The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
48. Perbatasan Antara Hutan Kematian


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"Perhatian!!" Kata sipangkiman dengan suara yang menggema. Halaman yang semula bising menjadi hening. Panglima yang melihat suasana yang mulai tenang melanjutkan ucapannya.


"Bagi kalian yang sudah mendaftarkan diri harap segera berkumpul" kata sipanglima lagi. Mereka yang merasa sudah mendaftarkan dirinya segera berbaris mencari tempat yang pas untuk berdiri.


"Baik kami akan menjelaskan sistem perburuan tahun ini. Sebelum itu carilah anggota kelompok untuk bergabung bersam kalian nantinya. Carilah anggota sebanyak 10 orang tidak lebih dan tidak kurang. Seperti yang kalian ketahui bahwa hutan kematian adalah tempat yang sangat mengerikan jadi diperkenankan untuk mencari teman yang memiliki kekuatan yang besar" jelasnya.


Membuat kelompok Permaisuri bingung dan cemas sebab anggota mereka ada sebelas orang. Meskipun sudah diperhitungkan sebelumnya tentu saja ini masih membuang kekhawatiran mereka.


"Ibunda bagaimana ini? Anggota kita ada sebelas orang jika diantara kita ada yang dikeluarkan bagaimana?" Kata Pangeran Mahkota Han mewakili semuanya.


"Tenanglah ibunda masih memiliki 1001 cara untuk melawan mereka nanti. Tunggu dan kihatlah nak" jawan Permaisuri tenang.


Setelah mangatakan itu Permaisuri maju kedepan dan bertanya pada panglima apakah diperbolehkan sebelas orang atau tidak.


"Panglima apakah sebelas orang diperbolehkan" tanya Permaiauri lugas.


"Mohon maaf Permaisuri tapi seperti yang sudah saya katakan tadi haruslah sepuluh orang" katanya sopan.


"Oh baiklah jika kau tak mengijinkan Permaisuri ini maka Permaisuri ini sendiri yang akan menanyakan kepada Kaisar" katanya polos. Sedangkan panglima yang mendengar perkataan Permaisuri langsung menegang. Meskipun Permaisuri diabaikan oleh Kaisar tapi saja jabatan mereka berbeda dan juga panglima itu bukanlah seperti yang lain yang akan mudah meremehkan lawannya.


"Ta-tapi" perkataan panglima terputus karena Permaisuri langsung pergi menuju kursi Kaisar. Semua orang yang sedari tadi memperhatikan Permaisuri tentu aja mengikuti setiap gerak gerik yang dilakukan oleh Permaisuri.


Setelah sampai didepan Kaisar,Permaisuri langsung memberikan salam. Mengutarakan maksudnya yang menemui Kaisar.


"Salam Yang Mulia" salamnya pada kaisar.


"Ada apa Permaisuri menemui Zhen?" tanya Kaisar heran.


"Kedatangan Permaisuri ini kehadapan anda ingin meminta hal kecil kepada anda Yang Mulia" katanya dengan pandangan yang lurus kearah mata Kaisar.


Sedangkan Kaisar yang ditatap seperti itu menegang entah kenapa tatapan mata itu seakan mengisaraykan bahwa dirinya haruslah menuruti apa yang akan diucapkannya. Mencoba tenang dan mengenyahkan fikiran negatifnya dari dalam otaknya.


"Katakanlah Permaisuri. Jika Zhen mampu akan Zhen kabulkan" katanya tegas.


"Yang Mulia pasti mampu hanya permintaan kecil sajayang ingin Permaisuri ini inginkan" katanya lagi.


"Baiklah katakan saja permaisuri" kata Kaisar.


"Permaisuri ini hanya ingin anda memperbolehkan Permaisuri ini memiliki kelompok dengan sebelas anggota" katanya tenang. Sedangkan Kaisar mempertimbangkan permintaan ah bukan tapi perintah dari Permaiauri itu.


"Tapi Permaisuri bukankah sudah dijelaskan bahwa setiap anggota haruslah sepuluh orang" kara selir An memperkeruh.


"Permaisuri ini tak merasa berbicara dengan anda Selir" sindirnya.


"Ah maafkan Selir ini" kata Selir An dengan wajah malu dengan remasan dirok yang ia kenakan.

__ADS_1


"Bagaimana Yang Mulia apakah diperbolehkan" tanya Permaisuri sekali lagi.


"Tidak bisa begitu Permaisuri jika Zhen mengijinkan anda saja bagaimana dengan yang lainnya" kara Kaisar mempertimbangkan perkataan Selir An karena menurutnya ada benarnya juga.


Sedangkan Selir An tersenyum kemenangan.


