
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
"Jadi bagimana ibunda?" Tanya Coa Gang tak sabar.
"Jadi yang harus kita lakukan saat ini kita harus membagi beberapa kelompok dan kita akan menyerang nanti setelah Gegemu sudah sembuh. Sekarang kita akan membagi kelompok terlebih dahulu, jika mengenai dengan siapa Gegemu nanti itu akan menjadi urusan nanti"
"Ya"
"Baiklah dengarkan baik-baik. Pertama tama kita membutuhkan peta kerajaan serigala dan sekitarnya agar memhdahkan kita untuk menyerang daerah-daerah yang penjagaannya sedikit dan menggantinya dengan orang-orang kita. Cao Gang apakh kau tau persis letak daerah-daerah yang berada dinaungan ayahmu atau disekitarnya jika kau tau maka kau harus menggambarnya sekarang" kata Permaisuri.
"Ya aku tau letak wilayah yang sangat jarang dilewati atau dijaga dengan ketat tapi disana adalah sarang pemberontak dengan kedok wilayah terlantar" jelas Cao gang.
"Bagus. Penjelasanmu memudahkan kita nanatinya dan ingat jangan buat kesalahan saat kau menggambarnya nanti" peringat Permaisuri.
"Baik Ibunda"
"Apakah sebelum ayahmu melakukan kultivasi tertutup apakah beliau memberikan sesuatu atai mengatakn sesuatu?" Tanya Permaisuri sekali lagi.
Cao Gang mengingat-ngingat apakah sebelum ayahnya pergi beliau menitipkan sesuatu padanya atau tidak. Lama berkutat dengan otaknya akhirnya Cao Gang seperti mendapat cahaya didalam kegelapan dan segera dia memriksa jari-jarinya apakah benar ada atau sudah hilang. Setelah memeriksa ternyata benar masih ada ditangannya dan tak terlepas sama sekali.
"Ayahanda pernah meniyipkan cincin ini padaku dan mengatakan sesuatu pada Gege tapi aku tak tau apa yang dikatakan oleh ayah dan Gege waktu itu" katanya.
"Tak masalah yang penting kau memiliki sesuatu yang berharga saat ini. Sekarang kemarikan jarimu ibunda ingin melihat cincin jenis apa yang diberikan oleh ayahmu padamu itu" kta Permaisuri.
Cao Gang memberikan tangan kanannya kepada Permaisuri, karena ditangan kanannya tersemat sebuah cincin antik kuno yang sangat cantik. Sangat serasi jika berada dutangan Cao Gang.
"Astaga Cao'er ini bukan cincin biasa ini adalh cincin turun temurun yang sangat berharga. Harta karun sebuah kekuarga berada dicincin ini kau sangat beruntung ayahmu memberiknnya padamu karena ini sangat membantu kita nanti." Jelas Permaisuri tak menyangka.
"Yang benar saja ibunda?" Tanya Cao Gang tak percaya.
"Ya coba kau lihat apa saja isi didalamnya" perintah Permaisuri pada Cao Gang.
Cao Gang menututi perintah dari Permaisuri langsung saja dia membuka cincin itu. Mereka melihat bahwa Cao Gang membelalakkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Cao'er ada apa?" Tanya Permaisuri penasaran.
"I-ini,,,ini luar biasa ibunda" katanya berseru senang.
Cao Gang langsung berdiri saking kagetnya dengan apa yang dilihatnya tadi langsung saja dia berjingkrak jingkrak kesenangan. Menimbulkan tanda tanya besar diwajah mereka yang sangat ketara.
"Ada apa Cao'er katakan pada kami" desak Permaisuri karena terlalu penasaran.
"Didalam sana banyak sekali harta kerajaan yang dirumorkan telah lama hilang dari kerajaan. Disana juga ada beberapa gulungan yang akupun tak tau apa isinya. Tapi, aku menduga bahwa salah satu gulungan itu terdapat peta yang kita cari jadi kita tak perlu membuatnya lagi." Jels Cao Gang dengan ajah yang berseri.
"Lalu apakah ada yang lain sdlain gulungan gulungan itu?" Tanya Yao Qi.
"Ada banyak paman. Didalam ana ada banyak peti peti yang isinya berbagai emas dan koin, ada jugaoeti yang tertutup dan aku tak bisamembukanya. Banyak pula perkamen perkamen yang tersusun rapi disana. Aku tak bisa menjelaskan satu-persatu sebab aku tak terlalu tau banyak tentang apa saja yang ada disana. Tapi ibunda ada satu hal yang menarik perhatianku dan itu jauh sangat manarik dibandingkan dengan harta yang lain" kata Cao Gang mengubah raut wajahnya menjadi sangat serius diakhir kalimatnya.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Permaisuri.
