The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
63. Berburu


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"APA KAU BILANG!!" Teriakan melengking dari An Yu mampu menggetarkan seluruh goa dan sekitarnya. Untung saja Goa itu terlapisi oleh Array kuno yang mampu menahan teriakan nelengkingnya jika tidak pasti makluk hidup diluar sana akan terkaget mendengar teriakan itu.


Ji Tian sampai-sampai menutup kedua telinganya untuk mdncegah kerusakan pada gendang telinyanya itu. Memang salahnya mengatakan bahwa ayah An Yu sangatlah kaku tapi itulah kebenatannya ayah An Yu yang notabennya seorang Kaisar Langit sangatlah tegad dan dingin juga kaku. Maka dari itu Ji Tian mengatakan seperti itu tapi, hasilnya sangat tak memuaskan bagi dirinya sebab tanggapan yang diberikan oleh An Yu sangatlah berlebihan menurut dirinya.


Anak mana yang tak akan marah jika ayah kita dikata-katai didepan kita yah meskipun itulah kenyataannya tapi, jangan langsung ceplas ceplos begitu didepan anaknya dong. Dasar Ji Tian belum melamar secara resmi saja sudah berani mengatai ayahanda An Yu bagaimana jika sudah resmi ck ck ck mungkin saja setiap hari akan dikatai datar dan dingin.


"Memang benarkan? Ayahandamu itu kan memang kaku" katanya lagi. Seperti api yang diberi minyak kemarahan dan kekesalan An Yu bertambah besar. Tak memperdulikan apapun lagi langsung saja An Yu menendang bokong Ji Tian hingga Ji Tian tercebur kekolam yang ada didepannya ini.


Byurr


"Aaaaa" jerit Ji Tian seperti gadis perawan yang akan diperkosa saja. An Yu hanya melihat tanpa ada niatan untuk membantu Ji Tian keluar dari sana.


Kenapa juga aku bisa menyukai pria bodoh seperti Duan Ji Tian itu rutuknya dalam hati merutuki dirinya yang bisa-bisanya menyukai pria macam Ji Tian.


"Jangan seperti gadis perawan yang akan diperkosa begitu, malu dengan umurmu yang sudah tua" kata An Yu bagai pisau yang sangat tanjam menohok langsung kehatinya.


"An Yu kau sungguh sangat kejam" regutnya tapi tak keluar dari dalam air.


"Salahmu sendiri. Jangan nenyalahkanku" kata an Yu datar bersedekap dada.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya An Yu" kata Ji Tian dengan sedikit regekan.


"Kau bodoh atau apa? Mana ada seperti itu. Jika kau tak serius padaku ya sudah tak usah mengatai ayahandaku begitu.Meskipun dia kaku kau tak boleh mengatakannya padaku" omelnya pada Ji Tian.


"....." Ji Tian hanya terdiam karena memang dia bersalah.


"Kau tak menjawabku. Baiklah" kata An Yu.


"....." Ji Tian masih setia untuk tetap terdiam.


"Baiklah jangan pernah menemuiku lagi karena ini adalah keputusanmu" kata An Yu.


Bukan sekedar ancaman semata tapi An Yu sangatlah serius mengatakannya. Ji Tian yang mendengar itu gelagapan dan langsung naik kepermukaan untuk mengeringkan pakaiannya yang basah.


"Ah mati aku. Bisa-bisanya aku mengatakan hal itu padanya. Belum kulamar juga sudah seperti ini jadinya hah"


Cling


Pakaian yang tadinya basah kini sudah seperti tadi sebelum menyebur dikolam itu. Tak ingin menyia-nyiakan waktu langsung saja Ji Tian pergi menyusul kemana perginya An Yu itu.


o0o


Ditempat Permaisuri


Rombongan Permaisuri sudah menyiapkan keperluan untuk berburu. Jarak antara kediaman pemduduk dan perbatasan memanglah lumayan jauh dengan adanya Bo dan Bong yang menjadi pemandu mereka tentu saja tak akan membuat mereka kesulitan nantinya.


Perjalanan yang lumayan jauh tak menyurutkan semangat yang membara dihati mereka. Untuk memenuhi syarat perburuan yang diikutinya tentu saja mereka akan melakukan yang terbaik untuk menghasilkan seseuatu yang sangat memuaskan.


Mereka akan membuktikan bahwa mereka lebih baik dari siapapun, bukan bermaksud sombong tapi dengan begitu mereka taka akan dipandang sebelah mata atau diremehkan oleh banyak orang. Taukah kalian mulut para Netizen sangatlah tajam jauh lebih tajam dari sebilah pedeng legenda sekaligus.


