
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
"Apa...apakah kau mendengar suara yang menyelingi cibiran dan bisikan mereka tadi? Yang mengatakan bahwa kau adalah miliknya? Apakah kau mendengarnya?" Tanyanya sambil berbisik agar tak ada orang lain yang dapat mendengar pembicaraan mereka.
Deg
"Ka-kalian...kalian juga mendengar apa yang tadi aku dengar?" Tanyanya terbata-bata menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang mulai bersarang dalam otaknya. Dan diangguki oleh semuanya.
"Jadi kau mendengarnya?" Tanya dayang Fang Lin.
"Ya" tegasnya yang sudah mengontrol tubuh serta pikirannya agar tak terpengaruh dan membuat rencananya gagal.
"Sudahlah kita urus suara itu nanti saja. Sekrang kita harus terfokus pada rencana awal, kita mulai acaranya dulu baru nanti kita tanyakan pada Permaisuri" usul teman satunya yang bernama Meng Xie yang ternyata juga mendengat suara itu.
"Baiklah kita fokus pada rencana kita saat ini" kata Dai Hua yang sedari diam saja. Dan sisanya hanya diam mengamati sekitar selagi teman-teman mereka berdiskusi untuk menghindari adanya penguping pembicaraan mereka.
"Ya kau benar kita harus fokus agar bisa makan makanan buatan Permaisuri" ucap Fang Lin yang mendapatkan tatapan datar dari semuanya.
Baiklah kita tinggalkan saja mereka yang sedang menatap datar teman absurdnya yang satu itu.
Kita beralih pada Kaisar yang mulai jengah dengan bisikan dan cibiran yang sedari tadi didengarnya apalagi dia merasakan aura yang sangat familiar itu meskipun sangat tipis sehingga dirinya memgira bahwa itu hanyalah perasaannya saja.
Tidak mungkin kan Dia ada disini? Jika memang dia ada disini apa yang akan terjadi padaku dan untuk apa dia ada disini**? gumamnya gusar.
"Baiklah. Agar tak terlalu lama kita mulai saja karena Zhen ingin segera beristirahat" memdengar permintaan ah lebih tepatnya perintah yang keluar dari mulut Kaisar membuat semua orang yang tadinya berbisik-bisik dan membuat bising satu ruanganpun terdiam.
"Pelayan silahkan dimulai"
"Baik Yang Mulia" ucapnya. Rong Xue langsung menyuruh kelima orang yang bersamanya sejak tadi untuk berbaris disampingnya untuk melaksanakan tufas akhirnya itu.
"Baiklah pertama-tama maafkan hamba yang memghambat jam istirahat kalian semua. Karena malam akan semakin malam hamba akan menyampaikan perintah Permaisuri dan memamggil siapa saja yang akan menerima Hadiah ini"
***Berisik
Dan
Bising***
Itulah satu kata untuk suasana saat ini. Yang tadinya hening sekarang kembali bising karena bisikan satu sama lain yang menanyakan siapa yang akan menerima hadiah dari Permaisuri itu? Dan jangan lupakan Selir An yang seperti akan meledak karena rasa kesal atas kebodohannya itu.
__ADS_1
"Hamba akan memanggil satu persatu dimohon untuk tetap tenang dan tidak membuat keributan" halus dan lembut namun mengandung sindiran keras untuk siapa saja yang akan membuat keributan nantinya.
Semua orang sudah duduk dengan tenang namun juga tegang dalam waktu bersamaan.
Tentu saja hal itu membuat Rong Xue dan kelima temannya menyunggingkan seringai mengerikan yang mampu membuat siapa saja ketakutan. Namun tak ada yang menyadari hal itu sehingga nyawa mereka aman dari tangan-tangan jahil itu.
"Orang pertama yang akan mendapatkan hadiah dari Permaisuri adalah...." ucapan Rong Xue yang dijeda agak lama yang memang disengaja itu membuat semua orang menerka-nerka siapakah orang tersebut.
"Orang itu ialah Selir Kedua, Selir Luo Wei Er . Selamat untuk anda Yang Mulia Selir" kata Rong Xue lantang membuat semua orang tak percaya bahwa selir yang selalu diam dan lemah lembut itu mampu membuat Permaisuri memilihnya untuk menerima hadiah indahnya itu.
