The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
72. Air Terjun Suci yang Kuno


__ADS_3

...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...


...Happy Reading gaes~...


Diperjalanan menuju ketempat dimana air suci berada diselimuti oleh keheningan dan juga kecanggungan. Mungkin bagi Permaisuri tidak tapi bagi keempatnya iya, sebab sedari tadi Permaisuri hanya meneliti jalanan yang dilaluinya dengan mata berbinar senang. Sedangkan keempat orang itu canggung karena ingin meminta maaf namun disatu sisi tak ingin mengganggu kesenangan tuannya itu. Sungguh mereka sangat bingung dan canggung berada disituasi seperti itu.


Permaisuri sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan oleh keempatnya dan juga merasakan kecanggungan yang dirasakan oleh mereka. Tapi, Permaisuri hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada mereka supaya dimasa mendatang tak akan pernah membuatnya marah atau kecewa lagi dan kejadian seperti yang lalu yang akan terulang kembali.


Ternyata perjalanan menuju tempat air suci berada lumayan jauh karena memerlukan waktu sekitar 30 menitan, dan waktu selama itu dilalui dengan berjalan kaki. Meskipun disugukan dengan pemandangan yang sangat memukau dan mampu menghipnotis mata, tetap saja kaki Permaisuri sangatlah lelah dan pegal akibat terlalu lama berjalan.


Untungnya perjalanan yang sangat melelahkan bagi Permaiauri itu segera usai sebab Zian memberitahunya bahwa tempat yang ingin dituju ada didepan matanya yang lumayan dekat dari tempatnya berpijak saat ini. Lagi dan lagi Permaisuri disugukan oleh pemamdangan yang jauh lebih indah dari diseperpanjang perjalanannya tadi.


Tak sia-sia ternyata perjalanan yang jauh nan melelahkan yang mampu membuat kakinya pegal itu terbayar dengan pemandangan yang jauh diluar ekpetasinya. Permaisuri mengira bahwa tempatnya hanyalah sebuah wadah penyimpanan air tapi ini lebih memukau dari apa yang sempat dipikirkannya.


Bagaimana tidak yang dikiranya wadah penyimpanan air ternyata adalah air terjun yang menjulang tinggi dengan warna putih jernih dikelilingi pelangi dan jangan lupakan pula wangi harumnya yang khas tak mampu ditandingi oleh air terjun manapun. Air terjun ini berbeda dari air terjun kebanyakan sebab air terjun ini memiliki banyak kegunaan dan banyak manfaat yang bisa kita gunakan.


Air terjun ini bukalah air terjun biasa dinama air terjun ini adalah air terjun suci yang banyak diinjar oleh semua mahluk yang ada dialam semesta ini. Bahkan Kaisar Langit hanya memiliki beberapa botol saja itupun tak seistimewa air terjun suci ini.


Yang membuat air terjun suci ini berbeda dari yang lain adalah cita rasa yang manis dan segar mampu memgembalikan kebugaran tubuh sipeminum dan juga menaikakn tingkat kultivasi siapa saja yang meminumnya dengan cepat.


Bukan hanya cita rasanya saja tapi warna yang sangat bening sebening kristal, juga wanginya yang semerbak bunga dan semanis buah menambah keistimewaannya saja. Bukan hanya itu saja tapi masih banyak lagi keistimewaan yang dimiliki oleh air terjun suci itu.


Permaisuri hanya melongo kagum dengan ciptaan sang pencipta yang satu ini. Dimana didepan matanya terpampang air terjun yang waw dengan dikelilingi hanparan rumput dan juga pepehonan yang dapat tumbuh disetiap musimnya. Ada juga pelangi yang melingkar mengelilingi air terjun entah dimana ujung dan penghujungnya akupun tak tau.


Tumbuhan obat yang bersarang disekitaran air terjun dan hewan-hewan cantik berterbangan dan berlarian disekitaran air terjun. Seakan tak ada beban dipundak mereka dengan riang berlarian dan bercanda dengan hati yang gembira.


