The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
54. Apa Ini?


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


Selesai makan malam Permaiauri menyuruh mereka untuk beristirahat dimanapun yanh ada dipavilliun ini.


Permaisuri tak menghiraukan keempat orang yang sejak tadi mengekorinya bak anak ayam kepada induknya.


Bukannya istirahat, keempatnya malah merecoki dirinya. Dengan kesal Permaisuri memutuskan untuk menutup akses keempatnya memasuki ruang ilahi agar tak mengganggunya nanti.


Sedangkan keempat orang itu hanya mampu melihat pintu yang sudah ditutup oleh Permaisuri dengan menggebrakkanya. Benar-benar bar bar. hahaha.


Benar-benar marah besar Permaiauri saat ini, padahal tadi Permaisuri berniat untuk memaafkan mereka. Tapi, mereka tak memanfaatkan kesempatan yang diberikannya dan malah terus membuat rusuh didekatnya. Siapa yang tak kesal jika diganggu begitu.


Biatkan saja mereka beridam diri diluar sana biar kedinginan, dan biar mereka jera bagaimana rasanya membuat Permaisuri marah. Kasihan sekali mereka ini hahaha.


Didalam kamar Permaisuri


Permaisuri langsung merebahkan tubuhnya yang lelah menghadapi semua rahasia yang menyerbunya secara bertubi-tubi.


Tentang kenapa dirinya yang memiliki pebampioan baru seperti saat ini? Penampilan yang tak pernah terpikirkan olehnua sebelumnya.


Pada saat dia memasuki hutan kematian seperti ada daya tarik tersendiri dalam tubuhnya. Dan lagi sebuah suara yang mengintrupainya agar mengikuti petunjuk yang diberikan padanya hingga dia sampai pada tempat ini.


Sebelumnya tak ada fenomena seperti ini. Tak ada yang tau dimana letak asli dari jantung kehidupan berada. Sebab jantung hutan kematian itu sudah dikekilingi dengan array-array kuat yang sangat kuno dan langka. Hanya orang tertentu yang tau persis letaknya dan jika sekarang mungkin sudah tak ada lagi orang yang tau persisnya. Banyak jebakan yang menanti salah sedikit nyawa melayang.


Tapi, ini apa? Dia yang hanya iseng mengikuti sebuah suara asing dan malah membawanya pada dunia para siluman? Tempat yang di dunia Modern tak akan pernah ada jikapun ada itu semua adalah buatan para manusia bukan asli seperti ini.


Banyak sekali siluman disini ada siluman dari ras harimau, ras kekinci, ras serigala, ras kuda, sampai ras rubah ekor sembilanpun ada. Ini dunia nyata bukan dongeng jika didunia Naruto mungkin saja ini mungkin. Tapi, baginya ini semua tak masuk akal. Semua ini dikuar nalar manusia. Awalnya dia kira dia terjebak diduniabini hanya untuk membalaskan dendam Permaiauri sebwlumnya tapi bukannya membalas dendam masalah tentang dirinya muncul kepermukaan.


Rahasia apa lagi yang menantinya dikemudian hari. Kepada siapa dia harus bertanya? Mereka yang sudah ditanyakan olehnya saja tutup mulut dengan sangat apik. Lalu pada siapa dia akan bertanya? Apakah harus dia bersiam diti dan menunggu waktu yang tepat untuk mereka menyampaikan padany? Tidak dia bukan tipekal orang yang berpasrah pada takdir. Takdir memang sudah ditentukan tapi nasib kita sendiri yang menentukannya.


Jika ditanya apakah dia lelah? Maka jawabannya sangatlah lelah. Lelah dengan apa yang dialaminya secara beruntun.


Lelah dengan beban hidupnya yang semakin hari kian menambah. Jika saja dia memiliki seseorang yang dapat dia jadikan teman sandaran atau berkeluh kesah mungkin bebannya akan berkurang meaki hanya sedikit saja.


Tapi tidak ada orang yang membuatnya merasa nyaman untuk saat ini. Memang dia memiliki orang-orang tersayangnya seperti sang Putra. Tapi, bukan seperti maksudnya. Dia ingin seseorang yang selalu senantiasa berada disisinya, memberikan semangat dikala dirinya lelah, menemaninya bercerita menceritakan kegabjalan dalam hatinya. Itu saja yang ingin dia rasakan untuk saat ini.


Permaisuri memuyuskan untuk segera menuju kealam mimpi, melepaskan sejenak beban dipundaknya. Semenjak dia sampai didunia ini jangankan untuk melepas beban barang sejenank. Tidurpun pasti ada saja uang mengganggu, mengganggu dirinya melewati mimpi-mimpi aneh. Mimpi yang seperti kisah nyata, seperti ditinyalah pemeran pertamanya.


