The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
58. Syarat


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"Ibunda sedang apa?" Tanyanya.


"Tidak. Ibunda baru saja terbangun dari tidur ibunda saja" Kata Permaisuri dan dibalas anggukan kepala oleh Zhang Feng.


"Ibunda tau tidak?" Tanyanya


"Tidak"


"Aish ibunda Feng'er belum selesai berbicara tau huh" katanya cemberut.


"Hahaha maaf maaf ibunda terlalu antusiaa ingin mendengar ceritamu hm"


"Baiklah Feng'er maafkan tapi lain kali jangan begitu hm" katanya sembari menyodirkan jari kelingkingnya.


"Kenapa hm?" Tanyanha bingung untuk apa putranya ini menyodorkannya jari kelingking miliknya.


"Ibunda harus berjanji pada Feng'er tidak akan melakukan seperti tadi" jelasnya.


"Melakukan apa hem" godanya


"Ibunda jangan menggoda Feng'er seperti itu" rajuknya manja.


"Menggoda seperti apa maksud Feng'er hm" katanya lagi pura-pura tak mengerti.


"....."


"Baiklah baiklah maafkan ibunda ya son" kata Permaisuri dengan wajah memelasnya karena Zhang Feng anak baik yang sayang pada ibundanya jadi yah kemakam sudah bujuk rayu manis dari Ibunda tercintanya.


"Ok Feng'er maafkan tapi dengan satu syarat bagaimana ibunda setuju?"


"Baik-" ucapan Permaisuri terpetong karena pekikan dari Zhang Feng'er.


"Ah dua syarat ibunda"


"Loh katanya tadi satu?" Tanyanya bingung.


"Hehe tidak jadi karena Feng'er baru terpikirkan" katanha dengan kekehan polos.


"Baiklah katakan saja hm"


"Nanti kita harus jalan-jalan menyusuri dunia ras siluman ya" katanya girang.


"Itu saja? Ok nanti kita akan jalan-jalan kesemua tempat yang ada didunia ras ini bagaimana hem?" Kata Permaisuri ringan.


"Yeyy sayang ibunda banyak banyak" girang Zhang Feng jangan lupakan kedua tangannya yang bertepuk tangan girang.


"Dasar bocah" kata seseorang yang sejak tadi menganti keduanya dengan senyum dibibirnya.


"Yeyy sayang Feng'er banyak banyak juga" kata Permaisuri mengikuti tingkah Zhang Feng.


"Hahaha"


Keduanya tertawa bahagia melihat tingkah konyolnya yang sangat absurd. Sungguh pemandangan yang sangat lucu ibu dan anak yang sangat menggemaskan sekali. Jika saja ada orang lain yang melihatnya pasti mereka akan mengira bahwa keduanya hidup dengan bahagia tanpa ada beban dalam hidupnya. Tidak ada yang akan mengira jika dipundak keduanya banyak sekali beban yang dipikulnya .


Namanya juga manusia yang memiliki banyak topeng diwajahnya. Jika sedihpun manusia mampu menutupi kesedihannya dengan topeng kebahagiaannya. Siapa yang tau hati manusia? Setiap manusia memiliki caranya masing-masing untuk mengepresikan emosi dalam hatinya.


"Dasar ibu dan anak sama konyolnya kkk~" kekeh sosok tadi menahan gemas pada keduanya.


Jika kalian ingin tau siapa sosok itu biarku beri bocoran sosok itu adalah pria yang sama dengan yang tadi bersama dengan Permaisuri. Yap tebakan kalian benar bahwa pria itu adalah cintanya Permaisuri dan Permaisuri juga cintanya Pria itu.


"Syarat yang kedua apa hem" tanya Permaisuri setelah meredakan tawannya sembari mengelus rambut Zhang Feng sayang. Sedangkan yang dielus malah kenyaman dan merebahkan kepalanya dipangkuan ibundanya.


"Katakan saja hem" tanyanya lagi dengan tangan yang sedari tadi mengelus kepala Zhang Feng sayang.


"Emm,,," katanya ragu.


"Apa hem"


"Emm,,,Feng'er ingin ibunda mencium Feng'er" cicitnya ragu.