Banyaknya tumbuhan obat beribu-ribu tahun membuat Permaisuri tak akan kebingungan lagi jika suatu saat memerlukan tumbuhan langka yang sangat susah didapat itu. Memang benar apa yang dikatakan oleh Zian bahwa ruang ilahinya ini menyediakan apa saja yang diinginkan olehnya tanpa harus susah-susah mencarinya atau berpetualangan keluar wilayah.


Bukan hanya tumbuhan tapi pohon-pohon dengan buah lebat membuat kesenangan tersendiri bagi Permaisuri entahlah apa yang dipikirkan olehnya tapi apapun itu mungkin bukanlah hal yang baik sebab mampu membuat keempatnya merinding ngeri.


Ditengah-tengah kolam air terjun terdapat sebuah bunga teratai lumayan besar dan jauh lebih besar dari teratai pada umumnya, yang indah dengan hitam putih ditengahmya dan warna pelangi mengelilingi hitam-putih itu. Entahlah apa kegunaan bunga teratai itu berada disana, kemungkinan bunga teratai itu disediakan untuk berkultivasi tapi saat ini Permaisuri tak berminat untuk melakukannya sebab ada hal yang lebih penting yang harus dia lakukan saat ini.


"Air terjun ini? Apa maksudnya?" Tanyanya bingung.


"Air terjun inilah yang anda inginkan Tuan"


"Bukankah Permaisuri ini tadi mengatakan antarkan ketempat air suci berada? Kenapa kaliam membawa Permaisuri ini ketempat air terjun cantik ini?" Tanyanya heran.

__ADS_1


"Air terjun inilah yang anda butuhkan Tuan. Sebab air terjun ini adalah air suci yang anda butuhkan" kata Zian menjelaskan.


"Hahh!! Yang benar saja? Tapi apakah sebanyak ini yang Permaisuri punya? Kenapa Kaisar Langit hanya memiliki beberapa botol saja jika Permaisuri ini memiliki sebanyak ini?"


"Inilah kebenarannya Tuan. Semua air terjun ini ah bukan semua yang berada diruang ilahi ini adalah milik anda dan anda bebas menggunakannya kapanpun anda mau. Jika mengenai kenapa Kaisar Langit hanya memiliki beberapa botol mungkin saja air suci sudah mulai langka dan keberadaannya pun banyak diincar oleh siapapun. Untungnya anda memiliki air terjun suci ini yang melegenda sebab air terjun ini sudah ada sejak dahulu dimana para manusia belum terciptakan" jelasnya.


"Wow!! Ternyata Permaisuri ini sungguh luar biasa bukan hanya pavilliun yang dapat Permaisuri ini miliki secara percuma tapi air terjun suci yang banyak diinginkan oleh mereka semua haha" katanya dengan bangga dan jangan lupakan tawanya yang sangat ketara bahwa dia sedang sangat senang saat ini.


Sedangkan keempat orang itu hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal melihat reaksi tuannya yang menurut mereka berlebihan itu. Tapi apalah daya mereka saat ini yang sedang dalam masa hukuman itu jadi mereka diam saja mengamati apa yang akan dilakukan oleh tuannya itu.


Setelah berbangga hati Permaisuri mengambil botol yang lumayan besar untuk dibawanya untuk menemui pak tua yang tak lain adalah kakek kekaisaran Cao Gang itu untuk segera melakukan pengobatan untuk mengobati ayahanda Cao Gang agar lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi.


Karena merasa haus Permaisuri mengambil gelas yang entah dari mana datangnya dan meminum air terjun itu seketika Permaisuri terkaget-kaget sebab merasakan manis alami yang tak pernah dirasakan olehnya dan juga ada sesuatu yang sepertinya akan meledak didalam tubuhnya.


"Tuan segeralah duduk ditengah teratai itu karena saya rasa anda akan mengalami terobosan"


"Benarkah?"


"Ya tuan"


Setelah sampai didepan bunga teratai itu Permaisuri bisa melihat dengan jelas seperti apa teratai yang dikelilingi warna pelangi yang berpusat pada hitam-putih itu. Ternyata hitam putih itu melambangkan Ying dan Yang dan warna pelangi itu adalah pelengkap dari Yin dan Yang itu sendiri.


