
...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...
...Happy Reading gaes~...
“Tidak ibunda, itu tidaklah benar. Kami semua menginginkan kebahagiaan Ibunda,” ucap Zhang Feng.
“Jika memang begitu, kenapa mereka memperlakukan ibunda seperti ini Feng’er?” Tanya Permaisuri.
Yang dipikirkan oleh Zhang Feng adalah prilaku orang-orang selama ini kepadanya padahal bukan itu yang dimaksud oleh Permaisuri.”Mungkin saja dengan kejadian yang menimpa ibunda saat ini, akan menuntun ibunda menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.” Kat Zhang Feng penuh keyakinan.
“Benarkah?” Tanya Permaisuri dengan sesegukan.
“Benar ibunda. Feng’er akan memastikan bahwa ibunda akan bahgia karena ibundaku yang cantik ini sangatlah berhak untuk bahagia,” ucap Zhang Feng tulus.
“Terima kasih Feng’er.” Kata Permaisuri.
“Untuk apa?” Tanyanya bingung.
“Untuk kehangatan dan ketenagan yang sudah kau berikan kepada ibunda.”
“Sudah menjadi tugas Feng’er untuk selalu memberikan kehangatan dan ketenangan untuk ibunda, bukan hanya itu tapi juga memastikan keselamatan ibunda.” Katanya.
“Kau memang putra ibunda, bukan hanya tampan dan baik tapi, juga sangat bertanggung jawab,” ucap Permaisuri.
“Tentu saja, karena yang mengajarkan Feng’er adalah ibunda yang sangat hebat.” Katanya semangat.
“Kau ini ada ada saja hem,” timpal Permaisuri dengan mengelus pucuk kepala Zhang Feng sayang.
“Ibunda boleh Feng’er bertanya?” Tanyanya ragu-ragu.
“Kenapa tidak hem? Apapun untuk putra kesayangan ibunda ini,” ucapnya membetulkan posisi duduknya.
“Kenapa ibunda bisa menangis seperti tadi dan juga kenapa kamar ibunda sangta berantakan?” Tanyanya.
Permaisuri tak langsung menjawab pertanyaan Zhang Feng, karena terlalu bingung mau menjawab seperti apa.”Sebenarnya ibunda menangis karena teringat perlakuan mereka terhadap ibunda sejak dulu.” Kilahnya.
Tak semua perkataan Permaisuri salah, memang benar sebagian kesedihan Permaisuri karena teringat perlakuan mereka padanya dulu. Tapi, sebagian besar lagi karena Axe dan juga orang-orang yang dekat dengannya namun tak jujur kepadanya.
“Apakah benar ibunda? Ibunda tidak sedang berbohongkan?” Tanyanya sekali lagi.
“Tentu saja tidak, mana mungkin ibunda berbohong kepadamu,” ucapnya menatap lekat netra Zhang Feng. “Lagi pula untuk apa ibunda berbohong kepadamu hem?” Katanya lgi.
“Baiklah jika memang itu kebenarannya maka, mari kita keluar dan berburu dihari terakhir nini.” Ajaknya pada Permaisuri.
“Baiklah. Feng’er tunggu diluar trlrbih dahulu, ibunda akan membereskan kekacauan ini hem.” Katanya.
“Baik Feng’er akan menunggu ibunda diluar, jangan terlalu lama ibunda karena hari sudah siang.” Peringatnya pada Permaisuri.
“Baik baik.”
“Feng’er tunggu diluar ibunda.”
***
Permaisuri sudah membereskan kamarnya dengan waktu yang lumayan singkat, merasa bahwa semua sudah cukup Permaisuri bergegas mencari Zhang Feng dan yang lainnya untuk melanjutkan sesi berburu dihari terakhir perlombaan untuk mencari hewan atau tumbuhan yang akan mereka jarah nanti.
Clek~
__ADS_1
Pemandangan pertama yang dilihat oleh Permaisuri adalah wajah penasaran dan bingung dari mereka semua kecuali Zhang Feng yang asik bersandar ditembok dengan setoples keripik ditangannya.
“Ada apa? Kenapa kalian memandangku seperti itu?” Tanyanya penasaran.
Bukannya menjawab mereka malah mendorong beberapa pertanyaan pada Permaisuri.”Apakah ibunda/Xiao’er/nona baik-baik saja?” Tanya mereka bersamaan.