Biar aku jelaskan sedikit tentang Selir Kaisar yang satu ini, Selir kedua yaitu Selir Luo Wei Er adalah Rival Selir An sejak memasuki Harem karena Selir kedua salah satu Selir yang selalu didatangi oleh Kaisar setiap malamnya namun jika Selir An sedang datan bulan.
Meskipun begitu Selir An menyimpan dendam padanya yang hanya Selir An saja yang tau dendam apa yang dimilikinya sehingga jika Selir Luo mendapatkan kesenangan maka Selir An akan menghancurkannya meskipun ditentang oleh siapapun.
Selir An berpikir bahwa mereka tak tau dengan dendam yang sudah mendarah daging itu jadi jangan ikut campur pada urusanku itulah jawaban yang sering dilontarkan oleh Selir An pada mereka.
Saat ini Selir Luo berjalan dengan anggunnya menuju kearah tengah ruangan dan memilih hadiah apa yang akan Sslir Luo pilih.
Bagi mereka yang mendapatkan kesempatan ini dibebaskan memilih hadiah manakah yang akan diambilnya. Jika diantara hadiah itu semuanya adalah yang diiginkan maka dengan terpaksa Rong Xue mengigatkan untuk memilih salah sati diantara keliama hadiah itu.
"Dayang Rong apakah Permaisuri tak salah memilih Selir ini yang mendapatkan hadiah istimewa ini?" Tanyanya lembut namun tak menghilangkan kesan anggunnya membuat semua orang berdecak kagum.
Siapa orang ini? Apakah orang yang berbicara tadi lawan? Ataukah kawan? Terlalu bnyak misteri membuat kepala Author ingin pecah rasanya. Ok abaikan.
"Menjawab Selir Luo. Pilihan Permaisuri tak pernah salah. Jikapun salah makan bukan Permaisuri yang bersalah namun kami yang terlalu ceroboh" memang benar pilihan Permaisuri tak pernah salah.
Jikapun salah itu adalah kecerobohan mereka semua yang tak mendengarkan intruksi dari Paermaisuri sedari awal.
"Ah baiklah. Lalu apa yang harus Selir ini lakukan sekarang?" Tanha Selir Luo.
"Selir Luo bisa memilih salah satu hadiah yang ada diantara mereka berdua"
"Apakah boleh Selir ini membuka semua tutup hadiah itu?"
"......" Rong Xue tak langsung menjawab dan itu membuat Selir Luo gelagapan karena salah tingkah dan malu karena pertanyaannya tak dijawab.
"Ah ma-maksud Selir ini adalah supaya Selir ini bisa leluasa memilih hadiah manakah yang harus Selir ini pilih" jawaban cepat dan gugup itu mampu membuat kedutan dibibir atas Rong Xue.
"Baiklah. Hamba akan memuruti permintaan anda" jawab Rong Xue dan langsung menghadap mereka berlima mengisaratkan agar membuka penutup pada wadah pembawa hadiah itu dibuka dan langsung dituruti oleh kelimanya.
Satu persatu penutup wadah itu terbuka dan menampilkan pakaian sederhana namun tak sesederhana yang dibayangkan. Meskipun terlihat sederhana namun siapa sangka bahwa pakaian-pakaian itu adalah pakaian yang sangat cantik dan mewah secara bersamaan,meskipun tampilannya sederhana.
__ADS_1
Pernahkah kalian mendengar pepatah 'Jangan menilai sesuatu dari covernya, karena cover hanyalah wadah dimana kita tak tau seperti apa isinya' dan pepatah itu sangat cocok untuk menggambarkan pakaian-pakaian yang diberikan oleh Permaisuri saat ini. Sesuatu yang sederhana ataupun jelek dan kusam tak menjamin bahwa isi didalamnya akan sama jeleknya seperti kelihatannya.
Kagum
Takjub
Terpesona
Dan masih banyak lagi yang menggambarkan ekpresi setiap orang yang berada dibalairung pertemuan.
Siapa yang menyangka bahwa kelima pakaian-pakaian itu akan diberikan secara cuma-cuma untuk mereka yang beruntung.