Tak ingin membuang waktu lama langsung saja permaisuri duduk ditengah tepat dimana Yin dan Yang itu berada dan langaung mengambil posisi duduk bersila siap melakukan kultivasi. Aebelum meminum air terjun Permaisuri sama sekali tak ada niatan untuk melakukan kultivasi tapi apa mau dikata kalau setelah meminum air terjun dirinya harus melakukan kultivasi juga.


Lama duduk dengan posisi yang sama menyesuaikan tubuhnya dengan energi yang diterimanya, menyerap apa yang ada disekitarnya dan mengelola apa yang dia konsumsi tadi. Tak lama cara pelangi yang tadinya mengelilingi bunga teratai kini berpindah mengelilingi tubuhnya dengan warna yang amat terang mengalahkan warna pelangi itu sendiri.


Sedangkan didalam tuang batinnya terdapat aliran air putih seputih susu dan dia berada diatas air ausu itu. Tak ada apapun disana hanya ada ruang putih tanpa ujung dengan air susu yang luas menemani dirinya saat ini. Lama kelamaan cahaya kecil muncul berwarna kuning keemasan yang semakin lama semakin membesar memenuhi ruangan hampa itu dan mampu membuatnya terpejam menunggu hilangnya cahaya yang menyilaukan itu.


Sekitar lima belas menit berlalu tapi cahaya kuning keemasa itu tak kunjung berhenti membuat Permaisuri mengernyitkan dahinya bingung dengan apa yang dialami olehmya saat ini. Tapi beberapa menit kemudia cahaya kuning keemasan yang menyilaukan itu menghilang dan Permaisuri mencoba membuka kembali matanya. Dengan mengerjab-ngerjabkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang ditangkapnya itu.


Setelah menyesuaikan dengan penglihatannya Permaisuri dapat melihat dengan jelas bahwa didepannya kini terdapat sebuah bunga Teratai yang besarnya tiga kali lipat dari yang tadi dilihatnya. Bunga terarai yang berwarna emas bercampur hitam dam merah itu menambah kesan megah yang auranya saja setara dengan Kaisar Langit.


Bukan hanya itu saja, kelopak yang menutup seperti menyembunyikan sesuatu yang besar itu tak kunjung menampakkan diri. Hanya secerca cahaya yang melingkupi bunga teratai itu entah apa kegunaannya, yang pasti bukan hal yang sederhana.


Bukan hanya mumculnya bunga teratai yang secara tiba-tiba saja tapi cahaya biru yang cantik juga berada didekat bunga teratai itu. Tapi, sampai sekarang cahaya putih itu tak mau menampakkan wujud aslinya dan maaih mengecil saja.


Sebenaranya apa yang terjadi saat ini? Kenapa tiba-tiba dirinya berada didalam ruangan serba putih tak berujung dengan air putih seputih susu dibawahnya. Apa maksudnya semua ini? Tak mungkin kan dia berada disana hanya untuk melihat munculnya bunga teratai dan cahaya biru itu saja kan? Mungkin ada hal lain yang memicu kedatangannya kesini.

__ADS_1


Ingin bertanya tapi kepada siapa ia bertanya? Tak ada mahluk hidup pun disini hanya ada dirinya, bunga teratai dan juga cahaya biru itu saja, tak ada yang lainnya. Karena tak ada yang bisa dia tanyai akhirnya Permaisuri duduk dengan posisi bersila untuk menetralkan energi didalam tubuhnya yang saat ini meledak-ledak.


Bisa dibilang saat ini Permaisuri berkultivasi didalam ruang batinnya. Energi yang berada disana kebih besar dari energi yang ada disekitar air terjun suci itu. Padahal menurutnya disanalah energi yang paling banyak dan paling padat yang pernah ditemui olehnya selama berada didunia kultivator ini.


Sedangkan dibawah alam sadarnya semuanya gelap tak berujung. Dimana lagi dia saat ini. Tadi dia berada di tengah kolam air terjun, lalu di dalam tuangan seba putih tak berpenghujung dengan ditemani bunga teratai juga cahaya biru, dan sekarang dia berada diruangan serba hitam yang tak mampu ditebak olehnya.


Tempat yang saat ini dikunjunginya amatlah menyeramkan sebab semuanya aerba hitam. Tak ada secerca cahayapun yang dilihat olehnya saat ini. Hanya hitam gelap bak jurang kegelapan tak berpenghuni itulah yang sempat terlintas diotaknya.


