The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
67. Apa yang harus kita lakukan?


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"Oh astagaa" seru Permaisuri kesenangan.


"Ibunda ada apa ini?" Tanya Zhang Feng heran melihat respon berlebihan dari ibundanya.


"Feng'er apakah kau lupa dibelakang gunung itu ada apa? Dan siapa pemilik kawasan itu?" Tanyanya dengan wajah berseri seri.


"Belakang gunung sebelah timur dari hutan kematian ya hem,,," gumamnya pelan namun masih dapat didengar oleh mereka.


"Oh astaga ibundaa" katanya lagi setelah mengingat dimana tempat itu.


"Entah ini adalah sebuah kebetulan atau keberuntungan" kata Permaisuri lagi mengabaikan wajah bingung mereka.


"Ibunda benar cepat kabarkan mereka agar mencari kakak dari Cao Gege dan segera membawanya kedalam sana agar bisa beristirahat" jelas Zhang Feng.


"Tunggu tunggu apa yang kalian bicarakan ini?" Tanya Yao Qi.


"Gee kau lupa kemana arah itu hah" gemas Permaisuri.


"Maksud-"


"Pikirkan dulu Geee" Kesal Permaisuri.


"Emm,,,ah bukankah itu mengarah langsung pada Sakte The Last Danger?" Serunya setelah mengingat rute perginya kakak dari Cao Gang ini.


"Sakte The Last Danger" seru mereka karena diantara mereka belum tau tentang sakte itu dan sebagian lagi batu mengetahuinya.


"Sakte apa itu ibunda?" Tanya Cao Gang bingung.


"Intinya kakakmu datang pada rute yang sangat tepat disana ada sebuah Sakte yang belum dipublikasiakan kepada dunia. Tapi, tenang saja Sakte itu akan memperlakukan kakakmu dengan sangat baik karena ibunda tau siapa orang yang memegang wilayah sana" katanya dengan Smirk yang menggerikan.


Tentu saja pemiliknya adalah ibunda/kau sendiri pekik Zhang Feng dan Yao Qi dalam hati.


Ingin rasanya kedua orang itu mengatakan bahwa Sakte dan wilayah disana ada dalam genggaman orang didepannya ini. Tapi, apa boleh buat mereka sudah berjanji tak akan memberitahukan pada siapapun sebelum Permaisuri sendiri yang mengumumkannya.


Meskipun sebagian dari mereka sudah tau tentang Sakte The Last Danger tapi mereka belum tau siapa pemikiknya dan siapa yang memegang kawasan disana.


"Ibunda maksudnya seperti apa? Tolong jelaskan pada kami agar kami tidak merasa kebingungan?" Tanya Xie Cao Gang.


"Baiklah ibunda akan menjelaskan secara singkat saja"


"Baiklah"


"Sakte The Last Danger adalah sakte baru yang belum diperlihatkan pada dunia karena ada sesuatu hal yang tak bisa ibunda berutau kepada kalian. Sakte itu berada tepat dibelakang gunung sama seperti yang dijelaskan oleh Cao'er tadi, yang dulunya hanya hamparan luas penuh rumput kini banyak bangunan bertingkat yang akan membuat siapa saja tercengang jika melihatnya." Jelas Permaisuri dengan nafas yang terlihat tersenggal-senggal.


"Kenapa ibunda bisa mengetahui banyak tentang Sakte itu?" Tanya Chong Xi dengan penuh kebingungan.


"Tentu saja karena,,, aku adalah pemiliknya,,,pemilik Sakte itu adalah teman ibunda" kata Permaisuri. Tentunya kalimat setelah jeda tadi Permaisuri katakan dalam hati, tak mungkin jika Permaisuri katakan secara gamblang untuk saat ini. Jika nanti mungkin Permaisuri bisa mengatakannya pada mereka atau pada dunia sekalipun.


"Wah ibunda sangat hebat bisa mempunyai teman seperti itu. Ares juga ingin mempunyai teman seperti itu nanti, yang bisa mengajari Ares banyak hal dan Ares bisa mempelajari banyak dari dia" kata Antares dengan binar yang sangat ketara dikedua mata indahnya.


"Apakah Ares ingin belajar disana?" Tanya Permaisuri memastikan. Jika memang iya maka Permaiauri dengan senang hati memboyong Kenneth bersaudara ke Saktenya itu. Ah jika Lilyanan mungkin akan menjadi istri putra tampannya jadi Permaisuri tak terlalu memusingkan itu.


"Iya ibunda Ares ingin belajar disana" katanya dengan semangat namun tak bertahan lama.


"Tapi..."katanya lagi dengan jeda panjang.

__ADS_1


"Tapi apa Ares?" Tanya Zhang Feng yang mulai penasaran dengan kelanjutan yang akan Antarea katakan.


"Apakah Ares dan kak Lily akan diijinkan belajar disana oleh ayahanda?" Tanyanya dengan gumaman namun mampu didengar oleh mereka.


Jadi inilah yang dirisaukan oleh Antares sejak tadi. Takut jika ayahnya tak mengijinkan dirinya dan sang kakak untuk menuntut ilmu kenegeri uang jauh dari rumahnya.


