
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
"Bagus bagus.Permaisuri ini menyukai orang penurut"
<><><><><><><><>
.
.
.
"Oh ya kepala Lu. Permaisuri ini akan melunasi sisa pembayaran yang audah kita sepakati sebelumnya"
"Xue Jie~kemarikan Koin itu"
"Ini Yang Mulia Permaisuri koin yang Permaisuri inginkan"
"Bagus Xue Jie~kau yang terbaik" cengirnya.
"Aish kau ini" rajuknya melupakan semua orang yang melogo atas sikap kurang ajarnya kepada seorang Permaisuri. Namun ia memilih tak peduli dan masa bodoh dengan mereka.
"Hehehe Jie~jangan cemberut begitu kau tau cantikmu hilang"
"Aish diam kau.Kau membuatku malu"
"Ck. Ck. Ck jie~kau malu-malu tapi mau" decaknya gurau. Dan dibalas sengusan kesal oleh Rong Xue.
"Kepala Lu ini sisa pembayarannya kau bisa mengecek ulang jika kau merasa kurang"lanjtnya sambil menyerahkan sekantong koin.
"Yang Mulia ini sangatlah banyak orang tua ini tak bisa menerimanya" bagaimana aku bisa menerima ini semua Permaisuri sungguh baik hati padahal sisa pembayaran hanya 2 koin emas 10 koin perak ini lebih dari pembayaran dan juga ini seperti penghasilanku selama 3hari tambah Kepala Lu dihatinya.
"Kenapa apakah itu kurang jika ia Jie~ ambilkan lagi koin dengan jumlah yang sama sebanyak 3kali lipat"
"Baik Permaisuri"
"Tunggu Permaisuri bukan begitu maksud orang tua ini. Orang tua ini hanya ingin mengembalikan sisanya saja hamba akan mengambil 2 koin emas 10 koin perak sisanya itu adalah milik Permaisuri"
"Tak apa itu bayaran untuk hasil kerja kerasmu"
"Orang tua ini tak bisa menerimanya Permaisuri"
"Baiklah Permaisuri ini akan mengambilnya tapi Permaisuri ini ingin melihat terlebih dahulu hasil kerja Kepala Lu. Jika hasilnya sangat memuaskan maka Permaisuri ini anggap bahwa koin itu sebagai Konpensasi untuk Kepala Lu. Tapi jika hasilnya kurang bagus dan mengecewakan Permaisuri ini maka jangan salahkan Permaisuri ini jika meminta ulang semua pakaian ini."
"Baik Permaisuri. Orang tua ini setuju dan akan membuat ulang semua pakaian Permaisuri sebagai bentuk pertanggung jawaban"
"Bagus Kepala Lu memiliki Prinsip hidup yang bertanggung jawab dan Permaisuri ini sangat suka"
"Terima kasih Permaisuri"
"Baik sekarang buka tutup peti itu"
"Baik Permaisuri. Buka tutup perti itu sekarang." Perintahnya pada salah satu pengawal.
Klek~
Suara tutup peti terbuka itu dibuka dan nampaklah banyak pakaian yang sangat indah yang mampu membuat siapapun melogo kagum dan ingin memilikinya atau bahkan ingin memilikinya. Tapi semua pakaian itu milik Permaisuri dan tak akan ada yang bisa menyentuh bahkan memilikinya tanpa seizin sang pemiliki.
__ADS_1
Hohoho tak semudah yang ku bayangkan nak, jika ingin kalian harus melawan mama terlabih dahulu Kkk~ innernya geli melihat tampang konyol semuanya kecualai Kepala Lu yang sudah tau Pastinya.
Permaisuri melihat apakah ada bagian yang cacat atau yang menurutnya kurang bagus namun ia tak melihat sedikitpun kecacatan di semua pakaiannya dan itu membuat ia berdecak kagun akan hasil yang diberika oleh Kepala Lu. Tak sia-sia ia mengeluarkan nanyak uang hanya untuk pakaian semahal ini.