"Sebuah kristal berbentuk bulat berwarna putih yang dikelilingi beberapa bola yang berwarna berbeda" kata Cao Gang.
"Lalu apakah kau tau bola apa itu?" Tanya Permaisuri lagi.
"Sayangnya aku tak tau ibunda sebab aku tak pernah diberitahukan oleh ayahnda ataupun kakek kakaisaran".
"Saat ini apakah kakekmu masih ada atau sudah wafat?" Tanya Permaisuri memastikan dugaanya.
"Kakek kekaisaran masih ada tapi aku tak tau sekarang berada dimana, sama seperti pamn kekaisaran yang hilang bak ditelan bumi tidak ada yang tau dimana mereka saat ini" jelas Cao Gang.
"Berarti kemungkinan paling besar adalah ayahandamu bersama dengan paman dan kakek kekaisaran disuatu tempat yang mungkin tak bisa kita jangkau saat ini" kata Permaisuri.
"Dimankah itu ibunda?" Tanya Cao Gang penuh harap.
"Hahh. Sayangnya ibunda tak tau dimana tempat itu berada" kata Permaisuri dengan helaan nafas berat.
Cao Gang terlihat lesu mendengar ucapan Permaisuri, tapi msih ada kemungkinan bahwa mereka bertiga saat ini dalam keadaan yang sangat baik. Jadi dia dan kakaknya harus menjadi kuat dan mencari dimana mereka bertiga berada.
"Sekarang mari kita bahas kebali strategi oenyerangan yang akan kita lakukan beberapa hari lagi untuk menyerang para pemberontak dikerajaan serigala" jelas Permaisuri.
"Baik"
Setelahnya mereka begitu serius membajas strategi penyerangan terhadap pemberontak yang saat ini bersenang hati di kerajaan serigala tanpa tau bahwa bahaya mengintai mereka sabentar lagi.
o0o
Sedangkan dua orang lainnya hanya mengamati perkembangan sipria yang sedang terbaring lemah itu.
Dihadapan kedua orang pria berbeda generasi itu terdapat sebuah cermin besar yang meperlihatkan sebuah pemandangan dimana semua orang sedang melakukan perbincangan serius dilihat dari raut wajahnya.
Jika diperhatikan lagi salah satu dari mereka yang sedang berbincang serius itu wajah dan perawakannya hampir sama dengan pria yang terbaring lemah disamping kedua pria itu. Entah apa yang dilakukan keduanya, namun sedari awal mereka sudah mengawasi dan mengamati apa yang akan mereka lakukan nantinya.
"Ayah aku tak menduga bahwa wanita itu mampu melihat cincin ditangan Cao'er dengan begitu jeli" kata pria yang lebih muda.
"Kau benar anakku, akupun tak menyangka bahwa wanita itu akan mengenali cincin kuno turun temurun keuarga kita dengan begitu mudah. Sebab selama ini tak ada yang bisa mengenalinya jika bukan kekuarga inti. Ibunda Cao'er saja tak bisa mengenalinya dan hanya ibumulah orang kuar yang mampu mengenalinya" jelas pria yang lebih tua itu santai meskipun sedikit terkejut tapi dia mampu menutupinya.
"Kenapa begitu ayah?" Tanya pria yang lebih muda pada pria yang dipanggilnya ayah itu.
"Entahlah ayah tak bisa menebaknya untuk saat ini tapi kita harus memantau terus perkembangan mereka apalagi Cao'er. Karena dia belum bisa mengontrol kekuatan dalam tubuhnya" jelas pria tua itu lagi.
"Lalu bagaimana dengan Gege Cao'er ayah?" Tanya pria muda itu lagi.
"Kau tenang saja saat ini, dia amat sangat aman karena tempat yang disinggahinya saat ini sangatlah aman. Disana sudah terpasang array kuno yang jika manusia biasa atau kultivator yang berada disana tak mampu menembusnya jika bukan karena ijin dari sipemilik"
"Lalu siapa pemilik tempat itu? Hingga mampu memasang array dengan begitu kuatnya?" Tanya pria muda itu.
"Hahh sayangnya ayah tak tau siapa orang itu dan dari mana dia bisa mempelajari array kuno yang sudah lama menghilang itu" desah pria tua itu lelah karena tak mampu melihat siapa orang itu.
__ADS_1
"Sekarang apa yang harus kita lakukan ayah?" Tanya pria yang lebih muda.
