
...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...
...Happy Reading gaes~...
"Apakah yang anda pikirkan anak muda?" Kata seseorang yang tiba-tiba muncul entah dari mana datangnya.
Permaisuri langsung tersadar dan menoleh kearah dimana suara itu berasal. Ternyata suara itu berasal dari arah belakangnya, disana terlihat sepasang manusia paruh baya yang masih terlihat sangat menawan meskipun termakan oleh usia.
Memang benar usia tak bisa menentukan tua mudanya seseorang serta tubuh kita jika kita bisa menjaganya dengan sangat baik. Boleh saja kita berumur tua tapi rajin berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh pasti tubuh kita akan sangat indah dengan aura yang berbeda juga.
Banyak pertanyaan yang bersarang didalam otaknya saat ini tentang siapa kedua orang itu? Kenapa bisa ada mereka berdua? Bukankah tadi dia hanya sendiri tanpa ada orang lain? Apakah sekarang kewaspadaannya sudah menipis atau indra tajamnya mulai dikikis oleh waktu? Mungkin saja, sebab selama Permaisuri berada didunia kultivator ini dirinya tak pernah mendapat musuh yang seimbang dengannya.
Kedua orang paruh baya itu seakan mengerti dengan apa yang sedang Permaisuri pikirkan saat ini, karena dapat dilihat dari kerutan didahinya yang sangat ketara. Keduanya berjalan pelan menghampiri Permaisuri yang saat ini sedang duduk digazebo dengan makanan ditangannya entahlah sejak kapan makanan itu sudah berpindah ditangannya.
Meskipun Permaisuri sedang dilanda kebingungan dan terlihat seperti orang yang tak memiliki kewaspadaan tinggi tapi nyatanya tidak begitu.
Permaisuri memang terlihat tenang dengan raut wajah bingung tapi jangan salah, bagai air tenang yang dapat menghanyutkan seperti itulah Permaisuri.
Diam namun mematikan pepatah itulah yang cocok untuk menggambarkan tentang Permaisuri. Bukan hanya itu saja masih banyak lagi sebutan yang pantas disandang olehnya, dari banyaknya sandangan nama hingga membuatku pusing ingin memilih yang mana. Biarlah nama sandangan itu muncul mengikuti arus waktu, siapa tau nanti atau besok akan muncul satu persatu.
Setelah sampai diujung gazebo kedua paruh baya itu naik dan duduk bergabung dengan Permaisuri yang sudah asik dengan dunianya tak memperdulikan kedua paruh baya itu. Sedangkan kedua paruh baya itu menghela nafas pasrah dengan apa yang dilakukan oleh krang didepannya ini.
"Sungguh kalian berdua memiliki kesamaan yang luar biasa. Dari sikap yang kau tunjukkan saja sudah dapat dilihat bahwa kalian berdua memiliki banyak kesamaan" kata wanita paruh baya dengan lembut, jangan lupakan senyum tulus diwajah ayunya itu.
"Kau benar sayang kita berdua memang sangatlah mirip" kata sipria paruh baya dengan senyum seribu wattnya menambah ketampanannya saja.
Meskipun sudah berumur kedua paruh baya itu tetap menawan seperti manusia dewasa yang berusia awal tiga puluhan. Tapi tunggu kenapa ada yang janggal disini? Tapi apa itu? Kenapa seperti kebetulan saja? Innernya dalam hati menyadari kejanggalan yang dialami olehnya.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Aku sama sekali tak mengerti kemana arah pembicaraan kalian itu?" Tanyanya penasaran.
"Kami sedang membicarakan tentang kesamaanmu dengan dia" kata wanita oaruh baya itu sambil menunjuk pria paruh baya disampingnya dengan dagunya.
"Aku? Dan dia? Kenapa?" Tanya Permaisuri semakin bingung dengan ucapan dari wanita paruh baya itu.
Permaisuri semakin dibuat bingung bercampur penasaran dengan kedua orang ini, dan juga apa maksudnya semua ini? Kenapa dia bisa terlempar ketempat yang berbeda setiap saatnya? Tak mungkinkan kalau tak ada yang memancing kedatangannya.
Permaisuri bingung kenapa dirinya bisa berada dalam empat tempat dalam satu waktu? Sungguh sangat diluar nalarnya. Dan juga apa maksud dari semua kejadian yang menimpanya seharian ini? Dan sekarang dia dihadapkan dengan dua orang paruh baya aneh yang sedang membicarakan tentang kesaan antara dirinya dengan pria paruh baya ini? Sebenarnya apalagi ini?