Ah Permaisuri harus menyumbangkan bebrapa pakaian ini untuk mereka yang melogo konyol agar tak mati penasaran jika mereka mati nanti. Ide bagus kekeke~ innernya geli
"Bagus. Bagus tak ada kecacatan sama sekali dan Koin itu berhak kepala Lu terima.Permaisuri ini tak suka penolakan ngomong ngomong"ucapnya karena melihat Kepala Lu ingin menolak pemberiannya.
"Baiklah orang tua ini akan menerimanya Yang Mulia Permaisuri. Semoga Yang Mulia Permaisuri selalu hidup bahagia dan panjang umur beribu ribu tahun. Semoga Permaiauri dilimpahkan kebahagiaan dan dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat." Doanya tulus
"Ya sekali lagi Permaisuri ini ucapkan Terima kasih kepada Kepala Lu karena hasil yang diberikan kepada Permaisuri ini sangat memuaskan. Juga Terima kasih aras doanya Kepala Lu" jawab Permaisuri tulus dengan senyum tulusnya meakipun tak terlihat oleh cadar namun siapa saja pasti tau bahwa Permaisuri tersenyum karena matanya yang menyipit.
"Terima kasih kembali Permaisuri jika boleh apakah Orang tua ini dan rombongan bisa meninggalkan istana"
"Ya silahkan saja.Hati-hati paman"katanya yang membuat semua orang sekali lagi melogo dan Kepalaa Lu menengang ditempat
"Per-mai-suri apa-kah itu pang-gilan untuk orang tua ini"gagapnya
"Ya terima kasih sekali lagi paman.Hati hati"
"Suatu anugrah bagi hamba"
"Sudah paman jangan berterima kasih terus pulanglah hari sebentar lagi akan gelap jika tak segeran meninggalkan istana ditakutkan akan ada perampokan"
"Baik Yang Mulia.Salam untuk keluarga kekaisaran"ucapnya sambil meninggalkan istana.
"Jangan lupa lusa paman bawa putrimu kesini" teriaknya mengingatkan.
"Ia pasti akan paman sampaikan"dibalas teriakan pula oleh Kepala Lu.
Rombongan Kepala Lu mulai menjauh dan menghilang dan itu membuat ekpresi wajahnya kembali dingin.
"Jie~semua pakaian itu terdapat 16 buah Pakaian pilihlah salah satu diantara ke16 itu dan ambillah"
"Tak ada tapi tapian Jie~ambillah"
"Hah baiklah"pasrah adalah jawaban yang baik untuknya dan ia mulai memilih salah satu diantara ke16 pakaian cantik nan indah itu.
Semua orang yang berada disana lagi lagi terperangah, baru kali ini ada seorang majikan memberi pakaian yang mahal dan mewah juga indah ban cantik kepada seorang pelayan secara cuma-cuma.Namun bagi Permaisuri hal seperti ini sudah biasa baginya karena semua orang dipavilliunnya juga sudah tau perihal seperti ini, bukan hal baru lagi bagi penhikut Permaisuri jika sang junjungan membagi-bagikan pakaian, koin, bahan makanan atau lainnya.
Mereka akan heran jika junjungan mereka tak keluar kediaman dan hanya duduk manis sambil mimun teh, karena mereka akan merasa akan ada musibah untuk mereka atau orang lain. Diamnya Permaisuri menandakan ia sedang marah atau berada dalam mood yang buruk dan itu adalah musibah bagi mereka semua.
"Jie~jangan lama-lama kau tau aku haus sekali"
"Yang Mulia apakah perlu Nubi ambilkan" tanya pelayan lainnya.
"Boleh terima kasih Hui Jie~" Jawab Permaisuri pada pelayan tadi yang bernama Jing Hui.
"Sama sama Permaisuri" ucap Jing Hui
Tak lama pelayan yang dipanghil Hui Jie~ datang membawa segelas air dan juga dibelakangnya ada seorang kasim yang membawa kursi unyuknya duduk.
