The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
43. Sambutan Yang mengagumkan


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


Tak ada yang menyadari kedatangan Permaisuri beserta rombongan, karena semua orang terfokus pada apa yang mereka kihat didepannya. Meskipun sebagian diantara mereka adalah perwakilan dari kerajaan tetangga yang jaraknya lumayan jauh karena berada dinegri barat sana. Tapi, mereka tau persis seperti apa sistem pemerintahan kerajaan manapun. Sebab hal itu diwajibkan untuk mengantisipasi adanya kekacauan dimasa mendatang.


Karena itulah mereka bertanya-tanya kemanakah Permaisuri Negeri ini? Jika memang sudah wafat kenapa mereka tak mendengar adanya upacara peringatan? Apakah ada konspirasi dibalik ini?.


Memang benar peperangan sesungguhnya bukanlah dimedan perang tapi, diistanalah tempat medan perang yang sesungguhnya.


Dimana banyak musuh berkedok kawan dan juga sebaliknya dimana kawan yang berkedok musuh. Bahkan dindingpun mempunyai terlinga.


Juga saat mereka tiba dikekaisaran Han berita tentang Permaisuri yang sakit diakibatkan oleh Selir An menjadi trending topik diseluruh kekaisaran.


Bahkan para tamupun membicarakannya juga. Ternyata rencana yang dibuat oleh Permaisuri berjalan lancar tanpa hambatan dari orang lain. Hanya tinggal tunggu rencana selanjutnya.


Tak heran jika banyak pertumpahan darah dibalik tembok istana. Siapapun akan disingkirkan jika memang merasa terancam. Bahkan tak segan-segan membunuh anggota keluarganya sendiri.


Sungguh miris dimana hati dan pikirannya telah dikuasai oleh nafsu keji akan kekuasaan sampai-sampai tak memperdulikan apapun, hingga berujung pada penyesalan. Bahkan harimaupun akan melindungi kekuarganya dari bahaya. Tak sampai hati mereka yang haus kekuasaan mengorbankan keluarganya tanpa melihat apakah keluarganya aman atau tidak. Yang penting hasrat duniawinya terpenuhi.


Karena situasi memanas kini saatnya Permisuri dan rombongannya memasuki ruangan. Dengan wajah yang tak tau apapun mereka perlihatkan. Rong Xue langsung mengkode kasim itu untuk mengumumkan kedatang Permaisuri dan kasim itu mengerti kode yang diberikan Tong Xue padanya.


"Permaisuri, Putra Mahkota dan rombongan memasuki Ruangan" kata Kasim utu menggelegar mampu membuat suasana yang tadinya memanas menjadi hening.


Terlihat seorang wanita cantik berpakaian khas seorang Permaiauri dan juga laki-laki yang menggunakan pakaian khasnya yang berwarna serupa dengan siwanita memasuki ruangan yang terdapat banyak orang. Rakyatpun berada disana karena ruangan itu adalah ruangan outdoor yang biasanya digunakan seperti acara seperti ini.


Semua orang terperangah dengan kedatangan keduanya yang mampu menghipnotis siapa saja yang melihat.


Bagaimana tidak siwanita yang meskipun menggunakan cadar tapi tak mengurangi aura keagungannnya juga aura kecantikan alaminya yang mampu membuat siapa saja betah melihatnya.


Sedangkan silaki-laki dengan wajah tampan yang datar mampu membuat kedua pipi para gadis bersemu dengan rina merah yang ketara akan ketampanan dan kegagahan laki-laki itu.


"Salam Yang Mulia Kaisar dan Ibu Suri" salam mereka yang baru saja tiba. Suara lembut nan tegas me dominasi salam mereka siapalagi kalau bukan dari Permaisuri dan Pangeran Mahkota Han.


Mendengar suara lembut nan tegas membust semuanya tersadar dari rasa kekaguman yang mendalam itu.

__ADS_1


"Bangkitlah" kata Kaisar.


"Kalian bisa duduk ditempat duduk kalian" kata Kaisar lagi.