Berjalan dengan sedikit berlari dengan harapan akan menemukan jalan yang dapat membawanya keluar dari kegelapan tak nerujung itu. Tapi semakin dia berlari semakin berat pula beban dipundaknya yang mampu membuatnya meringis nyeri. Seperti ada beton yang menghantam kedua bahunya untuk berhenti berlari atau berhenti dari usahanya yang mungkin akan sia-sia itu.


Tapi bukan Permaisuri Liang Feng Xiao namanya jika ujian seperti ini saja langsung menyerah. Baginya tantangan seperti ini adalah hal yang sangat dinikmati olehnya sebab dapat memacu adrenalin dalam tubuhnya yang sudah sangat lama tak tak melakukan seperti ini sejak sirinya sampai dunia antah brantah ini.


Maka dengan hati senang dan penuh semangat Permaisuri mulainmelangkahbdengan ringan aeolah beban dipundaknya bukanlah apa apa bagi dirinya. Lama berjalan santai sesekali bersiul dan menyanyi apa saja yang diingatnya tak membuat semangat membara dalam dirinya redup malah semakin berkobar senang bagai api yang diberi kayu untuk dibakar.


Perjalanan panjang itu akhirnya tak mengecewakannya sebab didepan sana mungkin 50 langkah dari dirinya saat ini terpampang secerca cahaya putih yang lama kelamaan semakin menyilaukan saja. Tak menyia-nyiakan waktu lama lagi Permaisuri langsung melangkah menghampiri cahaya itu dengan mempertahankan langkah santainya.


Telat didepan cahaya putih itu tepatnya lima langkah dari cahaya itu, Permaisuri merasakan bahwa tubuhnya disedot dengan kecepatan tinggi.


Permaisuri tak bisa menyeimbangi kecepatan dari daya tarik yang ditimbulkan oleh cahaya itu entah seperti ada sebuah pagar pembatas yang mengharuskan dirinya untuk diam dan menerima saja tanpa bisa melawan.


Berada dalam lingkara portal yang entah menuju kemana membuat Permaisuri pusing karena kecepatan yang dihasilkan sangatlah cepat dan dirinya tak mampu mengejarnya karena tadi tak bersiap terlebih dahulu. Dengan menyemangati diri sendiri untuk tak kalah hanya karena portal si*alan itu, mampu meringankan rasa pusingnya dan hal itu membuat dirinya lega meskioun hanya sedikit.


Lama berada didalam portal akhirnya Permaisuri dapat bernafas lega sebab penderitaannya terselesaikan juga. Terlempar dengan tak elitnya kedalam sebuah gazebo dan untungnya sangatlah empuk karena dilapisi bantal yang sangat halus.


Gazebo yang sangat cantik dengan aksen kuno yang sangat ketara menambah keindahannya saja. Tak terlupakan juga pemandangan yang memukau dan menghipnotis mata tersugukan dimata cantiknya. Sungguh berapa banyak lagi pemandangan yang nemukau dan menghipnotis itu akan dilihatnya lagi? Sejak tadi pemandangan seperti ini terus saja diperlihatkan sideoan matanya meskipun seperti Permaisuri tak pernah bosan dengan apa yang dilihatnya itu.


"Waw!! Lagi dan lagi pemandangan seperti ini terpampang nyata didepan mataku. Didunia modern sudah jarang pemandangan dengan suasana damai nan udara sejuk seperti ini" katanya menerawang pada dunianya yang dulu.


"Apakah dad and mom merindukanku? Aku harap kalian semua selalu bahagia ada atau tanpa adanya aku disisi kalian" doanya dalam hati.


Semakin lama terlarut dalam kesedihan hingga tak menyadari datangnya sepasang manusia ah atau bukan manusia memperhatikannya sejak pertama kali dia termenung ditempatnya.


"Apakah yang anda pikirkan anak muda?"


...Bersambung~...


Jangan lupa like dan vomentnya Arin udah buat eps ini dengan 2000k lebih ya jadi jangan kecewaan Arin

__ADS_1


__ADS_2