__ADS_1


Sedangkan kedua sosok itu terbelalak kaget. Permaisuri sendiri kaget karena kenapa sang putra harus meminta ijinnya dulu jika hanya ingin menciumnya saja. Dia kira putranya ingin meminta sesuatu yang emm langka begitu. Handphone atau apa gitu ini malah cuma ingin dicium olehnya. Sungguh aneh untung dirinya tak aneh. Dasar tak tau diri wkwk.


Sedangkan sosok satunya ingin rasanya memarahi sang putra enak saja ingin dicium oleh cintanya huh. Meakipun Zhang Feng adalah putranya tetap saja dja seorang laki-laki dan dia tak rela. Biarlah dia dikatakan posesif atau overprotektif memang itulah kenyataannya jika menyangkut miliknya.


Sabar sabar ingat dia putramu jangan marah jangan kelepasan menyerang putramu sendiri innernya dalam hati.


Sosok itu hanya menggeram menahan kekesalan dalam hatinya yang akan meluap kapan saja jika tak ditahan olehnya. Jika bukan putranya sudah dia tendang bokongnya hingga keatas pohon biar tau rasa. Sedangkan Zhang Feng entah mengapa mengindik ngeri seperti ada seseorang yang memikirkan tentangnya hal buruk tapi dia hanya mengendikkan bahu acuh.


"Hahaha" tawa Permaisuri menggelegar didalam kamarnya sedangkan Zhamg Feng yang sedari tadi takut, takut jika ibundanya menolak permintaannya itu tapi melihat respon yang diberikan oleh ibundanya membuat dia mengernyit heran.


"Ibunda ada apa?" Tanyanya bingung.


"Ahaha aduh. Aduh perut ibunda sakit sekali" kataya semabari memegang perutnya yang kram akibat kebanyakan tertawa.


"Ibunda ada apa?" Tanyanya lagi.


"Hah. Hah" kata permaisuri menngatur nafasnya tapi malah disalah artikan oleh sosok pria yang mengawasi keduanya.


Shit!! Kenapa dia mendesah seperti itu. Oh lord tolonglah hambamu ini innernta gelish entah lah akupun tak tau.


"Ibunda?" Tanya Zhang Feng sekali lagi.


"Aduh maafkan ibunda hem" katanya.


"Memangnya ibunda menertawakan apa?" Tanyanya bingung.


"Ibunda hanya tertawa mendendemgar permintaanmu saja ehe" jelas Permaisuri.


"Apakah ada yang lucu dari permintaan Feng'er? Tanyanya bingung.


"Tidak ada son hanya saja ibunda bingung kenapa harus meminta ijin terlebih dahulu hm" tanya Permaisuri.


"Dulu ada seseorang yang memberitahu Feng'er kalau ingin mencium ibunda harus ijin terlebih dahulu" katanya polos.


Sedangkan Permaisuri menautkan alisnya bingung siapa orang itu yang berani-beraninya mengajarkan hal itu pada putra tampannya jika saja dia tau akan dia kebiri adik kecilnya itu.


"Memangnya siapa orang itu hem" tanya Permaisuri menahan kekesalan dalam hatinya. Sedang sosok yang sedari tadi mengawasi mereka tanpa sadar menelan ludah kasar.


Matilah aku gumamnya dalam hati.


"Jika ada orang yang mengatakan hal itu lagi katakan pada ibunda hm"


"Memangnya kenapa ibunda?"


"Ibunda akan mengebiri adik kecilnya itu kkk~" katanya penuh dengan ancama.


Sosok tadi mengindik ngeri dengan tangan yang menutupi adik kecilnya dan menelan ludah kasar. Entah kenapa atmosfir di kamar Permaisuri sangatlah pengap bagi sosok itu.


"Huum otey Feng'er akan selalu mengingatnya hehehe" katanya dengan cengiran anehnya seperti merencanakan sesuatu.


Kenapa firasatku buruk gumam sosok itu.


"Ya sudah sini ibunda cium. Morning kiss" kata Permaisuri.


"Morning kiss mom" kata Zhang Feng riang.


Cup


Kecupan di dahi


Cup


Kedua mata.


Cup


hidung bengirnya.