"Jika begitu ijinkan semua kelompok memiliki sebelah anggota" katanya lagi. Sebelum Kaisar menjawab perkataan Permaisuri. Permaisuri membisikkan sesuatu yang mampu membuat Kaisar menegang ditempat dengan wajah pucat pasinya.


"Bagaimana Yang Mulia?" Tanya Permaisuri sesaat selesai membisikkan sesuatu.


Permaisuri yang melihat respon Kaisar begitu diluar dugaannya membuat senyum miring terparti dibibir indahnya.


"Baiklah setiap anggota kelompok diperkenankan memiliki sebelas anggota" perintah Kaisar setelah bisa mengendalikan dirinya.


" Terima kasih karena Yang Mulia sudah mengizinkan Permaisuri ini memiliki sebelas anggota" katanya. Dibalas anggukan kaku oleh Kaisar.


" kalau begitu Permaisuri ini pamit dulu. Salam" katanya sembari berlalu menuju kearah dimana kelompokkanya berada.


Banyak pasang mata yang memperhatikan Permaisuri yang menurut merwka sangatlah menarik. Panglima mengumumkan bahwa setiap kelompok diperkenankan memiliki sebelas anggota.


Banyak yang bersorak gembira karena banyak diantara mereka yang memiliki anggota lebih,da juga yang kesal sebab harus mencari anggota lagi, dan masih banyak lagi tanggapan-tanngapan yang mereka berikan.


"Bagaimana bisa ini terjadi Ibunda?" Tanya mereka sesaat setelah Permaisuri sampai didepannya.


"Bisa. Sudah Ibunda katakan bahwa Ibunda kakian ini memiliki 1001 cara unyuk membuat siapa saja bertekuk lutut dibawah kakiku" katanya dengan smirk yang menakutkan. Mereka secara tak sadar mengindik ngeri melihat seringaian kejam Ibunda mereka, sedangkan Pangeran Antares dan Putri Lilyana mengernyitkan dahinya karena merasakan bulu roma mereka berdiri.


"Woah Bibi kau luar biasa. Nanti ajarkan Xuan ya untuk membust lawan bicara kita mati kutu jika berhadapan dengan Xuan" kata Xuan Xuan girang.


"Ehe Xuan juga tak tau bibi. Secara sepontan saja tadi" katanya dengan kekehan malu.


"Oh ya dimana adikmu itu?" Tanya Permaisuri lagi karena tak melihat keponakan perempuannya yang polos itu.


"Mei-mei bersama ayah ditenda kesehatan. Katanya dia ingin seperti ayah yang menjadi seorang tabib handal makanya dia selalu merecoki ayah" katanya sambil membayangkan waktu sang adik selalu bertanya jeoada ayahnya hingga sang ayah kesal sendiri sebab pertanyaannya selalu diulang-ulang.


"Hahaha paman harus ekstra sabar menghadapi Yu'er yang kelewat polos meskipun sudah dewasa itu" kata Permaisuri.


"Ibunda kita lanjutkan nanti lagi pembicarannya. Sekarang mari bergegas karena sudah akan dimulai" lerai Pangeran Mahkota Han.


"Kau benar putraku. Sekrang peraiapkan diri kalian jangan lupa cek lagi barang bawaan kalian takutnya ada yang tertinggal" perintah Permaisuri dan diangguki oleh mereka.


"Perhatian!! Persiapkan diri masing-masing kita akan segera berangkat" kata Panglima.


Tak lama setelah peringatan yang diberikan oleh panglima seuara terompet dan gerbang yang secara perlahan terbuka menandakan bahwa acara telah dibuka.


Perjalanan antara kekaisaran Han ke hutan kematian membutuhkan setidaknya neberapa batang dupa atau kurang lebihnya 3-4 jam lamanya jika tak ada kendala. Karena hari masihlah pagi maka perjalan tak terlalu panas malah sebaliknya suasana sejuk dan tenang dapat Permaisuri rasakan apalagi tempo kuda yang ditumpangibya tak terlalu lambat dan tak terlalu cepat. Santai kata itulah yang dirasakan Permaisuri saat ini.


Jika didunia Modern dirinya sangatlah jarang merasakan suasanan damai seperti saat ini. Setiap hari dirinya harus melawan musuh demi kedamaian dan ketentraman dunia. Namun sekarang jangankan melaean musuh yang harus dicarinya, musuhnya saja audah berada didekatnya tanpa bersusah payah mencari dimana letak keberadaan musuhnya.