Dengan ucapan yang mereka katakan jika buruk mampu menimbulkan peperangan atau kehancuran bagi semua orang. Jika ucapan mereka baik mampu mengharumkan mana kita hingga pada titik yang paling tinggi.

__ADS_1


Perkataan adalah doa, sama dengan pepatah mukutmu harimaumu. Gosib dan fitnah adalah salah satu contoh perkataan yang akan menimbulkan kekacauan. Bila kita bergosib maka disanapun pasti akan ada fitnah, bergosib pasti ada beberapa perkataan yang ditambahkan atau dikurangi disitulah timbulnya kekauan berasal.


Jadi marilah kita senantiasa menjaga lisan kita dari perkataan yang tidak baik. Karena siapa yang tau jika suatu saat nanti kita yang mengalami hal seperti itu, bukannya mendoakan tapi untuk berjaga jaga. Siapa yang tau hati manusia? Hari esok siapa yang tau kalau bukan sang pencipta.


Perjalanan mereka membutuhkan sekitar dua puluh menit dengan berjalan kaki, tak ada niatan sedikitpun untuk berteleportasi atau melakukan Qing gong. Menurut mereka dengan berjalan kaki banyak pengetahuan yang akan mereka hadapi.


Setiap perjalanan pasti banyak sekali hal yang belum mereka lihat sebelumnya atau hanya pernah mendengar tapi tak pernah melihat secara langsung. Contohnya saja tadi ada seekor kuda putih dengan sayap putih dan rambut pirang jangan lupakan tanduk berwarna putih yang mengkilap. Mereka kecuali Permaisuri mungkin pernah mendengar tapi tak pernah melihatnya secara langsung sebelumnya.


Jika didunia Modern pasti sudah pernah mendengar atau melihat semacam itu. Jika ada diantara kalian yang tak tau maka lihatlah kartun Shofia the first atau Barbie disana ada episode yang menayangkan hal semacam itu.


Bukan hanya itu banyak sekali tanaman obat ataupun tanaman racun yang bisa mereke lihat dengan mata telanjang. Permaisuri selalu menjawab apa yang ditanyai oleh anak-anaknya atau Yao qi.


Meskipun ada Bo dan Bong tapi pengetahuan keduanya sangatlah minim karena tak pernah keluar dari dunia ras siluman ini.


Bo dan Bong bagai pemandu yang hanya memandukan jalannya saja, bukan sebagai pemandu jalan ataupun pertanyaan. Sebab setiap pertanyaan yang dilayangkan oleh anak-anak Permaisuri mereka berdua hanya terdiam mengamati karena bingung ingin menjawab seperti apa sebab keduanya pun tak terlalu tau mengenai yang mereka tanyakan.


Tak lama mereka sampai ditempat tujuan awal mereka. Ternyata meskipun diperbatasan atau sekitaran dunia ras siluman tapi lingkungannya tetaplah terjaga keasliannya. Sebab meskipun disekitaran atau perbatasan antara dunia ras siluman dan dunia luar masihlah dijaga oleh penjaga yang sangat kuat apalagi array kuno yang mengelilingi tak ada yang mampu menembusnya.


Jika binatang liar memang mampu memasuki tapi tidak untuk Mahluk lainnya seperti manusia yang tak diijinkan.


Binatang liarpun hanya bisa memasuki disekitaran saja tanpa bisa memasuki dunia ras siluman dibagian inti. Itulah yang membedakan antara dunia ras siluman inti dan dunia ras siluman luar.


Tak bisa sembarangan pula memasuki dunia ras siluman jika bukan tanpa ijin. Jika bertanya kenapa kedua sosok itu bisa memasuki dunia ras siluman lebih tepatnya goa yang tersembunyi siapapun tak bisa melihat atau melacaknya. Biar kuberitau sesuatu, kedua sosok itu bisa masuk leluasa karena keduanyalah yang meyegel goa itu dengan kekuatan mereka dulu. Agar goa itu tak diketahui oleh orang luar apalagi oleh musuh.


Dengan segel kuno yang lama hilang yang An Yu curi dari ruang kerja ayahandanya dulu, mampu menjaga orang terkasihnya dari bahaya yang mengintai. Segel kuno yang turun termurun itu akan jatuh pada penguasa selanjutnya karena itulah An Yu nekat mengambil gulungan segel itu meskipun terkena hukuman dari sang ayah. Tapi, namanya seorang ayah tak akan tega melihat anaknya dihukum dengan begitu kejam. Alhasil An Yu dihukum hanya beberapa tahun saja.


"Ibunda mari kita berpencar mencari buruan supaya cepat mendapatkan buruan dan kita bisa bersantai hingga waktu yang ditentukan" kata Zhang Feng memberi saran.


