The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
47. Kakak Beradik Kenneth


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


Keesokan harinya


Seperti yang dikatakan oleh Kaisar tadi malam semua orang yang ingin berpartisipasi untuk berburu kali ini diperkenankan untuk berkumpul dan segera berbaris. Bukan seperti tadi malam yang diwajibkan dan harus diikuti oleh semuanya baik dari yang muda hingga yang tua tapi setiap kakangan berbeda namun masih satu tempat.


Hari ini acara perburuan kehutan kematian tak diwajibkan. Jika ada yang ingin berpartisipasi dipersilahkan untuk segera mendaftar. Jika tidak ingin berlartisipaai bisa melihat atau melakukan aktivitasnya selama Festival tahunan berlangsung. Kebanyak yang berminat adalah para generasi muda yang memiliki banyak biat dihati mereka. Ada yang ingin mengasah kemampuannya, ada yang hanya ingin pamer, ada juga yang merasa penasaran seperti apa hutan kematian itu jika dilihat secara langsung.


Disisi lain Permaisuri dan kelompoknya juga sudah selesai bersiap, mengenai anggota yang kurang nanti saja jika sudah dijelaskan bagaimana sistem pemburuan tahun ini.


Banyak para putra dan putri baik dari keluarga kerajaan atau keluarga bangsawan yang ikut berpartisipasi. Tak jarang juga diantara mereka masih menyempatkan diri untuk menyombongkan diri masing-masing.


Disaat Permaisuri menyusuri pandangannya untuk mecari seseorang yang dirasa cocok dengan kriteria yang dikatakan anaknya tadi malam, netra cantiknya tak sengaja melihat sesosok ah salah maksudnya dua orang anak muda berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sedang duduk disamping kuda mereka dengan wajah muram bercampur sedihnya.


Merasa ada yang menarik dari keduanya lantas Permaisuri memanggil anggota yang lain untuk mengikuti langkahnya. Mereka yang masih tak kebingungan dwngan maksud Permaisuri hanya mampu mengikuti dari belakang. Jangan lupakan disetiap langkahnya banyak tatapan kagum, iri, benci dan masih banyak lagi.


Apalagi para gadis yang menatap iri pada Lu Yi Ai yang bisa bersama para laki-laki tampan impian mereka. Namun diacuhkan oleh siempu sebab dirinya yak ingin membuat kesalahan sebelum acara dimulai. Jika nanti diperjalanan atau di hutan kematian mereka menyerang dirinya maka diapun tak akan sungkan mempraktekan beberapa jurus dalam seni beladiri yang diajarkan oleh Permaisuri padanya beberapa hari yang lalu.


Sedangkan Pangeran Han Chong Li sidingin nan cuek ini sepertinya sedang menahan kekesalan entah kepada siapa yang pasti wajah tampannya yang sudah dingin menjadi semakin dingin saja berkat kekesalan pada hatinya. Ucapkan selamat pada Pangeran Han Chong Li kita ini hahaha.


Semua saudaranya saja keheranan dengan wajah tak biasanya itu, sebab sskesal apapun Pangeran keenam ini tak akan sampai sekesal seperti sekarang. Walau marahpun tak akan diperlihatkan kepermukaan. Katanya wajahku ini tampan jika marah-marah nanti akan tumbuh keriput dan aku tak akan membiarkan keriput menyentuh wajah tampanku meski hanya sedikit saja, Katanya dengan kepercayaan diri yang tinggi sampai tak menghiraukan wajah terkejut para saudaranya.


Permaisuri yang juga merasakan perubahan pada sang putra dan memutuskan untuk mencari biang masalah dari kekesalan putra tampannya yang satu itu sembari melanjutkan langkahnya.


Netra cantiknya menyusuri keseliling mencari tau siapa orang itu. Tak sengaja netranya menangkap seorang gadis cantik yang sedang tersenyum ramah pada mereka yang ditemui disepanjang jalan.


Melihat kearah Pangeran Han Chong Li dan sigadis secara bergantian, tak lama muncul sebuah senyum indah dibibir cantiknya. Senyum menawan yang mengandung banyak makna. Untuk saat ini biarlah keduanya berdiam diri dengan perasaan yang sama-sama membuncah tapi tak ada satupun yang berniat mengungkapkannya.


