The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
80. Perubahan Strategi Perang


__ADS_3

...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...


...HappyReading gaes~...


“Baiklah. Karena kalian sudah berjanji, maka kita lanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi” kata Permaisuri


“Baik Yang Mulia”


“Begini, Permaisuri ini akan membicarakan mengenai strategi perang kita yang waktu itu. Karena ada sedikit perubahan dibeberapa bagian, kita memiliki tugas utama yang sangat berat. Maka dari itu Permaisuri ini akan membagikan tugas kepada masing-masing kelompok dengan acak”


“Siapa saja anggota dalam kelompok itu Yang Mulia?” Tanya Yao Qi karena dipembahasan mengenai strategi peran waktu itu tidak ada pembagian klompok hanya individu.


Jika sat ini Permaisuri membagikan kelompok pasti musuh yang akn dihadapi nanti sangatlah kuat hingga untuk menghadapinya saja harus bersama dengan kelompok.


“Pertanyaan bagus Pangeran. Permaisuri ini juga akan menyampaikan mengenai siapa saja disetiap kelompok nantinya.” Kata Permaisuri.


“Siapa saja Yang Mulia?” Tanya Zhang Feng yang sudah mulai penasaran.


“Baiklah. Dengarkan baik-baik karena Permaisuri ini tak akan mengulanginya untuk yang kedua kalinya” katanya tegas.


“Ya”


“Pertama kelompok penyerang yang akan kita bagi beberapa orang terkuat menurut tingkat kultivasi kita. Oh ya, Bo dan Bong kalian berdua jug akan mengikut kami untuk berperang nanti dan kalin berdua harus menerimanya tanpa adanya penolakan. Mengerti” Kta Permaisuri mutlak.


“Mengerti Yang Mulia” kata keduanya serempak.


“Baiklah dengarkan dengan baik. Karena kita berjumlah empat belas orang dan nanti akan ada anggota lain tapi, itu menjadi urusan nanti. Setiap kelompok berisi empat orang dan ada tiga kelompok saja” Jelas Permaisuri.


"Maaf Yang Mulia. Tapi, jika memang setiap kelompok berisi empat orang dan ada tiga kelompok bukankah kita kekurangan anggota atau saya salah mengartikannya?” Tanya Yao Qi.


“Tidak Pangeran, anda tidak salah atau pun benar, Karena, tiga kelompok itu hanya berisis kalian dan untuk Permaisuri ini kalian tak perlu menghitungnya karena Permaisuri ini memiliki kelompok sendiri” jelas Permaisuri sekali lagi menjawab kebingungan yang dialami oleh Pangeran Shi itu.


“…..”


Tak ada yang menjawab sebab, mereka masihlah kebingungan dengan pembagian kelompok ini. Menurut mereka Permaisuri terlalu berbelit menjelaskannya, hingga mereka tak mampu manangkap dengan benar apa yang dijelaskan olehnya.


“Begini, Permaisuri ini hanya akan beranggotakan Pangeran Antares saja dan untuk kalian akan Permaisuri bagi menjadi salah satu anggota dari ketiga kelompok yang tadi Permaisuri ini jelaskan.” Katanya.


“Jadi seprti itu. Baiklah jika memang begitu siapa saja anggota setiap kelompok itu Yang Mulia?” Tanya Bo.


“Kelompok pertama adalah Pangeran Han Zhang Feng, Pangeran Han Chong Xi, Bong, dan Pangeran Xie Cao Gang. Apakah kalian yang Permaisuri ini sebutkan namanya merasa keberatan?” Tanya Permaisuri.


“Tidak sama sekali Yang Mulia” Kata mereka serempak.


“Jika begitu kalian bisa mencari tempat duduk untuk anggota pertama” Perintahnya.

__ADS_1


“Baik”


“Kelompok kedua adalah Pangeran Shi Yao Qi, Pangeran Shi Fu Lin, Nona Lu Yi Ai, dan Pangeran Han Chong Li. Apakah kalian yang namanya Permaisuri ini sebut merasa keberatan?” Tanya Permaisuri pada mereka.


“Tidak sama sekali Yang Mulia” jawab mereka serempak.