"Son tak perlu risaukan tentang ijin ayahandamu biarkan hal itu menjadi urusan ibunda hem" kata Permaisuri menenangkan Antares yang risau dan kalut jika nantinya tak diijinkan.


"Ibunda benar Ares. Kau dan kakakmu akan selalu bersama dimanapun kalian berada nantinya. Gege berjanji jika nanti sudah memiliki restu dan bisa menikahi kakakmu Ares juga akan ikut bersamanya kerumah Gege bagaiman? Ares mau tidak?" Kata Bei Shan pada Antares.


Perkataan Bei Shan bukan hanya sekedar kata penenang saja tapi, itulah kenyataannya dia juga sudah berjanji sejak awal pada dirinya sejak pertama bertemu dengan Lilyana. Bahwa apapun yang terjadi nantinya Bei Shan akan membawa Kenneth bersaudara kekediamannya. Tak peduli jika nantinya mendapat tentangan dari siapapun.


"Ibunda percaya bahwa Shan'er akan selalu menjaga kalian berdua seperti perkataannya itu" kata Permaisuri memegang kedua tangan Kenneth bersaudara.


"Lily bolehkah ibunda bertanya padamu?" Tanya Permaisuri.


"Tanyakan saja ibunda. Jika Ibunda ingin menanyakan apapun kepada Lily, Lily akan menjawab semampu yang Lily bisa" kata Lilyana tegas.


"Baiklah ibunda tak akan sungkan lagi kalau begitu"


"Ya ibunda tanyakan saja"


"Apakah Lily sudah menyukai Bei Shan atau belum?" Tanya Permaisuri membuat semua mata mengarah pada keduanya untuk mendengar jawaban Lilyana.


Apalagi Bei Shan yang menjadi objek pembicaraan keduanya.


Lilyana tak langsung menjawab dan hanya menundukkan kepalanya, melihat itu Bei Shan sadar bahwa dia terlalu cepat bertindak dan tidak memperdulikan tanggapan Lilyana yang akan dia nikahi itu dan malah mengambil kesimpulan sendiri. Dia mengira bahwa Lilyana akan menolaknya dan mengatakan bahwa Lilyana sudah menyukai orang lain.


Dengan wajah lesunya Bei Shan siap mendengar apapun yang akan Lilyana katakan padanya nanti.


"Hei jawab pertanyaan ibunda hem. Jangan membuat ibunda dan yang lainnya menunggu terlalu lama"


Bei Shan sudah menduga ini akan terjadi sebelumnya. Tapi, mengapa rasanya sangatlah sakit. Bei Shan tak pernah peduli tentang perempuan sebelumnya tapi semenjak dia melihat dan mengenal Lilyana meskipun kurang dari dua hari Bei Shan merasa sangat nyaman dan mulai menunjukkan sisi lembutnya hanya pada Lilyana selain Ibunda Permaisuri.


"Ibunda tak perlu menanyakan lagi Shan'er audah menduga kalau Miss Lilyana taka aka mene-" perkataan Bei Shan terpotong oleh suara halus yang mendayu-dayu diotaknya membuat hati dan peretnya seperti ada kupu-kupu terbang karena ucapannya.


"-maaf karena Lily sudah sangat menyu ah salah mencintai Shan'er ibunda" kata Lilyana meneruskan ucapannya tadi agar tak membuat mereka salah paham dengan wajah malu malunya dan jangan lupakan kedua pipinya yang sudah memerah karena malu.


Hening


Keadaan saat ini sangatlah hening, mereka bak patung yang melotot mendengar ucapan malu malu Lilyana. Mereka pikir akan ada hati yang mengalami patah hati karena sydah ditolak sebelum menyatakan. Namun dugaan mereka salah, hingga sebuah pekikan nyaring menyadarkan mereka dari lamunan konyolnya itu.


"Kyaaaa" pekikan itu berasal dari Permaisuri karena saking semangatnya hingga mengeluarkan pekikan yang membahana melupakan topik utama pembicaraan mereka.


"Eh" beo mereka.


"Akhirnya ibunda akan menikahkan dua pasangan sekaligus. Astaga astaga betapa senangnya aku ini" katanya dengan mengipas ngipaskan tangannya kearah wajah cantiknya saking bahagianya dengan apa yang dipikirkannya itu.


"Dua pasangan?" Tanya mereka heran.


"Bukankah hanya Shan'er dan Miss Lilyana ibunda?" Tanya Chong Xi bingung.


"Tentu saja tidak" kata Permaisuri.


"Lalu siapa pasangan yang satu lagi?" Tanya Yi Ai bingung.


"Tentu saja dirimu dan Li'er'" kata Permaiauri enteng.


"Apa/Yess" seruan berbeda tentu saja dari dua orang yang berbeda pula. Dimana Yi Ai yang tak menyangkan dan sangat kaget dan Chong Li yang kesenangan karena akan menikah dengan gadis pujaannya itu.

__ADS_1


"Tapi ibunda-" Perkataan Yi Ai terpotong oleh Zhang Feng.


