
...~Happy Reading~...
Eh!! kagat Permaisuri merasakan pelukan tiba-tiba itu.
Permaisuri tak menyadari pergerakan Dao Ling karena saking fokusnya menyuapi Antares. Ya, pemuda yang memeluk Permaisuri dengan tiba-tiba itu tak lain adalah Dao Ling.
"Hey!! Apa yang kau lakukan?" Seru Zhang Feng tak terima.
"Kumohon, biarkan seperti ini seventar saja." Pintanya.
"Ya."
"Ibunda!"
"Biarkan, hanya sebentar," ucap Permaisuri.
"Huh!"
Lima belas menit berlalu dan Dao Ling juga mengakhiri pelukannya dengan perasaan canggung.
"Maaf." Katanya kikuk.
"Ya."
"Apa yang kau-" perkataan yang akan dilontarkan oleh Zhang Feng terpotong oleh suara geraman disebelah barat dari posisi mereka berada.
Grrr
Sssttt
Bukan hanya suara geraman saja tapi diikuti oleh guncangan dasyat mungkin semua orang merasakannya. Meskipun berdurasi singkat tapi mampu meruntuhkan beberapa bangunan yang ada.
"Apa yang terjadi?" Tanya Permaisuri.
"Tidak tau pasti apa yang terjadi, ibunda. Yang harus kita pikirkan adalah apa penyebab terjadinya guncangan dan suara geraman apa itu." Jelas Chong Li.
"Benar."
Sedangkan ditempat Yao Qi dan musuhnya langsung saja menghantikan pertarungan mereka semenjak guncangan terjadi. Dilihat dari musuh Yao Qi yang pucat pasi, menunjukkan bahwa mereka hanyalah sekelompok orang bermental tahu lembek.
Tak menghiraukan mereka, Yao Qi langsung melangkahkan kakinya menuju rombongan Permaisuri dan yang lain untuk menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Sangat mengherankan dan membingungkan karena selama ini guncangan yang terjadi hari ini tak pernah terjadi. Sudah sekian lama, bertahun-tahun berlalu dan hari ini terjadi kembali. Pertanda apakah ini?
"Sudah sangat lama sejak terakhir kalinya kejadian seperti ini terjadi." Celetuk Yao Qi ketika sampai disamping Permaisuri.
"Benarkah? Kapan terakhir kalinya terjadi, Ge?" Tanya Permaisuri.
"Kalau tidak salah sekitar seratus tahun yang lalu."
"Sudah selama itu dan baru sekarang terjadi? Mungkin saja ada pemicu yang menyebabkan kejadian seperti ini terjadi lagi,"
"Siapa yang tau apa yang terjadi jika hanya menebak saja? Lebih baik kita selidiki secepatnya, ditakutkan akan berakibat buruk dikemudian hari." Usul Lilyana.
"Memang benar apa yang kalian katakan, tapi Lily sepertinya kau gelisah saat mengatakannya tadi?" Tanya Permaisuri heran yah meskipun sudah dapat ditebak olehnya.
"Ibunda, aku... aku merasakan bahwa kejadian yang baru saja terjadi akan... akan menyebabkan masalah untuk kita nanti dimasa depan," ucapnya penuh ketakutan.
__ADS_1
"Ibunda memgetahuinya, maka dari itu kita harus bergegas."
"Baik."
"Lalu kita apakan mereka ini?" Tanya Yao Qi melirik sekumpulan orang dibelakangnya.
"Hiraukan, mereka tak penting yang terpenting sekarang adalah bencana ini."
"Baik."
Tapi, sebelum mereka melangkah meninggalkan tempat berpijaknya, token yang mereka miliki sebagai pertanda keikutsertaan berburu bersinar dan muncullah layar pemberitahian bahwa semua yang ikut berburu diharuskan kembali saat ini juga dikarenakan gelombang yang tak tau penyebabnya.
"Apa yang harus kita lakukan aekarang ibunda? Apakah kita akan kembali atau mencari?" Tanya Zhang Feng.
"Tentunya kita harus mencari sampai dapat. Jangan kembali jika tidak menemukan satupun tanda-tanda pemicunya." Dengan smirk yang terpatri dibibir memggodanya.
"Lalu kita apakan token ini?" Tanya Yi Ai.