Kata orang minpi adalah bunga tidur. Tapi kenapa mimpi itu selalu muncul bak kaset rusak didalam mimpinya. Bahkan tak jarang dia menyaksikan peperangan yang seperti nyata.


Banyak darah berceceran dibawah kakinya, mayat manusia ada dimana-mana. Entah utuh atau terpisah dati tubuhnya. Ada juga disebuah ruangan yang dia lihat banyak manusia yang digantung ada yang kepala diatas dan ada pula yang kepalanya dibawah.


Bukan hanya itu saja kulit yang sudah tak terbentuk seperti kulit itu memang dikuliti dengan pisau. Darah yang mengalir ditempatkan pada sebuah wadah besar yang entah untuk apa. Jantung yang dicabut dari tempatnya dengan kasar tak melihat apakah orang itu masihlah hidup atau tidak.

__ADS_1


Tubuh para manusia yang sudah tak bernyawa karena jantungnya telah diambil diletakkan ditengah-tengah tempat seperti altar. Altar yang sangatlah luas dengan banyak lilin disekelilingnya. Bunga mawar bertebaran dimana-mana sepeeti memang sudah direncanakan sebelumnya. Bukan hanya itu banyak manuisa lain yang memakai jubah serba hitam mengelilingi altar. Tak jauh dari altar itu terdapat sebuah peti mati.


Apa semua ini maksudnya? Mayat? Darah? Jantung? Altar? Peti mati? Sungguh unyuk aoa semua ini ada. Apakah mereka berencana untuk menghidupkan seseorang yang berada dioeti mati itu? Jika iya sungguh gila mereka semua. Orang yang sudah lama mati unyuk apa dihidupkan kembali?.


Pasti ada konspirasi dibalik semua ini. Konspirasi yang sangat besar untuk untuk umat manusia. Mungkin akan menjadi bencana besar jika upacara mereka berhasil.


Tak lama mimpi Permaisuri berpindah pada sebuah hamparan bunga yang sangat indah. Indahnya hamparan bunga ini hampir menyamai tempat tinggalnya didunia para siluman. Ditengah-tengah hamparan bunga itu terdapat danau buatan dan sebuah gazebo yang mungkin disiapkan oleh seseorang.


Digazebo itu terdapat pasangan dengan wajah yang rupawan sedang bercanda ria. Semakin Permaisuri mendekati pasangan itu, rasa familiar menyerang hatinya. Wajah siwanita sangatlah familiar dan juga wajah pria itu kenpa seperti pernah dilihatnya.


Lama kelamaan Permaisuri semqkin mendekat. Sampailah didepan pasangan itu tubuh Permaisuri menegang kaku, bergetar seperti ingin menangis tapi dia tak tau kenapa dirinya merespon seperti ini.


Kenalpun dia tak tau ini adalah pertama kalinya mereka bertemu, tapi kenapa hatunya meraung menfatakan bahwa mereka adalah orang terkasihnya.


Kenapa? Kenapa bisa seperti ini. Apa maksudnya semua ini? Wajah famillir? Rasa hangat dalam hatinya? Siapa yang bisa membantunya mengartikan semua yang dialaminya selama ini.


Kesadarannya terengut oleh kegelapan yang tak berdasar. Membuka kedua matanya tapi dia tak melihat apapun. Gelap. Hanya kegelapan yang menemaninya saat ini. Dimana dia sekarang?


"Mereka harus musnah dari muka bumi"


"Alam semesta akan memberi karma padanya"


"Keturunanmu yang akan membinasakan mereka"


"Yang bersalah haruslah mendapat karma yang setimpal dengan lerbuatannya"


"Kebaikan akan selalu menang"


"Tunggu dan lihatlah sang pahlawan alam semesta menghukum mereka"


Seruan-seruan lantang menggema dikegelapan, entah suara siapa itu dia tak tau. Yang pasti siapa mereka yang dimaksudkan itu. Sepertinya hancurnya alam semesta diakibatkan oleh mereka yqng dimaksud olehnya. Tapi kenapa harus muncul dihadapannya apa hubungan antara dirinya dan mereka itu? Semakin lama semakin banyak saja rahasaia alam semesta yang menyerbunya.


Banyak beban yang hanrus dipikulnya membuat dia sadar bahwa hidupnya tak lagi sana aeperti dulu. Dimana dulubdia hanya bisa mengejar dan menangkap penjahat tapi sekarang keadaan berbeda.


Memang dia sekarang masihlah melakukan tugas itu. Tugas untuk mengejar dan menangkap penjahat tapi penjahat kali ini lebih berbahawa darai yang pernah ditangkapnya dulu.


