
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
Selesai sarapan dan mencuci peralatan makannya, mereka segera keluar dari Pavilliun berencana ingin duduk-duduk santai menikmati cuaca yang hangat ini. Tak lama datanglah Permaisuri dengan antek anteknya.
"Feng'er ingin jalan-jalan sekarang atu nanti saja?" Tanya Permaisuri pada Zhang Feng.
"Loh memangnya kalian akan kemana? Kenapa tidak mengaja kami juga?" Tanya Xuan Xuan.
"Apakah Feng'er belum memberi tahukan pada yang lain?" Tanya Permaisuri pada Zhang Feng dan dijawab dengan cengiran khasnya.
"Hehehe maafkan Feng'er ibunda. Feng'er lupa tidak nemberitahukan pada yang lain" ringisnya dengan menggaruk kapala bagian belakang yang diyakini tak gatal itu.
"Hah Feng'er jangan dibiasakan hem"
"Baik ibunda"
"Ya sudah apakah kalian akan ikut serta dengan kami?" Tanya Permaisuri pada mereka.
"Tentu saja" serempak semuanya.
"Oh ya ibunda bagaimana acara pemburuan itu?" Tanya Yi Ai.
"Aiya ibunda melupakan pemburuan itu" katanya menepuk kening pelan.
"Lalu bagaimana ibunda?" Tanya Antarea dsngan mata berkedip kedip
"Emm bagaiman jika jalan-jalan ini kita buat untuk berburu saja. Bagaimana?" Saran Permaisuri
"Boleh ibunda"
"Baiklah"
"Tapi Xiao'er ijin terlebih dahulu pada Panatua Meng. Bagaimanapun dialah yang menjaga dunia para ras siluman ini dan kita harus menghormati beliau" kata Yao Qi memberi saran.
"Yao Ge ada benarnya juga. Baiklah ayo kita temui Panatua Meng dan kita minta ijin padanya untuk memburu hewan liar disekitaran dunia ras siluman ini" katanya.
"Biklah ayo"
"Ayo"
Mereka melangkah menuju ketempat Panatua Meng berada. Disetiap langkah mereka banyak sekali para siluman yang menunduk hormat padahal sudah diperingatkan sebelumnya agar bersikap seperti biasanya saja tapi mereka tak mendengarkannya.
Tak lama datanglah seorang anak kecil dengan telinga kelinci dan ekor pendeknya lucu. Jika didunianya mungkin bocah kelinci itu akan desebut dengan Bunny Hybrid. Tapi itu tak mungkin yerjadi sebab didunia Modern tidak ada yang seperti ini jikapun ada pasti buatan manusia.
"Ang Ulia Cio buatkan Mahota unga" kata bocah kelinci itu sambil mengulurkan tangan mungilnya yang terdapat karangan bungan yang dibentuk sama persis sepergi mahkota tapi yang ini terbuat dari bunga aslk.
"Jio jaga sikap jangan selerti itu" kata seseorang dibelakang bocah kelinci igu sembari memarahinya.
"Maafkan Cio iunda" katanya.
"Lain kali jangan seprti itu lagi ya" kata orang itu yang ternyata ibunda dari bocah kelinci itu.
"Iya iunda" katanya lagi.
"Maafkan anak hamba Yang Mulia" kata ibu kelinci itu menundukkan kepalanya.
"Tak apa. Dia juga masihlah anak-anak yang bebas bermain jangan terlalu keras padanya kasian dia" kata Permaisuri.
"Maafkan hamba Yang Mulia" kata ibu kelinci itu penuh sesal.
__ADS_1
"Jangan meminta maaf padaku mintalah maaf pada simanis ini" katanya lagi sambil berjongkok meyamakan dengan bocah kelinci itu.
"Jio maafkan ibunda ya" kata ibu kelinci itu pada penuh sesal.
"Huum Cio maafkan iunda"
"Terima kasih sayang"
"Hihihi sama sama iunda"
"Anak manis apakah kamu tidak ingin memasangkan mahkota bunga ini dikepalaku hem?" Tanya Permaisuri.
"Emm apakah Ang Ulia mau memakai ahkota unga ilik Cio?" Tanyanya dengan kepala yang dimiringkan sedikit kearah kiri sungguh menggemaskan sekali.
"Tentu saja"
"Baik"
Jio langsung memakaikan Mahkota bunga yang tadi dibawanha itu keatas keatas kepala Permaisuri dengan sedikit berjinjit karena tak sampai.
"Woah Ang Ulia ancik cekayi" katanya girang.
"Benarkah?" Tanyanya tak yakin meskipun mahkota bunga itu sangatlah indah tapi dia tak begitu yakin jika dipakainya takbakan seindah itu. Sungguh merendah sekali dirinya tak sadarkah dia bahwa banyak sekali yang merasa iri akan kecantikannya begitupun Author dan para Readers yang juga merasakan iri akan kecantika Permaisuri yang tiada tara itu. Hahaha.
"Huum"
"Ibunda?" Panggil Zhang Feng.
Karena Penasaran dengan penampilan baru Permaisuri Zhang Feng berinisiatif unyuk memanggil ibundanya mewakili saudara-saudaranya. Merasa dipanggil Permaisuri menoleh kearah sipemanggil.
"Ya" katanya.