"Tentu saja hancurkan, dengan begitu jejak kita tak akan diketahui. Mereka akan menduga bahwa kita menghilang dan jikapun kita dicari oleh mereka jejaknya akan sampai disini. Jangan takut ibunda akan mengirim surat untuk orang tua kalian dan juga kepala pengurus agar tidak khawatir." Putusnya.
"Jika begitu kita akan segera berpetualang." Seru Fu Lin dan Xuan Xuan bersamaan.
"Tunggu..."
"Ada apa?"
"Emm... apakah... apakah aku boleh ikut dengan kalian?" Cicit Dao Ling.
"Sebenarnya kami tak keberatan jika ada yang ingin ikut dengan kami. Hanya saja, kau harus bisa menjaga diri sendiri karena kami tak akan mau melindungimu yang hanya anggota baru dalam kelompok kami. Bukannya kejam atau apa, hanya ingin melihat seberapa besar kesetiaan dan usahamu saja." Jelas Chong Li datar.
Woww ini adalah kalimat terpanjang yang diucapkan oleh sidatar Han Chong Li, luar biasa. Rekor terbaru diabad ini. Jika saja ada nominasi 'sidingin dengan kata terpanjang' mungkin saja Chong Li akan memenangkannya.
"Terserah, sekarang ikutlah."
"Enn."
Jika kalian bertanya dimanakah kelompok Dao Wei berada? Jawabannya mereka sudah melarikan diri kearah gerbang sesaat token bersinar. Sungguh generasi muda yang disayangkan sekali.
Menyusuri jalan setapak yang mengarah ke sebuah gunung yang jarang didatangi oleh manusia, dimana gunung itu adalah gunung yang sering orang sebut dengan gunung tak berpenghuni.
Bukan tanpa alasan gunung itu dijuluki seperti itu, alasannya simple karena tak ada manusia atau hewan yang meninggali gunung itu. Tak ada yang tau apa yang tersembunyi dibalik rerumputan panjang yang hampir mengalahkan pohon-pohon disekitarnya.
Mengherankan saja, tidak ada yang pernah menginjak tanah gunung itu tapi rumor beredar secepat angin. Tapi, konon katanya dahulu kala ada seorang pendekar yang tak segaja singgah disana dan hanya terdapat padang rumput sejauh mata memandang. Dari sanalah rumor itu beredar dikalangan masyarakat lokal maupun luar.
***
Hari mulai menunjukkan warna jingga, yang mana menandakan sang penguasa siang akan meninggalkan tempatnya dan digantikan oleh sang rembulan. Selama itu mereka tetap menyusuri jalan setapak yang sejak tadi tak menunjukkan tanda tanda puncaknya berada.
Lelah? Tentu saja. Jangan ditanya seberapa lelah kaki mereka melangkah. Meskipun begitu, mereka tak mengeluh atau menghela nafas lelah atau gerutuan apapun itu. Dengan obrolan yang mengundang gelak tawa dari mereka melupakan rasa lelah yang diderita.
Dao Ling yang awalnya diberikan kesan kurang baik oleh Chong Li, sekarang tidak lagi karena sikap mereka yang Friendly itu. Dan Xuan xuan sudah menjelaskan bahwa yang dikatakan oleh Chong Li tadi hanya untuk mengetes saja tidak lebih.
"Ibunda, aku rasa di gunung ini sudah dipasang array untuk melindungi daerah ini. Jika tidak kita sudah sampai sebelum matahari terbenam." Celetuk Dao Ling tiba-tiba.
Jika bertanya kenapa? Jawabannya Permaisuri yang menyuruhnya agar tak ada perbedaan diantara mererka.
"Kurasa apa yang dikatakan oleh Dao Ling ada benarnya ibunda. Jika tidak kita tak akan kembali ketempat yang sama sejak tadi. Mungkin ada hal yang tidak benar dari tempat ini, ibunda." Jawab Zhang Feng membenarkan.
__ADS_1
"Kalian memang benar. Jika sejak tadi kalian mengatakan hal ini, ibunda tak akan membiarkan kalian terus berputar." Kata Permaisuri santai.
"Jangan bilang jika ibunda...?"
"Tentu saja."