"Nak kau pasti sangat bingung dengan apa yang terjadi padamu hari ini kan?" Bukan seperti sebuah pertanyaan melainkan sebuah pernyataan yang didapatnya. Permaisuri yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya menganggukkan kepalanya sebab itulah kebenarannya.
"Biar kami jelaskan satu persatu kejadian yang sejak tadi kau alami"
"Benarkah?" Tanyanya dengan sinar senang yang sangat ketara.
Seperti memdapat harta karun Permaisuri sangat senang sebab sejak tadi dia mencari seseorang untuk dapat dia tanyai tentang apa yang sejak tadi dia alami, dan ternyata doanya terkabulkan dengan dikirimnya kedua orang paruh baya itu. Yah meskipun keduanya sangatlah aneh menurutnya.
"Tentu saja apapun untukmu kami akan selalu berusaha untuk mengabulkannya meskipun nantinya akan ditentang oleh alam sekalipun" kata pria paruh baya itu tegas.
"Apa maksud dari perkataanmu itu?" Tanya Permaisuri yang mulai tertarik dengan kedua orang ini.
"Kami akan melakukan apapun untukmu sekalipun alam semesta menentangnya nak" jelas wanita paruh baya itu.
"Tunggu. Tunggu, katakan saja secara langsung jangan berbelit-belit seperti itu" kata Permaisuri.
__ADS_1
"Baiklah kami akan menjelaskannya"
"....."
"Pertama, kedatanganmu diruang batin yang pertama kali kau temui tadi dimana semuanya berwarna putih itu sudah ditakdirkan. Setiap orang yang jika melakukan kultivasi langsung menuju ruang batin dan melihat proses terisinya ruang batin yang hampa maka orang itu sudah ditakdirkan memiliki takdir yang istimewa dari orang lain" jelasnya.
"Jadi akulah salah satu dari sekian banyaknya makluk yang memiliki keistimewaan itu?"
"Benar anakku" kata wanita paruh baya itu.
Anak? Apa tadi katanya anakku? Sebenarnya siapa mereka berdua? Tanya Permaisuri dalam hati dengan ekpresi datar agar mereka berdua tak mampu menebaknya
"Lanjutkan" kata Permaisuri tak ingin pikiran negatifnya semakin menjadi.
"Siapapun yang dapat menyaksikan hal seperti itu maka dialah orang yang akan didatangi olehnya dan memberikan tugas yang sempat tertunda itu"
"Olehnya? Siapa dia?"
"Bukan saatnya kau tau siapa dia anakku" kata pria paruh baya itu lembut.
"Lalu apa gunanya kalian memberitahuku semua itu jika pada akhirnya jawaban kalian seperti itu" kasar memang tapi itulah dirinya.
Biarlah mereka beranggapan seperti apa tentang dirinya karena Permaisuri tak peduli dengan itu.
Sedangkan kedua paruh baya itu hanya tersenyum memaklumi reaksi Permaisuri yang sudah ditebak oleh mereka sebelumnya.
Benar apa kata Permaisuri untuk apa memberitahunya jika jawabannya saja masih menggantung. Yang ada mereka malah membuat Permaisuri penasaran dan selalu memikirkannya hingga menghentikan kegiatannya nanti.
"Baiklah maafkan kami untuk itu tapi bisakah kami melanjutkan apa yang tadi kami jelaskan padamu?" Tanya pria paruh baya itu lagi.
"....."
"....."
"Tak ada yang bisa mengubah takdir sekalipun dia seorang dewa-dewi. Tapi, kita masih bisa mengubah nasib. Akan dibawa keman nasib kita ini, akan seperti apa kita kedepannya? Semua itu bisa diubah kecuali takdir nak"
"......"
"Huhh. Yang jelas kau mungkin salah satu dari sekian banyaknya makluk dialam semesta ini yang memiliki takdir istimewa dan imbalannya pasti akan setara dengan pengorbanmu" jelasnya.
"Lanjutkan aja apa yang ingin kalian jelaskan jangan berbelit" kata Permaisuri mulai jengah dengan pembahasan kedua paruh baya itu.
"Baiklah"
"Masih banyak kejutan yang menunggumu diruang batinmu itu. Bukan hanya bunga teratai dan cahaya biru aja tapi masih banyak lagi rahasia yang menantimu. Aku sarankan jadi bermalas-malasan untuk berlatih entah melatih fisik maupun batinmu. Karena kelak keduanya amat angat dibutuhkan"
"Bagaimana kau tau tadi aku menjumpai bunga teratai dan cahaya biru?" Tanya Permaisuri karena lagi dan lagi kedua paruh baya ini memnerikannya banyak kejutan yang mampu membuatnya terkejut dan tekagum-kagum meskipun tak diperlihatkan dipermukaan olehnya.
