The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
37. Datangnya Utusan Kekaisaran Shi


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


Bagi mereka yang tak mempunyai pangkat atau bisa disebut rakyat miskin dengan adanya acara seperti ini menjadi ladang penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setidaknya hingga berbulan-bulan. Ada juga yang memjadikan acara seperti ini untuk mencari jodoh siapa tau diantara mereka ada terjepit jodohnya yang entah siapakah itu. Yang penting berusaha mencari dari pada hanya diam menunggu datangnya sang jodoh dan berakhir menjomblo hingga tua nanti.


Kini matahari sudah berada tepat diatas kepala, sinar sang surya yang begitu menyengat tak dihiraukan oleh semua orang karena saking bahagianya. Mereka semua tak menghiraukan sang surya yang menyinari dunia eh malah nyanyi ok abaikan. Semua orang seakan tak peduli dengan panasnya sinar matahari yang menerengi bumi, seakan-akan sinar matahari adalah lampu untuk menyinari kebahagiaan mereka.


Sebenarnya Festival tahunan kali ini sama saja dengan tahun-tahun yang lalu. Tapi, entah mengapa semua orang merasa memiliki firasat baik tentang diadakannya Festival tahunan ini. Seakan-akan beban dipundak mereka yang selama ini dipikulnya hilang entah kemana, dan juga mereka merasa meskipun sinar matahari hari ini begitu menyengat tapi rasanya begitu berbeda dari hari biasanya. seperti ada manis-manisnya gitu wkwk.


Apakah ini pertanda baik? Atau malah sebaliknya? Jika memang ini pertanda baik semoga beban hidup mereka yang selama ini mengalami kesusahan entah dari segi Materi ataupun batin mereka terangkat dan mendapatkan kebahagiaan yang melimpah. Semoga dengan adanya Festival tahunan tahun ini akan berdampak positif pada masa depan sehingga menimbulakan banyak keuntungan bagi mereka yang kesulitan saat ini.


Hari kian beranjak siang, suasana pasar semakin ramai saja denga para pengunjung yang entah kepasar ingin membeli, berjualan, atau sekedar berjalan jalan saja. Suasana pasar yang ramai, manusia yang berdatangan entah dari luar kekaisaran atau dalam kekaisaran memenuhi jalanan ibukota. Memandatkan jalan-jalan yang biasanya lumayan lenggang itu.


Lain halnya disebuah ruangan tamaram yang seperti memang disengaja tak diberikan penerangan terdapat sepasang manusia berbeda jenis. Dimana sang wanita yang duduk diatas pangkuan sang pria dengan manjanya jangan lupakan pula tangan nakal sipria yang menggerayangi tubuh wnita itu.


"Bagaimana keadaan disana saat ini sayang?" Tanya sipria yang tak henti hentinya menggerayangi tubuh si wanita hingga membuat si wanita itu tak bisa menahan desahan-desahan sedari tadi ditahannya.


"Engh saat ini...saat ini ke...keadaan berjalan ugh...sesuai rencana" ucap wanita itu dengan terbata-bata karena tak bisa menyeimbangi tangan lucknat itu. Tentu saja si pria merasa sangat senang dengan cepat dirinya mencumbu bibir mungil milik wanita itu dan langsung mengangkat tubuhnya tanpa melepaskan cunbuan keduanya. Ternyata dalam ruangan tamaram itu terdapat ranjang besar yang cukup untuk 3-4 orang namun hanya mereka bersua yang menempatinya.


Setelah meletakkan si wanita diatas ranjang dengan lembur tampa melepaskan cumbuannya, cumbuan mereka semakin lama semakin memanas tapj ditengah-tengah kegiatannya sipria melepaskan cumbuannha tapi tidak dengan tangannya.


"Apakah pria brengsek itu mengetahui tentang kita?" Tanya si pria.


"Ti-tidak ugh" katanya.