“Bagus. Sekarang pisahkan diri dan cari tempat duduk untuk anggota kalian”


"Baik laksanakan Yang Mulia”


“Kelompok ketiga dan kelompok terakhir tentunya. Kalian pasti sudah mengetahuinya kan?” Tanya Permaisuri.


“Ya,Yang Mulia” seru mereka.


“Tak apa biar Permaisuri ini sebutkan seperti yang lainnya.”


“Baik”


“Kelompok ketiga adalah Bo, Pangeran Han Bei Shan, Putri Lilyana, Tuan muda Liang Xuan Xuan. Apakah ada yang merasa keberatan?” Tany Permaisuri pada mereka yang tersisa.


“Tidak sama sekali Yang Mulia.” Kata mereka.


“Baik sekarang kita bagi tugas masing-masing kelompok saja.” Kata Permaisuri.


“Baik Yang Mulia”


“Lalu tugas kelompok kedua dan ketiga apa Yang Mulia?” Tanya Bo.


“Jangan berkecil hati dulu. Tugas kelompok kedua adalah melindungi kelompok pertama dan juga Permaisuri ini beserta Pangeran Antares. Sedangkan kelompok ketiga adalah menyerang musuh yang ingin bergerak kearah kalian. Tenang saja bukan hanya kita saja yang akan menyerang kesana tapi, masih orang yan akan membantu kita dan masalah siapa mereka, kalian tidak perlu pusing memiirkannya” Jelas Permaisuri.


“kapan kita akan mulai bergerak Yang Mulia?” Tanya Fu Lin.


“Tiga hari setelah kepulangan kita dari sini. Tepat pada tengah malam kita akan bergerak sebab, mungkin saja musuh mengira tidak aka nada yang akan membantu kedua Pangeran untuk melawan. Tapi, mereka terlalu bodoh untuk meremehkan lawannya. Apakah kalian pernah mendengar pepatah tentang ‘Kesalahan paling besar adalah ketika kita meremehkan lawannya.’ Pepatah itu memang benar adanya, karena kita tak akan tau apakah musuh kita memiliki kartu As atau tidak. Meskipun begitu kharus selalu waspada dimanapun kita berada jika masih dalam kawasan musuh” Kata Permaisuri.


“Bukankah tiga hari nanti akan diadakan perlombombaan Yang Mulia?” Tanya Pangeran Han Zhang Feng.


Memang benar tiga hari setelah kepulangan para peserta dari perburuan, akan diadakan perlombaan untuk siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi. Tapi bagi mereka yang sudah mengikuti perlombaan berburu maka mereka diwajibkan untuk mengikuti semua perlombaan yang ada. Sebab, mereka akan dilihat tingkat kultivasinya dan


pengetahuannya keanapa bisa keluar dari hutam kematian dan bisa bertahan sampai titik ini.


Jika mereka memang kuat seperti kelihatannya maka ada ada pihak yang akan membawa mereka menuju keperlomban yang sesungguhnya. Perlombaan tahunan yang sangat dinantikan oleh setiap orang, karena sakte atau akademi besar juga akan turut hadir untuk mencari kandidat murid baru dan akan mendapatkan hadiah yang sangat menggiurkan.


Tapi, untuk tahun ini mungkin ada ada perbedaan yang sangat besar yang akan terjadi namun entah apa itu. Dan yang paling penting hadiah pada tahun ini akan diumumkan satu minggu sebelum perlombaan dimulai. Biasanya hadiahnya akan diumumkan saat acara seperti ini atau saat pendaftaran terjadi, namun kali ini peraturannya dibedakan dengan tahun-tahun sebelumnya.


“Karena itu kita akan melakukan penyerangan disana, karena pada malam harinya kita akan menyelinap keluar untuk menuntaskan misi kita ini. Jangan berkecil hati kalian akan mendapatkan konpensasi yang sangat besar dan memuaskan sebagai bayaran atas jerih paya yang kalian lakukian untuk Permaisuri ini.” Kata Permaisuri menyulutkan api semangat pada mereka.

__ADS_1


“Benarkah Yang Mulia?” Tanya mereka.