Permaisuri hanya memandang datar mereka.”Tidak, aku tidak apa apa. Sebaiknya kita segera bergegas karena kita akan meninggalkan dunia siluman ini sekarang.” Perintahnya mutlak.
“Benarkah? Lalu akan mencari kemana kita?” Tanya Fu Lin diangguki mereka.
“Kita akan mencari diluar dunia siluman ini dan waspadalah selalu karena bahaya selalu mengintai kita.” Peringatnya.
“Baik kami akan selalu waspada,” ucap mereka serempak.
“Untuk kalian bertiga.” Kata Permaisuri menunjuk kearah Cao Gang, Bo, dan Bong.”Kalian akan aku kirim kesakte untuk menyusul kakamu Gang’er.” Kata Permaisuri.
“Benarkah akau akan meneui Gege?” Tanyanya berbinar.
“Tentu saja.”
“Terima kasih,” ucapnya tulus.
“Tak masalah.” Katanya. ” Dan untuk kalian tetap akan melanjutkan perburuan dan ingat jaga diri karena kemungkinan kita akan bertemu dengan kelompok lain disana.” sambungnya.
“Baik laksanakan.”
“Untuk kalian bertiga setelah sampai diperbatasan nanti kalian langsung menuju kearah sakte dan ikuti kupu-kupu yang nanti ku berikan pada kalian untuk penunjuk jalan.” Kata Permaisuri memberikian intruksi.
“Baik.”
“Tapi, ibunda belum makan sejak pagi,”ucap Zhang Feng tiba-tiba.
“Jangan khawatir,ibunda akan tetap makan nanti. Sekarang mari berangkat.” Katanya.
“Baiklah.” Pasrahnya.
Mereka melangkah menuju keluar pavilliun untuk melanjutkan tujuan mereka berada disini. ”Apakah sudah keluar semua?” Tanya Permaisuri.
“Sudah ibunda.”
“Baiklah kalau begitu kalian menjauh dari pavilliun ini, sekarang.” Perintah Permaisuri.
“Baik.”
Setelah itu, Permaisuri bergumam tak jelas sama seperti pertama kali mengeluarkan pavilliun dari ruang ilahinya. Menit pertama tak terjadi apapun, dimenit kedua, tanah dibawah mereka sedikit bergetar namun taki terlalu kuat
hingga mereka masih mampu mengendalikan tubuhnya.
Lama kelamaan dengan lambat namun pasti siluet pavilliun yang tadi berdiri kokoh dihadapan mereka mulai menghilang dengan serpihan cahaya bak kunang-kunang yang sedang menari. Kekaguman Nampak jelas diwajah mereka, ini adalah hal langka yang hanya saat ini saja mereka lihat secara nyata. Mereka tak pernah berfikir bahwa hal menabjukan seperti ini, akan mereka lihat dengan semudah ini.
Kekaguman mereka buyar karna teguran Permaisuri. “Sudah kagumnya?” Tanya Permaisuri.
“Maafkan kami, terlalu indah untuk terlewatkan,” ucap mereka.
“Baiklah, sekarang mari kita mulai.” Katanya.
“Baik.”
__ADS_1
Perjalanan mereka dimulai, tujuan pertama mereka adalah perbatasan antara dunia ras siluman dengan dunia luar. Disinilah awal perjalanan hidup Permaisuri, yang kedepannya mungkin akan jauh lebih terjal dari pada sebuah jurang.
Hidupnya akan diuji dengan berbagai ujian, air mata, keringat yang bermandikan diseluruh tubuhnya, kekecewaaan, pengkhianatan, dan mungkin bisa saja berakhir dengan kebahagiaan.
Sekalipun dia adalah pilihan langsung sang pencipta, meskipun memiliki takdir yang istimewa, dan sekalipun banyak bantuan yang siap siaga, jika takdir menginginkan kesedihan dengan air mata setiap detiknya kita bisa apa? Hanya bisa berkata Andai, sebuah kata yang sering kali diucapkan oleh manusia disaat berada dititik terpuruknya, hingga melupakan siapa yang memberikan semuanya.
***
Perjalanan antara pavilliun dan perbatasan yang jaraknya lumayan jauh, akhirnya bisa dilalui dengan ringan tanpa ada gangguan apapun. Jangan berfikir sesuatu yang mulus tidak ada bahayanya, malah sebalikknya diam tenang seperti tak ada kehidupan menyimpan berjuta juta bahaya yang siap menghujami dirimu dengan segala seuatu yang menyakitkan.