"Bagus jika si brengsek itu tak tau. Tapi apakah istri masa depanku mendapat kesulitan lagi saat ini?" Tanyanya lagi tanpa menghiraukan ekpresi si wanita.


Dengan kasar siwanita menghempaskan tangan pria itu dan menyingkirkan tubuh pria itu dari atas tubuhnya dan menatap si pria dengan amarah yang amat besar.


"Kau...kau masih mengharapkan wanita sialan itu?" Kata si wanita marah. Karena tak terima bahwa istri masa depannya dihina secara terang-terangan oleh wanita tak tau diri didepannya ini sehingga pria tampan itu menarik rambut siwanita dengan kasar tak memperdulikan ringisan yang keluar dari bilah bibir wanita itu.


"Beraninya kau menghina istriku dengan mulut kotormu itu. Aku bisa saja membunuhmu saat ini karema berani menghina istriku didepanku" katanya dengan nada rendah yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Aku tak akan seperti ini jika kau menghargaiku. Tapi kau...kau bukan hanya tak menghargaiku tapi kau masih saja mengharapkan wanita itu"marah siwanita.


"Aku akan menghargai mereka yang juga menghatgaiku. Dan untukmu bagiku kau tak pantas untuk dihargai sedikitpun." Ucapnya santai.


"Lalu aku apa bagimu hah? Aku rela memberikan apapun untukmu tapi kau sama sekali tak melihat ku" tangis siwanita.


"Kau bagiku hanyalah seorang ****** tak lebih dari seorang penghangat ranjangku. Ingat ini J. A. L. A. N. G " katanya dengan penuh tekanan disetiap katanya.


"Jadi,,,jadi aku hanyalah jalangmu saja selama ini hah" tanya siwanita pedih.


"Tentu saja. Aku hanya membutuhkan tubuhmu selama ini untuk menuntaskan nafsu birahiku, jika kau berbuat sesuatu yang ceroboh dan menyulitkan istri masa depanku lagi maka ucapkan selamat tinggal pada hari esok sayang" katanya dengan senyum menawan namun mematikan.


"Sialan kau..." siwanita tak mampu meneruskan perkataannya karena ucapannya teredam oleh tangisan sedihnya. Tentu saja sipria sangat menikmati tangisan kepedihan yang diperlihatkan didepannya ini sungguh pemandangan yang sangat indah baginya. Karena prinsipnya adalah 'meskipun aku jahat tapi aku masih melihat kebaikan orang yang tulus untuk diriku tanpa memandang siapa aku , jika dia tak menggangguku aku tak akan mengganggunya. Tapi jika mereka menggangguku maka ucapkan selamat tinggal pada hari esok'. Itulah prinsip hidupnya ah jangan lupakan satu hal lagi tentang dirinya yaitu dia akan meninggalkan seseorang yang sudah menolaknya tanpa mau berbuat jahat padanya karena menurutnya jika dirinya tak diterima berarti dirinya harus memperbaiki sifat dan sikapnya untuk membuat orang yang dia sayang melihat seberapa besar kerja kerasnya.


Dengan kasar sipria menarik tangan wanita itu dan mengukungnya dengan cengkraman yang sangat keras pada kedua tangan siwanita. Tentu saja siwanita menolak melakukan hal yang diluar batas karena tak mau melakukannya dengan cara kasar.