"Nah seperti yang kami katakan tadi. Kami akan melakukan apapun untukku meakipun alam semeseta menantangnya yang artinya kami mengetahui apapun yang kau lakukan mskipun dianggap diluar nalar oleh dirimu atau orang lain"
"APA!!"
"Tapi kau jangan takut kami akan mengetahuinya jika kau memang mengijinkan kami jika tidak kami tak akan tau" jelas wanita paruh baya itu cepat.
__ADS_1
"Berapa lama. Berapa lama kalian akan bisa mengontrol semua kegiatanku?" Tanyanya.
"Sampai kau menemukan dimana keberadaan kami. Sampai iti terjadi, maka secara otomatis akan terputus dan kami tak akan lagi mampu menembus pertahananmu itu"
"Jika kalian memang mengetahui apapun tentangku coba sebutkan satu saja rahasia hidupku" tantangnya.
"Baiklah tapi, jangan ampai kau menhesali perkataanmu itu nak"
"Tidak akan"
"Rahasia terbesar yang kau simpan saat ini adalah..."
"Adalah?"
"Bahwa kau bukan berasal dari dunia kultivator melainkan berasal dari dunia masa deoan yang sering desebut dunia modern apakah benar?" kata wanita paruh baya itu santai.
deg
Bagai disambar petir djsiang bolong, Permaisuri langsung terdiam kaku setelah kendengar ucapan santai dari wanita paruh baya didepannya ini.
Permaisuri bertanya-tanya dalam hati sebesar apa kekuagan keduanya hingga mampu menerobos masuk pada pintu pertahanan yang selama ini dibangunnya.
Sedetik kemudia reapon Permaisuri berubah membuat kernyitan bingung terlihat jelas diwajah kedua paruh baya itu.
"Ha ha ha" tawa mengelegar yang dihasilkan oleh Permaisuri membuat firasat kedua paruh baya itu tak enak. Entah apa artinya tapi yang pasti akan merugikan mereka nantinya.
"Wah wah karena kalian sudah mengetahuinya maka Permaisuri ini tak akan sungkan lagi" katanya.
"....."
Kali ini giliran kedua paruh baya itu yang terdiam, bukan apa tapi perkataan penuh percaya diri itu membuat keduanya meremang tapi tak tau karena apa.
"Hahh. Maka jika begitu cepatlah jelaskan lagi jika tidak Permaisuri ini akan membalas ucapan kalian dengan amat sangat waww" katanya.
Meskipun Permaisuri tak tau siapa kedua orang ini tapi, hatinya mengatakan bahwa kedua orang ini adalah orang yang sangat baik dan aura dari keduanya terpancar sangatlah familliar. Jangan lupakan hatinya yang sangat akrap dengan aura ini menambah kepercayaan diri untuk menguat satu persati masalahnya tanpa harus membuang banyak waktu.
"Seiring berjalannya waktu ruang batinmu akan semakin bertambah isinya maka secara otomatis luas dan daya simpannya akan semakin bertambah juga. Tapi apa saja yang akan menempati ruang ilahinya itu?" Jika Permaisuri ditanyai pertanyaan seperti itu maka jawabannya adalah Permaisuri tak tau.
Jangankan menanyakan pertanyaan yang belum ada jawabannya, yang sudah ada saja Permaisuri tak tau apa dan sepergi apa bentuknya. Contohnya saja cahaya biru itu Permaisuri tak tau apa dan seperti apa bentuknya. Jadi yang belum datang biarlah begitu dan tunggu hingga benar-benar datang.
"Lalu? Apakah akan ada perubahan atau tetap mempertahankan warna putih itu?"
"Jika itu jelas kami tak tau sebab berubah tidaknya ruang batinmu tergantung dari dirimu sendiri. Jika kau mau dan mampu bertahan maka apapun yang kau inginkan akan terkabulkan. Bahkan ruang batinmu akan lebih berguna dibanding ruang ilahimu yang hanya berisa perlengkapan tanpa kekuatan itu" jelas pria paruh baya itu.
"Lanjukan saja"
"Karena penjelasan mengenai tempat pertama yaitu ruang batin hampamu sudah selesai maka, kami akan menjelaskan ketempat kedua yaitu ruang serba hitam yang berujung itu. Ruang ilahimu jangan dihitung sebab kau sendiri pasti sudah sangat paham dengan itu"
"Ya"
"Kedua adalah ruangan hitam pekat itu bernama emosi jiwa yang kau pendam"
"Emosi jiwa yang terpendam apa maksudnya itu"
__ADS_1
"Emosi jiwa yang terpendam adalah..."
...Bersambung~...