The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
70. Tatanan Alam Semesta


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"Dunia atas? Dimana itu?" Tanya Permaisuri bingung karena memang dia tak tau ada diaman dunia atas itu dan seperti apa dunianya.


"Apakah...apakah anda benar-benar tak tau dimana dan seperti apa dunia atas itu Yang Mulia?" Tanya pria tua itu agak ragu sebenarnya. Namun itulah yang mengganjal dalam hatinya saat ini karena dia baru tau ada orang yang belum tau dimana dan selerti apa dunia atas ini.


"Ya bisa kalian menjelaskannya padaku secara lengkap tanpa ada yang ditambah atau dikurangi meski hanya satu kata" perintahnya dengan tegas. Seketika aura agungnya menguar di dalam ruangan kedua pria itu atau didalam ruangan Permaisuri sekalipun.


Bahkan mereka yang berada disekitar Permaisuri merasakannya, aura agung yang meski seorang kaisarpun tak akan mampu menandingi uara keagungannya itu. Hal itu membuat mereka mengernyitkan dahinya bingung kenapa wanita ini tiba-tiba mengeluarkan aura agung yang tiada tanding itu. Sedangkan siempu pembuat onar tak memperdulikan tatapan mereka dan hanya terfokus menantikan kelanjutan dari ucapan kedua pria ini.


"Baiklah hamba akan menjelaskannya kepada anda tanpa ada kata yang hamba tutup tutupi" tegas pria tua itu setelah tersadar dari kekaguman dan kebingungannya itu.


"Jelaskan"tegasnya


"Sebernya tatanan letak tempat hunian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu dunia bawah, dunia tengah, dunia atas, alam surgawi, alam reingkarnasi dan yang terakhir adalah alam keabadian.Dimana setiap alamnya dihuni oleh ras berbeda dan juga beberapa ras campuran. Sama seperti Dunia bawah yang ditempati oleh Yang Mulia dan semuanya adalab ras manusai ah atau ada beberapa persen ras campuran. " jelasnya.


Pria tua itu terus saja menjelaskan tentang tatanan letak alam semesta beserta siapa saja yang menempatinya dan juga siapa yang memimpinnya.


Didunia tengah tempat para iblis tinggal yang saat ini dikuasai oleh seorang Kaisar iblis yang amat sangat ditakuti dan disegani oleh semua penghuni dunia bahkan alam keabadian yang terkenal dengan kultivasinya yang tinggi saja sangat menghormati Kaisar Iblis dari dunia tengah itu. Kaisar Iblis itu dulunya adalah Penerus satu-satunya dari sang Kaisar dari dunia keabadian namun karena suatu alasan dia terlempar kedunia tengah dimana para iblis tinggal.


Tentu saja dengan kehadirannya tak ada yang berani mengganggu ketenangannya apalagi memasuki dunia tengah tanpa ijin darinya. Sebab orang luar tak bisa masuk kedunia tengah dan penghuni dunia tengah dilarang keluar karena alasan tertentu dan hanya Kaisar Iblis juga penghuhinya yang tau akan alasan itu.


Tak ada telinga luar yang mampu menembus pertahanan didunia tengah meski dengan mengeluarkan kekuatannya. Namun berbeda dengan orang-orang yang mendapat ijin dari sipemilik maka jalannya akan mulus, semulus kertas hvs.


Namun saat ini Kaisar Iblis dikabarkan menghilang dan membuat orang-orang dari dunia luar ingin memasuki dunia tengah namun sayang karena dunia tengah sangatlah dijaga ketat meski sang penguasa tak berada ditempatnya.


Kesetiaan para bangsa Iblis melebihi kesetiaan siapa saja, dan mereka akan menjaga apa yang mereka percayakan juga akan memberikan seluruh hidupnya pada dia yang bertuankan mereka.


Ketiga dunia atas adalah tempat para dewa-dewi tinggal, sesuai dengan namanya mereka bertugas untuk menyeimbangkan dunia entah didunia mana itu mereka harus menyeimbangkan.


Bahkan didunia tengahpun mereka yang menyeimbangi walau hanya sedikit. Pergantian musim atau bencana adalah tugas mereka dimana pun itu.


Jangan kalian kira dunia tengah hanya ada warna hitam atau gelap karena penghuninya adalah bangsa iblis. Karena kenyataannya dunia tengah adalah tempat yang sangat indah dengan berbagai warna bukan hanya warna hitam saja mealinkan semua warna juga ada disana. Bahkan keindahannya melebihi keindahan didunia atas atau alam keabadian.


Didunia atas sama halnya dengan dunia bawah yang kegiatannya seperti mamusia kebanyakan. Bukan hanya dewa-dewi yang tinggal didunia atas namun banyak ras yang ada didunia atas tapi tak ada satupun ras manusia disini.