Benar saja apa yang dikatakan oleh bocah kelinci itu bahwa ibundanya sangatlah menawan dan lebih menawan dengan mahkota bunga dikepalanya yah meskipun kemarin penampilan ibundanya jauh lebih menawan tapi kali ini tak kalah menawannya.
"Benar benar aku saja iri dengan kecantikan ibunda huh" keluh Yi Ai.
"Tapi dimataku kau sangat cantik" celetuk Chong Li.
Blluuss
Kedua pipi Yi Ai memerah seperti kepiting rebus karena ucapan lantang Chong Li. Menjadikan kesempatan bagi yang lain untuk menggodanya.
"Cieee ciee" kata Mereka.
Jika kalian bertanya dimana keberadaan Zian dkk jawabannya sudah kembali keruang ilahinya agar tak mencolok.
Mereka hanya melihat dari dalam karena Permaisuri tak menutup akses mereka.
"Apasih kalian ini"kata Yi Ai dengan tangan yang menangkup kedua pipi chubbynya.
"Ciee ciee Li'er" kata Zhang Feng.
"Apasaih kalian ini iri saja denganku" katanya malas.
Dengan jahil Zhang Feng merangkul Yi Ai dan membisikkan sesuatu padanya tanpa mengghiraukan wajah Chong Li yang melolot tak terima.
"Ai'er adikku itu meenyukaimu jadi aku harap kaubbisa bertahan dengan sikap dinginnya itu ya" goda Zhang Feng.
Sedangkan kedua pipi Yi Ai bertambah merah karena bisikan dari Zhang Feng.
"Heii Feng gege lepaskan tanganmu dari tubuh gadisku" katanya sarkas dengan menyentak tangan Zhang Feng kasar.
__ADS_1
"Wah wah gadisku heh" kata Zhang Feng dengan nada meremehkan.
"Huhh tentu saja. Cup~" katanya santai jangan lupakan kecupan ringan dipipi sebelah kiri Yi Ai. Sedangkan Yi Ai menegang kaku tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Chong Li. Sedangkan mereka terbelalak kaget melihat tingkah berani Chong Li, sungguh diluar dugaan bahwa Chong Li akan mencium Yi Ai didepan banyak orang.
Pletak
"Aduh ibunda sakit" kata Chong Li kesakitan karena mendapat keplakan dikepalanya ulah sang ibunda tentu saja.
"Dasar anak nakal. Enak saja main cium cium kau" katanya dengan garang menarik Yi Ai kebelakang tubuhnya jangan lupakan rambut Permaisuri yang berterbangan seperti adegan Uzumaki Kusina si habanero diserial anime Naruto.
Sedangkan Chong Li segera bersembunyi dibelakang Zhang Feng karena sinyal bahaya dalam dirinya dan siempu tak terima dijadikan tameng oleh adiknya itu.
"Kemari kau anak nakal" katanya
"Hahaha" sebuah tawa menggelegar menghentikan tingkah Permaisuri yang mengehar Chong Li.
Dilihatnya dua bocah tampan nan menggemaskan menertawakan tingkah konyolnya dan dia segera berbalik arah menuju kedua bocah yang berani memertawakannya itu.
"Kena kalian" katanya setelah memegang kedua tangan bocah yang menertawakannya tadi.
"Haha haha ampun ibunda hahaha" katanya. Siapakah dia?.
"Ampun Ang Ulia hahaha geyi haha" kata Jio sibocah kelinci itu.
Permaisuri menggelitiki dua bocah menggemaskan itu sekaligus, dengan tangan kiri yang memnggelitiki Jio dan tangan kanannya menggelitiki Antares. Ya bocah satunya lagi yang menertawakan dirinya adalah Antares.
"Ahaha kalian pahlawanku" kata Chong Li kesenangan karena merasa terbebas dari amukan macan betina itu.
Permaisuri tak menghiraukan Chong Li dan malah asik menggelitiki keduanya.
Semua penghuni didunia ras siluman menyaksikan tingkah ketiganya yang menurut mereka sangat mengharukan.
Semua orang merasakan kebahagiaan dari ketiganya juga merasakan aura positif yang dipancarkan olehnya. Mampu membuat siapa saja akan merasa tenang jika melihat ketiga.
"Ugah ugah hah hah" kata Jio kelelahan.
"Ibunda sudah hah hah lelah" rengek Antares.
"Baiklah baiklah ayo bangun" kata Permaisuri sambil mengelap keringat dipelipis keduanya.
"Ibunda ayo kita lanjutkan lagi ketempat Panatua Meng" kata Zhang Feng menengahi.
"Baiklah"
"Ayo ibunda" kata Antares seperti tak merasa kelelahan.
"Jio kami pergi dulu ya dan terima kasih banyak untuk mahkota bunganya yang sangaaat cantik ini ya" kata Permaisuri dengan senyum menawannya.
"Huum ama ama Ang Ulia" kata Jio kecil.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya ibu Jio" kata Permaisuri pada ibunda Jio.
"Ya Yang Mulia"
"Sampai nanti semua" katanya dan dibalas anggukan juga senyum oleh mereka.
Kelompok Permaisuri melanjutkan jalannya menuju tujuan utama mereka yaitu ketempat Panatua Meng.
Bersambung~
Jangan Lupa Like and Votenya
__ADS_1
oh ya Arin cuma mau ngingetin nih meskipun kalian komen 'Up terus thor' atau 'lanjut thor' gk apa kok yg penting setiap Epesode komennya gk kosong udah itu aja