Cup


Kedua pipi tembemnya.


Dan

__ADS_1


Cup


Kecupan terakhir didagu sang putra


Sama seperti yang dilakukan oleh pria tadi yang mengecupnya tapi yang membedakanpermaisuti tidak mengecup bibir putranya sebab itu tidak lah etis dilakukan oleh ibu dan anak. Biarkan putranya yang memilih seorang perempuan yang dicintainya dan juga mencintainya balik unguk merasakan bibir perjaka putranya itu.


"Yeyy terima kasih ibunda"


"Sama-sama sayangnya ibunda"


"Sayang ibunda banyak banyak banyak sekali" katanya sembari memeluk tubuh mungil ibundanya.


"Sayang Feng'er juga banyak banyak banyak banyakkk sekali" jawab Permaisuri membalas pelukan hangat putranya itu.


"Oh ya apa yang ingin Feng'er karakan tadi?" Tanya Permaisuri.


"Oh itu tadi ada-" perkataannya terpotong karena sebuah suara bisikan yang menyuruhnya untuk tidak memberi tahukan pada Permaisuri.


"Jangan beritahu ibundamu tentang apa saja yang terjadi tadi pagi. Karena ibundamu akan mencaritahunya sendiri nanti dan itu akan sangat membahayakan dirinya" kata suara itu. Secara tak sadar Zhang Feng menganggukkan kepalanya dan kelakuannya itu dilihat oleh Permaisuri.


"Feng'er ada apa?" Tanya Permaisuri.


"Memangnya tadi ada apa ibunda?" Tanyanya belik bertanya seolah dia tak tau apa-apa. Sedangkan Permaisuri bingung dengan tingkah putranya ini yang tiba-tiba aneh. Karena penasaran Permaiauri bertanya lagi.


"Feng'er, kenapa tidak dijawab pertanyaan ibunda tadi?"


"Pertanyaan yang mana ibunda?" Tanyanya polos menutupi kegugupan dalam hatinya.


"Hahh. Tadikan Feng'er ingin mengatakan sesuatu dan tadi sampai di ada? Lho ayo lanjutkan"


"Ah tidak ibunda"


"Lalu kenapa Feng'er menganggukkan kepalanya tadi hem? Dan juga tidak dipanjutkan juga perkataan yang akan Feng'er karakan tadi?"


"Oh ah tidak kok ibunda hanya ingin merenggangkan otot kepala. Ya ingin merenggangkan otot kepala saja ehe" jelas aja alasan yang diberikan Zhang Feng adalah sebuah kebohongan belaka.


"Baiklah tapi jangan terlalu kasar ya nanti kepalamu bisa sakit" nasehat Permaisuri.


"Baik Ibunda"


"Oh ya tadi Feng'er ingin megatakan apa pada ibunda hem?" Tanyanya.


"Tidak jadi ibunda Feng'er lupa ingin mengatakan apa tadi ehe" katanya.


"Otey tak masalah"


"Ayo ibunda kita jalan-jalan" katanya semangat.


"Heyy ibunda belum membersihkan diri tau"


"Oh iya Feng'er lupa"


"Huh bagaimana Feng'er ini masih muda tapi sudah pelupa" kaga Permajsuri main main.


"Ehehe sudah ibunda sana bersihkan tubuh ibunda dulu"katanya embari mendorong pelan tubuh ibundanya menuju kamar mandi.


"Iya. Feng'er sudah sarapan tadi?" Tanya Permaisuri.


"Belum ehe"


"Loh kenapa begitu?"


"Tadi etelah membersihkan diri Feng'er langsung menuju kekamar ibunda"


"Baiklah Feng'er tunggu ibunda didapur dan sarapan terlebih dahulu sana"


"Otey ibunda bye bye. Cup~" katanya dengan kecupan dipipi kanan sang ibunda.


"Aish anak itu"


"Eh" katanya lagi ketika merasakan bahwa pipi sebelah kirinya seperti ada yng mengecupnya tadi.


Karena tak ingin ambil pusing Permaisuri membiatkannya saja dan berlalu menunju kamr mandi yang ada dikamarnya.

__ADS_1


"Kkk~menggemaskan sekali"


Bersambung~


__ADS_2