Penjahat kali ini adalah musuh besar alam semesta. Dimana jika tak segera ditangkap maka manusia tak bersalah yang akan menjadi korbannya.


Bukan hanya manusia saja yang akan menjadi korban. Tapi, hewan dan mahluk hidup lainnya akan merasakan keswngsaraan yang tiada henti.


Kehancuran dimana-mana, banyak yang akan terjadi nanti. Bencana alam akan terus menerus terjadi dan itu semua haruslah dihentikan sebelum terlambat.


Sama seperti pepatah lebih baik mencengah dari pada mengobati. Mencengah memang membutuhkan biaya yang besar tapi mengobali membutuhkan lebih besar lagi biaya yang akan dibutuhkan. Masa depan alam semsesta ada ditangan sang pahlawan tapi siapa dan diaman pahlawan itu sekarang berada?


Tak lama kegelapan itu tergantukan dengan sebuah taman indah dengan banyak bunga dan hewan-hewan cantik seperti kupu-kupu, kelinci, dan masih banyak lagi. Permaisuri hanya mampu mengernyitkan dahi bingung dimana lagi dia sekarang? Kenapa sudah berbeda dari yang tadi?

__ADS_1


Angin sepoi-sepoi dengan suasanan yang sangat damai dan tenang. Mampu membuat siapa saja merasa rileks karena merasa tenang. Tak lama sebuah suara mengintruksinya, membuat dia mau tak mau meninggalkan kenyamanan ini sejenak.


"Hai Liang Feng Xiao. Bagaimana kabarmu?" merasa ada yang memanggil Permaisuri langsung berbalik menghadap siapa yang memanggilnya itu.


"Ya. Siapa kau? Dan kabarku juga baik?" Tanyanya heran.


"Apakah kau tak mengenalku?" Bukannya menjawab orang itu malah berbalik bertanya dan jangan lupakan senyum cantiknya yang sejak tadi tak pernah luntur.


"Kau sudah lupa padaku rupanya" kata orang itu lagi.


"Jawab saja pertanyaanku jangan balik bertanya" kesal Permaisuri


"Dan jangan berbelit-belit seperti itu" katanya lagi.


"Aku? Apakah kau benar-benar sudah melupakanku?" Tanya orang itu balik bertanya.


"Sudahlah jangan mengulang perkataanmu itu" kata Permaisuri yang mulai kesal bercampur penasaran.


"Baiklah"


"Cepat katakan" desak Permaisuri.


"Lihat dan perhatikan dengan baik siapa aku" kata orang itu.


Permaisuri menuruti perkataan orang didepannya dan mengamati setiap inci wajah orang didepannya. Cantik seperti wajahku kalimat itulah yang terpintas diotaknya. Tunggu apa yang tadi kukatan?. Seketika dia tersadar dari pikirannya.


"K-kau" kaget Permaiauri setelah tersadar siapa orang didekatnya ini.


"Ya ini aku. Apakah kau sudah mengingatku sekarang" kata orang didepannya dengan senyum yang pernah lepas dari wajah ayunya.


"Bagaimana bisa?" Yanyanya kaget.


"Tentu saja bisa. Seperti hang kukatakan sejak awal. Kau adalah aku dan aku adalah kau. Kita sama, satu jiwa yang terpecah menjadi dua bagian. Siapa yang juat dia yang bertahan dan siapa yang lemah dia yang jalah" kata orang itu.


Kalian bisa menebak siapa orang didepan Permaisuri saat ini. Yap benar dia adalah Permaisuri Liang Feng Xiao yang dulu. Jiwa yang raganya ditempati oleh Liang Feng Xiao dari masa depan.


"Kau bisa menabak bahwa kau lah jiwa yang kuat itu. Jiwa yang mampu memberantas kejahan disekitarmu" kata Permaisuri Liang Feng Xiao yang dulu.


Sedangkan Liang Feng Xiao dari masa depan hanya termenung mendengar apa yang dikatakan oleh mantan Permaisuri ini. Apa maksud dari aemua ini. Semakin banyak saja masalah yang datang dalam waktu yang singkat.


Belum selesai masalah dia yang beada didunia para siluman dengan mahkota dikepalanya? Belum lagi cuplikan-cupkikan sepasang pasutri yang terluka dan tertidur diatas bongkahan es? Altar persembahan dengan peti mati? Pasangan pasutri yang familiar diotaknya? Dan sekarang jiwa yang katanya terpecah menjadi dua? Apalagi dia yang menang? Maksudnya apa ini?


Sudahlah biarkan semua menjadi rahasia yang perlahan terungkap seiring dirinya mencari tau kebenaran. Apalagi mantan Permaisuri ini sepertinya akan mengatakan sesuatu yang berhubungan dengam pertanyaan-pertanyaannya itu.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2