannya didalam sana" katanya lagi memimpin jalan agar mereka berempat mengikuti langkahnya.


Bersambung~


__ADS_2