“Tentu saja. Apakah selama ini Permaisuri ini pernah sekali saja tak menepati jajinya pada kalian?” Tanyanya pada mereka yang meragukan ucapannya.


“Ah, tidak Yang Mulia. Bukan seperti itu makasud kami” Kata mereka cepat panik akan kesalahpahaman yang akan terjadi.


“Baiklah”


Secara tak sadar mereka menghela nafas lega karena Permaisuri memaklumi atas sikapnya yanga sanagt keterlaluan itu. Meskipun begiitu Permaisuri memang menyadari bahwa setiap orang tak akan selamanya selalu dengan mudahnya mempercayai ucapannya. Bukan, bukan karena ucapan Permaisuri yang tak jujur tpi, tak semua orang akan menyukai apa yang kita lakukan atau yang kita katakan. Sekalipun orang itu adalah kenalan atau orang tedekat kita sendiri.


“Lupakan saja tentang madalah itu terlebih dahulu. Sekarang mari kita bahasa kelanjutan dari pembahasana kita ini”


“Baik Yang Mulia”


Setelah itu mereka kembali membicarakan  mengenai pembahasan tentang rencana awas. Tak semua rencana yang pernah mereka bahas diubah seluruhnya, hanya beberapa tempat atau anggota yang diubah atau ditambahkan kedalamnya. Karena misi kali ini adalah mengambil barang yang diperlukan oleh Kaisar terdahulu Klan Xie untuk menyempurnakn pengobatan Kaisar saat ini maka dari itu Permaisuri memerlukan rencana yang sangat matang untuk bergerak selanjutnya.


Saking asiknya membahas strategi perang, sampai tak menyadari bahwa hari sudah gelap dengan lolongan serigala yang menurut Xie Cao Gang adalah tanda dari beberapa serigala yang mengejarnya pada kelompok yang lainnya.


“Untuk saat ini kau ikut dengan kami Pangeran. Nanti jika waktu perburuan ini selesai akan ada orang yang akan menjemputmu bertemu pada kakakmu.” Kata Pemaisuri pada Xie Cao Gang.


“Benarkah Yang Mulia?” Tanyanya tak percaya Karena akan kembali bersama dengan sang kakak tercinta.


“Tentu saja. Disana kau bukan hanya melihat atau berdiam diri saja tapi, juga ikut serta para murid belajar. Pelajaran apa saja yang dikatakan oleh Shifu maka kau harus menaatinya selalu. Mengerti?” Perintahnya tegas.


“Perintah diterima Yang Mulia.”


“Bagus. Sekarang pergilah gunakan kamar yang ada dipavilliun ini dan besok pagi tepatnya pagi-pagi sekali kita akan berkumpul disini kembali untuk berburu. Penuhi persyaratan yang diberikan untuk mendapatkan buruan. Mengerti?” Kata Permaisuri.


“Mengerti Yang Mulia”


“Pergilah”


Setelahnya mereka berlalu meninggalkan ruang santai, mereka bergegas untuk mencari kamar yang sekiranya cocok untuk mereka, setelah mendapatkannya mereka langsung membersihkan diri dan bergegas untuk tidur.


Permaisuri juga mengikuti jejak mereka, Karena dilantai atas tepatnya dibagian pojok sana adalah kamarnya dan sudah tertera namanya yaitu ‘Danger Room’ itulah nama yang menggantung cantik dipintu itu.


Memasuki kamar dan segera membersihkan diri agar tubuhnya yang letih segera bersentuhan dengan air hangat yang mampu merilekskan tubuhnya walaupun sedikit tapi sangat membantunya. Selesai membersihkan diri Permaisuri mengambil selimut dan emm…sebuah gitar yang entah didapatnya dari mana, dan sesegara menuju balkon yang memang ada.


Menyelimuti tubuhnya dan mengambil posisi duduk yang nyaman dengan gitar dipangguannya. Melamun sebentar memikirkan lagu apa yang akan dibawanya untuk mengurangi beban pikiran dalam hati dan otaknya.


“Ah yang itu saja lah, mungkin cocok dengan suasana hatiku saat ini”


“Ekhem…AKU”


...Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2