"Boleh saja tapi kalian haruslah berkelompok. Karena kita bersebelas ditambah Bo dan Bong menjadi tiga belas maka kita harus membaginya menjadi beberapa kelompok. Berapa kelompok yang harus kita bagi?" Tanya Permaisuri menguji mereka.


"Lalu berapa setiap kelompoknya?" Tanya Permaisuri lagi.


"Kita ada tiga belas jadi 12÷4\=3 dan satu orang lagi bersama salah satu diantara ke empat kelompok itu" Jelas Lilyana.


"Baiklah siapa saja kelompok itu?" Tanya Permaisuri lagi.


"Aku, ibunda, Antares, dan Xi'er bagaimana?" Tanya Zhang Feng.


"Baiklah. Lalu yang lain?" Kata Permaisuri.


"Aku, Yi Ai, dan Bo Gege" kata Chong Li.


"Shan'er, Lilyana dan Bong Gege" kata Bei Shan.


"Xuan Xuan, Paman Yao Qi, dan Lin'er" Kata Xuan Xuan.


"Baiklah. Setelah tiga jam kita harus berkumpul kembali ditempat ini mengerti?" Perimtah Permaisuri.


"Baik" tegas mereka.


"Mari berpencar dan kalian semua tidak diijinkan untuk terluka barang sesikitpun"


"Kami menegrti"


"Baik berpencarlah"

__ADS_1


Setelah perintah Permaisuri dikeluarkan mereka bergegas meninggalkan temlat bersama kelompok masing masing unyuk memburu apa yang mereka lihat nanti.


Dengan arah yang berbeda setiap kelompoknya, mereka berburu dengan sangat hikmat dan sesekali bercanda sati sama lain tapi tak menurunkan kewaspadaannya pada sekitar.


Ditempat Permaisuri saat ini keempatnya masih sibuk dengan kunyahan yang tk pernah berhenti sejak tadi. Sebab karena regekan Antares yang mengatakan lapar sejak memisahkan diri dari kelompok tadi, sejak itulah mereka tak berhenti mengunyah karena makanan yang diberikan olehnya pada ketiga anaknya itu.


Untung saja yang lain tak melihat tingkah ketiga orang itu jika tidak sudah dipastikan bahwa mereka akan merasa kesal karena tak dibagi makanan juga.


Srek


Srek


Mendengar ada gesekan disekitarnya mereka berempat ah ralat mereka bertiga bertiga langsung bersiaga tapi tetap kelihatan santai hanya Antares yang tak peduli. Menganggap bahwa makanan adalah segalanya dan yang lainnya tak terlalu mempermasalahkan itu.


"Ibunda" regeknya pada Permaisuri.


"Ya Son kenapa hem?" Tanya Permaisuri pada Antares.


"Ibunda tadi itu suara apa? Kenapa seperti didekat kita" tanyanya polos.


"Oh itu. Mungkin saja itu suara kucing yang ingin mengajak Ares bermain" kata Permaiauri enteng. Lain lagi dengan tanggapan ketiganya, kedua Han bersaudara hanya memutar mata malas mendengar ucapan ibundanya. Hey mana ada kucing dihutan, jika kucing besar baru benar. Dan tanggapan Antares membuat kedua Han bersaudara menepuk keningnya pelan.


"Benerkah" girangnya dengan mata berbinar dan sedikit meloncat loncat seperti kelinci.


"Benar sekali son" kara Permaisuri.


"Ibundaaa" kata kedua Han bersaudara.


"Hehehe" cengiran halus yang Permaisuri layangkan pada kedua Han bersaudara itu.


Srek


Srek


Tak lama muncullah seekor serigal berbulu putih keabu abuan jangan lupakan tanda bulan dan bintang dikeningnya. Jika diamati tanda itu seperti tanda yang sudah turun temurun.


"Woah ibunda kucingnya besar sekali" celetuk Antares membuat Han bersaudara menepuk keningnya sekali lagi dan Permaisuri hanya cengegesan tak jelas karena ditatap oleh kedua anaknya itu.


"Sialan kau bocah" desis Serigala itu tak terima.


"Waoh ibunda kucingnya bisa berbicara" girang Antares bukannya takut malah kegirangan.


"Son itu bukan kucing tapi ayam" kata Permaisuri.


"Ibundaa" kata kedua Han bersaudara kesal.


"Eh" kata Antares.


"Hehe maaf maaf. Son maafkan ibunda hem hewan itu bukan kucing ataupun ayam tapi serigala hem wolf" kata Permaisuri menjelaskan.


"Wolf?" Tanyanya.


"Iya son"


"Kyaaaa"

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2