Sebenarnya banyak pertanyaan yang bersarang dalam otak kecil mereka semua. Mereka bertanya-tanya terbuat dari apa hati Permaisuri sehingga memberikan pakaian-pakaian yang berharga itu pada mereka dan lebih parahnya lagi diantara mereka ada beberapa ah lebih tepatnya semua orang yang sering kali menghina, mencambuk, membully, bahkan meracuni Permaisuri.
Mungkin saja Permaisuri yang saat ini meskipun sikap dan sifatnya berubah namun hatinya masihlah sama seperti dulu yaitu lemah lembut dan seperti orang tak memiliki dendam. Namun hati manusia siapa yang tau.
"Ekhem" dehemam Rong Xue membuyarkan lamunan meraka semua tentang sebeapa baik hatinya Permaisuri negri ini.
"Bagaimana Selir Luo? Pakaian mana yang akan anda pilih dari kelima pakaian ini?" Tanya Rong Xue yang mulai kesal karena Selir dihapannya ini memperlambatnya saja. Namun Rong Xue masih mempertahankan senyum indahnya. Tapi, di hatinya tak henti-hentinya dia menyumpah serapahi Selir Luo yang banyak bertanya.
"Ah ya. Selir ini akan memilih yang emm...yang ini saja" katanya sambil menunjuk hanfu cantik berwarna biru putih gading yang pernah Permaisuri tawarkan pada Selir An (Chap. 29 Hadiah dan kutukan Rong Xue) namun apa boleh buat jika Selir An sendiri tak mau ya sudah tinggal berikan saja pada orang lain. Jika tak ada yang mau, Permaisuri tingal berikan pada pengikutnya saja begitu saja susah.
Jika ada orang lain mendengar apa yang dipikirkan oleh Permaisuri mungkin saja mereka berfikir bahwa Permaisuri adalah orang yang sombong dan menyia-nyiakan sesuatu yang bagus hanya untuk seorang pelayan.
Tapi, tidak bagi Permaisuri siapapun yang mengikutinya dan setia padanya juga menjunjung prinsip serta sumpah yang sudah mereka ucapkan maka, balasan yang akan diberikan oleh Permaisuri pada mereka adalah kebahagiaan dan kebutuhan yang tiada habisnya.
"Baiklah silahkan anda mengambilnya Selir Luo" ucapan Rong Xue bagai petir di siang bolong menyambar hati Selir An.
Bagaimana tidak jika kalian ada diposisi Selir An pasti kalian pun akan merasakannya. Pakaian yang di idam-idamkan malah jatuh ke tangan musuhmu sendiri, pasti kalian akan merasakan perasaan marah juga kecewa pada diri sendiri dan itulah yang dirasakan oleh Selir An saat ini.
"Dayang Rong sampaikan salamku untuk Permaisuri bahwa Selir ini banyak berterima kasih atas hadiah yang di erikan pada Selir ini. Semoga Permaisuri lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya" ucapnya tulus jangan lupakan senyum yang terpatri dibibir merah cerynya itu.
"Akan dayang ini sampaikan salam anda pada Yang Mulia Permaisuri Selir Luo" setelah mendapat jawaban dari Rong Xue, Selir Luo langsung kembali pada tempat duduknya dengan senyum yang tak pernah luntur sedikitpun dari wajahnya.
Setelah Selir Luo duduk, Rong Xue melanjutkan siapa saja yang akan mendapatkan pakaian ini. Sekitar tiga puluh menit acara pembagian hadiah pun telah usai.
Orang yang beruntung mendapatkan hadiah pakaian buatan Permaisuri selain Selir Luo adalah Selir ke-5 ( Selir Chuan Xi An), Putri ke-2 Han Shezhu (Putri Selir ke-2),Nyonya Wang yang terkenal akan kebaikan hatinya Istri Sah mentri kelautan, Nyonya Tian yang terkenal dengan kepandaiannya dalan hal beladiri dan bermain pedang istri Sah Jendral besar Wei yang tak lain orang tua Jendral Wei Chu Xi (Chap 29. Kutukan Rong Xue).
Bersambung~
Jangan Lupa Vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote
__ADS_1