Saat jarak mereka sudah hampir sampai Permaisuri menghentikan langkahnya karena mendengar gumaman salah satunya dan disahuti oleh yang satunya lagi.


"Now what should we do sis? Neither of them would accept the two of us to join their membership? even our own brothers don't want to know about the two of us." Kata sipemuda lesu.


"Sister listen brother. It's fine if no one wants to accept the two of us as members of the group between them. we can hunt alone without them beside us." Kata siwanita memberikan pengertian kepada sipria. Perempuan tersebut dapat diyakini adalah kakak dari sipria.


"But the forest of death is full of mysteries and dangers that lurk us at any time, whereas we cannot fight with our bodies without strength" kata sipra dengan pikiran negatifnya.


"Antares just listen to brother this time hm. we are brave sons and daughters of mothers. do not make the mother sad there, because she saw the son she was proud of giving up and surrendering to fate without wanting to change it. we have to try it first before we can be prejudiced" kata perempuan itu pada pria yang bernama Antares itu.


"is it true that mom will be sad to see me like this?"


"Of course. In order not to make your mother sad, let's stand on our own feet, it's just the two of us without anyone else." Kata siperempuan dengan sabar menasehati adiknya.


"okay from now on there are only the two of us sis. there are only Antares and Lilyana" katanya dsngan semangat.

__ADS_1


Ternyata siperempuan tadi bernama Lilyana yang dapat didengar oleh Permaisuri beserta rombongannya.


Hanya Permaisuri, Pangeran Mahkota Han dan Pangeran Mahkota Shi yang mengerti perkataan mereka berdua sebab keduanya menggunakan bahasanya untuk berinteraksi.


"Ibunda sepertinya mereka berdua cocok menjadi anggota kita" kata Pangeran Mahkota Han.


"Benar sekali ibunda keduanya adalah orang yang jujur. Tak akan mungkin bagi mereka untuk berkhianat nanti sebab kita datang bak seorang pahlawan." Kata Pangeran Mahkota Shi membenarkan.


"Hm. Sepertinya kalian benar, awalnya Ibunda hanya penasaran saja dengan mereka tapi semakin kesini mereka berdua semakin menarik" kata Permaisuri dsngan Smirk yang menakutkan.


Karena tak ingin membuang waktu lama lagi mereka melanjutkan jalan menuju kearah keduanya. Tepat didepan keduanya Permaisuri ikut berjongkok menyamakan posisi duduk kedua orang didepannya ini.


"hi can we sit here join you?" Katanya. Keduanya lantar melihat siapakah gerangan yang mengajaknya bergabung bersama.


"Yes, please. You are free to sit anywhere, Miss and this is a public place to talk" kata Lilyana kikuk.


"Take it easy, no need to be afraid that we won't eat you guys so just calm down." Kata Permaisuri dengan candaannya.


Setelah diijinkan oleh kedua muda mudi ini lantas mereka langsung duduk bersila di atas tanah tak menghiraukan tatapan aneh semua orang yang mengarah pada mereka karena rela duduk diatas tanah demi kedua orang itu padahal dirinya adalah seorang Permaisuri. Tapi namanya Permaisuri mah masa bodo dengan mereka.


"mother how this we lack members" tanya Pangeran Mahkota Han lesu. Tenang saja mereka hanya berekting jadi jangan salah paham. Mendengar perkataan Putranya Permaisuri langsung menangkap maksud yang tersirat didalam perkataan putranya.


"right where we will look for it" katanya lesu. Sebenarnya maksud Permaisuri ini baik untuk mengajak kedua muda mudi ini untuk bergabung bersama mereka. Tapi, mereka saja yang terlalu dramatis hingga berdrama dulu baru mengutarakan niatnya.


Sedangkan Antares dan Lilyana menegang karena terlalu senang mendengar sebuah kesempatan yang ada didepannya. Tak lama kesenangan keduanya sirna karena mengira bahwa mereka tak akan mau menerima mereka berdua untuk bergabung dengan anggota mereka.