Keempat adalah alam surgawi dimana alam ini memeiliki penghuni yang sudah disucikan hatinya terlebih dahulu. Banyak dari penghuninya berasal dari dunia dewa-dewi sebab energi Yin dan Yang disana sangatlah kental memudahkan mereka untuk mengembangkan kultivasinya.


Namun jika ingin memasuki alam surgawi mereka haruslah memiliki kultivasi yang sangat tinggi yang jauh berbeda dengan tingkat kultivasi didunia bawah. Bukan hanya itu mereka haruslah terkena sambaran surgawi yamg samgat dasyat terlebih dahulu sebanyak dua belas kali.


Setiap tingkat kenaikan maka rasa sakitnya amat sangat sakit berkali lipat dari rasa sakit ditingkat pertama.


Jika mereka gagal mereka akan hanya mengalami kemacetan pada kultivasinya atau ada juga yang meninggal namun dengan jiwa yang suci dan kemungkinan bisa memasuki alam reingkarnasi walau hanya beberapa persen keberhasilannya saja.


Kelima alam reingkarnasi adalah alam yang dihuni mereka yang semasa hidupnya memiliki banyak amal kebaikan dan hati yang suci dari segala emosi dan keserakahan dunia. Jika orang itu suci hatinya meskipun semasa hidupnya tak memiliki basis kultivasi mereka akan lolos tanpa adanya hukuman alam atau hambatan. Mereka akan langsung menuju alam reingkarnasi menentukan dimanakah nasib mereka akan berpetualang lagi nantinya atau bisa dibilang mereka dibebaskan memilih nasib untuk mereka sendiri nantinya.


Keenam atau yang terakhir adalah alam keabadian dimana penghuninya adalah semua ras tak terkecuali. Meskipun begitu persyaratan masuk kesana sangatlah sulit. Sebab mereka bukan hanya harus berhati suci dan berbasis kulitavi yang tinggi saja, namun harus memiliki akar spiritual yang langka atau yang bisa didaur ulang bahkan bisa disumbangkan kepada mereka yang memang sangat membutuhkan.


Kembali lagi pada poin pertama orang itu haruslah berhati suci dan tulus jika ingin memberikannya tanpa ada niatan ingin menyombongkan diri agar dipuji atau alasan apapun itu. Bahkan seorang iblispin mampu melakukannya, karena mereka hanyalah sebuah nama namun hati mereka sama. Sama-sama diciptakan oleh Sang Maha Pencipta yang membedakan hanyalah bangsa mereka.

__ADS_1


Tapi manusia yang masih bernafaspun bisa memasuki alam keabadian dengan syarat memenuhi persyaratannya dan mampu bertahan dalam segala situasi yang akan dihadapkannya nanti. Jika orang itu lulus maka mereka akan langsung dikirim kealam keabadian melalui portal yang nantinya akan secara otomatis menghampiri mereka tanpa harus mencari terlebih dahulu.


Tapi jangan lupakan tak ada mahluk yang benar-benar suci hatinya. Dewa-dewi pun masih memiliki keserakahan yang jauh melebihi manusia. Jadi jangan mengira mereka terjauhi dari kata keserakahan.


Pria tua itu menjelaskan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh kehati-hatian tak mau menyinggung atau mengatakan perkataan yang salah meski sedikit saja.


Karena pria tua ini seperti memiliki sebuah firasat yang mengarah pada peringatan bajwa janhan sekali-kali mencoba menyinggung atau memandang secara langsung wanita yang ada dihadapannya ini.


Meskipun Permaisuri tak secara langsung berada dihadapannya tapi tetap saja dia haruslah menjaga sikap agar tak menimbulkan hal yang tak diinginkan nantinya. Apalagi berembes pada putranya yang saat ini dalam keadaan kurang baik dia tak mau itu terjadi.


Memang Permaisuri sangat baik dan bermurah hati kepada mereka dengan memnerikan banyak harta tak ternilai seperti ini. Namun tetap saja mereka tak boleh memyinggung barang sedikit saja sebab takutnya akan ada perselisihan yang akan membuat mereka kalah sebelum berperang.


Sedangkan Permaisuri yang sedari tadi mendengarkan dan mencerna semua informasi yang diberikan oleh pria tua itu hanya terdiam. Permaisuri seperti mengalami dejavu saat nama dunia atas, Kaisar Iblis dan alam keabadian disebutkan seperti familiar namun dia tak tau apa maksudnya ini.


Jadi Permaisuri menepisnya seakan itu adalah sebuah hal yang tak penting. Tapi, entah kenapa hatinya seperti digores oleh pisau yang sangat tajam sesaat mengatakannnya.


Tiba-tiba sebuah ingatan acak menyapa otaknya. Dimana ingatan itu agar buram seperti sudah dipersiapkan sebelumnya untuk dia lihat. Ingatan acak itu bagai teka-teki baru yang harus diingat dan dipecahkan olehnya bagaimanapun juga.