"Mohon maaf Yang Mulia tapi, tempat duduk hamba telah ditempati oleh Selir anda" katanya dengan menekan kata Selir.


Bisik-bisik mulai terdengar dari semua kalangan membuat Selir An meremas rok hanfunya kesal. Merasa ada kesempatan para tamu mulai mempertanyakan apa yang sempat mereka pikirkan.


"Mohon maaf Yang Mulia Kaisar tapi yang dikatakan oleh Permaisuri adalah benar jika Permaisuri duduk dimanakah ia akan duduk?" Kata Perdana Mentri dari kekaisaran Wen.


"Benar yang dikatakan perdana mentri kekaisaran Wen Yang Mulia. Bukankah peraturannya sudah jelas tertulis Yang Mulia? Apakah kekaisaran Han ini hanya mencamtumkan peraturannya saja tanpa dilaksanakan?" Tanya seorang jendral besar dari kekaisaran Xinli memperkeeuh keadaan.


Sedangkan Permaisuri tetap stay cool ditempatnya. Menantikan apa yang akan dilakukan oleh Kaisar mendengar desakan para tamu. Juga jangan lupakan para rakyat yang sepertinya sudah berpindah berpihak pada Permaisuri mungkin karena gosib yang beredar baru-baru ini.


Sembari menantikan apa yang akan Kaisar putuskan, para tamu dan rakyat mulai bersepekulasi satu sam lain.


Menyalurkan apa yang dipikirkan oleh itaknya pada yang lain serta bincangan-bincangan yang kekuar dari tema malam ini.


"Semuanya harap tenang" kata penaasehat Kaisar.


"Selir Agung pindahlah ketempat dudukmu" kata Kaisar tegas.


Banyak pihak yang tersenyum kemenangan mendengar perkataan Kaisar. Sebagian dari mereka memanglah rival Mentri An yang sombong itu. Tak heran jika anaknya dipermalukan semua rivalnya tersenyum bahagia. Sebab semua orangpun tau mau Mentri An atau selir An keduanya sama saja, sama-sama sombong dan tamak.


Karena tamu dari negri barat tak mengerti bahasa mereka, jadi mereka membawa penerjemah yang akan menerjemahkan bahasa yang digunakan Permaisuri menjadi bahasa mereka.


"Baik Yang Mulia. Permaisuri maafkan Selir ini yang dengan lancang nenduduki kursi kebesaran anda" katanya meminta maaf deng nada yang dibuat semenyesal mungkin.


Jika orang belum tau sifat aslinya mungkin saja mereka akan terkecoh oleh sifat liciknya yang mampu mengendalikan orang lain melalui ucapannya. Tapi jika sebaliknya jangan harap untuk terperangkap mendengarkannyapun enggan.


"Tak masalah Selir Agung. Bukankah memang selalu seperti ini" kata Permaisuri lembut tapi menyakitkan.


Mereka yang mendengak kata 'Salalu' mengernyitkan keningnya merasa janggal dengan ucapan Permaisuri ditambah dengan wajah Selir Agung yang memerah manahan amatah dan malu tapi tetap mepertahankan senyum lembutnya.


Permaisuri sendiri tak terlalu memperdulikannya dan langsung duduk dikursinya yang berdekatan dengan kursi anaknya.

__ADS_1


"Baiklah karena tak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. Zhen akan memulainya" kata Kaisar tegas.


"Pembukaan Festival tahunan dimulaiii" kata penasehat Kaisar mengumumka bahwa Festival sudah resmi dimulai.


Semua orang bergembira menyambut Festival tahunan ini. Karena malam ini adalah pembukaan maka diharuskan menampilkan bakat mereka. Bagi siapapun yang mampu menarik perhatian para Kaisar dan Permaisuri maka akan mendapatkan hadiah langsung darinya.


Semua orang mepersiapkan diri untuk menunjukkan bakat masing-masing. Siapa tau mereka mampu membuat petinggi kerajaan tertarik dengannya.