".....!" Mereka dengan tiba-tiba menunduk lesu silihat dari kedua bahu yang melemas. Sedangkan Dao Ling hanya mengernyitkan dahi bingung.
"Kenapa?" Karena penasaran Dao Ling mengemukakan kebingungannya.
"Kita sudah termakan jebakan, ibunda." Lesu Yi Ai.
"??" Tanda tanya besar munvul diotak Dao Ling.
"Jangan salahkan ibunda, salahkan kalian yang kurang waspada." Jawabnya datar acuh tak acuh.
Benar. Jika saja sejak tadi mereka tak terlalu meremehkan alam mungkin kaki mereka akan beristirahat meskipun sejenak. Alam adalah lingkungan yang berbahaya meskipun tak seberbahaya istana.
"Jadi?"
"Jadi? Apa?" Tanya balik Permaisuri.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, ibunda?"
"Coba ingat kembali apa yang kalian pelajari disalah satu buku di perpustakaan yang berada di paviliun kemarin. Fokus, pejamkan mata kalian jangan sampai ada yang mengganggu konsentrasi yang sudah kalian bangun. Lawan mereka dengan tekad yang kalian miliki, jangan termakan rayuan basi yang mereka katakan." Intruksinya.
"Baik."
"Dao Ling ikuti mereka, aku tau kau bingung tapi percayalah jika kau percaya pada dirimu sendiri maka kau akan tau. Ingat kata-kataku percaya pada diri sendiri, lawan dengan tekadmu dan kau akan berhasil,"
"Baik."
Selagi mereka mencari jawabannya, Permaisuri tak tinggal diam. Meskipun disekitaran gunung ini tampak damai tapi disitulah bahaya bersembunyi. Jika kalian pernah mendengar pepatah tentang 'air yang jernih belum tentu tidak ada bahaya.'
Semakin damai alam terbuka, semakin besar kemungkinan bahaya berada. Jangan tertipu dengan ketenangan tak nyata, karena dibalik itu tersimpan bahaya.
o0o
"Yang Mulia, disebelah barat daya tepatnya di hutan kematian bagian barat yang terpencil terdapat guncangan mistis yang tak terlalu lama namum samgat kuat. Diduga mereka mulai bergerak karena celah gerbang sedikit terbuka dan mengakibatkan aura yang keluar melalui celah, sehingga mengakibatkan guncangan dan beberapa dari mereka muncul dibagian selatan jauh dari gerbang itu berada." Jelas Sosok yang baru muncul dari kegelapan.
"Rupanya mereka sudah tak sabar ingin mengulang kembali kejadian seratus tahun lalu. Mungkin saja pemimpin mereka sudah mengalami peningkatan dalam proses penyembuhannya. Tapi, jangan khawatir untuk saat ini mereka tak akan bisa keluar dari sana meski ada yang dapat keluar." Jelasnya dengan seringaian menyeramkan apalagi intonasi yang datar menambah hawa dingin diruangan bernuansa hitam merah itu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan untuk saat ini, Yang Mulia?" Tanya lagi.
"Apakah Zhen harua mengatakannya Jun. Bei?" Kata pria yang dipanggil Yang Mulia itu penuh penekanan.
"Ah... baik, baiklah akah saya laksanakan."
"Pergilah."
"Baik."
"Huhh, mereka akhirnya bergerak juga. Aku sangat boaan menantikan pergerakn mereka selama ini. Tak sia-sia aku menunggu selama ini."
...Bersambung~...
Hay hay Akhirnya aku muncul juga, huft mungkin kalian banyak yang kecewa. Aku paham, demi mengurangi rasa kecewa kalian mulai besok aku bakal Up 1 chap/hari uhuyyy mantap. Jangan bosen nunggu Permaisuri ya karena di eps-eps mendatang akan ada telur pecah eh maksudnya kotak yang terbuka (misteri yang mulai terbongkar).
__ADS_1
Aku juga bakal ngasih tau "Yang Mulia" yang jarang muncul tapi sekalinya muncul banyak anak pancing mwehehe.
Jangan lupa Vote dengan tiket, maybe. boom like, komen yang cetarrr, dan yang terpenting Hafiahnya jangan lupa nyempil ya. Oh ya klik ♡ biar pada tau kapan aku Up mwehehe salam cinta untuk kalian semua. Emmuach♡ wkwk.