
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
"Salam Yang Mulia Permaiauri" kata mereka.
"Aiya bersikaplah seperti biasa. Jangan terlalu formal jika hanya kita saja disini" katanya sambil melambaikan tangan kanannya.
Mendengar perkataan dari Permaisuri membuat senyum mereka berenam semakin merekah. Memng benar mereka dipersatukan karena Permaisuri dan mereka juga sudah menjadi anggota dari Sakte The Last Danger beberapa hari yang lalu sama seperti Pangeran Mahkota Shi.
Karena memang mereka belum memilih Akademi maupun sakte sebelumnya, jadi karena Banyak kerabat yang sudah masuk disana juga melihat bagaumana pelatihan serta perlakuan disana membuat mereka secara alami mengiyakan ajakan Permaisuri.
Tak ada yang tau diantara mereka kecuali Pangeran Mahkota Han dan Shi jika Sakte itu didirikan oleh Permaisuri. Hanya orang pertamalah yang tau siapa pemilik Sakte itu. Semua yang tinggal dan masuk Sakte pada awal memang audah bersumpah tidak akan memberitahukan pada siapapun meski itu seorang Kaisar sekalipun. Jika bukan atas perintah langsung dari Permaisuti mereka akan tetap diam menjaga sumpah setianya.
"Ah iya Ibunda ingin menyampaikan sesuatu pada kalian" katanya lagi dengan wajah serius.
Melihat wajah Permaisuri yang berubah serius merekapun langsung mengubah wajah cerianya menjadi wajah serius siap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Permaisuri nantinya.
"Besok adalah hari perburuan dihutan kematian didalam hutan itu kalian pasti tau apa saja yang ada disana kan?" Tanyannya dan diangguki oleh mereka.
Siapa yang tak tau apa itu hutan kematian, semua orang tau bahkan satu benuapun tau. Hutan kematian seperti jantung kehidupan yang dimana disana terdapat banyak sekali manfaat yang bisa menunjang kehidupan semua orang.
Sesuai dengan namnya hutan kematian sendiri bagaikan sebuah labirin yang mampu menyesatkan siapa saja jika tak hati-hati.
Bukan hanya seperti labirin, hutan kematian juga terdapat banyak aray pelindung yangg mampu menghipnotis manusia yang memasukinya. Banyaknya hewan buas dan beast yang menjaga agat hutan kematian terterjamah oleh tangan-tangan nakal manusia.
Hutan kematian meskipun memiliki nama yang menakutkan tapi didalam sana sangatlah banyak manfaat yang menanti. Terdapat banyak ttanaman herbal dari tingkatan yang ter-rendah hingga mencapai tingkat kelangkaan bahkan tungkat surgawi dan nirwana ada disana. Jika mampu memasuki tanpa terluka sedikitpun dan mampu melewati labirih juga tak terpengaruh pada array ilus, maka kalian akan mendapatkan manfaat yang sangat berharga itu.
Bukan hanya tanaman tapi semua jenis beast juga ada dari yang tingkat rendah sampai ketingkat Surgawi. Juga pemandangan asri tanpa campur tangan manusia akan terlihat sangat jelas dan jauh berkali-kali lipat lebih indah dari yang ada didunia.
Konon dulu hutan kematian bukanlah hutan kematian. Nama yang berbeda dengan manfaat yang berbeda pula. Dulu hutan kematian adalah surganya makluk hidup tak adanya labirin, tak ada array ilusi, dan tak ada hewan yang akan memangsa manusia, yang ada kedamaian dan ketentraman serta dibuka untuk siapa saja. Tapi semenjak kedatangan mereka hutan yang awalnya penuh dengan keindahan dan kedamaian berubah menjadi hutan kematian yang mampu membunuh siapa saja.
Hutan kematian adalah bagian luar dari hutan yang indah itu. Hal tabu menyebutkan nama asli dari hutan kematian sendiri. Karena seorang pendekar yang tingkatannya lebih tinggi dua tingkat diatas para dewa lah yang menyegel hutan indah ini menjadi seperti saat ini.
Kedatangan mereka ke hutan kematian dulunya untuk mencari harta karun tersenbunyi yang dimiliki alam semesta yang mampu meluluh lantahkan semua yang ada didunia ini. Memang pendekar itu mampu menyegel hutan kematian menjadi seperti ini dan masih bertahan hingga kini. Tapi mereka yang membuat kekacauan hanya mampu dipukul mundur olehnya sebab kekuatannya hanya tingga beberapa persen saja. Sebegitu besarkah harta karun yang ada di hutan kematian hingga membuat tenanga dan kekuatan pendekar hebat itu terkuras habis?. Maka tak heran jika mereka sangat menginginkan harta itu.