Pembukaan dibuka oleh koloborasi antara Kaisar dan Selir An yang dimana kaisar bermain seruling dan Selir An yang menari. Tarian yang indah dengan sedikit sentuhan elemennya mampu membuat para tamu dan rakyat berdecak kagun.


Setelah selesai dengan tepukan tangan yang meriah entah karena memang benar-benar kagum atau merasa takut tak ada yang tau. Sekarang giliran yang lainnya yangbmenampilkan bakat, sedang Permaisuri hanya berdiam diri rencananya Permaisuri dan Pangeran Mahkota akan menampilkan jika acara akan berakhir nantinya.


Festival tahunan bukan hanya menampilkan bakat saja tapi ada perlombaan besok untuk mencari generasi berbakat untuk perlombaan yangvakan datang nantinya.


Karena hal itu banyak sekali generasi muda yang antusias menyambut Festival tahunan karena jika disaat Festival dapat menarik perhatian para petinggi akan bakatnya maka Perlombaanpun akan lolos nantinya. Tapi mereka salah besar, meskipun mendapat perhatian dari petinggi sskaipun memasuki perlombaan sangatlah ketat dan tak bisa disogok sebab semua staf dan pengurus yang bertanggung jawab sudah melakukan sumpah setia.


Sangatlah sia-sia jika hanya kemampuan tak seberapa tapi memaksakan diri untuk mengikuti perlombaan. Karena diarena perlombaan nanti diperbolehkan membuat lawannya terluka parah tapi jangan sampai mati. Jika lawan mati saat diarena maka dinyatakan keduanha di diskualifikasi.


Jika kalian bertanya dimana Pangeran kedua Pangeran Han Yu Chen berada jawabannya dia sedang berada di akademi kekaisaran sampai saat ini karena enggan bertemu dengan ibundanya sendiri.


Meskipun acara Festival tahunan diwajibkan hadir berkat Selir Agung Pangeran kedua dibebaskan dari hukuman tapi tidak untuk lain kali.


Menerut Permaisuri ada bagusnya Pangeran kedua tak ada disini saat ini keran jika Pangeran ada disini ditakutkan Pangeran kedua mendapat dampak dari rencananya dan Permaisuri tak mau itu terjadi pada putra tampannya. Meskipun bukan berasal dari rahimnya tapi sejak dia dilahirkan Pangeran kedua selalu bersamanya juga Pangeran Mahkota tak heran jika Pangeran kedua lebih dekat dengannya.


Kini saatnya Pangeran Mahkota Han menampilkan bakatnya dengan bantuan para murid sakte The Last Danger, Pangeran Mahkota Han akan menampilkan penampilan yang tak pernah dilihat oleh semuanya bahkan tamu dari negri baratpun tak akan tau.


Bagaiman tidak jika penampilan yang akan ditampilkannya itu berasal dari dunia Modern siapapun tak akan tau. Hanya orang-orangnyalah yang tau sebagus apa penampilan yang akan dibawaknnya.


Jika pemuda lain akan menampilkan satu pertunjukan dan hanya akan berpacu pada kekuatan dan seni pedang dengan alasan seorang pria tidaklah menari. Tapi tidak dengan Pangeran Mahkota Han karena dia akan mempertunjukkan beberapa pertunjukan yang sudah diltihanya selama ini tanpa adanya unsur beladiti atau Qi sedikitpun. Sebab kata ibundanya menari bukan hanya untuk kaum perempuan tapi menari untuk siapa saja yang ingin menari atu menyampaikan isi hati melalui musik dan tarian. Oleh karena itu Pangeran Mahkota Han sangat antusias sengan tarian yang akan dilakukannya. Tariannya cocok sekali dengan suasana hatinya saat ini yaitu ceria dan berenergi.


Pangeran Mahkota Han natinya akan berkoloborasi dengan beberapa orang secara bertahap sesuai dengan lagu yang akan ditampilkan. Tak ketinggalan pula Rong Xue selaku dayang pribadi yangvakan ikut serta dalam pertunjukan yang dilakukan ileh Pangeran Mahkota Han.


Bersambung~


Double Up ya

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya


__ADS_2