“Kalian bertiga, ikutlah kupu-kupu itu. Katakan pada penjaga yang menjemput kalian nanti bahwa Permaisuri mengirim kalian ke sakte dengan ijinku." Kata Permaisuri.
“Baik, laksanakan perintah anda Yang Mulia.” Jawab mereka.
“Jika nanti mereka tak mempercayai ucapan kalian, tunjukkan plakat ini,” ucapnya sambil menyerahkan plakat dengan ukiran bunga lotuis hitam gradiasi merah dengan sebuayh huruf ditengah-tengah yang lumayan besar berisial ‘A,A’ yang dimana mereka tak mengerti arti dari inisial itu.
“Bagaimana jika mereka masih tuidak mau percaya, Yang Mulia?” Tanya Bong.
“Tak aka nada yang meragukan plakat itu, karena plakat itu hanya ada satu didunia dan aku yang membuatnya secara khusus” katanya. “Menggunakan sisik Naga.” Ucapnya yang tentu dalam hati.
Permaisuri ingat, waktu itu saat dirinya membutuhkan bahan untuk membuat plakat yang tak akan ada orang yang bisa meniru, saat itu pula Chen Shi Zian si Naga surgawi menghampirinya dengan wujud aslinya. Tak banyak bicara
Permaisuri memerintahkan Zian untuk membrikannya sisiknya yang sudah tua yang mana sudah waktunya mengelupas.
Karena saat itu juga Zian akan mengelupaskan sisiknya yang berada disekitar bawah leher, dengan senang hati Zian memberikannya dengan pikiran yang terus mengatakan aku selamat. Entahlah selamat karena apa aku juga tidak tau.
Sejak saat itu, Zian tak berani menampakkan diri dengan wujud aslinya jika tidak dalam keadaan darurat atau dalam fase pergantian sisik. Jika sisiknya dicabut bukan pada waktunya, maka rasa sakit yang diterima Zian akan sangat menyakitkan dan juga tekstur sisik juga tak sekuat pada waktu pengelupasan.
Sisik Naga yang siap dipetik atau masa pergantian kulit akan memiliki tekstur kuat yang sekuat baja tak bisa dihancurkan atau dicairkan, jika bukan menggunakan api suci. Dimasa sekarang api suci sangatlah sulit didapat bagai perbandingan 10000:1 yang memilikinya.
“Baiklah jika Yang Mulia mengatakan seperti itu, maka kami akan mengikuti semua perkataan anda.” Kata Bo.
“Bagus, sekarang pergilah.” Perintahnya tegas.
“Baik.”
Saat ini mereka memutuskan untuk berpencar dengan dua kelompok berbeda. Dimana Permaisuri bersama dengan kelompoknya yang memang sejak awal bersama, dan Cao Gang, Bo, dan Bong menuju kearah dimana Sakte The Last Danger berada, dengan berbekal sebuah plakat pengenal dan jangan lupakan kupu-kupu yang mennjadi petunjuknya.
“Sekarang, hanya ada kita bersebelas saja. Anggota yang memang sejak awal hanya kita, mari tuntaskan perburuan ini dan nanti kita bahas kembali rencana penyerangan kerajaan serigala. Jangan sampai ada yang terpisah, saat kita keluar dari dunia ras siluman ini, dunia luar menunggu kita. Akan banyak rintangan yang siap kapan saja menerjang kita nantinya, Permaisuri ini harap jangan sampaia kalian memisahkan diri satu sama lain, usahakan untuk menjaga diri sendiri dan juga anggota yang lain. Mengerti?” Nasehatnya kepada mereka sekaligus bertanya.
“Kami mengerti, Yang Mulia.” Tegas mereka.
“Baik, let’s begin our journey,”
...Bersambung~...
...Assalamualaikum readers ...
...maaf Arin cuma bisa Up 1 bab untuk saat ini:( next time Arin usahain double Up atau bisa aja crazy Up tergantung mood sama otak Arin:D...
...oh ya jangan lupa mampir dilapak Arin yg ada di Wp sama Nome. Juga di cerita arin yang lainnya ya...
...Wp \= ArianaKim03...
...Nome \= Ariana Meysa...
...Arin tunggu kedatangan kalian ya:))...
__ADS_1