Permaisuri menanyakan hal itu karena tak ingin membuat mereka celaka nantinya. Memang dirinya akan ikut serta dan pasti akan bersama putra tercintanya. Apapun yang terjadi Permaisuri harus ikut demi keselamaran orang-orang terkasihnya. Urusan tak diberi ijin oleh semuanya menjadi urusan gampang jika tidak maka nyawa orang terkasihnya menjadi taruhan.
"Ya kami mengerti maksud Ibunda" kata Pangeran Han Bei Shan lembut.
__ADS_1
"Besok ibunda akan ikut dengan kalian. Jangan membantah karena ibunda memiliki firasat bahwa besok akan ada banyak hal yang membahayakan keselamatan kalian." Katanya tegas ketika melihat bahwa mereka ingin menentang keputusannya.
"Tapi ibunda sangat berbahaya jika ibunda ikut serta denfan kami" seru Pangeran Mahkota Han cemas.
"Ibunda sudah memikirkan semuanya anakku. Jika kalian tak menuruti perintah ibunda ini maka ibunda akan amat menyesal membiarkan kalian pergi sendirian tanpa ibunda" katanya lagi tagas tak terbantahkan tapi mengadung kelembutan.
Maka mau tak mau mereka pun menyetujui permintaan ah ralah perintah ibundanya. Jika memang firasat ibundanya benar maka sanagt bagus karena mereka bisa mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi nanti.
"Syukurlah Chen'er tak ada disini jika dia ada disini maka dia juga akan dalam bahaya nantinya. Ibunda jyga sudah mengirim orang kepercayaan ibunda untuk menjaganua. Meskipun para tamu bersikap biasa tidak ada yang tau dianrara mereka tak ada musuh tersembunyi dan berbuat macam-macam saat kita lengah" katanya lagi.
"Ibunda benar bagaimanapun Chen'er juga salah satu Pangeran yang sangat dekat dengan ibunda" kata Pangeran Han Chong Xi tenang tak seperti biasanya yang ceria.
"Ya karena itu kalian harus lebih waspada apalagi karena penampioan kalian tadi yang membuat semua orang terpesona pasti ada pihak yang sangat ingin menghancurkan kalian. Jadi waspadalah" peringatan yang memang benar adanya sebab sedari tadi banyak pihak yang selertinya menginginkan kehancuran keenam pangeran tampan itu meski berusaha ditutupi.
"Baiklah sekarang ibunda akan menjelaskan sedikit mengenai hutan kematian pada kalian dan strategi menghadapi bahaya yang mungkin akan kita hadapi nanti" katanya pada mereka.
Permaisuri sudah memasang array kedap suara agar tak ada pihak yang berusaha mencuri dengar pembicaraan mereka dan membuat rencana mereka gagal total nantinya.
"Berapa setiap anggota perkelompok?" Tanyanya pada mereka.
"Emm kalau tahun lalu kurang lebih 10 sampai 15 orang ibunda" kata Pangeran Han Bei Shan ragu.
"Tapi waktu itu Lin'er tak sengaja mendengar pembicaraan ayahanda dan para mentri yang mungkin akan sedikit diubah kali ini. Tapi Lin'er tak yakin itu benar atau tidak" kata Shi Fu Lin menjelaskan apa yang didengarnya sebelum kekaisaran Han.
"Benar yang dikatakan oleh ibunda" kata Liang Xuan Xuan.
"Ibunda rasa mungkin hanya sepuluh orang saja tahun ini" kata Han Chong Li yang sedari tadi diam mengamati.
"Jika hanya sepuluh orang siapa saja anggota kita ibunda?" Tanya Pangeran Mahkota Han.
"Em kalau kata ibunda sih kita bertuju, ibunda, Feng'er, Lin'er, Li'er, Xi'er, Xuan'er, Shan'er dan juga ada tambahan Yao Ge, Ai'er dan emm siapa satunya lagi?" Tanya Permaisuri bingung karena kekurangan satu anggota.
"Kami ikut saja apa yang ibunda katakan dan tentang satu anggota yang jurang bagaimana kalau kita memilihnya besok saja. Siapa tau ada yang berminat ingin bergabung bersama kita nantinya. Tapi, sebwlum masuk kedalam kelompok kita, siapa saja harus diuji kesetiaan dan kejujurannya terlebih dahulu sebab tanpa ada keduanya percuma saja berhabung bersama kita" terang Liang Xuan Xuan dewasa. Karena Tuan Muda Liang adalah yang tertua diantara mereka kecuali Permaisuri tentunya.