"it's okay don't be ashamed what a coincidence we are short on members. do you intend to join us?" Tanya Permaisuri sekaligus mengaja keduanya.


"are we worthy to be your members? we will be a burden later." Kata Antares dengan nda pelan.


"It won't because we believe you are great people and an expensive diamond that they underestimate for a piece of trash." Kata Permaisuri mempertegas.


Keduanya yang mendengar ucapan Permaisuri secara tak sadar mata mereka berkaca-kaca karena terharu dan langsung saja mereka menganggukkan kepalanya semangat menandakan bahwa mereka bersedia menjadi anggota Permaisuri.


"we are willing. thank you for accepting us" kata lilyana.


"oh yes if we may know what your names are"


"forgive us for not introducing ourselves immediately" sesal Lilyana.


"no problem" kata Pangeran Mahkota Han.


"My name is Lilyana Soller Kenneth and my younger brother is Antares Fredy Kenneth. greetings everyone" kata Lilyana.


"Kenneth? so you are the princes and princesses of the western kingdom?" Tanya Permaisuri meyakinkan dugaannya.

__ADS_1


"A ... yes we did come from there" kata Lilyana dengan kikuk jangan lupakan tangan yang menepal dengan rahang yang mengeras. Melihat respon yang diberikan Lilyana pada mereka membuat Permaisuri dan yang lain mengernyitkan dahi binggung.


"sorry but why are you two alone?" Tanya Pangeran Shi


"even though we are royal members but we are outcast princes and princesses" jelas Lilyana dengan senyum pedih.


"it turns out that our advice is the same, we are just as wasted hahaha" kata Permaisuri dengan kekehan diakhir kalimatnya.


"Why is that? if we may know who you are? sorry if we are presumptuous." Tanyanya takut-takut


"oh right we forgot to introduce ourselves. Sorry" Kata Permaisuri.


Diangguki oleh Kenneth bersaudara.


"I am Liang Feng Xiao consort, he is my son Crown Prince Han namely Han Zhang Feng" katanga lagi sembari menunjuk kearah Pangeran Mahkota Han.


"hi my name is Han Zhang Feng don't be too formal you guys to me if it's just us" jelas Pangeran Mahkota Han dingin tapi tetap santai.


"My name is Shi Fu Lin you can call me Lin'er and also don't be too formal like Feng'er said" kata Pangeran Shi ramah.


"Prince Han Chong Li" katanya dengan sedikit kaku.


"Prince Han Bei Shan nice to meet you" katanya dengan senyum tipis yang tak terlalu ketara tapi tidak dengan Permaisuri yang mengerutkan keningnya sebentar dan setelah itu kembali normal.


Kyaa mereka menarik ada dua pasangan hari ini hahaha gumamnga dalam hati kegirangan.


"Prince Han Chong Xi Li'er twin brother nice to meet you" katanya dengan senyum khas dirinya.


"Young master Liang that is Liang Xuan Xuan is pleased to make your acquaintance" kata Tuan Muda kita dengan senyum yang merekah.


"Young Miss Lu my name is Lu Yi Ai you can call me Ai'er" kata Ai'er dengan memegang tangan Lilyana.


Memang mereka sudah belajar tapi tak terlalu banyak yang mereka oelajari sebab waktu yang singkat. Hanya perkenalan yang mereka kuasai dan beberapa kata yang dapt mereka mengerti.


"thank you for answering my question and forgive us the noble for not recognizing you. once again forgive our carelessness. I hope we can all make very close friends in the future" jelas Lilyana sesal dan penuh harap.


"Of course" kata Permaisuri.


Mereka berbincang lumayan lama sampai gong dibunyikan pertanda pembukaan untuk berburu akan dimulai.


Gonggg


Gonggg


Gonggg

__ADS_1


Tiga kali pukulan gong berbunyi membuat mereka yang ikut berpartisipasi mulai bergegas berkumpul dan berbaris dengan rapi. Hingga terkihatlah seorang Panglima yang sepertinya akan memimpin jalannya pembukaan berburu ini


Bersambung~


__ADS_2