Itulah kelemahan orang-orang dari zaman kuno meskipun kekuatan mereka tiada tabding tapi pemikiran dan pengalaman mereka sangatlah minim. Jika didunia Modern musuh sangatlah susah untuk dilacak keberadaannya dan membuat otaknya merasa panas akan hal itu. Tapi, disini musuh malah berterus terang menampakkam dirinya dipermukaan dengan pemikiran tak akan ada yang menyadari keberadaan mereka. Sungguh pemikiran kolot yang perlu ditertawakan.

__ADS_1


Tak lama sebuah suara mengehentikan lamunannya tentang perbedaan antara zaman Modern dan zaman kuno.


"Perhatian!! Saya akan menjelaskan sistem pemburuan kali ini dengarkan baik-baik. Kalian harus membawa setidaknya 10 beast dan tanaman yang bernilai tinggi. Saat kaluan masuk secara otomatis kalian akan memiliki sebuah plakat yang akan menghitung berapa jumlah buruan kalian dan akan berguna jika kalian dalam bahawa langsung saja hancurkan plakat itu tapi sebelum menghancurkannya teteskan darah kalian terlebih dahulu" jelasnya.


"Jangan sekali-sekali membunuh atau menyerang satu sama lain jika kami tau ada diantara kalian yang melanggarnya maka beraiaplah mendapat hukuman dari kekaisaran" katanya lagi. Mereka semua mengiyakan perkataan sang panglima.


"Baiklah sekarang silahkan masuk dan ingat lima hari lagi kalian harus sudah berkumpul ditempat ini lagi." Peringatnya.


"Baik Panglima" kata mereka.


"Selamat berjuang"


Mereka semua memasuki hutan kematian.


Memasuki hutan kematian dengan melewati sebuah gerbang yang memang disanalah pintu masuknya. Dari luar hutan kematian sangatlah menyeramkan dengan aura hitam yang sangat pekat menandakan begitu besar array yang menjaga perbatasan.


Menyusuri jalanan dengan tenang tapi penuh dengan kehati-hatian. Dipertengahan mereka memutuskan untuk berpencar mencari buruan masing-masing. Tapi ada juga beberapa kelompok yang memutuskan berburu bersama. Sama halnya dengan kelompok Permaisuri yang berpencar mencari tempat yang sesuai dengan mereka dan pasti aman tentu saja.


Lama menyusuri dwngan kuda yang mereka tumpangi makin lama makin kedalam hutan. Tapi, disebuah gerbang yang entah gerbang apa kuda mereka mengamuk tak terkendali seperti tak ingin memasuki lebih dalam lagi hutan kematian itu.


Permaisuri yang meyadari tingkah para kuda memutuskan untuk memberhentikan saja dan akan melanjutkan dengan berjalan kaki.


"Anak-anak sebaiknya kita tinggalkan kuda kita disini saja karena ibunda sangat yakin bahwa didalam sana banyak sekali sesuatu yang berbahaya atau sesuatu yang besar sampai-sampai kuda kita tak ingin untuk sekedar mendekati gerbang" jelas Permaisuri kepada mereka.


Mendengar peringatan dari Permaisuri merekapun memutuskan untuk menaruh kuda mereka lumayan jauh dari gerbang itu.


"Kalian semua aku harap tetap disini jika ada yang mengganggu kakian katakan saja Queen akan marah jika kalian menggagu kami. Katakanlah begitu hem" kata Permaisuri kepada para kuda dan seperti mengerti apa yang dikatakannya para kuda menganggukkan kepala mereka.


"Baiklah ikuti perintah Ibunda jangan sekali-sekali membantah apa yang dikatakan ibunda. Karena kita semua tak tau apa yang ada didalam sana" kata Permaisuri.


"Baiklah ibunda kami akan selalu menuruti apa yang dikatakan oleh Ibunda" kata Pangeran Han Chong Li.


"Baik mari masuk" kata Permaisuri lagi.


Mereka melangkah menuju gerbang didepan sana yang memiliki aura hitam lebih pekat dari gerbang masuk tadi.


Merasakan sinyal bahaya Permaisuri langsung memerintahkan mereka berpegangan tangan satu sama lain dengan Para Perempuan ditengah dan Permaisuri membuat sebuah barer pelindung.


"Kalian berpengang tangan satu sama lain jangan sampai terlepas dan jangan banyak bergerak karena ibunda merasa sebuah aura besar mengarah pada kita" kara Permaisuri dengan berteriak.


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Permaisuri, setelah apa yang dikatakan olehnya sebuah Angin kasar mengah pada mereka. Untunglah mereka terlindungi oleh barer pelindung yang dibuat oleh Permaisuri sangatlah kuat mampu menahan serangan itu.


Bomm


Bomm


Bersambung~


Arin Double Up ni

__ADS_1


jangan lupa Like dan Votenya


Kalian bisa komentar apa saja asal jangan sepi wkwk


__ADS_2