Biasanya dirinyalah yang akan menggoda habis-habisan sipria sampai-sampai dirinya telanjang bulat tanpa sehelai benang yang menempeli tubuhnya jangan lupakan pose yang sangat menggoda dengan posisi yang mengangkang. Pria mana yang akan menolak jika dihidangkan pemandangan yang seperti itu tentu sipria tak akan menyia-nyiakan sesempatan tapi jika pria itu tak normal maka kesemlatan seperti ini hanyalah hal yang membosankan. Ingat dan garis bawahi biasanya wanita itu akan melakukan dengan senang hati tapi tidak untuk saat ini. Dirinya berusaha sekuat tenanga terlepas dari cengraman tangan pria diatasnya ini. Namun usahanya berakhir dangan sia-sia, malah sipria lanhaung menyobek kain yang masih melekat ditubuh siwanita dan langsung menyerangnya dengan ganas. Terjadilah malam panas yang mencekram karena suara tangisan serta geraman rendah.mari kita tinggalkan mereka berdua karena Author tak bisa berfantasi lebih dari itu.


o0o


"Salam hormat yang mulia. Hamba membawa kabar baik dan kabar untuk yang mulia" kata sipria serba hitam A.k.a Jun Bei. Masih ingatkah kalian pada Jun Bei ini? Sosok yang sama yang selalu memberikan kabar pada pria tampan penuh pesona dan kharismatik itu. Jika kalian lupa bisa membaca kembali (Chap 32. Laki-laki Misterius).


"Katakan berita apa yang kau bawakan untuk Zhen ini dengar" katanya santai tanpa membuka kelopak matanya dan jangan lupakan posisi yang masih tiduran santai disinggasana cantiknya itu.


"Yang mulia kabar buruknya adalah ada pergerakan dari mereka disebelah barat Istana ini menurut hamba mereka menuju kekaisaran. Sepertinya mereka sudah mulai merasakan kekuatan yang dimiliki olehnya meskipun sangat lemah. Dan kabar baiknya adalah pria itu sepertinya sudah mulai menyadari bahwa yang selama ini diincarnya adalah wanita yang mulia dan pria itu sudah bergerak untuk membereskan mereka yang berbuat tak adil pada dia" kata Jun Bei mencoba tenang menghadapi pria didepannya ini. Meskipun terlihat tenang namun auranya masihlah sangat menekan.


"Hmm,,,sepertinya kita akan kedatangan tamu. Jun Bei perintahkan pelayan untuk menyiapkan jamuan makan siang karena Zhen yakin sebentar lagi dia akan kemari menanyakan perihal wanitaku" kata si pria tampan itu dengan penuh kesenangan.


"Baik laksanakan yang mulia. Bawahan ini pamit permisi yang mulia" pamit Jun Bei.


"Pergilah" perintahnya melambaikan tangan kanannya ringan. Setelah Jun Bei pergi barulah sipria tampan itu membuka kelopak matanya dan menyunggingkan senyum yang sangat menawan meski tertutupi oleh topengnya tapi tak mengurangi kadar ketampanan pada wajahnya.


"Kita akan bersama-sama seperti dulu lagi sayang, semoga saja kau mau memaafkanku. Dan aku berjanji akan menghukum pria brengsek itu karena dengan lancangnya mengambil alih apa yang bukam miliknya juga membereskan mereka agar hidup kita kembali tenang tanpa adanya pengganggu." Ucapnya penuh dengan binar bahagia meskipun terselip nada sendu pada akhir kalimatnya. Kita tinggalkan sejenak pria tampan nan mempesona itu.

__ADS_1


o0o


Ditempat lain tepatnya didepan gerbang masuk istana terdapat kereta kuda mewah nan megah berlambangkan matahari yang dikelilingi oleh pedang berwarna biru muda. Semua orang tau bahwa hanya ada satu kemungkinan siapa pemilik kereta kuda itu di benua ini. Hanya satu keluarga yaitu milik keluarga kerajaan tetangga kekaisaran ini Kekaisaran Shi. Siapa yang akan mengira jika kekaisaran Shi akan datang hari ini. Karena mereka tau seberapa sibuknya kekaisaran Shi itu yang tak kalah sibuk dari kekaisaran Han. Tentu saja semua orang bertanya-tanya kenapa mereka telihat begitu antusias bukan seperti tahun-tahun lalu yang akan tiba jika acara akan segera dimulai. Apakah ada hal lain yang menjadi latar belakang mereka tiba pada hari ini? Jika memang iya siapa alasan diabalik ini semua.