Sama dengan dirinya yang saat prrtama kali memasuki dunia ras suman yang mendapat ingatan acak dari buram hingga sangat terang. Namun saat ini yang membedakan hanya karena merasa dejavu dan rasa familiar saja, bukan karena dia berada ditempatnya atau apa. Sungguh teka-teki ini sangat mengganggu hidup tenangnya.


Didalam otaknya terpampang secara buram ingatan-ingatan asing namun terasa familiar yang sangat mengganggu hatinya saat ini.


___


Disebuah padang bunga yang sangat luas dimana disetiap sisinya terisi bunga-bunga cantik nan mempesona. Padang bunga itu dudlunya hanya ebuah padang rumput tak terurus namun sekarang berubah menjadi luar.


'Istriku apakah kau suka dengan perubahan ini?'


'Apapun untukmu aku akan melakukannya katena aku sangat mencintaimu'


'Akupun sangat sangat dan sangat mencintaimu'


Seketika Permaisuri berpindah kesebuah ruangan yang seperti ruang kerja dimana disisi kanan dan kirinya sangat banyak buku dan perkamen yang berjejer rapi. Diruangan itu terdapat sepasang manusia yang sama saat dipadang bunga itu namun dengan suasana yang berbeda.


'Tidak kau tidak kuperbolehkan untuk pergi melawan mereka'


'Aku harus melakukannya sayang demi cinta kita'


'Tidak mereka hanya memancingmu saja untuk menuruti keinginannya'


'Apapun alasannya aku harus melakukannya karena semua yang kulakukan demi dirimu dan cinta kita'


'Hiks...tapi kau harus kembali dengan selamat'


'Ya aku berjanji akan kembali dengan selamat'


'Aku sangat mencintaimu suamiku'


'Aku tau karena akupun jauh sangat mencintaimu hingga ingin mati rasanya'


Lagi. Permaisuri berpindah tempat lagi namun kali ini djsebuah padang yang sangat luas dengan beralasan darah.

__ADS_1


Mayat dimana mana kondisi saat ini sangatlah memprihatinkan, sangat miris sampai Permaisuri tak bisa membendung air matanya, hatinya berdegub kencang tak seperti biasanya. Kali ini degub jantungnya bagai habis mengikuti lomba maraton saja, dimana detak jantungnya dua kali lipat lebih cepatt dari biasanya.


'Suamiku dimana kau hiks...'


'Suamiku kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku'


'Suamikuu'


'S-sayang'


'Suamiku hiks,,,aku akan menyembuhkanmu'


'Tidak uhuk...kau tidak boleh uhuk...melakukannya uhuk...'


'Kau jangan banyak bicara aku akan menyembuhkanmu'


'Jangan lakukan itu uhuk...aku tak mau kau terluka'


'Tidak apapun yang terjadi padamu nanti aku akan selalu bersamamu'


'Sayang berjanjilah apapun yang akan terjadi padaku nanti kau harus berbahagia ada ataupun tidak adanya aku disisimu'


'Jangan bicara seperti itu hiks aku tak ingin mendengarnya'


'Maaf'


'Hikss Aaaaa'


Seketika Permaisuri tersadar dari ingatan-ingatan yang tersesat diotaknya karena merasakan pelukan hangat yang menjalar serta tepukan dipundaknya. Dia seakan diseret keluar dari tragedi mengerikan yang dilihatnya itu.


"Ibunda?" Panggi pun itu menyadarkannya dari pamunan tak berujung itu.


"Ya"


"Kenapa ibunda menangis seperti itu?" Tanya suara itu yang tak lain adalah Zhang Feng.


Bukan ganya Zhang Feng saja yang menghampiri Permaisuri namun semua orang menghampiri Permaisuri yabg tiba-tiba menangis dengan memegang dadanya. Seakan ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Permaisuri merekapun tak kuasa menahan tangisnya yang entah disebabkan oleh apa mereka tak tau yang mereka tau adalah orang terkasihnya menagis dengan tangisan pilu yang mampu membuat siapa saja ikut menangis.


"Eh?" Beo Permaisuri yang tak menyadari bahwa dirinya ikut menangis hingga membuat orang disekitarnya ikut bersedih hati.


"....."


"Ibunda tak apa sayang" katanya dengan lembut namun mata cantiknya tak bisa berbohong.


Mereka memaklumi jika Permaisuri tak ingin mengatakan pada mereka sebab mereka juga mengerti jika Permaisuri juga membutuhkan privasi. Dengan helaan nafas mereka seakan lega dengan kembalinya kesadaran Permaisuri meskipun orangnya masihlah duduk ditempat yang tadi tapi seakan jiwa dan pikirannya berkelana entah kemana.


"Sebaiknya kalian lanjutkan kegiatan kalian ibunda tak apa" katanya lagi tak ingin membicarakan hal tadi lagi.


"Baiklah" pasrah mereka dan mulai meninggalkan Permaisuri untuk melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2