"Ini Yang Mulia air minumnya dan hamba juga membawa kursinya"
"Aish paman kasim kenapa repot-repot membawakanku kursi"
"Tak apa supaya Permaisuri tak lelah" jawab kasim itu dengan wajah cerahnya.
"Ishh selalu saja begitu"gerutunya yang membuat pengikutnya tertawa renyah.
__ADS_1
Rong Xue masih lama memilih pakaian apa yang akan ia pilih dan itu membuat Permaisuri bosan dan kesal karena lama menunggu.
"Xue Jie kau lama sekali tau aku bosan menunggumu"teriakan itu menarik atensi rombongan Kaisar yang kebetulan lewat disekitar sana.
"Ia ia ini sudah dapat yabg paling bagus dan sangat cantik. Lihatlah"ucapnya sambil memperlihatkan pakaian yang sederhana naum mewah dan anggun secara bersamaan dan itu membuat sebagian orang ada yang berdecak kagum,iri,terpesona,dan menginginkan juga.
"Biasa saja"jawaban itu membuat semua orang melotot horor biasa saja katanya padahal itu adalah baju yang sangat luar biasa bagus dan tak akan ada yang memilikinya karena itu satu satunya meakipun gulungan yang ia berika. itu terdapat sketsa gambar yng sama namun itu berbeda.
"Apa kau bilang biasa saja.Dasar bocah nakal ini sangat bagus dan kau tak menghargai hasil karyamu sendiri"semua orang berdecak kagum karena baru kali ini ada seorang pelayan memarahi seorang Permaisuri dan Permaisuri sendiri tak menegur bahkan menghukumnya.
"Jie kau tak tau saja dikediamanku ada yang lebih bagus dari itu jika diibaratkan 0-10 itu hanya bernilah 3 kau tau.Dan aku bikan bocah nakal" regutnya tak terima dan membandingkan hasil karyanya sendiri yang tentu saja dia jahit sendiri tanpa ada orang lain yang tau.
"Yayaya kau bukan bocah nakal tapi bocah licik"
"Ibunda ada apa ini" sebelum menjawab ejekan Rong Xue. Permaisuri langsung menelan ludah karena omongannya dipotong oleh sang putra.
"Woah pangeranku sedang apa disini? Katanya ingin menemui Ibunda?"
"Seharusnya Feng'er bertanya seperti itu kepada ibunda.Sedang apa disini dan sanfat ramai pula. Maaf Ibunda tadi Feng'er dipanggil oleh Kaisar untuk menghadap"
"Oh begitu baiklah nantik saja setelah makan malam temui Ibunda. Ibunda mengambil pesanan ibunda kalau mereka entah Ibunda tak tau. Sebelum Ibunda sampai mereka sudah ada disini"
"Baiklah ibunda nanti Feng'er akan menemui Ibunda dikediaman Ibunda"
"Ay ay Captein" ucap Permaisuri sembari memberi hormat layaknya prajurit pada ketua dan membust semua orang melogo heran karna tak mengerti.
"Ehe ibunda lucu dan kenpa berisik sekali sampai dari kejauhan saja bisa terdengar"
"Pangeran Mahkota biar Rong Xue memberitahu Pangeran ibundamu itu tak menghargai hasil karyanya"
"Jie~jangan meracuni otak polos putraku"
"Aku tak meracuni tau. Aku hanya memberitahunya saja apa salah"
"Kau iya jie"
"Aku tidak"
"Kau iya"
"Tidak"
"Iya"
"Tidak"
"Iya"
"Tidak/ Iya"
"DIAM!!"
*Bersambung~
Assalamualaikum Readers kesayangan
mohon maaf lama Up ada kendala dengan hpku yang mau rusak. hpku gk bisa bertahan lama karna bentar bentar dah mati ini aja gebut
yang baik beliin lah yak ehe :) becanda kok :D beneran gk apa juga
__ADS_1
mohon maaf jika banyak kata yang salah karena Aku ngetik makek hp bukan Laptop :D sama Laptopku juga rusak kyboard nya jadi mohon maklum
jangan lupa Vote, Like, and Comentnya*