"Yang harus kita lakukan saat ini adalah berdiam diri dan terus pantau perkembangan mereka hingga kakakmu kembali pulih. Jika kakakmu sudah pulih seperti semula maka kita akan membantu mereka untuk memberantas para pemberontak itu hingga keakar akarnya" kata sipria yang lebih tua kepada sang anak dengan seringaian yang mengerikan.
"Hahh kapan keadaan Gege pulih ayah?" Tanya pria muda itu pada sang ayah.
"Sejauh yang ayah lihat kondisi Gegemu semakin membaik dan ayah memperkirakan bahwa nanti Gegemu akan kembali pulih disaat yang tepat. Dimana saat Gegemu membuka matanya kembali maka Gegemu akan memnuat mereka akan merasakan apa yang rakyat kita rasakan beribu ribu kali lipat lebih kejam" kata si ayah yakin.
"Ya ayah apalagi wanita yang bersama Cao'er aku sangat yakin bahwa dia tidak sesederhana kelihatannya dan kita tak bisa sembarangan menyinggung dirinya dimasa depan ayah" kata pria yang lebih muda.
"Ya kau benar nak, dari pengamatan yang ayah lihat bahwa wanita itu tak sesederhana penampilannya. Meskipun dia berada dipihak kita saat ini kita tidak boleh menyinggungnya sesuka hati. Dimasa depan jangan coba coba untuk menyinghungnya apalagi memberontak padanya jika tidak kita sendiri yang akan dirugikan nanti" jelas ayah dari pria muda itu.
"Baik ayah aku akan selalu mengingat apa yang ayah katakan hari ini. Sekarang kita lihat perkembangan Gege ayah" kata si pria muda itu.
"Baiklah ayo nak"
Mereka berdua berdiri dari duduknya untuk melihat kondisi pria yang terbujur lemah itu dan membiarkan kaca besar itu begitu saja. Karena mereka berdua juga ingin memantau mereka jika terjadi seauatu diantaranya.
o0o
Sedangkan ditempat Permaisuri, mereka masih terus membicarakan menganai strategi penyerangan untuk para pemberontak tapi tak melukai mereka yang tak bersalah. Permaisuri juga memberitau mereka mengenai bala bantuan yang akan membantu mereka nantinya jika keadaan mendesak.
Sejak tadi Permaisuri merasa ada yang memperhatikan mereka lebih tepatnya kearah dirinya. Karena tak ingin mengganggu konsentrasinya Permaisuri mengenyahkan pikiran negatifnya sehenak untuk memberitahukan mengenai hal lainnya.
Namun semakin lama rasa risih dihatinya semakin menjadi, Permaisuri memutuskan untuk mencari dari arah mana tatapan itu berasal. Mengedarkan pandangannya kesegala arah namun tak ditemukan olehnya saat dia merasa bahwa arah tatapan itu berasal dari atas Permaisuri langsung mengarahkan pandangannya keatas membiakan dirinya ditatap dengan wajah bingungnya.
Dengan wajah datarnya Permaisuri terus menatap keatas karena firasatnya mengatakan ada seorang ah lebih dari satu orang menatap kearah mereka dan menatap intens kearahnya. Meskipun tatapan itu tak membahayakan tapi tetap saja membuat dirinya tak nyaman
Sedangkan ditempat pria tadi tak sengaja sipria muda melihat kearah cermin besar itu dan membelalakkan matanya karena kaget langsung saja dia berseru.
"Astaga ayah coba lihat itu" katanya sambil menunjuk kearah cermin dimana Permaisuri yang seperti menatap kearah keduanya dengan wajah datar yang menakutkan.
"Ada apa?"
"Coba ayah lihat itu"
"Astaga, kenapa dia bisa tau bahwa kita memperhatikannya sejak tadi" seru si ayah tak menyangka dengan apa yang dilihatnya itu.
"Sudah kuduga ayah kekuatannya sungguh sangat besar hingga mampu melihat kita" kata sipria muda dengan panik.
"Ya kau benar nak-" ucapan siayah terpotong oleh suara yang mampu membuat keduanya menegang kaku.
"Salam untuk kalian disana. Kuharap kalian tak memiliki niat jahat terhadap kami semua..." kata suara itu yang tak lain adalah suara Permaisuri.
"-kakek dan paman kekaisaran dari Xie Cao Gang" katanya lagi jangan lupakan Smirk menakutkan.
"Oh dewa dia,,,dia sudah mengetahui tentang kita ayah"
Bersambung~
__ADS_1