"Benar apa yang dikatakan Xuan gege jika didalam sebuah kelompok tak ada keduanya lebih baik tak ada anggota saja" kata Han Chong Xi girang.
"Baiklah baiklah itu menjadi urusan kalian besok. Ibunda serahkan pada kalian saja karena ibunda tau kalian pasti bisa memilih yang terbaik diantara terbaik" kata Permaisuri memuji mereka dangan motivasi.
"Oh ya ibunda Ai'er siapa itu?" Tanya Han Chong Li penasaran sebab tak pernah mendengah nama itu sebelumnya.
__ADS_1
"Ai'er adalah putri Kepala Lu dari kekuarga Lu nama pengkapnya adalah Lu Yi Ai yang kemarin ibunda ajar beberapa pelajaran supaya menjadi gadis yang cerdas. Memang kenapa Li'er kau bertanya seperti itu? Biasanya juga kau tak oernah peduli tuh" sarkahnya sembari menyindir sang putra. Namun yang disindir hanya cengegesan sembari menggaruk kepala bagian belakangnya yang tak gatal.
"Bukan begitu ibunda Li'er hanya penasaran saja karena tidak biasanya ibunda mau bersama orang asing" jelasnya. Tak tau saja kalau Permaisuri sedang membatin yang jika mereka mendengarnya akan marah besar.
Kalian saja orang asing bagiku kenapa malah menanyakan orang asing lainnya gumam Permaisuri dalam hati.
"Baiklah sekarang kembali pada topik pembicaraan. Ibunda akan menjelaskannya jadi dengarkan secara baik-baik" kara permaisuri mulai menjelaskan apa saja strategi yang akan dilakukan esok hari jika sampai dihutan kematian.
____
Dilain tempat seorang laki-laki sekisar 30-an berhanfu dengan warna merah darah, dengan beberapa orang yang diyakininadalah bawahannya uduk melingkar membahas sesuatu yang kelihatannya sangatlah penting
"Yang Mulia ada laporan jika aura yang dimiliki oleh dia samar-samar dirasakan oleh para penyihir. Bola kristal milik mereka berpendar dengan berbagai warna menandakan bahwa dia berada disini yah meskipun cahaya itu samar-samar" kata pria paruh baya salah satu bawahan sipria berhanfu merah.
"Hm. Sepertinya bukan hanya Yang Mulia ini yang merasakannya tapi sibajingan itu mungkin sudah merasakan aura ini lebih dulu. Yang Mulia ini sangatlah yakin sebab pergerakan kita dibagian barat kekaisaran itu sudah diatasi oleh sibajingan itu" katanya dengan kesal. Ya orang ini sama dengan orang yang dilaporkan oleh Jun Bai pada tuannya.
"Maafkan kelalaian hamba Yang Mulia. Hukumlah hamba yang rendah ini karena telah melalaikan perintah" kata mereka bersujud.
"Lupakan saja karena Yang Mulia ini sedang senang jadi kalian taka akan terkena hukuman tapi tidak untuk lain kali." Katanya santai.
"Terimak kasih kasih banyak atas kemurahan hati anda Yang Mulia" kata mereka berkowtow senang katena sangat jarang suasana hati tuannya itu dalam keadaan baik.
"Saat ini yang terpenting adalah bagaimana menemukan letak pasti keberadaannya" kata si pria berhanfu merah.
"Baik Yang Mulia" kata mereka.
Setelah itu pembahasan tentang dimanakah keberadaan pasti dia betada.
____
Sedangkan ditempat Permaisuri pembahasan mengenai strategi yang akan dilakukan besok terganggu karena suara bising dari luar ruangan. Karena penasaran merekapun memutuskan unyuk melihat apa yang terjadi disana.
Saat tiba dihalaman ternyata banyak orang berpakaian hitan dengan pedang ditangan mereka msing-masing. Sepertinya acara pembukaan Festival tahunan kali ini tidak berjalan dengan lancar sebab sepertinya da pihak lain yang memanfaatkan situasi.
Permaisuri langsung menyuruh pengikutnya untuk membereskan pengacau itu , karena tubuhnya sudah lelah dan ingin mengistirahatkan tubuh letihnya.
Setelah dibereskan oleh orang Permaisuri ssmua orang dipersilahkan untuk meninggalkan halaman karena acara tidak akan dilanjutkan malam ini dan akan dilanjutkan pada hari ketujuh hari penutupan Festival tahunan. Kaisar juga mengatakan bahwa besok pagi sdmua orang haruslah ada dihalaman ini untuk pembukaan Perburuan ke hutan kematian.
*Bersambung~
__ADS_1
**hay Arin double Up nih.
jangan lupa Like dan votenya ya***