"Tapi kenapa bukankah kau juga menyukai adik nakalku itu hem" goda Zhang Feng yang melihat sebuah peluang untuk menggoda calon adik iparnya itu.


"Feng Gegeee" seru Yi Ai dengan wajah merahnya karena kesal dan malu. Kesal karena Zhang Feng membuka kartu Asnya dan malu karena mereka semua mengetahui bahwa dirinya menyukai Chong Li si dingin.


"Benarkah Ge?" Tanya Chong Li dengan binar senang yang amat ketara katika Gegenya itu membocorkan rahasia milik gadisnya yang tak pernah diduganya sebemluya.


"Ya" kata Zhang Feng singkat padat dan jelas.


"Ai'er biar aku beri tau juga sesuatu. Selama ini Li'er sudah menyukaimu kadang dia juga merasa cemburu jika kau tertawa bersama Feng Gege" kata Chong Xi membocorkan rahasia Chong Li saudara kembarnya dan langsung bersembunyi di belakang tubuh Yi Ai. Karena Chong Xi tau bahwa saudara kembarnya itu tak akan mengejarnya jika berada dibelakang tubuh gadis pujaan hatinya.


"Sudah sudah kita bicarakan ini lagi nanti. Sekarang mari kita bahas dulu masalah Cao Gang" kata Permaisuri menengahi pertengkaran saudara kembar itu. Jika tak di pisahkan maka akan terus begini dan tak akan pernah ada habisnya.


"Baik Ibunda" kata mereka dan langsung mengubah raut wajah yang semula santai dan konyol kini menjadi sangat serius.


"Masalah ijin nantinya Kenneth bersaudara tak perlu dipikirkan lagi karena ibunda sudah memiliji cara untuk menyakinkan ayah kalian unyuk memberikan ijin unyuk kalian menetap dikekaisaran Han dan Lilyana juga akan menikah dengan restu ayahmu mengerti" kata Permaisuri pada Kennet Bersaudara dan dibalas dengan anghukan oleh mereka berdua.


"Dan untukmu Cao'er kau juga tak perlu terlalu memikirkan tentang Gegemu. Karena dia sudah aman sekarang, orang suruhanku sudah menemukannya dengan keadaan masih bernyawa yah meskipun penuh luka luka" jelas Permaisuri.


"Apakah luka-luka yang dimiliki oleh Gegeku parah?" Tamya Cao Gang penuh kekhawatiran.


"Bisa dibilang begitu. Tapi kau tenang saja orang-orangku mampu menyembuhkan Gegemu. Untuk sekarang biarkan Gegemu beristirahat disana untuk beberapa hari saja, dan nanti setelah kita keluar dari sini kita akan mengunjungi kakakmu dan juga untuk mengangkat kalian sebagai murid resmi diSakte itu" Jelas Permaisuri lagi.


"Benarkah ibunda?" Tanya mereka kesenangan.


"Tentu saja. Apakah ibunda pernah berbohong kepda kalian selama ini?" Tanya Permaisuri balik bertanya pada mereka.


"Tidak" kara mereka tegas.


"Kalau begitu kali ini pun kalian harus percaya kepada ibunda juga"


"Baiklah ibunda"


"Ya"


"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang ibunda?" Tanya Cao Gang bingung apa yang harus dilakukannya sekarang untuk menghenyikan para pemberontak itu.


"Yang harus kita lakukan sekarang adalah menyusun rencana yang matang untuk menyerang pemberontak yang berada dikerajaanmu"


"Apakah kita akan menyerang pemberontak ibunda? Bukannya kalian tidak ada hubungannya dengan mereka?" Tanya Cao Gang. Meskipun terselip rasa senang dan harap Cao Gang tak ingin keluarga barunya terlibat lebih jauh dengan masalah kerajaannya itu.


"Kenapa kau berbicara seperti itu?" Tanya Permaisuri kesal.


"Karena Coa'er tak ingin melibatkan kalian terlalu jauh dengan masalah kerajaan yang tak ada hubungannya dengan kalian" kata Cao Gang pelan sambil menunduk merasa bersalah terlah membuah wanita didepannya ini kesal.


"Lalu kami semua ini apa untukmu?" Tanya Permaisuri dengan menahan kekesalan dihatinya.


"Keluaga Cao'er seperti yang ibunda katakan tadi" kata Cao Gang bingung dengan pertanyaan ibundanya ini.


"Jika memang kami adalah keluargamu maka kau tak akan meragukan kami atau melarang kami membantumu menyerang pemberontak itu" kara Permaiauri dengan nafas yang tersenggal-senggal saking kesalnya.


"Maafkan Cao'er ibunda karena sudah melarang dan tak mempercayai kalian" kata Cao Gang pelan measa bersalah telah melarang kekuarga barunya untuk ikut serta dalam penyerangan balik membalas pemberontak dikerajaannya.


"Baiklah lupakan saja. Sekarang kita harus menyiapkan strategi yang sangat bagus untuk menyerang mereka dan mengambil alih kerajaan dari tangan mereka sampai ayahmu kembali" jelas Permaisuri.


"Baik"


"Jadi..."

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2