Setelah memperlihatkan plakat kekaisaran penjaga gerbang langsung membuka pintu gerbang dengan tergesa-gesa karena tak ingin terjadi kesalahan. Meskipun kekaisaran Han lebih kuat dari pada kekaisaran Shi tapi, siapa yang akan menduga jika kekaisaran Shi tidak memiliki kartu Asnya sendiri.


Begitu gerbang dibuka, yang pertama kali dilihat oleh kedua orang yang masih duduk manis dikereta adalah segerombolan orang yang sepertinya sudah menunggu kedatangan rombongannya itu. Disana terdapat Kaisar dan seperti biasa Selir An juga beberapa mentri yang ikut menyambut rombongan mereka. Tapi, bukan mereka yang dirinya cari saat ini. Dia mencari sosok cantik yang sudah merangkap menjadi adik manisnya itu. Mengendarkan pengelihatannya kesegala arah dan akhirnya sang retina matanya jatuh pada satu sosok manusia cantik itu. Wanita cantik kepercayaan Permaisuri yang tak lain adalah Rong Xue yang sepertinya sedang menunggu kedatangannya. Mata mereka terpaku sejenak seperti mengisarat sesuatu yang mungkin hanya mereka yang tau. Setelahnya mereka berduapun mengangguk setuju dan Rong Xue langsung pergi dari sana diikuti beberapa dayang Permaisuri namun sepertinya tak diperhatikan oleh semua orang. Mungkin tapi Pangeran Mahkota Shi melihat interaksi keduanya.


Karena tak tahan Pangeran Mahkota Shi bertanya pada pamannya dengan berbisik agar tak didengar oleh siapapun juaga akan menimbulkan kerusuhan dan dirinya tak mau itu terjadi.


"Paman apa yang sedang kalian bicarakan melalui tatapan itu?" Tanyanya penasaran.


"Katanya setelah kita sampai dikediaman kita, kita berdua harus menemui Permaisuri dikediamannya." Kata Pangeran Shi.


"Untuk apa kita kesana paman?" Tanya Pangeran Mahkota Shi.


"Entahlah paman juga tak tau. Tapi, intinya kita harus kesana jika tidak Permaisuri akan marah pada paman. Membayangkan hukuman yang akan diberikan pada paman saat Permaisuri marah sungguh membuat paman takut" Kata Pangeran Shi sambil mengindik ngeri membayangkan kemarahan Permaisuri.


"Aku baru tau jika paman bisa takut juga. Setauku paman tak kan takut apapun itu meskipun ayahanda menghukum paman" ejeknya pada sang paman yang terlihat kesal mendengar penuturan sang keponakan.


"Bocah nakal. Kau tak tau sekejam apa jika sampai Permaisuri marah tau" dengusnya kesal karena tak teruma diejek oleh keponakannya ini.


"Ya ya ya kita lihat saja seberapa kejam Permaisuri jika marah apakah sama dengan kejamnya ibu suri?" Tanyanya.


"Haish kau ini mereka berdua sama saja. Diamlah kita akan segera sampai dihadapan mereka jadi diam agar tak menimbulkan kecurigaan" kata Pangeran Shi memperingatkan keponakannya itu.


"Baiklah aku diam saja." Pasrah Pangeran Mahkota.


Setelah keduanya terdiam, tak lama kemudia rombongan mereka sampai dihadapan Kaisar. Melihat rombongan kekaisaran Shi yang telah sampai dihadapannya Kaisar langsung melakukan ritual penyambutan tamu dan setelah selesai langsung mempersilahkan rombongan itu menuju kediam rombongan itu agar langsung beristirahat mengistirahatkan tubuh mereka yang kelihatannya sangat lelah.


Bersambung~


Jangan lupa like and vote vote vote vote vote vote

__ADS_1


__ADS_2